Nuansa Terkini Makassar,– Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan mubalig dan imam kelurahan memiliki peran strategis sebagai mitra Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam menjaga kerukunan masyarakat sekaligus menyukseskan berbagai program pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Andi Zulkifly saat penutupan bimbingan dan pelatihan peningkatan kompetensi Mubaligh oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Makassar di Makassar Golden Hotel (MGH), Kamis (2/7).
Sekda Makassar, Andi Zulkifly menyampaikan salam dari Wali Kota Makassar yang berhalangan hadir karena menghadiri agenda Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan.
"Pak wali sebenarnya berkeinginan hadir langsung pada kegiatan ini. Namun, karena harus menghadiri agenda APEKSI di Kota Medan bersama para wali kota se-Indonesia, beliau menugaskan saya untuk mewakili sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta," ujar Andi Zulkifly.
Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas mubalig dan imam kelurahan sebagai tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh besar di tengah kehidupan warga.
Ia menjelaskan, imam kelurahan bukan hanya berperan memimpin ibadah dan menyampaikan dakwah, tetapi juga menjadi pemimpin informal (informal leader) yang dipercaya masyarakat.
"Imam kelurahan bukan hanya memimpin salat atau menyampaikan ajaran agama, tetapi juga menjadi tokoh masyarakat yang didengar dan dipercaya. Karena itu, mereka dapat membantu pemerintah menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat, serta mengawal berbagai program pembangunan," katanya.
Andi Zulkifly berharap materi pelatihan ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan berdakwah, tetapi juga memperkuat kepemimpinan serta pemahaman peserta terhadap program-program prioritas Pemkot Makassar.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, camat, lurah, imam kelurahan, dan mubalig akan mempercepat keberhasilan pembangunan di tingkat masyarakat.
Ia juga memaparkan visi pembangunan Kota Makassar, yakni mewujudkan Makassar yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.
"Makassar harus menjadi kota yang unggul di berbagai bidang, aman bagi seluruh masyarakat, inklusif bagi semua kalangan, serta mampu menjaga keberlanjutan setiap program pembangunan," ujarnya.
Sekda menilai para mubalig dan imam kelurahan memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat terkait berbagai program pemerintah, seperti pengelolaan sampah, penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, hingga menjaga ketenteraman dan kerukunan umat.
"Tolong bantu pemerintah menyampaikan program-program kepada masyarakat. Jadilah mitra strategis pemerintah agar Makassar menjadi kota yang religius, harmonis, dan semakin sejahtera," tegasnya.
Ia juga memastikan Pemkot Makassar akan terus memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas mubalig dan imam kelurahan apabila tersedia dukungan anggaran.
"Kami berharap pelatihan seperti ini terus berlanjut. Jika kemampuan para mubalig dan imam semakin meningkat, maka manfaatnya juga akan dirasakan langsung oleh masyarakat," ucap Andi Zulkifly.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Makassar, Moh Syarief, melaporkan pelatihan angkatan kedua tersebut diikuti sebanyak 450 peserta yang berasal dari seluruh kelurahan di Kota Makassar.
Menurutnya, para peserta dibagi ke dalam 10 kelas, dengan masing-masing kelas berisi 45 orang dan dibimbing oleh narasumber dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam.
"Materi yang diberikan meliputi tahsin Al-Qur'an, tafsir, hadis, fikih, akhlak, hingga penguatan kemampuan mubalig dalam menyampaikan dakwah kepada masyarakat," kata Moh Syarief.
Ia menjelaskan, pelatihan berlangsung selama tujuh hari sebagai upaya meningkatkan kompetensi mubalig dan imam kelurahan agar mampu menjawab tantangan dakwah di tengah masyarakat yang terus berkembang.
"Kami menyadari bahwa peserta merupakan para penceramah. Karena itu, kami berupaya menghadirkan materi yang benar-benar dibutuhkan agar semakin memperkuat kompetensi mereka dalam berdakwah," ujarnya.
Selain itu, Moh Syarief menyampaikan target jangka panjang pemerintah agar imam kelurahan di Kota Makassar mampu menghafal 30 juz Al-Qur'an secara bertahap melalui program pembinaan berkelanjutan.
Di akhir kegiatan, mantan Lurah Maccini Sombala itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, panitia, dan peserta yang telah mengikuti pelatihan hingga selesai serta berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. (*).

