Rabu, 28 Oktober 2026

Pimpin Rapat Verval Gerai KDKMP, Sekda Makassar Tegaskan Pentingnya Akuntabilitas Aset

 


Nuansa Terkini Makassar,– Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menetapkan lima gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berstatus layak digunakan dengan catatan perbaikan. 


Keputusan tersebut diambil setelah tim teknis gabungan melakukan verifikasi dan validasi terhadap kondisi bangunan serta kelengkapan sarana dan prasarana di lima lokasi.


Pembahasan hasil verifikasi dan validasi (verval) tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, di Ruang Rapat Sekda Kota Makassar, Rabu (28/10).


Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, serta jajaran perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Penataan Ruang, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Pertanahan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).


Verifikasi lapangan telah dilaksanakan secara bertahap sejak 25 September 2026. Pemeriksaan menyasar lima lokasi gerai KDKMP, yakni di Kelurahan Mangasa, Tamangapa, Balang Baru, Pai, dan Untia.


Sekda Makassar, Andi Zulkifly selaku Ketua Tim Verifikasi dan Validasi mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi fisik bangunan di kelima lokasi secara umum baik dan telah memenuhi ketentuan teknis yang ditetapkan Kementerian Koperasi.


Berdasarkan pedoman teknis verifikasi dan validasi yang merujuk pada Peraturan Menteri Koperasi Nomor 1 Tahun 2026, terdapat tiga kategori penilaian terhadap bangunan dan gerai, yakni layak digunakan dan siap operasional, layak digunakan dengan catatan perbaikan, serta belum layak digunakan.


Setelah membahas hasil pemeriksaan bersama tim teknis, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyepakati penggunaan kategori kedua untuk seluruh gerai yang diverifikasi.


“Secara teknis, kondisi fisik bangunan di lima lokasi sudah memenuhi ketentuan. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan faktual di lapangan, masih terdapat sejumlah perlengkapan dan peralatan operasional yang belum tersedia atau belum didistribusikan ke lokasi,” ujar Andi Zulkifly.


Ia menjelaskan, sejumlah kekurangan tersebut meliputi komponen peralatan mesin kasir, termasuk pemindai sidik jari (fingerprint), serta kendaraan operasional yang belum seluruhnya tiba di lokasi gerai.


Berdasarkan hasil verifikasi, kendaraan operasional telah diterima di tiga gerai. Sementara itu, kendaraan untuk dua gerai lainnya masih berada di area parkir GTC dan belum didistribusikan ke lokasi masing-masing.


Tim teknis juga memastikan seluruh hasil pemeriksaan dicatat sesuai kondisi sebenarnya. Apabila terdapat komponen peralatan yang belum tersedia, kekurangan tersebut tetap dicantumkan dalam berita acara meskipun komponen lainnya telah tersedia.


Mengacu pada pedoman teknis verifikasi dan validasi Kementerian Koperasi, terdapat tiga kategori penilaian kelayakan gerai, yakni layak digunakan dan siap beroperasi, layak digunakan dengan catatan perbaikan, serta belum layak digunakan.


Setelah membahas hasil pemeriksaan bersama tim teknis, Pemkot Makassar menyepakati bahwa kelima gerai tersebut masuk dalam kategori layak digunakan dengan catatan perbaikan.


“Kelima gerai KDKMP di Makassar kami tetapkan berstatus layak digunakan dengan catatan perbaikan. Pihak PT Agrinas sebagai pelaksana pembangunan perlu melengkapi seluruh sarana dan peralatan yang masih kurang sebelum gerai dinyatakan siap beroperasi,” tegasnya.


Hasil verifikasi dan validasi tersebut selanjutnya dituangkan dalam berita acara untuk ditandatangani dan diunggah ke sistem Kementerian Koperasi paling lambat 31 Oktober 2026.


Dalam rapat tersebut juga disampaikan secara nasional, sebanyak 97,17 persen koperasi desa dan kelurahan Merah Putih telah menjalani proses verifikasi dan validasi. Meski demikian, masih terdapat daerah yang belum menyelesaikan penandatanganan dokumen hasil verifikasi dan validasi.


Melalui proses ini, Pemkot Makassar berupaya memastikan hasil pembangunan gerai KDKMP tercatat secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. 


"Nah, saya kira pemenuhan seluruh catatan perbaikan menjadi bagian penting sebelum gerai dinyatakan siap beroperasi secara penuh," jelasnya. (*)

Selasa, 27 Oktober 2026

Sekda Makassar Optimistis Kontingen Pertahankan Gelar Juara Umum Porprov

 


Nuansa Terkini Makassar, – Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, melepas kontingen Kota Makassar yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 di Lapangan Karebosi, Makassar, Selasa (27/10/2026).


Dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut, Makassar menurunkan kontingen untuk mengikuti seluruh 45 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo. 


Rinciannya, 24 cabor akan bertanding di Bone dan 21 cabor lainnya di Wajo.


Selain cabor utama, Makassar juga berpartisipasi dalam sejumlah cabang olahraga ekshibisi sebagai bagian dari upaya memberikan ruang bagi atlet untuk mengembangkan kemampuan dan menambah pengalaman bertanding.


Andi Zulkifly mengatakan, persiapan kontingen telah dimatangkan melalui koordinasi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan panitia pelaksana. Persiapan tersebut mencakup akomodasi, keamanan, konsumsi, serta kebutuhan pendukung bagi atlet, pelatih, dan ofisial selama mengikuti pertandingan.


“Kita sudah beberapa kali melakukan rapat bersama panitia KONI untuk menyiapkan atlet yang akan bertanding di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo. Tentu kita berharap bisa mempertahankan gelar juara umum seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Andi Zulkifly.


Ketua Kontingen Makassar itu menjelaskan, Kota Makassar diperkuat 1.171 orang yang terdiri atas 824 atlet, 153 pelatih, 126 ofisial, dan 23 mekanik. Selain itu, terdapat 116 panitia pendukung yang akan membantu kelancaran pelayanan dan kebutuhan kontingen selama pelaksanaan Porprov.


Dengan demikian, total personel yang terlibat dalam mendukung kontingen Makassar mencapai 1.287 orang.


Menurut Andi Zulkifly, besarnya jumlah kontingen membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam memastikan kenyamanan dan keamanan atlet selama berada di lokasi pertandingan.


“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak di Kabupaten Bone dan Wajo untuk mempersiapkan kebutuhan kontingen, mulai dari tempat tinggal, keamanan, sarana dan prasarana, hingga konsumsi. Insyaallah, seluruh kebutuhan tersebut akan kami siapkan selama pelaksanaan Porprov pada 7–14 November 2026,” ujarnya.


Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar juga memberikan dukungan anggaran untuk menunjang keikutsertaan kontingen dalam ajang tersebut. Dukungan itu diharapkan dapat membantu kelancaran persiapan sekaligus meningkatkan motivasi atlet dalam meraih prestasi.


“Dukungan anggaran dari Pemerintah Kota tentu menambah kemudahan dan motivasi bagi para atlet untuk bertanding. Kami berharap seluruh atlet dapat tampil maksimal dan membawa hasil terbaik bagi Kota Makassar,” tuturnya.


Pada kesempatan tersebut, Andi Zulkifly juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Makassar atas perhatian dan dukungan terhadap pembinaan olahraga di daerah.


"Kita berharap dukungan pemerintah, pelatih, ofisial, dan seluruh pihak terkait dapat menjadi modal bagi kontingen Makassar untuk kembali meraih prestasi terbaik pada Porprov XVIII Sulawesi Selatan 2026," jelasnya. (*)




Sekda Makassar Matangkan Persiapan HUT Korpri 2026: Ada Agenda Night Slow Jogging

 


​Nuansa Terkini Makassar, — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar meluncurkan gagasan baru berupa kegiatan night slow jogging di kawasan Central Point of Indonesia (CPI). 


Kepastian agenda tersebut dimatangkan dalam rapat koordinasi persiapan peringatan HUT Korpri 2026 yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, di Ruang Rapat Sekda, Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (27/10).

​Rapat koordinasi yang dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut membahas dua agenda utama, yakni pematangan rangkaian peringatan HUT Korpri dan progres pembentukan Koperasi Korpri Kota Makassar.

​

Andi Zulkifly menegaskan kedua agenda tersebut membutuhkan perhatian serius dan koordinasi lintas sektor agar terlaksana secara terstruktur.

​

"Ada dua agenda ke depan yang cukup menyita perhatian dan pekerjaan kita. Pertama, persiapan peringatan HUT Korpri 2026. Kedua, pembentukan Koperasi Korpri. Saya kira dua hal ini perlu menjadi perhatian kita semua," ujar Andi Zulkifly, Rabu (28/10).

​

Menurutnya, peringatan HUT Korpri merupakan momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas Aparatur Sipil Negara (ASN). 


Sementara itu, pembentukan Koperasi Korpri diproyeksikan sebagai wadah pengembangan ekonomi bersama untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.

​

Berdasarkan hasil pemaparan rapat, upacara peringatan HUT Korpri dijadwalkan berlangsung pada 29 November 2026. Adapun kegiatan night slow jogging menempuh jarak sekitar lima kilometer di kawasan CPI yang diselenggarakan pada Jumat 4 Desember 2026. 


Konsep olahraga malam ini dipilih sebagai wadah kebersamaan yang dapat diikuti oleh seluruh ASN dari berbagai kelompok usia.

​

Selain ajang olahraga santai, panitia menyiapkan sejumlah agenda pendukung seperti seremoni, panggung hiburan, dan pembagian doorprize. Mekanisme pendaftaran peserta juga diatur secara sistematis agar partisipasi pegawai dapat terdata dengan baik.

​

Guna memastikan kelancaran acara, Sekda Zulkifly menginstruksikan seluruh OPD memberikan dukungan penuh sesuai tugas dan kapasitas masing-masing, mulai dari penyediaan fasilitas teknis, pelayanan kesehatan, pengaturan lalu lintas dan parkir, hingga aspek pengamanan.

​

"Hal-hal teknis harus segera dilaporkan dan dimatangkan kembali, mulai dari penentuan lokasi, rute, panggung, hingga kebutuhan pendukung lainnya. Saya juga meminta setiap SKPD menjelaskan bentuk dukungannya agar pelaksanaan kegiatan bisa dipersiapkan dengan baik," tegasnya.

​

Terkait pembentukan Koperasi Korpri, Andi Zulkifly mengamanatkan Dinas Koperasi beserta jajaran untuk mengawal tahapan pembentukan serta melaporkan hasil sosialisasi yang telah berjalan di sejumlah SKPD.

​

"Saya percayakan kepada Kepala Dinas Koperasi Arlin Ariesta bersama jajaran untuk mengawal proses ini. Sosialisasi sudah dilakukan ke sejumlah SKPD, sehingga kita perlu mengetahui sejauh mana progresnya dan apa saja yang masih perlu ditindaklanjuti," tuturnya.

​

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan tertib, transparan, dan akuntabel demi memberikan manfaat nyata bagi seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemkot Makassar.

​

"Kita berharap HUT Korpri dapat terlaksana dengan tertib dan melibatkan seluruh jajaran ASN. Kemudian, pembentukan Koperasi Korpri dapat berjalan sesuai regulasi dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan kesejahteraan anggota," tukasnya. (*)

Senin, 26 Oktober 2026

Sekda Zulkifly Terima Kunjungan Baznas Makassar: Bahas GIM dan Laporan ZIS ASN

 


Nuansa Terkini Makassar,— Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly menerima kunjungan Komisioner Baznas Makassar dalam rapat koordinasi di Ruang Kerja Sekda, Balai Kota Makassar, Rabu (28/10).


Pertemuan ini membahas Laporan Transparansi dan Dampak Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dedikasi Aparatur Sipil Negara (ASN) periode Juli–Oktober 2026 dari BAZNAS Kota Makassar. 


​Sekda Makassar, Andi Zulkifly didampingi jajaran pejabat terkait, antara lain Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kepala Bagian Organisasi, Kepala Bagian Umum, serta perwakilan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Makassar.

​

Selain menerima laporan ZIS, pertemuan tersebut mengagendakan pembahasan blueprint operasional Gerakan Infak Makassar (GIM) serta rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Balai Kota Makassar. 


Langkah ini diproyeksikan sebagai skema inovasi untuk mengoptimalkan potensi zakat, khususnya di lingkungan aparatur pemerintah.

​

Sekda Makassar, Andi Zulkifly, menyambut baik paparan dan laporan transparansi yang disampaikan jajaran BAZNAS. Ia menegaskan komitmen Pemkot Makassar untuk terus berkolaborasi dan menjadi fasilitator utama dalam mengoptimalkan pengumpulan serta penyaluran ZIS.

​

"Pertemuan hari ini menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi dalam mendukung program-program BAZNAS, khususnya di Kota Makassar. Kami di Pemerintah Kota siap berkolaborasi dan mendukung penuh penguatan kinerja BAZNAS," ujar Andi Zulkifly.

​

Menanggapi laporan penerimaan zakat ASN, Andi Zulkifly menekankan pentingnya intervensi dan inovasi dalam peningkatan dan optimalisasi ZIS.


​"Potensi dari TPP ASN ini sangat besar, bahkan nilainya sering kali melebihi gaji pokok. ASN yang memiliki pendapatan di atas nisab sudah kewajiban untuk menunaikan zakat. Oleh karena itu, kita perlu melakukan sosialisasi dan mengkaji skema otorisasi pemotongan ZIS tidak hanya dari gaji, tetapi juga melalui TPP," katanya.

​

Terkait usulan blueprint operasional Gerakan Infak Makassar atau GIM yang ditargetkan meluncur pada momentum Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar, Pemkot Makassar membentuk tim khusus yang dikoordinasikan oleh Bagian Kesra bersama BKPSDMD, Bagian Organisasi, dan Bagian Umum. 


Tim ini diberi waktu satu minggu untuk mencermati regulasi, kesiapan teknis, serta keselarasan program dengan kebijakan pemerintah daerah.

​

"Mengenai blueprint operasional Gerakan Infak Makassar dari BAZNAS, kami harus mengkaji dan mencermatinya terlebih dahulu bersama tim teknis Pemkot. Pengkajian ini penting agar skema yang dijalankan nantinya benar-benar sesuai dengan regulasi, tidak memberatkan, serta memiliki pertanggungjawaban yang jelas," jelasnya.


Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu menambahkan, pembentukan UPZ di Balai Kota Makassar juga akan diakselerasi untuk memudahkan pegawai Pemkot Makassar menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya secara langsung dan terintegrasi.

​

Melalui sinergi ini, Pemkot Makassar berharap partisipasi ASN dalam menyalurkan ZIS dapat meningkat secara signifikan, sehingga dampak kemanfaatannya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kota Makassar.


"Kita dorong ZIS ASN bisa optimal sehingga harapannya ada manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat," paparnya.


Terpisah, Kepala Bagian Kesra Setda Makassar Moh Syarief mengatakan rapat koordinasi bersama Baznas Makassar merupakan agenda laporan kinerja mengenai ZIS ASN. 


"Nah tadi kami bersama Pak Sekda membahas laporan ZIS ASN. Nanti kedepannya, kita akan rapat bersama mereka (SKPD) untuk melihat bagaimana optimalisasi ZIS ASN di sana," jelasnya. (*)




Ibu Bupati Gowa Berinisial HT Ditahan 20 Hari, Penyidik Dalami Dugaan Korupsi dan TPPU



Nuansa Terkini Makassar, – Penyidik melakukan penahanan terhadap seorang perempuan berinisial HT yang disebut sebagai ibu dari Bupati Gowa, setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Senin (26/10/2026).


Penahanan tersebut dilakukan selama 20 hari, mulai 26 Oktober hingga 14 November 2026, di rumah tahanan Polda Sulawesi Selatan. Langkah ini diambil untuk kepentingan penyidikan terhadap perkara yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).


Berdasarkan keterangan penyidik, penahanan dilaksanakan sesuai surat perintah penahanan dan ketentuan hukum yang berlaku. Penyidik juga menegaskan bahwa hak-hak tersangka tetap dijamin, termasuk hak mendapatkan bantuan hukum dan pelayanan kesehatan.


Dalam penanganan perkara ini, penyidik menyebut sejumlah ketentuan hukum terkait pemberantasan tindak pidana korupsi, termasuk Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta ketentuan lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.


Proses penyidikan dilakukan melalui kerja sama atau *joint investigation* yang melibatkan Kortas Tipidkor Polri, penyidik Polda Sulawesi Selatan, dan Satreskrim Polres Gowa.


Usai pemeriksaan tersangka, penyidik akan terus mendalami keterangan yang telah diperoleh, melengkapi berkas perkara, serta berkoordinasi dengan penuntut umum untuk menentukan tahapan hukum berikutnya.


Penyidik menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional dan akuntabel dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.


Hingga saat ini, proses hukum terhadap HP masih berjalan. Perkembangan selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan dan mekanisme hukum yang berlaku. (***)


Sekda Pimpin Rapat Finalisasi: Perkuat Koordinasi untuk Sukseskan HUT ke-419

 


Nuansa Terkini Makassar,— Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly memimpin rapat koordinasi finalisasi persiapan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kota Makassar, Senin (26/10).


Sekda Makassar didampingi Sekretaris DPRD Makassar Andi Rahmat Mappatoba dan jajaran SKPD tersebut berfokus pada pemantapan aspek teknis penyelenggaraan Rapat Paripurna yang direncanakan di Tribun Lapangan Karebosi.


Sekda Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan pelaksanaan rapat paripurna di Lapangan Karebosi membutuhkan perencanaan matang, terutama terkait penyesuaian tata letak (layout), kapasitas tempat duduk, serta pengaturan alur tamu undangan.


Menurut mantan Camat Ujung Pandang itu, penggunaan area tribun tertutup untuk pelaksanaan sidang paripurna berdampak pada berkurangnya kapasitas tempat duduk bagi tamu undangan. Karena itu, penataan ruang harus diperhitungkan secara cermat agar seluruh rangkaian acara berlangsung tertib.


“Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang diisi dengan upacara formal biasa, tahun ini kita menggelar Rapat Paripurna DPRD di Lapangan Karebosi. Kebutuhan ruang sidang anggota dewan memengaruhi ketersediaan kursi di tribun tertutup,” ujar Andi Zulkifly.


Sekda Zulkifly meminta seluruh pihak terkait memastikan tata letak pimpinan sidang, anggota dewan, serta tamu VIP tersusun secara proporsional dengan tetap memperhatikan keterbatasan kapasitas lokasi.


Mantan Kepala Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Makassar itu juga mengarahkan Bagian Protokol dan Sekretariat DPRD Kota Makassar untuk memperkuat koordinasi dalam melakukan pemetaan tempat duduk dan menyaring daftar undangan, dengan memprioritaskan pejabat VVIP dan VIP.


“Kami minta Bagian Protokol mengatur ulang pemetaan tempat duduk dan menyusun skema alur tamu. Pengurangan kapasitas tempat ini juga perlu disiasati dengan penyediaan fasilitas live streaming atau saluran Zoom hingga ke tingkat kelurahan agar masyarakat tetap bisa mengikuti jalannya sidang paripurna,” katanya.


Selain kesiapan lokasi dan pengaturan protokoler, Sekda Zulkifly turut menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar untuk segera merampungkan video dokumenter yang menampilkan capaian kinerja dan deretan penghargaan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. 


Video tersebut ditargetkan rampung dan siap ditinjau pada 1 November 2026. Pada aspek konsumsi, Sekda Zulkifly juga menekankan pentingnya menghadirkan kearifan lokal dalam perayaan hari jadi kota. 


Ia menyepakati penyajian menu tradisional khas Makassar bagi para tamu undangan sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya daerah.


Persiapan HUT ke-419 Kota Makassar juga diharapkan sejalan dengan tema peringatan tahun ini, yakni “Nyalakan Harapan, Merawat Masa Depan”. 


Tema tersebut menjadi semangat untuk menghadirkan perayaan yang tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi juga merefleksikan harapan masyarakat dan komitmen bersama dalam membangun masa depan Kota Makassar yang lebih baik.


Rapat koordinasi tersebut juga turut dihadiri perwakilan Diskominfo, Bagian Protokol, Bagian Umum, Bagian Hukum, serta jajaran tim event organizer (EO) yang menangani manajemen panggung.


Seluruh elemen panitia dijadwalkan kembali menggelar rapat pemantapan teknis pada 1 November 2026 untuk memastikan kesiapan akhir sebelum memasuki rangkaian puncak peringatan HUT ke-419 Kota Makassar.


“Kita akan kembali menggelar rapat untuk memastikan persiapan panitia. Harapan kita agenda HUT ke-419 Makassar berjalan sesuai harapan,” tutupnya. (*)

Minggu, 25 Oktober 2026

Puncak HKG PKK ke-54, Melinda Aksa Dorong Gerakan Berdampak Nyata bagi Keluarga



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mengajak seluruh kader PKK memperkuat pemberdayaan keluarga melalui program inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Ajakan tersebut disampaikan dalam puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kota Makassar Tahun 2026 di Atrium Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Minggu (25/10/2026).


Melinda mengatakan, peringatan HKG menjadi momentum refleksi untuk memperkuat peran PKK dalam mendukung peningkatan kualitas hidup keluarga, mulai dari kesehatan, kemandirian ekonomi, hingga terciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman.


“Kita tidak cukup hanya melihat pembangunan dari infrastruktur, program yang terlaksana, atau penghargaan yang berhasil diraih. Pembangunan juga harus terasa di dalam rumah tangga, terlihat dari anak-anak yang tumbuh sehat, keluarga yang semakin mandiri secara ekonomi, serta lingkungan tempat tinggal yang bersih, sehat, dan nyaman,” tegasnya.


Ia menekankan bahwa kader merupakan ujung tombak gerakan PKK yang berperan menghubungkan program organisasi dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, pelaksanaan 10 Program Pokok PKK perlu terus diperkuat melalui inovasi dan kegiatan yang relevan dengan tantangan zaman.


Melinda juga mendorong kader membangun perubahan dari lingkungan terdekat, seperti menerapkan pola hidup bersih dan sehat, memanfaatkan pekarangan untuk kebutuhan pangan, mendukung UMK lokal, serta membiasakan pengelolaan sampah dari rumah.


Menurutnya, pemberdayaan keluarga harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi dan peningkatan peran perempuan. Dengan dukungan dan kesempatan yang tepat, perempuan dapat menjadi penggerak ekonomi keluarga sekaligus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.


“Dari keluarga yang berdaya, kita bangun masyarakat yang sejahtera. Dari kader yang bergerak, kita wujudkan Makassar yang lebih baik. Dan dari kebersamaan, kita kuatkan gerakan PKK untuk masa depan,” ujarnya.


Ia berharap, momentum HKG PKK ke-54 semakin memperkuat sinergi seluruh jajaran TP PKK, mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga dasawisma, agar program pemberdayaan berjalan efektif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.


Melinda menegaskan, keberhasilan gerakan PKK bukan sekadar diukur dari banyaknya kegiatan atau penghargaan yang diraih, melainkan dari perubahan nyata dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera di Kota Makassar.(*)




Melinda Aksa Berikan Penghargaan Adibakti kepada Tujuh Kader TP PKK Makassar



Nuansa Terkini Makassar,— Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, memberikan penghargaan Adibakti kepada tujuh kader TP PKK yang telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian dalam mendukung pelaksanaan program PKK di Kota Makassar.


Pemberian penghargaan tersebut berlangsung pada momentum penutupan Pameran UMKM dan Jambore TP PKK Kota Makassar dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Atrium Trans Studio Makassar, Minggu (25/10/2026).


Penghargaan Adibakti diberikan sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas, pengabdian, serta kontribusi para kader dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah masing-masing.


Surat Keputusan Tim Penggerak PKK Kota Makassar tentang Pemberian Penghargaan Adibakti pada Peringatan HKG PKK Kota Makassar ke-54 Tahun 2026 tersebut dibacakan oleh Sekretaris II TP PKK Kota Makassar, Andi Zubaedah Hafid.


Dalam keputusan tersebut, para penerima penghargaan ditetapkan berdasarkan masa pengabdian dan kontribusi mereka sebagai kader TP PKK. Penghargaan ini diharapkan menjadi bentuk pengakuan atas peran kader yang selama bertahun-tahun bekerja dan berkontribusi dalam menyukseskan program PKK.


Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyerahkan penghargaan secara langsung kepada para kader penerima Adibakti. Penghargaan tersebut berupa pin emas dan plakat sebagai simbol penghormatan atas pengabdian yang telah diberikan.


Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa Munafri mengatakan melalui pemberian penghargaan ini, TP PKK Kota Makassar menegaskan pentingnya peran kader sebagai penggerak kegiatan pemberdayaan keluarga di tingkat kelurahan dan kecamatan. Para kader menjadi bagian penting dalam menjembatani program organisasi dengan kebutuhan masyarakat secara langsung.


“Pengabdian para penerima Adibakti juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi landasan gerakan PKK. Konsistensi mereka dalam menjalankan tugas diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kader lainnya untuk terus berkontribusi dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.


Melinda berharap penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh kader TP PKK untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan partisipasi dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.


“Kami juga berharap semangat pengabdian para kader dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya, sehingga gerakan PKK semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui penguatan ketahanan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar,” ujarnya.


Adapun nama yang menerima penghargaan dengan masa pengabdian terlama adalah Mujairah, kader dari Kelurahan Malimongan Tua, Kecamatan Wajo, yang telah mengabdi selama 28 tahun. Dedikasi tersebut menjadi gambaran panjangnya perjalanan kader dalam mendukung berbagai kegiatan dan program PKK di tengah masyarakat.


Selanjutnya, Hajrah Sunarsian dari Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang, menerima penghargaan atas pengabdiannya selama 26 tahun. Disusul Fatmawati Syarif dari Kelurahan Baru, Kecamatan Wajo, yang telah menjalankan pengabdian sebagai kader selama 22 tahun.


Penghargaan juga diberikan kepada Nur Zamzam Hasan dari Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, yang telah mengabdi selama 18 tahun. Sementara itu, Irma Eka Nersiana Setti dari Kecamatan Manggala menerima penghargaan atas masa pengabdian selama 14 tahun. Ku


Dua kader lainnya yang turut menerima penghargaan adalah Marlawati dari Kecamatan Manggala, Kelurahan Bonto Makkio, serta Baharjang Hamsing dari Kecamatan Rappocini, Kelurahan Bonto Makkio. Keduanya masing-masing telah mengabdikan diri selama 14 tahun.


Penyerahan penghargaan Adibakti menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian penutupan Pameran UMKM dan Jambore TP PKK Kota Makassar. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan gerakan PKK tidak terlepas dari kerja keras, kesetiaan, dan kontribusi para kader yang selama ini bekerja bersama masyarakat.




Sabtu, 24 Oktober 2026

Melinda Aksa Soroti Tantangan Sampah Makassar dalam Seminar Nasional Ekoteologi



Nuansa Terkini Makassar, – Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah sebagai langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan. 


Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Ekoteologi bertema “Dari Ego ke Eco: Merawat Bumi, Menjaga Kehidupan”, yang merupakan rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan di Hotel Horison Makassar, Sabtu (24/10/2026).


Dalam seminar tersebut, Melinda membawakan materi bertajuk “Pilah Sampah dari Sumber”. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah perlu dimulai dari kesadaran setiap individu, terutama melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga.


Berdasarkan materi yang dipaparkannya, Kota Makassar dengan luas wilayah 175,77 kilometer persegi dan 15 kecamatan memiliki jumlah penduduk tercatat sebanyak 1.482.800 jiwa. 


Potensi timbulan sampah pada Oktober 2026 mencapai 541,93 ton per hari. Kondisi ini menjadi gambaran pentingnya upaya pengurangan sampah yang dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.


Melinda menjelaskan, upaya penanganan persoalan persampahan perlu berjalan melalui tiga langkah utama, yakni pengurangan sampah dari sumber, penguatan fasilitas pengelolaan sampah organik dan anorganik, serta pelibatan masyarakat dan lintas sektor. 


Ketiganya menjadi bagian penting dalam mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah di Kota Makassar.


Sejalan dengan itu, Instruksi Wali Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber menjadi salah satu landasan gerakan yang mendorong masyarakat untuk mengambil peran lebih aktif dalam mengurangi sampah.


Dalam materinya, Melinda mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah menjadi tiga kategori, yaitu organik, anorganik, dan residu. 


Kebiasaan tersebut perlu dibarengi dengan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pemilihan produk dengan kemasan ramah lingkungan, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan kerja bakti dan kampanye gaya hidup minim sampah atau zero waste lifestyle.


Selain pemilahan, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai metode sederhana untuk mengolah sampah organik di rumah. 


Beberapa alternatif yang diperkenalkan meliputi komposter, ember tumpuk, lubang biopori, dan budidaya maggot. Penerapan metode tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kemampuan masing-masing rumah tangga.


Materi yang disampaikan Melinda juga menempatkan keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjawab tantangan ekologis perkotaan. 


Selain itu, Melinda juga menjelaskan bahwa dalam enam bulan terakhir, penataan TPA Tamangapa mulai menunjukkan perubahan signifikan. 


Kondisi area TPA kini ditata lebih rapi, bau menyengat yang sebelumnya menjadi salah satu persoalan mulai berkurang, dan sebagian besar area timbunan sampah telah ditutup menggunakan lapisan tanah uruk serta membran plastik. 


Penataan ini menjadi bagian dari upaya pembenahan kondisi TPA agar lebih terkendali sekaligus mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan. 


Meski demikian, upaya perbaikan tersebut perlu terus dilanjutkan dan diimbangi dengan pengurangan sampah dari sumber agar beban penanganan di TPA dapat berkurang secara bertahap.(*)

Mars PKK hingga Lagu Pilihan, Kader dari 15 Kecamatan Tampilkan Kekompakan di HKG ke-54



Nuansa Terkini Makassar,– Semarak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Kota Makassar ke-54 semakin terasa melalui lomba paduan suara yang diikuti oleh 15 kecamatan se-Kota Makassar. 


Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara yang menghadirkan semangat kebersamaan, kekompakan, dan kreativitas para kader TP PKK dalam memeriahkan peringatan tahunan tersebut di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Sabtu (24/10/2026).


Lomba paduan suara ini dilaksanakan dalam tiga sesi selama tiga hari perayaan HKG PKK Kota Makassar ke-54. 


Seluruh peserta mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam mengolah vokal, membangun harmonisasi, serta menampilkan kekompakan tim melalui lagu-lagu yang telah ditentukan.


Dalam perlombaan ini, setiap kecamatan membawakan dua lagu, yakni Mars PKK sebagai lagu wajib dan satu lagu pilihan. Untuk kategori lagu pilihan, peserta dapat memilih salah satu dari tiga lagu, yaitu Butta Kalassukangku, Anak Sekolah, atau Surat Cinta. 


Perpaduan lagu wajib dan lagu pilihan ini memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan vokal sekaligus menghadirkan variasi penampilan yang menarik.


Penampilan masing-masing kecamatan dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas Medianita Cantika, perwakilan Pokja II TP PKK Kota Makassar, Anshari Sanusi, Koordinator Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Hasanuddin, serta Shendy Latuperissa seorang penyanyi yang juga pelatih vokal. 


Kehadiran dewan juri dengan latar belakang yang beragam diharapkan dapat mendukung proses penilaian yang objektif dan profesional. Setiap tim berupaya memberikan penampilan terbaik melalui harmonisasi suara, ketepatan nada, kekompakan, serta penghayatan lagu yang dibawakan.


Lebih dari sekadar kompetisi, lomba paduan suara ini menjadi ruang bagi kader PKK dari 15 kecamatan untuk mempererat silaturahmi dan membangun solidaritas. 


Antusiasme peserta dalam mengikuti perlombaan juga mencerminkan partisipasi aktif kecamatan dalam menyukseskan rangkaian peringatan HKG PKK Kota Makassar ke-54.


Adapun pengumuman pemenang lomba paduan suara dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026, bertepatan dengan hari puncak peringatan HKG PKK Kota Makassar ke-54. Momen tersebut menjadi hal yang dinantikan oleh seluruh peserta untuk mengetahui hasil penilaian setelah menampilkan kemampuan terbaik mereka.


Melibatkan 15 kecamatan, lomba paduan suara HKG PKK ke-54 menjadi ajang mempererat kebersamaan, menumbuhkan kreativitas, dan memperkuat semangat pengabdian kader PKK bagi keluarga dan masyarakat.(*)

Hari Kedua Pameran UMKM dan Jambore TP PKK Makassar Berlangsung Meriah, Melinda Aksa Dorong Kreativitas Kader

 



Nuansa Terkini Makassar,— Hari kedua Pameran UMKM dan Jambore Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 berlangsung meriah di Atrium Trans Studio Makassar, Sabtu (24/10/2026). Beragam kegiatan menarik dihadirkan untuk meningkatkan kreativitas, kapasitas, dan partisipasi kader PKK.


Kegiatan hari kedua ini diisi dengan pameran UMKM, penjurian lomba membatik oleh kader perwakilan TP PKK kecamatan, dialog interaktif, hingga berbagai perlombaan yang melibatkan pengurus TP PKK dari tingkat kota hingga kecamatan.


Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah dialog interaktif bertema PAAREDI CEPAK (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital, Cegah Perkawinan Anak).


Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, drg. Ita Anwar, serta psikolog Heni Gerda Pesau sebagai pemateri, dengan Ketua Pokja I TP PKK Kota Makassar, Syahriati Syahnum, sebagai moderator.


Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan diskusi mengenai pentingnya peran keluarga serta masyarakat dalam mencegah perkawinan anak dan melindungi masa depan generasi muda.


Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menyampaikan bahwa Pameran UMKM dan Jambore TP PKK bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah bagi kader untuk meningkatkan kapasitas, mengembangkan kreativitas, dan memperkuat kebersamaan.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin kader PKK tidak hanya aktif dalam perlombaan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang bisa diterapkan di wilayah masing-masing. Kami berharap semangat kebersamaan, kreativitas, dan kolaborasi ini terus terjaga sehingga program-program PKK dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Melinda.


Ia juga berharap momentum peringatan HKG PKK ke-54 dapat semakin memperkuat semangat kolaborasi antarkader dalam mendukung program pemberdayaan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar.


Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan paduan suara pengurus TP PKK Kota Makassar. Pertunjukan tersebut menjadi selingan hiburan sekaligus menunjukkan kekompakan dan kreativitas para pengurus dalam memeriahkan rangkaian peringatan HKG PKK tahun ini.


Tak kalah seru, lomba cerdas cermat turut melibatkan ketua TP PKK dari seluruh kecamatan di Kota Makassar, masing-masing bersama dua orang anggota. Perlombaan ini dirancang untuk menguji pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai program serta kegiatan TP PKK Kota Makassar.


Pertanyaan dalam lomba cerdas cermat diajukan oleh Sekretaris TP PKK Kota Makassar bersama para Ketua Pokja I hingga Pokja IV. Materi yang diberikan mencakup berbagai pengetahuan terkait pelaksanaan program PKK, sehingga peserta dituntut untuk memahami tugas, fungsi, dan peran masing-masing kelompok kerja.


Selain perlombaan, hari kedua juga menjadi momentum peluncuran podcast TP PKK Kota Makassar. Inisiatif yang merupakan bagian dari program kerja Pokja II ini diharapkan menjadi sarana komunikasi, edukasi, dan penyebarluasan informasi mengenai berbagai program serta kegiatan PKK kepada masyarakat melalui media digital.


Melinda mengatakan, pemanfaatan media digital menjadi salah satu peluang bagi TP PKK untuk memperluas jangkauan informasi dan edukasi kepada masyarakat.


“Kami berharap kehadiran podcast TP PKK ini dapat menjadi sarana untuk berbagi informasi, menyampaikan edukasi, serta memperkenalkan berbagai program dan kegiatan PKK kepada masyarakat secara lebih luas. Dengan memanfaatkan media digital, kami ingin kader semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi keluarga,” tuturnya.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar, Muhammad Roem. Dalam sesi bincang tersebut, peserta membahas aplikasi Lontara+, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung akses informasi dan pelayanan bagi masyarakat.


Dialog ini menjadi kesempatan bagi kader PKK untuk mengenal lebih jauh perkembangan layanan digital di Kota Makassar. Melalui pemahaman terhadap aplikasi Lontara+, kader diharapkan dapat turut membantu menyosialisasikan pemanfaatan teknologi dan informasi yang bermanfaat bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya.


Kemariahan hari kedua semakin terasa dengan berlanjutnya lomba paduan suara antarkecamatan se-Kota Makassar. Setiap peserta menampilkan kemampuan terbaiknya, sekaligus memperlihatkan semangat kebersamaan, kekompakan, dan kreativitas kader PKK dalam mengikuti rangkaian peringatan HKG PKK ke-54.


Beragam agenda yang digelar pada hari kedua ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan perlombaan, tetapi juga wadah pembelajaran, pengembangan kreativitas, serta penguatan peran kader PKK dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga dan masyarakat.


Rangkaian Pameran UMKM dan Jambore TP PKK Kota Makassar dijadwalkan berlanjut pada hari ketiga sekaligus penutupan, Minggu (25/10/2026). Sejumlah program menarik akan kembali dihadirkan sebagai penutup kegiatan, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan komitmen seluruh kader dalam mendukung program TP PKK Kota Makassar.

Jumat, 23 Oktober 2026

Hj Umiyati Pacu Persiapan Atlet Pencak Silat Makassar, Targetkan 10 Medali Emas



Nuansa Terkini Makassar,— Kontingen atlet pencak silat Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026 yang akan digelar di dua kabupaten, yakni Wajo dan Bone.


Dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut, IPSI Kota Makassar membidik target 10 medali emas. Untuk mencapai sasaran itu, pembinaan dan peningkatan intensitas latihan menjadi fokus utama dalam mempersiapkan para atlet agar mampu tampil maksimal saat pertandingan.


IPSI Kota Makassar menurunkan sebanyak 19 atlet yang akan berlaga pada 13 nomor pertandingan. Jumlah tersebut terdiri atas enam nomor kategori fighter atau tanding dan tujuh nomor kategori seni.


Pada kategori fighter, para atlet akan berkompetisi di sejumlah kelas, yakni kelas A, C, E, dan F. Sementara itu, pada kategori seni, kontingen Makassar akan tampil pada nomor tunggal, ganda, dan regu.


Kedua kategori tersebut menjadi perhatian dalam persiapan kontingen IPSI Kota Makassar. Para atlet diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik, baik dari segi teknik, strategi, ketahanan fisik, maupun penguasaan seni gerak pencak silat.


Ketua IPSI Kota Makassar, Hj Umiyati, mengungkapkan bahwa pihaknya terus mendorong para atlet untuk mengintensifkan latihan sebagai bagian dari upaya mencapai target 10 medali emas pada Porprov Sulsel 2026.


Menurutnya, persiapan yang matang menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi persaingan dengan atlet-atlet dari kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Selatan.


"Persiapan terus kami matangkan. Kami mendorong para atlet untuk lebih mengintensifkan latihan, meningkatkan kedisiplinan, serta menjaga kondisi fisik agar bisa tampil maksimal saat bertanding. Target kami adalah meraih 10 medali emas di Porprov Sulsel 2026," ungkap Umiyati, Jumat (23/10/2026)


Politisi PPP ini menegaskan, para atlet harus memanfaatkan waktu persiapan dengan sebaik-baiknya, mengingat setiap nomor pertandingan membutuhkan kesiapan teknik, fisik, mental, dan strategi yang berbeda.


Selain meningkatkan kemampuan individu, kesiapan mental juga menjadi perhatian agar para atlet mampu menghadapi tekanan pertandingan dan menjaga konsistensi performa sejak babak awal hingga partai final.


Dengan menurunkan 19 atlet pada 13 nomor pertandingan, IPSI Kota Makassar berharap kontingen pencak silat mampu memberikan kontribusi maksimal bagi pencapaian prestasi olahraga Kota Makassar di tingkat provinsi.


Anggota DPRD Makassar ini juga berharap seluruh atlet dapat menjaga semangat, kekompakan, dan sportivitas selama menjalani persiapan hingga pelaksanaan pertandingan.


Porprov Sulsel 2026 di Kabupaten Wajo dan Bone pun menjadi momentum bagi para pesilat Makassar untuk membuktikan hasil pembinaan yang telah dijalani sekaligus memperjuangkan target 10 medali emas.


Melalui persiapan yang terus dimatangkan, IPSI Kota Makassar optimistis dapat mengantarkan para atlet tampil kompetitif dan mengharumkan nama Kota Makassar di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut. (*)

Pengajian Rutin Setda Makassar: Sekda Zulkifly Pentingnya Rezeki Halal dan Pengamalan Ilmu

 


Nuansa Terkini Makassar,— Jajaran Sekretariat Daerah (Setda) Kota Makassar kembali menggelar Pengajian Rutin di Masjid Balaikota Makassar, Jumat (23/10). 


Agenda spiritual berkala ini dihadiri oleh para asisten, Kepala Bagian, hingga jajaran pegawai di lingkup Sekretariat Daerah Kota Makassar.

​

Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menyampaikan pentingnya pengajian sebagai wadah untuk mengecas keimanan sekaligus mempererat silaturahmi di tengah kesibukan melayani masyarakat. 


Menurut mantan Camat Ujung Pandang ini, kesibukan aktivitas kedinasan tidak boleh mengesampingkan kewajiban menuntut ilmu keagamaan.

​

"Kegiatan yang kita selenggarakan ini tidak lain yang paling utama adalah mencari keridaan Allah SWT. Di tengah kesibukan pekerjaan sehari-hari, kita terkadang terbuai dengan urusan duniawi. Melalui majelis ini, kita kembali diingatkan agar senantiasa mengutamakan kehidupan akhirat," ujar Sekda Makassar Andi Zulkifly dalam pengarahannya.

​

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu menekankan materi tausiah yang disampaikan ustaz, khususnya mengenai pentingnya menjaga rezeki yang halal dan keberkahan dalam bekerja, harus menjadi pedoman hidup seluruh ASN Kota Makassar. 


Kata pria akrab disapa Zul itu, pengamalan ajaran agama dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan etika kerja yang bersih dan transparan.

​

"Jangan sampai materi pengajian hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Mengetahui dan menghafal ajaran agama itu baik, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan," tegasnya.

​

Sekda Zulkifly. juga mengapresiasi peningkatan antusiasme kehadiran para pegawai dari setiap bagian pada pengajian kali ini. Ia berharap konsistensi ini terus dijaga agar iklim kerja di lingkungan Pemerintah Kota Makassar semakin harmonis, religius, dan berintegritas.

​

"Insya Allah kebaikan dari majelis ilmu ini tidak hanya dirasakan oleh diri kita sendiri dan keluarga, tetapi juga membawa kebaikan serta keberkahan bagi tata kelola organisasi Pemkot Makassar secara keseluruhan," pungkasnya.


Terpisah, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kota Makassar, Moh Syarif, menjelaskan kegiatan pengajian rutin ini merupakan bagian dari program penguatan karakter dan spiritualitas pegawai di lingkungan Pemkot Makassar. 


Pihaknya berkomitmen untuk terus mengemas kegiatan ini agar makin inklusif dan menjangkau seluruh unit kerja.

​

"Pengajian rutin ini kami rancang bukan sekadar agenda seremoni, melainkan wadah pembinaan mental spiritual bagi aparatur sipil negara. Kami melihat tren kehadiran pegawai terus meningkat dari minggu ke minggu, dan harapannya seluruh bagian dapat terus berpartisipasi aktif pada penyelenggaraan bulan-bulan berikutnya," kata Moh Syarif.

​

Eks Lurah Maccini Sombala itu menambahkan, Bagian Kesra akan terus menghadirkan pencerah dan pencerahan materi yang relevan dengan tantangan kerja ASN sehari-hari, sehingga nilai-nilai keagamaan dapat terintegrasi dengan baik dalam budaya kerja birokrasi.

​

Melalui sinergi pembinaan spiritual ini, Pemerintah Kota Makassar berharap iklim kerja organisasi semakin harmonis, berintegritas, serta berorientasi pada keberkahan dalam melayani masyarakat.


"Nah lewat pengajian rutin bulanan ini, kita berharap ada hikmah yang bisa diambil jemaah atau ASN di lingkup Setda Makassar," jelasnya. (*)