Sabtu, 24 Oktober 2026

Melinda Aksa Soroti Tantangan Sampah Makassar dalam Seminar Nasional Ekoteologi



Nuansa Terkini Makassar, – Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah sebagai langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan. 


Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Ekoteologi bertema “Dari Ego ke Eco: Merawat Bumi, Menjaga Kehidupan”, yang merupakan rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan di Hotel Horison Makassar, Sabtu (24/10/2026).


Dalam seminar tersebut, Melinda membawakan materi bertajuk “Pilah Sampah dari Sumber”. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah perlu dimulai dari kesadaran setiap individu, terutama melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga.


Berdasarkan materi yang dipaparkannya, Kota Makassar dengan luas wilayah 175,77 kilometer persegi dan 15 kecamatan memiliki jumlah penduduk tercatat sebanyak 1.482.800 jiwa. 


Potensi timbulan sampah pada Oktober 2026 mencapai 541,93 ton per hari. Kondisi ini menjadi gambaran pentingnya upaya pengurangan sampah yang dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.


Melinda menjelaskan, upaya penanganan persoalan persampahan perlu berjalan melalui tiga langkah utama, yakni pengurangan sampah dari sumber, penguatan fasilitas pengelolaan sampah organik dan anorganik, serta pelibatan masyarakat dan lintas sektor. 


Ketiganya menjadi bagian penting dalam mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah di Kota Makassar.


Sejalan dengan itu, Instruksi Wali Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber menjadi salah satu landasan gerakan yang mendorong masyarakat untuk mengambil peran lebih aktif dalam mengurangi sampah.


Dalam materinya, Melinda mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah menjadi tiga kategori, yaitu organik, anorganik, dan residu. 


Kebiasaan tersebut perlu dibarengi dengan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pemilihan produk dengan kemasan ramah lingkungan, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan kerja bakti dan kampanye gaya hidup minim sampah atau zero waste lifestyle.


Selain pemilahan, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai metode sederhana untuk mengolah sampah organik di rumah. 


Beberapa alternatif yang diperkenalkan meliputi komposter, ember tumpuk, lubang biopori, dan budidaya maggot. Penerapan metode tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kemampuan masing-masing rumah tangga.


Materi yang disampaikan Melinda juga menempatkan keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjawab tantangan ekologis perkotaan. 


Selain itu, Melinda juga menjelaskan bahwa dalam enam bulan terakhir, penataan TPA Tamangapa mulai menunjukkan perubahan signifikan. 


Kondisi area TPA kini ditata lebih rapi, bau menyengat yang sebelumnya menjadi salah satu persoalan mulai berkurang, dan sebagian besar area timbunan sampah telah ditutup menggunakan lapisan tanah uruk serta membran plastik. 


Penataan ini menjadi bagian dari upaya pembenahan kondisi TPA agar lebih terkendali sekaligus mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan. 


Meski demikian, upaya perbaikan tersebut perlu terus dilanjutkan dan diimbangi dengan pengurangan sampah dari sumber agar beban penanganan di TPA dapat berkurang secara bertahap.(*)

Jumat, 23 Oktober 2026

Hj Umiyati Pacu Persiapan Atlet Pencak Silat Makassar, Targetkan 10 Medali Emas



Nuansa Terkini Makassar,— Kontingen atlet pencak silat Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026 yang akan digelar di dua kabupaten, yakni Wajo dan Bone.


Dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut, IPSI Kota Makassar membidik target 10 medali emas. Untuk mencapai sasaran itu, pembinaan dan peningkatan intensitas latihan menjadi fokus utama dalam mempersiapkan para atlet agar mampu tampil maksimal saat pertandingan.


IPSI Kota Makassar menurunkan sebanyak 19 atlet yang akan berlaga pada 13 nomor pertandingan. Jumlah tersebut terdiri atas enam nomor kategori fighter atau tanding dan tujuh nomor kategori seni.


Pada kategori fighter, para atlet akan berkompetisi di sejumlah kelas, yakni kelas A, C, E, dan F. Sementara itu, pada kategori seni, kontingen Makassar akan tampil pada nomor tunggal, ganda, dan regu.


Kedua kategori tersebut menjadi perhatian dalam persiapan kontingen IPSI Kota Makassar. Para atlet diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik, baik dari segi teknik, strategi, ketahanan fisik, maupun penguasaan seni gerak pencak silat.


Ketua IPSI Kota Makassar, Hj Umiyati, mengungkapkan bahwa pihaknya terus mendorong para atlet untuk mengintensifkan latihan sebagai bagian dari upaya mencapai target 10 medali emas pada Porprov Sulsel 2026.


Menurutnya, persiapan yang matang menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi persaingan dengan atlet-atlet dari kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Selatan.


"Persiapan terus kami matangkan. Kami mendorong para atlet untuk lebih mengintensifkan latihan, meningkatkan kedisiplinan, serta menjaga kondisi fisik agar bisa tampil maksimal saat bertanding. Target kami adalah meraih 10 medali emas di Porprov Sulsel 2026," ungkap Umiyati, Jumat (23/10/2026)


Politisi PPP ini menegaskan, para atlet harus memanfaatkan waktu persiapan dengan sebaik-baiknya, mengingat setiap nomor pertandingan membutuhkan kesiapan teknik, fisik, mental, dan strategi yang berbeda.


Selain meningkatkan kemampuan individu, kesiapan mental juga menjadi perhatian agar para atlet mampu menghadapi tekanan pertandingan dan menjaga konsistensi performa sejak babak awal hingga partai final.


Dengan menurunkan 19 atlet pada 13 nomor pertandingan, IPSI Kota Makassar berharap kontingen pencak silat mampu memberikan kontribusi maksimal bagi pencapaian prestasi olahraga Kota Makassar di tingkat provinsi.


Anggota DPRD Makassar ini juga berharap seluruh atlet dapat menjaga semangat, kekompakan, dan sportivitas selama menjalani persiapan hingga pelaksanaan pertandingan.


Porprov Sulsel 2026 di Kabupaten Wajo dan Bone pun menjadi momentum bagi para pesilat Makassar untuk membuktikan hasil pembinaan yang telah dijalani sekaligus memperjuangkan target 10 medali emas.


Melalui persiapan yang terus dimatangkan, IPSI Kota Makassar optimistis dapat mengantarkan para atlet tampil kompetitif dan mengharumkan nama Kota Makassar di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut. (*)

Pengajian Rutin Setda Makassar: Sekda Zulkifly Pentingnya Rezeki Halal dan Pengamalan Ilmu

 


Nuansa Terkini Makassar,— Jajaran Sekretariat Daerah (Setda) Kota Makassar kembali menggelar Pengajian Rutin di Masjid Balaikota Makassar, Jumat (23/10). 


Agenda spiritual berkala ini dihadiri oleh para asisten, Kepala Bagian, hingga jajaran pegawai di lingkup Sekretariat Daerah Kota Makassar.

​

Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menyampaikan pentingnya pengajian sebagai wadah untuk mengecas keimanan sekaligus mempererat silaturahmi di tengah kesibukan melayani masyarakat. 


Menurut mantan Camat Ujung Pandang ini, kesibukan aktivitas kedinasan tidak boleh mengesampingkan kewajiban menuntut ilmu keagamaan.

​

"Kegiatan yang kita selenggarakan ini tidak lain yang paling utama adalah mencari keridaan Allah SWT. Di tengah kesibukan pekerjaan sehari-hari, kita terkadang terbuai dengan urusan duniawi. Melalui majelis ini, kita kembali diingatkan agar senantiasa mengutamakan kehidupan akhirat," ujar Sekda Makassar Andi Zulkifly dalam pengarahannya.

​

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu menekankan materi tausiah yang disampaikan ustaz, khususnya mengenai pentingnya menjaga rezeki yang halal dan keberkahan dalam bekerja, harus menjadi pedoman hidup seluruh ASN Kota Makassar. 


Kata pria akrab disapa Zul itu, pengamalan ajaran agama dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan etika kerja yang bersih dan transparan.

​

"Jangan sampai materi pengajian hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Mengetahui dan menghafal ajaran agama itu baik, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan," tegasnya.

​

Sekda Zulkifly. juga mengapresiasi peningkatan antusiasme kehadiran para pegawai dari setiap bagian pada pengajian kali ini. Ia berharap konsistensi ini terus dijaga agar iklim kerja di lingkungan Pemerintah Kota Makassar semakin harmonis, religius, dan berintegritas.

​

"Insya Allah kebaikan dari majelis ilmu ini tidak hanya dirasakan oleh diri kita sendiri dan keluarga, tetapi juga membawa kebaikan serta keberkahan bagi tata kelola organisasi Pemkot Makassar secara keseluruhan," pungkasnya.


Terpisah, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kota Makassar, Moh Syarif, menjelaskan kegiatan pengajian rutin ini merupakan bagian dari program penguatan karakter dan spiritualitas pegawai di lingkungan Pemkot Makassar. 


Pihaknya berkomitmen untuk terus mengemas kegiatan ini agar makin inklusif dan menjangkau seluruh unit kerja.

​

"Pengajian rutin ini kami rancang bukan sekadar agenda seremoni, melainkan wadah pembinaan mental spiritual bagi aparatur sipil negara. Kami melihat tren kehadiran pegawai terus meningkat dari minggu ke minggu, dan harapannya seluruh bagian dapat terus berpartisipasi aktif pada penyelenggaraan bulan-bulan berikutnya," kata Moh Syarif.

​

Eks Lurah Maccini Sombala itu menambahkan, Bagian Kesra akan terus menghadirkan pencerah dan pencerahan materi yang relevan dengan tantangan kerja ASN sehari-hari, sehingga nilai-nilai keagamaan dapat terintegrasi dengan baik dalam budaya kerja birokrasi.

​

Melalui sinergi pembinaan spiritual ini, Pemerintah Kota Makassar berharap iklim kerja organisasi semakin harmonis, berintegritas, serta berorientasi pada keberkahan dalam melayani masyarakat.


"Nah lewat pengajian rutin bulanan ini, kita berharap ada hikmah yang bisa diambil jemaah atau ASN di lingkup Setda Makassar," jelasnya. (*)

Melinda Aksa Buka Pameran UMKM dan Jambore HKG PKK Makassar, Dorong Kader Lebih Berdaya dan Kreatif



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, secara resmi membuka Pameran UMKM dan Jambore dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Kota Makassar, Jumat (23/10/2026). 


Kegiatan ini menjadi ruang bagi para kader untuk menunjukkan kreativitas, memperkenalkan produk unggulan wilayah, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam gerakan pemberdayaan keluarga.


Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (25/10/2026) ini tidak sekadar menghadirkan perlombaan dan pameran. Lebih dari itu, HKG PKK menjadi momentum untuk menghidupkan semangat kader agar terus berkembang, berinovasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi keluarga maupun masyarakat.


Dalam sambutannya, Melinda menegaskan bahwa gerakan PKK memiliki peran strategis dalam pembangunan masyarakat. Selama puluhan tahun, PKK tumbuh dari lingkungan keluarga dan terus mengambil bagian dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk di Kota Makassar.


Menurutnya, kekuatan PKK tidak hanya terletak pada banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga pada kemampuan para kader untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan menerjemahkan program menjadi aksi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


“PKK bukan hanya tentang menjalankan kegiatan atau memenuhi agenda organisasi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita terus bertumbuh, meningkatkan kapasitas diri, dan memastikan kehadiran PKK benar-benar memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.


Melinda juga menilai, pemberdayaan kader perlu berjalan beriringan dengan penguatan kreativitas dan kemandirian ekonomi. Karena itu, pameran UMKM yang melibatkan 15 kecamatan di Kota Makassar menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian HKG PKK tahun ini.


Melalui pameran tersebut, setiap kecamatan mendapat kesempatan untuk memperkenalkan makanan khas dan produk unggulan daerahnya. Beragam produk yang ditampilkan tidak hanya menjadi representasi kekayaan lokal, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas promosi dan menjangkau pasar yang lebih luas.


“Setiap kecamatan memiliki potensi dan keunggulan masing-masing. Melalui pameran ini, kita ingin memberi ruang agar potensi tersebut semakin dikenal, sekaligus mendorong para pelaku UMKM untuk terus berkreasi dan mengembangkan usahanya,” tuturnya.


Selain pameran UMKM, Jambore HKG PKK juga diisi dengan berbagai perlombaan, di antaranya defile dan yel-yel, serta talkshow dan peluncuran podcast PKK Kota Makassar.


Beragam agenda tersebut dirancang untuk menciptakan suasana yang lebih dinamis, sekaligus menjadi ruang bagi kader untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, dan mempererat silaturahmi antarkecamatan.


Bagi Melinda, pertemuan seperti ini penting karena gerakan PKK dibangun melalui kolaborasi. Kader tidak hanya dituntut aktif menjalankan tugas organisasi, tetapi juga perlu memiliki ruang untuk mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta menemukan cara-cara baru dalam menjawab kebutuhan masyarakat.


“Melalui jambore ini, kita ingin kader PKK tidak hanya semakin solid, tetapi juga semakin kreatif, inovatif, dan percaya diri. Kita belajar satu sama lain, saling menguatkan, dan membawa pulang pengalaman yang bisa diterapkan di wilayah masing-masing,” jelasnya.


Momentum HKG PKK Kota Makassar tahun ini juga ditandai dengan peluncuran Koperasi PKK Kota Makassar. Kehadiran koperasi tersebut menjadi langkah untuk memperkuat semangat gotong royong sekaligus membuka ruang pemberdayaan ekonomi yang bertumpu pada kebersamaan para kader.


Melinda menekankan bahwa koperasi bukan sekadar wadah usaha, melainkan bentuk nyata dari kekuatan kolektif. Dengan pengelolaan yang baik dan partisipasi aktif anggota, koperasi diharapkan dapat menjadi sarana untuk membangun kemandirian ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan bersama.


“Semangat koperasi adalah semangat kebersamaan. Ketika kita bergerak bersama, saling mendukung, dan membangun usaha secara kolektif, akan ada peluang yang lebih besar untuk tumbuh dan meningkatkan kesejahteraan anggota,” ungkapnya.


Ia berharap seluruh rangkaian HKG PKK Kota Makassar dapat menjadi titik penguat bagi gerakan PKK untuk terus relevan dengan kebutuhan zaman. Tidak berhenti pada kemeriahan perayaan, tetapi berlanjut menjadi semangat baru dalam mengembangkan keluarga yang berdaya, meningkatkan ekonomi masyarakat, serta mendukung program pembangunan Pemerintah Kota Makassar.


Bagi Melinda, keberhasilan gerakan PKK pada akhirnya tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi dari perubahan positif yang tumbuh di tengah keluarga dan masyarakat.


Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, HKG PKK Kota Makassar diharapkan menjadi ruang untuk saling menginspirasi, memperkuat langkah, dan membawa pemberdayaan keluarga ke tingkat yang lebih berdampak.(*)

TP PKK Makassar Ajak Masyarakat Kenali Risiko Penyakit Jantung Sejak Dini



Nuansa Terkini Makassar, — Tim Penggerak PKK Kota Makassar menggelar dialog interaktif bertema “Masih Muda, Kok Kena Serangan Jantung?” sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko penyakit jantung dan pentingnya pencegahan sejak dini.


Kegiatan ini berlangsung di Atrium Trans Studio Makassar, Jumat (23/10/2026), dalam rangkaian Pameran UMKM dan Jambore TP PKK Kota Makassar memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54.


Dialog interaktif tersebut merupakan bagian dari program kerja Pokja IV TP PKK Kota Makassar yang berfokus pada bidang kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat.


Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Indira Purnamasari, menyampaikan bahwa edukasi kesehatan jantung penting diberikan kepada masyarakat, termasuk kalangan usia muda. “Pasalnya, penyakit jantung tidak hanya menjadi ancaman bagi kelompok lanjut usia, tetapi juga dapat menyerang mereka yang masih produktif,” ujarnya.


Menurutnya, pemahaman mengenai faktor risiko, gejala, serta langkah pencegahan perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga. “Melalui kegiatan ini, TP PKK Makassar berharap masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.


Dialog interaktif ini menghadirkan Prof. Dr. dr. Idar Mappangara sebagai narasumber dan dipandu oleh dr. Nooryasni Muchlis, M.Biomed, yang juga merupakan anggota Pokja IV TP PKK Kota Makassar.


Dalam pemaparannya, Prof. Idar Mappangara menjelaskan berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, mulai dari kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, kelebihan berat badan, hingga kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang berpotensi berkaitan dengan serangan jantung. Nyeri atau rasa tertekan di dada, sesak napas, keringat dingin, mual, serta nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, leher, atau rahang perlu diwaspadai. Jika mengalami gejala yang mengarah pada serangan jantung, masyarakat harus segera mencari pertolongan medis.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pencegahan dapat dimulai melalui perubahan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga diperlukan untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.


Dalam dialog tersebut, masyarakat diperkenalkan pada tujuh langkah sederhana untuk menjaga kesehatan jantung, yakni tetap aktif melakukan aktivitas fisik, tidak merokok, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan kaya serat, membatasi asupan garam, mengonsumsi ikan dua kali seminggu, serta mengurangi konsumsi lemak jenuh.


Penerapan pola hidup sehat tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kesadaran menjaga kesehatan juga perlu dibangun sejak usia muda agar kebiasaan baik dapat terus diterapkan hingga usia lanjut.


Melalui dialog interaktif ini, TP PKK Kota Makassar berharap masyarakat semakin memahami bahwa penyakit jantung dapat dicegah melalui deteksi dini dan perubahan gaya hidup. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen TP PKK dalam mendorong keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

TP PKK Makassar Luncurkan Logo Koperasi Konsumen Keluarga Sejahtera, Ajak Kader Perkuat Ekonomi Bersama



Nuansa Terkini Makassar,— TP PKK Kota Makassar mengajak seluruh kader hingga masyarakat umum bergabung dalam Koperasi Konsumen Keluarga Sejahtera sebagai upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga dan meningkatkan kesejahteraan anggota.


Ajakan tersebut disampaikan dalam peluncuran logo resmi Koperasi Konsumen Keluarga Sejahtera TP PKK Kota Makassar pada rangkaian Pameran UMKM dan Jambore TP PKK Kota Makassar dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54.


Kegiatan tersebut berlangsung di Atrium Trans Studio Makassar, Jumat (23/10/2026), sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan koperasi secara lebih luas kepada kader PKK dan masyarakat.


Koperasi Konsumen Keluarga Sejahtera sebelumnya telah diresmikan pada 5 Oktober 2026 dalam kegiatan Capacity Building TP PKK Kota Makassar di Hotel Novotel Makassar. Peluncuran logo resmi ini menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat identitas sekaligus memperluas pengenalan koperasi kepada masyarakat.


Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peluncuran logo koperasi bukan sekadar memperkenalkan identitas baru, tetapi juga menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dan pemberdayaan ekonomi keluarga.


“Melalui peluncuran logo koperasi, kita juga ingin menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dan pemberdayaan ekonomi. Koperasi bukan sekadar wadah usaha, melainkan simbol gotong royong, kemandirian, dan kekuatan kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan anggota serta keluarga,” ujarnya.


Melinda mengajak seluruh kader TP PKK untuk memanfaatkan keberadaan koperasi sebagai wadah bersama dalam mengembangkan potensi ekonomi, memenuhi kebutuhan keluarga, serta membangun kemandirian melalui semangat gotong royong.


Ia juga berharap koperasi tersebut dapat berkembang menjadi salah satu sarana pemberdayaan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat. “Dengan dukungan serta partisipasi bersama, koperasi diharapkan mampu memperkuat peran PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Koperasi Konsumen Keluarga Sejahtera TP PKK Kota Makassar, Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si., menjelaskan bahwa koperasi tersebut terbuka bagi seluruh anggota PKK maupun masyarakat umum yang ingin bergabung menjadi anggota.


“Ini telah diluncurkan dan kami sampaikan kepada ibu-ibu, ini terbuka untuk semua anggota PKK, termasuk juga masyarakat umum yang ingin menjadi anggota,” ujarnya.


Menurutnya, salah satu tujuan utama pembentukan koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pengelolaan usaha yang mengedepankan kebersamaan dan partisipasi aktif.


Ia menambahkan, anggota berkesempatan memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU) apabila koperasi menghasilkan keuntungan. Selain itu, koperasi juga menyediakan penawaran paket sembako seharga Rp50.000 melalui tenant promosi sembako yang tersedia di lokasi kegiatan.


“Karena itu, Ibu-ibu yang ingin mendapatkan manfaat dari koperasi ini, silakan mendaftar. Kami telah menyiapkan barcode untuk memudahkan proses pendaftaran. Mari manfaatkan kesempatan ini agar kita semua bisa mendapatkan kesejahteraan dari koperasi,” ajak Hadijah.


Melalui peluncuran logo dan sosialisasi tersebut, TP PKK Kota Makassar berharap Koperasi Konsumen Keluarga Sejahtera semakin dikenal dan mendapat dukungan luas. Kehadiran koperasi ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi yang mampu mendorong kemandirian ekonomi, mempererat kebersamaan, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kota Makassar.

Melinda Aksa Buka Pameran UMKM dan Jambore HKG PKK Makassar, Dorong Kader Lebih Berdaya dan Kreatif




Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, secara resmi membuka Pameran UMKM dan Jambore dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Kota Makassar, Jumat (23/10/2026) di Atrium Trans Studio Makassar.


Kegiatan ini menjadi ruang bagi para kader untuk menunjukkan kreativitas, memperkenalkan produk unggulan wilayah, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam gerakan pemberdayaan keluarga.


Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (25/10/2026) ini tidak sekadar menghadirkan perlombaan dan pameran. Lebih dari itu, HKG PKK menjadi momentum untuk menghidupkan semangat kader agar terus berkembang, berinovasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi keluarga maupun masyarakat.


Dalam sambutannya, Melinda menegaskan bahwa gerakan PKK memiliki peran strategis dalam pembangunan masyarakat. Selama puluhan tahun, PKK tumbuh dari lingkungan keluarga dan terus mengambil bagian dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk di Kota Makassar.


Menurutnya, kekuatan PKK tidak hanya terletak pada banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga pada kemampuan para kader untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan menerjemahkan program menjadi aksi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


“PKK bukan hanya tentang menjalankan kegiatan atau memenuhi agenda organisasi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita terus bertumbuh, meningkatkan kapasitas diri, dan memastikan kehadiran PKK benar-benar memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.


Melinda juga menilai, pemberdayaan kader perlu berjalan beriringan dengan penguatan kreativitas dan kemandirian ekonomi. Karena itu, pameran UMKM yang melibatkan 15 kecamatan di Kota Makassar menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian HKG PKK tahun ini.


Melalui pameran tersebut, setiap kecamatan mendapat kesempatan untuk memperkenalkan makanan khas dan produk unggulan daerahnya. Beragam produk yang ditampilkan tidak hanya menjadi representasi kekayaan lokal, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas promosi dan menjangkau pasar yang lebih luas.


“Setiap kecamatan memiliki potensi dan keunggulan masing-masing. Melalui pameran ini, kita ingin memberi ruang agar potensi tersebut semakin dikenal, sekaligus mendorong para pelaku UMKM untuk terus berkreasi dan mengembangkan usahanya,” tuturnya.


Selain pameran UMKM, Jambore HKG PKK juga diisi dengan berbagai perlombaan, di antaranya defile dan yel-yel, serta talkshow dan peluncuran podcast PKK Kota Makassar.


Beragam agenda tersebut dirancang untuk menciptakan suasana yang lebih dinamis, sekaligus menjadi ruang bagi kader untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, dan mempererat silaturahmi antarkecamatan.


Bagi Melinda, pertemuan seperti ini penting karena gerakan PKK dibangun melalui kolaborasi. Kader tidak hanya dituntut aktif menjalankan tugas organisasi, tetapi juga perlu memiliki ruang untuk mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta menemukan cara-cara baru dalam menjawab kebutuhan masyarakat.


“Melalui jambore ini, kita ingin kader PKK tidak hanya semakin solid, tetapi juga semakin kreatif, inovatif, dan percaya diri. Kita belajar satu sama lain, saling menguatkan, dan membawa pulang pengalaman yang bisa diterapkan di wilayah masing-masing,” jelasnya.


Momentum HKG PKK Kota Makassar tahun ini juga ditandai dengan peluncuran Koperasi PKK Kota Makassar. Kehadiran koperasi tersebut menjadi langkah untuk memperkuat semangat gotong royong sekaligus membuka ruang pemberdayaan ekonomi yang bertumpu pada kebersamaan para kader.


Melinda menekankan bahwa koperasi bukan sekadar wadah usaha, melainkan bentuk nyata dari kekuatan kolektif. Dengan pengelolaan yang baik dan partisipasi aktif anggota, koperasi diharapkan dapat menjadi sarana untuk membangun kemandirian ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan bersama.


“Semangat koperasi adalah semangat kebersamaan. Ketika kita bergerak bersama, saling mendukung, dan membangun usaha secara kolektif, akan ada peluang yang lebih besar untuk tumbuh dan meningkatkan kesejahteraan anggota,” ungkapnya.


Ia berharap seluruh rangkaian HKG PKK Kota Makassar dapat menjadi titik penguat bagi gerakan PKK untuk terus relevan dengan kebutuhan zaman. Tidak berhenti pada kemeriahan perayaan, tetapi berlanjut menjadi semangat baru dalam mengembangkan keluarga yang berdaya, meningkatkan ekonomi masyarakat, serta mendukung program pembangunan Pemerintah Kota Makassar.


Bagi Melinda, keberhasilan gerakan PKK pada akhirnya tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi dari perubahan positif yang tumbuh di tengah keluarga dan masyarakat.


Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, HKG PKK Kota Makassar diharapkan menjadi ruang untuk saling menginspirasi, memperkuat langkah, dan membawa pemberdayaan keluarga ke tingkat yang lebih berdampak.(*)

Lomba Defile HKG PKK Makassar, 15 Kecamatan Tampilkan Ciri Khas dan Potensi Wilayah



Nuansa Terkini Makassar, – Lomba defile menjadi salah satu agenda yang memeriahkan rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Kota Makassar, di Atrium Trans Studio Mall, Jumat (23/10/2026). 


Diikuti oleh 15 kecamatan binaan TP PKK Kota Makassar, kegiatan ini menjadi ruang bagi setiap kecamatan untuk menampilkan kreativitas, kekompakan, serta keunikan dan ciri khas daerah masing-masing.


Dalam perlombaan tersebut, setiap kecamatan menghadirkan penampilan yang merepresentasikan identitas wilayahnya. Beragam unsur lokal ditampilkan melalui busana, atribut, hingga konsep defile yang disiapkan secara kreatif oleh masing-masing peserta. 


Keunikan tersebut menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus memperlihatkan kekayaan potensi yang dimiliki setiap wilayah di Kota Makassar.


Tidak sekadar berjalan beriringan dalam sebuah barisan, lomba defile ini juga menjadi kesempatan bagi para kader PKK untuk menerjemahkan karakter dan potensi daerah ke dalam penampilan yang menarik. 


Setiap kecamatan berupaya menunjukkan ciri khasnya dengan tetap mengedepankan keserasian, kedisiplinan, dan kekompakan tim.


Keikutsertaan 15 kecamatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam gerakan PKK. Perbedaan karakter dan potensi wilayah justru menjadi kekuatan yang memperkaya penampilan, sekaligus memperlihatkan bahwa setiap kecamatan memiliki identitas dan keunggulan yang patut diapresiasi.


Lomba defile ini juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa bangga terhadap identitas lokal. Ciri khas yang dibawa masing-masing kecamatan tidak hanya menjadi pembeda dalam kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi wilayah kepada masyarakat yang lebih luas. 


Kreativitas dalam mengemas unsur lokal menunjukkan bahwa kegiatan PKK dapat menjadi ruang untuk mendorong pelestarian budaya sekaligus mempererat hubungan sosial antarwilayah.


Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, turut hadir sebagai salah satu juri dalam lomba defile tersebut. Ia didampingi oleh drg. Wiwik Elnangti Wijaya dari TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan serta Andi Patiware, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, yang bersama-sama bertugas melakukan penilaian terhadap penampilan para peserta.


Penilaian dilakukan dengan memperhatikan penampilan peserta, kreativitas dalam mengangkat ciri khas wilayah, kekompakan barisan, serta kesesuaian konsep yang ditampilkan dengan ketentuan lomba.


Melalui partisipasi aktif para kader, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, kreativitas, dan kecintaan terhadap potensi lokal diharapkan terus tumbuh dan diterapkan dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.(*)




Kamis, 22 Oktober 2026

Melinda Aksa Hadiri Rapat Penguatan Tata Kelola Dekranas, TP PKK, dan Posyandu se-Indonesia



Nuansa Terkini Bali, — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menghadiri Rapat Kerja Gabungan Penguatan Tata Kelola Lembaga Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), TP PKK, dan TP Posyandu se-Indonesia di Bali Sunset Road Convention Center, Bali, Kamis (22/10/2026).


Kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan efisiensi pelaksanaan program, serta menyelaraskan langkah ketiga organisasi dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.


Rapat tersebut dihadiri jajaran pengurus Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu tingkat pusat dan daerah, serta sejumlah pejabat kementerian yang membahas kebijakan pembangunan nasional dan dukungan pemerintah terhadap program kelembagaan.


Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Harian Dekranas sekaligus Ketua Umum TP PKK dan TP Posyandu, Tri Tito Karnavian. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan koordinasi antarlembaga agar program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Penguatan tata kelola menjadi langkah penting untuk memastikan setiap program Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu berjalan efektif, terkoordinasi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sinergi antarlembaga perlu terus ditingkatkan agar pelaksanaan program memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga,” ujarnya.


Rapat kerja gabungan pertama pada 2026 ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam pemberdayaan keluarga, meningkatkan kualitas produk kerajinan lokal, serta mendukung percepatan penanganan stunting dan peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.


Pada akhir kegiatan, Ketua Umum Dekranas sekaligus Ketua Umum TP PKK dan TP Posyandu, Selvi Gibran Rakabuming, menyampaikan sambutan dan arahan terkait penguatan sinergi program serta peningkatan kontribusi organisasi terhadap pembangunan masyarakat.


“Melalui rapat kerja gabungan ini, kita ingin memperkuat tata kelola, meningkatkan efisiensi, dan menyatukan program agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kolaborasi Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu harus terus diperkuat, terutama dalam pemberdayaan keluarga, pengembangan produk kerajinan lokal, serta percepatan penanganan stunting,” ungkapnya.


Selvi menekankan bahwa program ketiga organisasi perlu dirancang secara terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pelaksanaan program di tingkat pusat maupun daerah dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.


Menanggapi hal tersebut, Melinda Aksa Munafri menyambut baik pelaksanaan rapat kerja gabungan ini. Menurutnya, penguatan tata kelola dan penyelarasan program menjadi langkah penting untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan TP PKK di Kota Makassar.


“Forum ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkuat koordinasi dan menyelaraskan program dengan kebijakan nasional. Kami berharap hasil rapat ini dapat menjadi acuan dalam menghadirkan program TP PKK yang semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga serta masyarakat,” ujar Melinda. 


Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat agar program pemberdayaan keluarga dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan masyarakat dan pengembangan potensi ekonomi lokal.


“Melalui rapat kerja gabungan ini, TP PKK Kota Makassar diharapkan dapat mengoptimalkan program pemberdayaan keluarga, mendukung percepatan penanganan stunting, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.


Rapat tersebut juga diisi pemaparan Sekretaris Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti, yang membahas arah kebijakan pembangunan nasional dalam penguatan kelembagaan Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu.


Selanjutnya, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Ir. Restuardy Daud, memaparkan penguatan peran pemerintah daerah dalam perencanaan program dan kegiatan yang mendukung pelaksanaan program Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu.


Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Dr. Drs. Agus Fatoni, membahas strategi penguatan dukungan penganggaran daerah untuk menunjang pelaksanaan program ketiga lembaga tersebut.


Pemaparan tersebut menegaskan pentingnya keterpaduan antara kebijakan pembangunan nasional, perencanaan program daerah, dan dukungan anggaran agar setiap kegiatan dapat dilaksanakan secara efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan rencana kerja tindak lanjut sebagai langkah menerjemahkan hasil pembahasan ke dalam program konkret. Agenda tersebut juga mencakup laporan ketua harian mengenai pelaksanaan kegiatan dan langkah penguatan koordinasi kelembagaan.(*)

Jumat, 16 Oktober 2026

Sekda Makassar Buka Bimtek Keprotokolan dan Public Speaking bagi ASN

 

Nuansa Terkini Malino,  — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Keprotokolan dan Public Speaking bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. 


Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kota Makassar ini berlangsung di Hotel Celebes, Malino, Kabupaten Gowa, Jumat (16/10).

​

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Protokol Provinsi DKI Jakarta Firmansyah Rasyid, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kota Makassar Andi Ardhy Rahadian Sulham, Direktur Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Indonesia Mandiri, serta puluhan pejabat teknis dan pengelola keprotokolan dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Kota Makassar.

​

Sekda Makassar Andi Zulkifly menegaskan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan investasi terbaik bagi jalannya roda pemerintahan daerah.


"Aset yang paling berharga bagi pemerintah kota bukanlah gedung atau kendaraan dinas baru, melainkan SDM ASN yang berkapasitas dan berintegritas. Merekalah penggerak utama dalam merencanakan, melaksanakan, hingga mengawasi kebijakan pimpinan," ujar Andi Zulkifly.


​Mantan Camat Ujung Pandang itu juga menyoroti peran strategis bidang keprotokolan dalam menjaga citra, marwah, serta wibawa instansi dan pimpinan daerah. 


Menurutnya, pemahaman mengenai aturan keprotokolan dan teknik komunikasi yang tepat harus dimiliki oleh seluruh unit kerja, tidak terbatas pada Bagian Prokopim saja.


"Protokol adalah garda terdepan pimpinan. Baik buruknya citra dan Wibawa wali kota maupun wakil wali kota sangat dipengaruhi oleh kesiapan serta keandalan petugas protokol di lapangan," tegasnya.


​Lebih lanjut, Sekda Zulkifly mengingatkan agar seluruh peserta mengikuti bimtek ini secara sungguh-sungguh dan tidak menganggapnya sekadar formalitas perjalanan dinas semata. 


Ia berharap ilmu yang diperoleh dari para narasumber berkompeten dapat langsung diimplementasikan di instansi masing-masing guna mendukung efisiensi, kerapian tata kelola acara, serta manajemen krisis keprotokolan di Pemkot Makassar.


Melalui pelatihan ini, Sekda Makassar ini berharap kualitas pelayanan publik di setiap SKPD dapat meningkat secara signifikan, sekaligus meminimalisasi aduan masyarakat terkait kendala komunikasi dan pelayanan.


"Harapan kita, pelayanan publik di setiap SKPD dapat berjalan jauh lebih baik. Dengan adanya bimtek ini, ASN belajar cara berkomunikasi dan mengatur jadwal kegiatan dengan presisi, sehingga keluhan atau aduan dari masyarakat dapat kita tekan," pungkasnya. (*)

Kamis, 15 Oktober 2026

TP PKK Makassar Dorong Desain Lokal Berbasis Budaya dan Inovasi Beretika



Nuansa Terkini Makassar, — TP PKK Kota Makassar mendorong pengembangan desain lokal berbasis budaya melalui pelatihan peningkatan kapasitas desain dan inovasi beretika bertema “Terciptanya Desain Lokal Kecamatan”, yang digelar pada 8–9 Oktober 2026 di Auditorium TP PKK Kota Makassar.


Kegiatan ini diikuti kader TP PKK dan masyarakat perwakilan kecamatan yang dipersiapkan untuk mengembangkan kreativitas serta keterampilan desain berbasis potensi budaya lokal.


Pelatihan dibuka oleh Ketua Bidang III TP PKK Makassar, Prof. Hadijah Mahyuddin. Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan desainer lokal yang mampu mengangkat identitas budaya setiap kecamatan melalui karya kreatif dan inovatif.


“Melalui kegiatan ini, kami berharap kader TP PKK dan masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang desain, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas dengan mengangkat nilai-nilai budaya lokal. Kita ingin setiap kecamatan memiliki desain yang khas dan mencerminkan identitas daerahnya masing-masing,” ujarnya.


Menurut Prof Hadijah, desain lokal memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya. Karena itu, kreativitas perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap nilai dan etika dalam mengangkat identitas budaya daerah.


“Yang terpenting, inovasi yang dihasilkan tetap memperhatikan etika dan menghargai budaya kita. Dengan begitu, desain lokal tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus meningkatkan potensi ekonomi masyarakat,” tambahnya.


Pelatihan ini menghadirkan empat narasumber, yakni Fantri Pribadi, Nasir, Hilal Cahril, dan Muhammad Habil Anugrah Simanjuntak. Mereka berasal dari kalangan desainer, seniman batik, penggiat pembatikan, serta akademisi dan pengajar seni rupa.


Para narasumber memberikan materi sekaligus pendampingan praktik agar peserta memahami proses kreatif dalam menghasilkan desain yang memiliki karakter dan ciri khas lokal.


Peserta mempelajari tahapan pembuatan desain, mulai dari menggali inspirasi, menyusun konsep, membentuk pola, hingga mengembangkan motif yang dapat diterapkan pada media kain.


Selain materi desain, peserta juga mengikuti praktik membatik secara langsung. Pendampingan ini memberikan pengalaman dalam mengolah motif menjadi karya sekaligus mengenalkan keterampilan dasar pembatikan.


Melalui praktik tersebut, peserta diharapkan mampu memadukan unsur budaya tradisional dengan kreativitas baru tanpa mengabaikan makna dan nilai yang terkandung di dalamnya.


Kegiatan ini juga menjadi upaya TP PKK Kota Makassar dalam memperkuat peran kader sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat. Keterampilan desain diharapkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha kreatif berbasis potensi daerah.


Perwakilan peserta dari berbagai kecamatan diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di wilayah masing-masing, sehingga pengembangan desain lokal dapat berlangsung secara berkelanjutan.


Melalui pelatihan selama dua hari ini, TP PKK Kota Makassar berharap tercipta desain khas kecamatan yang mampu memperkuat identitas budaya, mendorong kreativitas masyarakat, serta membuka peluang ekonomi melalui produk lokal yang inovatif dan berdaya saing.

Sekda Makassar Matangkan Persiapan Sulsel Expo dan Culinary 2026: Pemkot Dukung Penuh

 


Nuansa Terkini Makassar,— Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mematangkan berbagai persiapan untuk menyukseskan gelaran Sulsel Expo dan Culinary dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan. 


Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly memimpin Rapat Koordinasi Sulsel Expo dan Culinary di Ruang Rapat Sekda, Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (15/10).


Rencananya, pelaksanaan Sulsel Expo dan Culinary ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 16–18 Oktober 2026. 


​Sekda Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan pentingnya sinergi antar-Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar partisipasi Kota Makassar dapat berjalan maksimal dan tidak kalah bersaing dengan kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan.


"Sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan, kita wajib memberikan dukungan penuh pelaksanaan rangkaian HUT Provinsi. Bapak Wali Kota juga telah memerintahkan seluruh jajaran untuk segera bergerak dan men-support acara ini," ujar Sekda Makassar Andi Zulkifly, Kamis (15/10).


​Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar menambahkan, keterlibatan Makassar tidak sekadar sebagai partisipan, melainkan juga menjaga reputasi daerah di hadapan para kepala daerah se-Sulawesi Selatan.


"Jangan sampai kegiatan yang dihadiri para bupati dan wali kota ini menempatkan kita sebagai tuan rumah yang tidak siap dibanding kabupaten lainnya. Hal ini yang harus kita antisipasi bersama," tegasnya.


​Untuk memaksimalkan performa, Pemkot Makassar telah membagi peran kepada sejumlah dinas teknis. Diantaranya Dinas Koperasi dan UKM bertindak sebagai leading sector koordinasi pameran, penataan produk UMKM unggulan, serta penyiapan paket pasar murah bersubsidi bekerja sama dengan pihak terkait.


Dinas Kebudayaan serta Dinas Pariwisata, bertugas bertanggung jawab atas desain estetika dan dekorasi booth pameran nomor urut 1 milik Pemko Makassar, penyiapan materi visual, serta sajian kuliner khas daerah seperti Pallubasa sebanyak 100 porsi.


Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan. Mengawal ketersediaan komoditas pangan pokok untuk program pasar murah. Kemudian, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyusun materi tayangan video profil berdurasi dua menit yang menampilkan kolaborasi pembangunan antara Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel.


Bagian Umum dan Bagian Protokol menyiapkan kendaraan operasional bak terbuka (double cabin) serta mengoordinasikan agenda pendampingan pimpinan daerah.


Selain pameran dan bursa kuliner, Makassar juga akan berpartisipasi aktif dalam kegiatan gerak jalan Anti Mager (Anti Malas Bergerak) dan karnaval budaya pada Minggu (18/10/2026) pagi. 


Dalam aksi tersebut, Pemkot Makassar menerjunkan rombongan berjumlah 50 orang yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.

​

Mengingat waktu pelaksanaan yang sangat terbatas, Sekda Zulkifly meminta seluruh pimpinan SKPD dan unit kerja terkait untuk langsung bergerak cepat menyelesaikan seluruh teknis persiapan.


"Nah kita minta teman-teman SKPD bisa segera menindaklanjuti ini," tukasnya. (*)

Rabu, 14 Oktober 2026

​Kualitas Udara Makassar Sangat Tidak Sehat, Sekda Instruksikan Pembagian Masker dan Pemantauan Harian

 


Nuansa Terkini Makassar,— Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Pencemaran Udara (PM2.5) dan Kabut Asap di Kota Makassar, Rabu (14/10). 


Dalam rapat tersebut, terungkap kualitas udara di Kota Makassar dan sekitarnya mengalami penurunan signifikan hingga masuk dalam kategori sangat tidak sehat.


Diketahui PM2.5 adalah partikel udara atau materi partikulat (particulate matter) yang berukuran sangat kecil, yaitu lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 mikrometer (u m). Sebagai perbandingan, ukurannya sekitar 1/30 dari diameter rambu manusia.


Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menyampaikan berdasarkan laporan validasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemburukan kualitas udara disebabkan oleh polusi kendaraan serta asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bertiup dari luar wilayah.

​

"Berdasarkan laporan BMKG dan Dinas DLH, kualitas udara kita saat ini sudah tervalidasi sangat tidak sehat," jelas Sekda Makassar, Andi Zulkifly. 


Identifikasi menunjukkan sumber pencemaran ini sebagian besar merupakan kiriman dari luar, kata Sekda Zulkifly,  itu akibat kebakaran hutan di Pangkep sejak tanggal 30, lalu disusul kebakaran di Selayar, Soppeng, Bone, hingga Maluku dan Papua yang terbawa angin dari arah timur ke tenggara. 


"Nah kondisi ini ditambah dengan volume transportasi kota yang tinggi," tukasnya. 

​

Kendati status kualitas udara berada pada level yang memprihatinkan, mantan Camat Ujung Pandang ini mengonfirmasi Dinas Kesehatan belum mencatat adanya lonjakan kasus penyakit respirasi secara signifikan. Oleh karena itu, Pemkot Makassar belum memberlakukan kebijakan meliburkan siswa sekolah maupun pegawai instansi.


Sumber Utama PM2.5


Emisi Kendaraan (Terutama mesin diesel) Asap Industri dan Pembangkit Listrik (Batu bara dan Bahan bakar fosil) Pembakaran Terbuka (Sampah, limbah pertanian dan Kebakaran hutan) Debu Konstruksi dan aktivitas rumah tangga (Memasak, merokok).


PM2.5 dapat berasal dari berbagai aktivitas manusia maupun sumber alami. Misal aktivitas manusia, Pembakaran bahan bakar fosil dari kendaraan bermotor, emisi pembangkit listrik (seperti batu bara), proses industri, pembakaran sampah, serta asap rokok. 


Sumber alami seperti debu, jelaga, spora tanaman, serbuk sari, dan asap akibat kebakaran hutan, Reaksi kimia yaitu terbentuk dari reaksi gas-gas polutan di atmosfer seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida.


Dampak bagi Kesehatan


Karena ukurannya yang sangat mikroskopis, PM2. 5 tidak dapat dilihat dengan mata telanjang dan sangat mudah terhirup masuk ke dalam saluran pernapasan bagian dalam hingga menembus ke aliran darah.


Dampak jangka pendek, iritasi mata, hidung, tenggorokan, serta memperparah gejala asma. Dampak jangka panjang, Penyakit jantung, bronkitis, penurunan fungsi paru-paru, stroke, hingga risiko kanker paru-paru.


Cara melindungi diri yakni menggunakan masker N95 atau masker khusus polusi saat berada diluar ruangan.Pantau indfeks kualitas udara secara berkala Kurangi aktivitas diluar ruang saat udara sedang buruk. Nyalakan penjernih udara (Air purifier) di dalam rumah.

​

"Dampak kesehatan sejauh ini belum menunjukkan adanya kedaruratan medis, sehingga kita belum mengambil kebijakan meliburkan pegawai atau anak sekolah. Namun, langkah-langkah pencegahan harus segera berjalan," tegasnya.

​

Sebagai tindak lanjut, Sekda Makassar Andi Zulkifly menginstruksikan sejumlah langkah strategis. Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pemantauan harian di setiap Puskesmas dan Rumah Sakit Daya terkait perkembangan penyakit terdampak polusi, serta menyalurkan bantuan masker medis ke sekolah-sekolah dan masyarakat.


Dinas Kominfo dan DLH berkoordinasi secara berkala dengan BMKG untuk memperbarui informasi kualitas udara harian melalui saluran aplikasi resmi pemerintah dengan penyampaian bahasa yang mudah dipahami publik.


Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar): Mengagendakan sosialisasi pencegahan kebakaran secara masif di tingkat kecamatan dan kelurahan.


Satpol PP dan Dinas Perhubungan: Memberikan imbauan penggunaan masker bagi pengguna jalan serta menjadi contoh kedisiplinan di lapangan.

​

Sementara itu, Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan, mengimbau masyarakat—khususnya kelompok rentan—agar meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

​

"Hari ini terjadi kenaikan status dari kategori tidak sehat menjadi sangat tidak sehat. Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil, untuk mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan serta selalu menggunakan masker," ujar Rizky Yudha.

​

Rizky memperkirakan kondisi kualitas udara di wilayah Makassar dan sekitarnya masih akan berfluktuasi pada rentang kategori sedang hingga tidak sehat dalam beberapa hari ke depan. (*)