Rabu, 15 April 2026

Ketua Dekranasda Makassar Dorong Pengembangan Kerajinan Lokal untuk Perkuat Identitas Budaya Makassar



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, Melinda Aksa menekankan pentingnya pengembangan industri kerajinan lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.


Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Industri Kerajinan Kota Makassar yang digelar di Novotel Makassar Grand Shayla, Rabu (15/4/2026).


Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian Kota Makassar bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Makassar dan dihadiri oleh jajaran pemerintah kota, pengurus Dekranasda Makasdar serta pelaku usaha kerajinan.


Dalam sambutannya, Melinda Aksa menyampaikan sejak awal dirinya dilantik sebagai Ketua Dekranasda, salah satu pertanyaan yang muncul adalah mengenai kerajinan khas yang benar-benar berasal dari Kota Makassar.


“Ketika pertama dilantik, saya sempat bertanya, sebenarnya apa kerajinan khas Kota Makassar? Karena kalau bicara yang dikenal orang luar, kita terkenal dengan sutra, padahal pengerajinnya bukan di Makassar,” ujarnya.


Melinda menjelaskan bahwa Makassar merupakan kota perdagangan sehingga banyak produk kerajinan yang dijual di kota ini sebenarnya berasal dari daerah lain.


“Banyak toko oleh-oleh di Makassar yang menjual berbagai produk kerajinan, namun bahan maupun produksinya berasal dari luar kota sehingga tidak benar-benar mencerminkan identitas lokal, ini yang perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.


Ia juga mengungkapkan pengalaman saat mengikuti kegiatan nasional bersama Dekranas pusat, ketika produk yang dipamerkan ternyata menggunakan teknik printing.


 Saat itu, ia mendapat masukan bahwa Dekranas tidak memperbolehkan penggunaan printing karena dinilai tidak mewakili hasil karya pengerajin.


“Dari situ saya baru menyadari bahwa produk kerajinan yang kita tampilkan harus benar-benar hasil karya pengerajin, bukan sekadar produksi mesin atau printing,” jelasnya.


Sejak saat itu, Melinda mengatakan Dekranasda Makassar mulai berupaya mencari dan mengembangkan pengerajin lokal, khususnya di bidang wastra seperti batik.


Melinda mengaku baru mendapati satu pembatik yang masih aktif di Makassar. Pembatik tersebut kemudian diajak berkolaborasi untuk mengembangkan desain dan motif agar lebih menarik serta memiliki nilai jual yang lebih tinggi.


“Melalui kerja sama tersebut, Dekranasda mulai mengembangkan batik dengan motif khas yang dapat menjadi identitas Kota Makassar,” ujarnya


Selain batik, Melinda juga melihat potensi kerajinan lain di Makassar, seperti pemanfaatan bahan alami yang selama ini belum dimaksimalkan. Salah satunya adalah pemanfaatan eceng gondok.


“Ternyata perajin encek gondok di Makassar banyak ambil bahan di Jawa, padahal kita punya potensi limbah itu di beberapa wilayah kecamatan. Jadi Dekranasda mulai memberikan pelatihan agar tercipta bahan-bahan berkualitas dari potensi yang kita miliki,” ujarnya.


Untuk itu, Melinda berharap para ketua TP PKK kecamatan dapat mendorong terbentuknya kelompok-kelompok pengerajin di wilayah masing-masing.


“Harapan saya ke depan, Makassar juga memiliki kampung-kampung kerajinan yang dikelola oleh kelompok masyarakat sehingga mampu meningkatkan ekonomi keluarga,” katanya.


Sementara itu, Asisten II Pemerintah Kota Makassar, Zainal Ibrahim menambahkan bahwa industri kerajinan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun menurutnya, perlu kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat industri.


“Produk kita itu jangan ketinggalan zaman, kan kita punya Makassar Creativ Hub. Saya kira itu bisa kita gunakan, nanti kemudian semua SKPD perlu pertimbangkan ini berkolaborasi mendukung pengembangan industri kerajinan,” ujarnya.


Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 Sulawesi Selatan akan menjadi tuan rumah puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-46 Dewan Kerajinan Nasional yang akan dipusatkan di Makassar.


“Ini bukan event biasa, ini adalah panggung nasional. Kita ingin ketika tamu dari berbagai daerah datang ke Makassar, mereka tidak hanya melihat tetapi tertarik membeli dan membawa produk-produk kita ke daerahnya masing-masing,” tekannya


Kegiatan ini diisi materi Pengembangan Industri Kerajinan Kota Makassar dan Raker Dekranasda Makassar.




Resmikan Bimtek dan Kukuhkan Forum Adiwiyata, Melinda Aksa Perkuat Ekosistem Sekolah Berbudaya Lingkungan



Nuansa Terkini Makassar,— Upaya memperkuat pendidikan lingkungan di Kota Makassar memasuki fase yang lebih sistematis. Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Adiwiyata sekaligus melantik Pengurus Forum Sekolah Adiwiyata, di Kantor Kecamatan Manggala, Rabu (15/4/2026).


Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Achi Soleman, Camat Manggala Ahmad, Ketua TP PKK Kecamatan Manggala, Lili Suriani Ahmad, Kepala Bidang Persampahan, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas DLH, Aswin Kartapati Harun, serta para kepala sekolah dari berbagai satuan pendidikan se-Kota Makassar. 


Kehadiran lintas unsur tersebut memperlihatkan bahwa agenda lingkungan kini ditempatkan sebagai prioritas bersama, bukan lagi sektor yang berjalan sendiri.


Dalam arahannya, Melinda menekankan bahwa Program Adiwiyata harus dipahami sebagai kerangka besar pembentukan karakter, bukan sekadar kegiatan seremonial yang berhenti pada penilaian atau penghargaan. 


Ia menyebut, sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk kesadaran ekologis generasi muda secara berkelanjutan.


“Yang kita bangun bukan hanya lingkungan fisik sekolah, tetapi cara pandang. Bagaimana anak-anak kita tumbuh dengan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.


Ia menambahkan, pendekatan Adiwiyata kini telah mengalami transformasi seiring diberlakukannya Permen LHK Nomor 5 Tahun 2019. Regulasi tersebut mendorong adanya penyesuaian dalam tata kelola program, mulai dari administrasi hingga sistem pelaporan yang lebih terukur.


Menurut Ketua Dewan Lingkungan itu, perubahan ini menuntut kesiapan seluruh satuan pendidikan untuk beradaptasi, termasuk dalam pemanfaatan teknologi. Oleh karena itu, Bimtek menjadi ruang penting untuk memastikan pemahaman yang merata di lapangan.


Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah pengenalan dan penggunaan Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA). Aplikasi ini menjadi instrumen baru dalam mendukung proses dokumentasi dan pelaporan kegiatan Adiwiyata secara digital.


“Dengan SIDIA, semua proses menjadi lebih transparan, terukur, dan efisien. Ini bukan sekadar alat, tetapi bagian dari sistem yang memastikan program berjalan konsisten dan berkelanjutan,” jelasnya.


Selain pembekalan teknis, agenda tersebut dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Forum Sekolah Adiwiyata Kota Makassar. Forum ini diharapkan menjadi simpul koordinasi antar sekolah dalam memperkuat implementasi program di lapangan.


Melinda menilai, keberadaan forum tersebut akan mempercepat pertukaran informasi dan praktik baik, sekaligus menjadi ruang kolaborasi yang dinamis antar satuan pendidikan.


“Forum ini harus hidup. Bukan hanya ada di struktur, tetapi aktif menjadi penggerak, inspirator, dan ruang belajar bersama,” tegasnya.


Ia juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan Program Adiwiyata. Keterlibatan pemerintah, sekolah, masyarakat, hingga dunia usaha dinilai menjadi faktor kunci dalam menciptakan dampak yang lebih luas.


Menurutnya, tanpa kolaborasi yang kuat, program lingkungan berisiko berjalan parsial dan tidak berkelanjutan.


Melinda pun menargetkan agar Kota Makassar mampu tampil sebagai percontohan nasional dalam implementasi sekolah berbudaya lingkungan


“Makassar tidak kekurangan potensi. Yang dibutuhkan adalah kesamaan langkah dan komitmen jangka panjang,” ujarnya.


Menutup kegiatan, Melinda mengingatkan bahwa keberhasilan Adiwiyata tidak diukur dari banyaknya penghargaan, melainkan dari perubahan perilaku yang nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat.


“Ketika kesadaran itu sudah menjadi kebiasaan, di situlah Adiwiyata benar-benar hidup,” tutupnya.




Sekda Makassar Apresiasi Feryal Clinic Berizin Lengkap, Dorong Iklim Investasi Sehat

 


Nuansa Terkini Makassar,- Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Grand Opening Feryal Clinic di Jalan Adhyaksa, Rabu (15/4). Kehadiran Sekda Makassar mewakili Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin 


Sekda Makassar Andi Zulkifly menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Makassar yang sedianya dijadwalkan membuka acara tersebut.


“Bapak Wali Kota menyampaikan permohonan maaf karena seharusnya membuka acara ini, namun sedang melaksanakan tugas luar ke Jakarta. Beliau mewakilkan kepada saya untuk menghadiri sekaligus membuka kegiatan grand opening ini,” ujar Andi Zulkifly. 


Zul--sapaan akrabnya--juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran klinik baru tersebut sebagai bagian dari pertumbuhan sektor kesehatan di Kota Makassar.


Menurutnya, perkembangan usaha, khususnya di bidang pelayanan kesehatan, menunjukkan tren positif. Pemerintah Kota Makassar mencatat telah menerbitkan sekitar 126 izin klinik dalam kurun waktu 2024 hingga 2025.


“Ini menandakan bahwa pertumbuhan usaha dan investasi di Kota Makassar cukup tinggi, termasuk di sektor pelayanan kesehatan,” jelasnya.


Lebih lanjut, mantan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Makassar itu menegaskan peningkatan investasi daerah merupakan bagian dari instruksi pemerintah pusat agar seluruh daerah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan bersaing menarik investor.


Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kota Makassar saat ini berada di kisaran 5,3 persen. Sementara itu, realisasi investasi mencapai sekitar Rp5,3 triliun dalam satu tahun.


“Ini menunjukkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Kota Makassar sangat tinggi,” katanya.


Selain itu, sejumlah indikator makro ekonomi juga menunjukkan tren positif. Tingkat pengangguran berhasil ditekan dari sekitar 10 persen menjadi 9 persen, sementara angka kemiskinan menurun dari di atas 5 persen menjadi sekitar 4 persen.


Andi Zulkifly menilai capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), terutama dalam menjaga stabilitas keamanan.


“Salah satu faktor penting dalam menjaga iklim investasi adalah keamanan. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar Kota Makassar tetap kondusif,” ujarnya.


Eks Camat Ujung Pandang itu juga menyinggung pentingnya kepatuhan terhadap regulasi perizinan, khususnya setelah diberlakukannya Undang-Undang Cipta Kerja yang menyederhanakan proses perizinan di berbagai sektor, termasuk kesehatan.


Selain itu, penerapan Permenkes Nomor 17 Tahun 2023 disebut membawa perubahan signifikan terhadap standar perizinan dan kualitas layanan fasilitas kesehatan.


Dalam kesempatan tersebut, Andi Zulkifly mengapresiasi klinik Feryal Clinic diresmikan karena telah memenuhi seluruh persyaratan perizinan.


“Kami berharap ini menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya. Jangan membuka usaha sebelum seluruh izin terpenuhi, karena ini berkaitan dengan standar pelayanan, keselamatan, dan kualitas,” tegasnya.


Ia menjelaskan, perubahan fungsi bangunan dari rumah tinggal menjadi fasilitas usaha, seperti klinik, harus melalui sejumlah tahapan perizinan, termasuk izin lingkungan, lalu lintas, hingga pengelolaan limbah.


Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, lanjutnya, terus berupaya mempercepat proses perizinan tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku, guna menjaga keseimbangan antara kemudahan investasi dan kepatuhan regulasi.


Di akhir sambutannya, Andi Zulkifly berharap kehadiran klinik tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, sekaligus memperkuat citra Kota Makassar sebagai destinasi layanan kesehatan.


“Kami berharap klinik ini tidak hanya melayani masyarakat Makassar, tetapi juga menarik kunjungan dari daerah lain, sehingga turut mendorong sektor ekonomi lainnya,” tutupnya.


Terpisah. Presiden Direktur Feryal Medica Grup, Muh Arif, menyampaikan bahwa pembukaan fasilitas baru tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjawab kebutuhan pelanggan.


“Hari ini merupakan momen istimewa bagi kami. Grand opening ini bukan hanya peresmian lokasi baru, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan panjang Feryal Clinic yang telah memasuki tahun ke-9,” ujarnya dalam sambutan.


Ia menjelaskan, Feryal Clinic pertama kali berdiri pada 15 April 2017 di Jalan Anggrek, Makassar. Seiring waktu, klinik tersebut terus berkembang dan menghadapi berbagai tantangan, termasuk masa pandemi, hingga akhirnya melakukan transformasi dan ekspansi.


Pada 2022, Feryal Clinic mulai membuka cabang di Mamuju, Sulawesi Barat. Ekspansi berlanjut ke Toraja Utara pada 2023, dan Kota Palopo pada 2025.


“Perjalanan ini tidak mudah. Banyak tantangan yang kami lewati bersama tim manajemen. Namun, kami terus berupaya bertumbuh dan memberikan pelayanan terbaik,” jelasnya.


Pemindahan lokasi ke Jalan Adhyaksa, lanjutnya, merupakan respons atas berbagai masukan dari pelanggan, khususnya terkait keterbatasan fasilitas di lokasi sebelumnya.


“Kami mendengarkan berbagai masukan, mulai dari kebutuhan area parkir, keterbatasan tempat tidur, hingga jam pelayanan yang semakin panjang. Di lokasi baru ini, kami berupaya menjawab semua kebutuhan tersebut,” katanya.


Di lokasi baru, kapasitas tempat tidur meningkat dari sebelumnya tujuh unit menjadi sekitar 14–15 unit, termasuk satu ruang VIP. Selain itu, fasilitas parkir yang lebih luas serta penambahan tenaga medis dan tenaga kesehatan juga menjadi bagian dari peningkatan layanan.


Feryal Clinic juga terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, baik di dalam maupun luar negeri, guna menjaga standar pelayanan kesehatan.


“Kami terus meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, baik melalui pelatihan maupun pendidikan berkelanjutan, agar pelayanan yang diberikan semakin optimal,” ungkap Muh Arif.


Ia menambahkan, kehadiran Feryal Clinic tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk membuka lapangan kerja di Kota Makassar.


“Kami berharap kehadiran Feryal Clinic dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi pasien, tetapi juga bagi perekonomian daerah,” tuturnya.


Pada kesempatan tersebut, Muh Arif turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim manajemen, tenaga medis, dan karyawan yang telah berkontribusi dalam perjalanan Feryal Clinic.


Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pelanggan setia yang telah mendukung perkembangan klinik hingga saat ini.


“Pertumbuhan bukan hanya soal fasilitas atau angka, tetapi tentang dedikasi orang-orang di dalamnya yang bekerja dengan sepenuh hati. Terima kasih kepada seluruh tim dan pelanggan yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami,” pungkasnya. (*)

Selasa, 14 April 2026

Ketua IPSI Makassar Hj Umiyati Tekankan Soliditas di Raker Perdana

 


Nuansa Terkini Makassar,– Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar menggelar rapat kerja (Raker) perdana kepengurusan di Hotel Grand Imawan, Senin (13/4/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus IPSI Kota Makassar sebagai langkah awal dalam menyusun arah kebijakan dan program kerja organisasi.


Dalam sambutannya, Ketua IPSI Kota Makassar, Hj Umiyati, menekankan pentingnya menghadirkan gagasan terbaik dari masing-masing bidang dalam struktur kepengurusan.


Menurutnya, rapat kerja ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi serta merumuskan program kerja yang mampu mendorong kemajuan organisasi.


“Rapat kerja ini merupakan yang pertama dalam kepengurusan kami. Saya pribadi masih banyak belajar dan tentu sangat membutuhkan masukan dari seluruh pengurus,” ujar Hj Umiyati.


Ia berharap setiap bidang telah menyiapkan program kerja untuk dipaparkan dalam forum tersebut, sehingga dapat menjadi acuan dalam menjalankan kegiatan ke depan.


“Gagasan terbaik dari masing-masing bidang sangat dibutuhkan agar IPSI Makassar dapat memberikan yang terbaik, khususnya dalam pelaksanaan program kegiatan,” lanjutnya.


Hj Umiyati juga menekankan pentingnya menjaga soliditas dan kebersamaan antar pengurus demi kemajuan organisasi.


“Saya harapkan kita semua tetap solid dan saling mendukung untuk perkembangan IPSI Kota Makassar, termasuk dalam menjalankan program kerja di setiap bidang,” tegasnya.


Selain itu, ia menaruh harapan besar agar kepengurusan saat ini mampu melahirkan atlet-atlet pencak silat yang berprestasi di berbagai ajang.


“Kita ingin mencetak atlet-atlet silat yang mampu bersaing dan meraih prestasi di event-event, baik tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya. (*).





Senin, 13 April 2026

Perkuat Program Aku Hatinya PKK, TP PKK Makassar Bimtek Kader di Biringkanaya, Tamalanrea, dan Manggala



Nuansa Terkini Makassar,– Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kebun dan Aku Hatinya PKK di tiga kecamatan, yakni Biringkanaya, Tamalanrea, dan Manggala.


Kegiatan tersebut berlangsung di kantor kecamatan masing-masing pada Senin (13/4/2026) dan diikuti oleh Ketua TP PKK kelurahan serta para kader di wilayah tersebut.


Bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan kader PKK dalam mengelola kebun dan halaman rumah agar lebih produktif, sehat, dan bermanfaat bagi keluarga.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Pokja III TP PKK Kota Makassar. Dalam kegiatan ini, para pengurus memberikan materi terkait bimbingan teknis dalam membentuk kebun dan Aku Hatinya PKK.


Materi yang disampaikan mencakup indikator penting Kebun Aku Hatinya PKK, pemanfaatan halaman pekarangan, serta pengenalan konsep dapur B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman).


Ketua Bidang III TP PKK Kota Makassar, Prof. Hadijah Mahyuddin, menjelaskan bahwa kebun dalam konsep PKK melalui program Aku Hatinya PKK, pemanfaatan kebun lebih diarahkan pada tanaman yang memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan keluarga.


“Jenis tanaman yang dianjurkan antara lain sayuran, buah-buahan, tanaman obat keluarga (TOGA), serta tanaman hias produktif yang dapat menunjang gizi keluarga,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa pengelolaan kebun Aku Hatinya PKK utamanya melibatkan keluarga, khususnya ibu rumah tangga dan kader PKK, dengan dukungan masyarakat sekitar.


“Konsep Aku Hatinya PKK tidak hanya sebagai sumber pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi, peningkatan ekonomi keluarga, penghijauan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan mandiri pangan,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua Pokja III TP PKK Kota Makassar, Erieka Novianti, menjelaskan bahwa kebun PKK dan Halaman Aku Hatinya PKK memiliki sejumlah indikator yang harus dipenuhi.


Ia menyebutkan, kebun PKK minimal satu kebun di setiap kelurahan, sementara Halaman Aku Hatinya PKK minimal diterapkan di 10 rumah sebagai percontohan.


“Dalam indikatornya minimal terdapat unsur peternakan, perikanan, lumbung hidup, warung hidup, tanaman toga, tanaman keras, tanaman lainnya, serta pemanfaatan teknologi tepat guna,” jelasnya.


Selain itu, ia juga memaparkan indikator dapur B2SA serta integrasi Halaman Aku Hatinya PKK dengan Gerakan SI-HIJAU yang tengah digalakkan.


“Sepuluh rumah yang menjadi percontohan Halaman Aku Hatinya PKK nantinya juga akan menjadi bagian dari pelaksanaan Gerakan SI-HIJAU di lingkungan masyarakat,” ujarnya.


Erieka juga mengingatkan bahwa pelaksanaan bimtek ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi lomba Aku Hatinya PKK di tingkat provinsi bahkan nasional.


“Melalui kegiatan Bimtek ini, TP PKK Kota Makassar berharap kader PKK di tingkat kecamatan hingga kelurahan dapat mengimplementasikan program Aku Hatinya PKK secara lebih optimal di lingkungan masing-masing,” ujarnya.


Pada kesempatan tersebut, para pengurus TP PKK Kota Makassar juga menyempatkan diri mengunjungi kebun Aku Hatinya PKK di masing-masing kecamatan untuk melihat langsung implementasi program di lapangan.

BUKTI KUAT: SPPT PBB ATAS NAMA FARIDAH AMBO TANG BANTU BONGKAR DUGAAN SERTIFIKAT BODONG LABOLONG

 


Nuansa Terkini Pinrang,– 13 April 2026. Dugaan bahwa Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 129 atas nama Labolong adalah dokumen palsu atau "bodong" semakin terbukti kuat. 


Hal ini didukung dengan adanya dokumen resmi Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang tercatat jelas atas nama Farida Ambo Tang.

 

Dokumen pajak tersebut menjadi bukti administrasi negara yang sah bahwa tanah seluas lebih dari 1,5 hektar tersebut secara hukum fiskal adalah milik Ibu Farida, bukan pihak lain.

 

Data Lengkap Objek Pajak

 

Berdasarkan dokumen SPPT PBB tahun 2025 yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Pinrang, tercatat data sebagai berikut:

 

- Nama Wajib Pajak: FARIDAH AMBO TANG

- Nomor Objek Pajak (NOP): 73.15.010.008.012-0433.0

- Lokasi Tanah:- Lingkungan: Labili-Bili

- Desa/Kelurahan: Tellumpanua

- Kecamatan: Suppa

- Kabupaten: Pinrang

- Luas Tanah: 15.190 Meter Persegi (Sekitar 1,5 Hektar)

- Kelas Tanah: 086

- Nilai Jual Objek Pajak (NJOP): Rp 14.000 per meter persegi

- Total Nilai: Rp 212.660.000

- Pajak Terhutang: Rp 212.660 per tahun

 

Bukti Kepemilikan yang Sah

 

Dokumen ini sangat krusial karena menunjukkan bahwa secara administrasi pemerintahan dan perpajakan, bidang tanah tersebut sudah sangat lama dan terus menerus tercatat atas nama Farida Ambo Tang.

 

Hal ini sangat kontras dengan klaim yang ada pada SHM Nomor 129 atas nama Labolong. 


Jika tanah tersebut benar sudah bersertifikat atas nama Labolong, maka seharusnya nama yang tertera pada SPPT PBB juga adalah Labolong, bukan Farida Ambo Tang.

 

Memperkuat Tuduhan Sertifikat Bodong

 

Ketersediaan bukti pajak ini semakin memperkuat dugaan masyarakat bahwa SHM Nomor 129 yang beredar adalah dokumen yang tidak memiliki dasar hukum yang kuat atau bahkan palsu.

 

Diduga kuat, sertifikat tersebut diterbitkan secara sepihak, melompati prosedur, dan tidak memperhatikan data kepemilikan yang sudah tercatat jelas dalam administrasi negara, termasuk data perpajakan yang menjadi dasar pendapatan daerah.

 

Sorotan terhadap BPN Pinrang

 

Kasus ini kembali menyoroti kinerja Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pinrang yang dinilai tidak teliti. 


Bagaimana bisa sebuah sertifikat diterbitkan di atas tanah yang secara pajak sudah jelas pemiliknya, tanpa ada proses peralihan hak yang sah?

 

Publik menilai bahwa pihak BPN Pinrang seharusnya melakukan pengecekan silang data (cross check) dengan data pajak dan data administrasi desa sebelum menerbitkan sertifikat baru. 


Ketidaksesuaian data antara sertifikat dengan dokumen pajak ini menjadi indikator kuat bahwa ada kesalahan fatal atau upaya penyembunyian fakta yang dilakukan oleh oknum tertentu.

 

"SPPT PBB ini adalah bukti nyata bahwa kami yang menguasai dan memiliki hak atas tanah tersebut sejak dulu. 


Sertifikat atas nama orang lain yang muncul belakangan ini jelas-jelas aneh dan tidak sesuai dengan data negara," tegas pihak Kuasa Hukum Farida Ambo Tang.

 

Saat ini, dokumen asli SPPT PBB tersebut akan dijadikan alat bukti utama dalam upaya pembatalan sertifikat yang diduga bodong tersebut melalui jalur hukum maupun jalur administrasi di tingkat yang lebih tinggi. (Joy/Karca).

 

 

Andi Makmur Ajak Warga Optimis Proyek Jembatan Barombong, Tekankan Nilai Kemanusiaan dan Manfaat Jangka Panjang



Nuansa Terkini Makassar,– Pemerintah Kota Makassar mempercepat proses pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan kembar Barombong di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, dengan target clear and clean paling lambat Juni 2026. Proyek ini diharapkan menjadi solusi strategis untuk mengurai kemacetan sekaligus memperkuat konektivitas kawasan selatan dan barat kota.


Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi PKB DPRD Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, mengajak masyarakat untuk tetap optimis terhadap percepatan yang tengah dilakukan pemerintah, sekaligus melihatnya sebagai kepentingan bersama.


“Kita harus optimis. Komitmen pemerintah sudah terlihat jelas. Ini ibarat membuka simpul kemacetan—kalau satu titik terurai, dampaknya akan dirasakan luas oleh masyarakat. Memang ada proses yang harus dilalui, apalagi ini menyangkut tanah dan kepemilikan, jadi harus ada pendekatan kemanusiaan, masyarakat dihargai dan diberi kepastian yang adil,” ujarnya.


Ia menilai, jika proses pembebasan lahan dijalankan dengan baik dan transparan, maka manfaatnya tidak hanya pada kelancaran akses, tetapi juga berdampak secara ekonomis bagi masyarakat sekitar.


“Kalau ini berjalan baik, bukan hanya mengurai macet, tapi juga membuka peluang ekonomi baru. Kita harus melihat ini sebagai manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” jelasnya.


Andi Makmur juga mengajak masyarakat untuk memandang dukungan terhadap pembangunan ini sebagai bagian dari kontribusi untuk kepentingan publik yang lebih luas.


“Kalau niatnya untuk kemaslahatan bersama, ini bisa menjadi amal jariyah, karena manfaatnya akan terus dirasakan oleh banyak orang,” tegasnya.


Ia menambahkan, percepatan yang dilakukan pemerintah tetap harus terukur agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.


“Percepatan itu penting, tapi harus tetap kuat di dasar. membangun jembatan, fondasinya harus kokoh bukan hanya fisik, tapi fondasi sosialnya juga agar manfaatnya bisa bertahan lama,” pungkasnya.

Minggu, 12 April 2026

Kapolda Sulsel Pimpin Apel Gabungan dan Berikan Penghargaan kepada Personel Berprestasi



Nuansa Terkini Makassar,- Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., memimpin Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada personel berprestasi di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Senin (13/04/2026).


Kegiatan apel tersebut diikuti oleh Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama, serta seluruh personel gabungan Polda Sulsel. Pelaksanaan apel berlangsung khidmat sebagai wujud penghargaan institusi kepada anggota yang menunjukkan dedikasi dan keberanian dalam pelaksanaan tugas.


Pada kesempatan tersebut, penghargaan diberikan kepada Aipda Muhammad Sawir, personel Satlantas Polres Maros, atas aksi heroiknya dalam melindungi masyarakat. Ia dinilai berhasil mencegah aksi pengancaman dengan senjata tajam terhadap pengendara yang melintas di jalan poros Maros, meskipun menghadapi risiko dan perlawanan di lapangan.


Dalam sambutannya, Kapolda Sulsel menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kinerja, dedikasi, serta loyalitas yang telah ditunjukkan oleh personel dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


“Pemberian penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel Polda Sulawesi Selatan untuk terus meningkatkan kinerja, serta menjadi bagian dari pembinaan karier melalui sistem manajemen kinerja Polri,” ujar Kapolda.


Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa setiap anggota Polri memiliki peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh personel diharapkan senantiasa hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban.


“Tujuan kita satu, yakni memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada masyarakat. Tindakan tegas yang dilakukan dalam rangka melindungi masyarakat merupakan kewajiban kita sebagai anggota Polri,” tegasnya.


Dengan adanya pemberian penghargaan ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.

Jumat, 10 April 2026

Rakerda Pokja Bunda PAUD Makassar 2026, Rumuskan Inovasi Layanan PAUD Berkualitas



Nuansa Terkini Makassar,— Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Makassar menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 berlangsung di Hotel Novotel Makassar, Jumat (10/4/2026). 


Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan merumuskan program kerja peningkatan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Makassar.


Rakerda tersebut dihadiri Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar Titin Florentina P, serta para Bunda PAUD kecamatan se-Kota Makassar dan perwakilan lintas sektor terkait.


Dalam sambutannya, Melinda Aksa menyampaikan bahwa Rakerda Pokja Bunda PAUD merupakan momentum penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD di Kota Makassar.


“Tema yang diangkat pada Rakerda tahun ini, yakni membangun sinergi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas PAUD di Kota Makassar, merupakan langkah strategis yang sangat relevan dengan tantangan pengembangan pendidikan anak usia dini saat ini,” ujarnya


Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas PAUD tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi kuat dari berbagai pihak.


“Mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, hingga peran aktif keluarga, semuanya memiliki peran penting dalam mendukung layanan PAUD yang berkualitas,” ujarnya.


Sinergi lintas sektor tersebut, kata dia, menjadi kunci dalam memastikan anak-anak memperoleh layanan yang holistik dan integratif, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi hingga perlindungan anak.


“Hal itu penting karena anak usia dini merupakan fondasi masa depan Kota Makassar yang harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya,” tegasmya.


Melalui Rakerda ini, Melinda Aksa berharap seluruh peserta dapat melakukan evaluasi terhadap program-program yang telah dijalankan sebelumnya serta merumuskan langkah-langkah yang lebih inovatif ke depan.


Melinda juga mengajak seluruh anggota Pokja Bunda PAUD Kota Makassar serta Bunda PAUD kecamatan untuk terus memperkuat koordinasi dan meningkatkan kapasitas dalam menjalankan program-program PAUD.


“Berbagai terobosan yang dihasilkan diharapkan mampu menjawab tantangan zaman serta mendorong terwujudnya generasi emas Makassar yang cerdas, sehat, dan berkarakter. Melalui forum ini, mari kita memastikan anak-anak Kota Makassar mendapatkan layanan terbaik sebagai bekal mereka menuju masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman menambahkan, salah satu fokus utama yang perlu diperkuat adalah layanan PAUD Holistik Integratif yang melibatkan berbagai sektor, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.


“Dengan keterlibatan lintas sektor, layanan PAUD holistik integratif dapat berjalan lebih maksimal dan menyentuh seluruh aspek kebutuhan anak usia dini,” jelasnya.


Selain itu, peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan PAUD juga menjadi perhatian utama Dinas Pendidikan Kota Makassar.


Selain itu, sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk membangun pendidikan karakter anak sejak usia dini.


“Kita yakin anak-anak adalah generasi masa depan, sehingga mereka membutuhkan sentuhan pendidikan karakter yang kuat melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan masyarakat,” tambahnya.


Pada kesempatan tersebut, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar Titin Florentina P juga memaparkan berbagai capaian program dan inovasi yang telah dijalankan selama tahun 2025.


Selain itu, Titin juga memaparkan visi, misi, serta rancangan program kerja Pokja Bunda PAUD Kota Makassar untuk tahun 2026.


“Visi kita mambangun fondasi kuat untuk generasi emas Indonesia melalui pendidikan anak usia dini yang holistik dan bermutu,” ujarnya.


Adapun sejumlah program prioritas yang dirancang pada tahun 2026 antara lain perluasan PAUD negeri dengan pembangunan lembaga baru di kecamatan yang belum memiliki PAUD negeri.


“Targetnya adalah penambahan minimal satu PAUD negeri baru guna memperluas akses layanan pendidikan anak usia dini,” jelasnya.


Selain itu, lanjutnya, program peningkatan kapasitas guru PAUD melalui berbagai pelatihan juga menjadi agenda penting dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik.


“Program lainnya yakni implementasi wajib belajar PAUD satu tahun bagi anak usia 5–6 tahun, serta penguatan peran Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan dalam mendorong optimalisasi layanan pendidikan anak usia dini di Kota Makassar,” tambahnya.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama para peserta lintas sektor untuk menyampaikan masukan dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan layanan PAUD di Kota Makassar.

Kamis, 09 April 2026

Sinergitas TNI–Polri, Kapolres Gowa Ucapkan Dirgahayu ke-80 TNI AU

 


Nuansa Terkini Makassar,- Kepala Kepolisian Resor Gowa Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K, M.Si bersama staf dan jajaran menyampaikan ucapan Dirgahayu ke-80 kepada TNI Angkatan Udara, pada Kamis 9 April 2026.


Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan dan dukungan terhadap pengabdian TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Peringatan tahun ini mengusung tema “Dirgahayu ke-80 TNI Angkatan Udara. Pengabdian Tanpa Batas, TNI AU AMPUH, Indonesia Maju.” 


Tema tersebut mencerminkan dedikasi tanpa henti prajurit TNI AU dalam melaksanakan tugas negara serta peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional.


Kapolres Gowa menegaskan bahwa sinergitas TNI–Polri merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Atas nama keluarga besar Polres Gowa, kami mengucapkan Selamat Dirgahayu ke-80 TNI Angkatan Udara. Semoga semakin profesional, modern, dan terus bersinergi bersama Polri dalam menjaga keutuhan NKRI serta mewujudkan Indonesia maju,” ungkapnya.


Ucapan ini menjadi simbol kuatnya soliditas dan kebersamaan antara TNI dan Polri dalam mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.


Humas Polres Gowa

Pemkot Makassar Peduli Lingkungan, Sekda Zulkifly Minta CSR Korporasi hingga ke Kepulauan

 




Nuansa Terkini Makassar,- Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly memimpin rapat pembahasan kerja sama dalam bentuk program Corporate Social Responsibility (CSR) pada Pulau Kodingareng Keke, Kelurahan Kodingareng, Kecamatan Sangkarrang di Ruang Rapat Sekda Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (8/4).


Diketahui, Perusahaan PT. Tiran Wisata Sangkarrang atau TWS akan menyalurkan CSR pada Pulau Kodingareng Keke. Rencananya, manajemen perusahaan akan dijadwalkan bertemu dalam rapat pertemuan tindaklanjut pemberian CSR dengan jajaran Pemkot Makassar.


Sekda Makassar Andi Zulkifly mengatakan pihaknya sangat mendukung korporasi atau perusahaan menyalurkan CSR sebagai bentuk tanggung jawab sosial di masyarakat. Termasuk, mereka yang ada di kepulauan. 


"Pertemuan dengan TWS itu membahas soal CSR, nah ini kita dorong bagaimana setiap perusahaan atau korporasi itu inisiatif menyalurkan CSR karena itu bentuk tanggungjawab mereka ke warga," ungkap Sekda Zulkifly.


Terkait pertemuan bersama manajemen TWS selanjutnya, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu meminta data dan bahan terutama terkait rencana program CSR yang akan dijalankan di pulau Kodingareng Keke.


“Kita akan menjadwalkan pertemuan dengan TWS. Sebelum itu, saya minta seluruh perangkat daerah terkait menyiapkan bahan finalisasi, khususnya terkait perencanaan CSR yang akan mereka kontribusikan di pulau,” ujarnya.


Sekda Zulkifly menekankan, seluruh rencana yang disusun harus disesuaikan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, termasuk aspek pengelolaan aset daerah dan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


“Setiap bentuk kontribusi, khususnya jasa atau pembangunan fisik, wajib dicatat sebagai aset pemerintah sesuai hasil pemeriksaan BPK. Karena itu, skema kerja samanya harus disusun dengan cermat dan tidak melanggar aturan,” tegasnya.


Lebih lanjut, Andi Zulkifly menilai fokus kerja sama CSR di Pulau Kodingareng Keke sebaiknya diarahkan pada aspek konservasi ekosistem laut dan perlindungan pulau dari abrasi.


“Yang paling tepat adalah pada poin konservasi ekosistem laut. Misalnya pembangunan penahan ombak (breakwater) untuk melindungi pulau dari abrasi,” jelasnya.


Ia juga membuka kemungkinan program lain melalui CSR, seperti pembangunan dermaga, pos pengawasan, maupun fasilitas penunjang kebersihan pulau, sepanjang sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah dan regulasi yang berlaku.


“Kalau memang ada pembangunan fisik seperti dermaga, itu bisa masuk dalam skema CSR, tetapi tetap harus mengacu pada aturan, termasuk regulasi dari Kementerian Perhubungan,” ungkapnya


“Kita siapkan dulu MoU sebagai payung kerja sama, dengan fokus pada konservasi lingkungan laut. Nanti detail teknisnya akan ditindaklanjuti setelah ada kejelasan program yang akan dilaksanakan,” pungkasnya. (*)

Lewat Kajian Islam, Melinda Aksa Ajak Pengurus PKK Aktifkan Kelompok Pemandi Jenazah



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mendorong aktifnya kelompok pemandi jenazah di setiap kelurahan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan kajian Islam yang digelar di Masjid Agung 45 Makassar, Kamis (9/11/2026).


Menurut Melinda, keberadaan kelompok pemandi jenazah sangat penting untuk membantu masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan bantuan saat terjadi musibah kematian.


Ia menyampaikan, TP PKK Kota Makassar melalui Pokja I berencana kembali menggelar bimbingan teknis (bimtek) memandikan jenazah bagi para pengurus di tingkat kecamatan dan kelurahan.


“Ke depan saya ingin di setiap kelurahan ada kelompok pemandi jenazah yang sudah siap nyata membantu warga, terutama yang kurang mampu, itulah  fungsi dari bimtek dan fungsi dari PKK yang hadir memberikan manfaat bagi warga,” ujarnya.


Selain membahas rencana program tersebut, Melinda juga mengapresiasi kehadiran para pengurus PKK yang mengikuti kegiatan kajian Islam yang digelar oleh Pokja I TP PKK Kota Makassar.


“Terima kasih kepada ibu-ibu yang telah hadir, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin untuk meningkatkan pemahaman keagamaan para pengurus PKK,” ujarnya.


Melinda juga mengingatkan agar ilmu yang diperoleh dari kajian tidak hanya didengar, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. “Mudah-mudahan apa yang kita dapatkan hari ini bisa kita masukkan dan kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.


Sementara itu, kajian Islam perdana TP PKK Kota Makassar tahun 2026 ini menghadirkan penceramah Ustaz Dr. Iqbal Gunawan yang membawakan materi tentang keutamaan adab dan sunnah dalam kehidupan sehari-hari.


Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus TP PKK Kota Makassar, ketua dan pengurus inti TP PKK kecamatan dan kelurahan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan dalam organisasi PKK.

Ketua TP PKK Makassar Ajak Kader Aktif Pilah Sampah dari Rumah Tangga



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mengajak seluruh elemen TP PKK se-Kota Makassar untuk aktif memilah sampah mulai dari lingkungan rumah tangga. 


Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan kajian Islam TP PKK Makassar yang digelar di Masjid Agung 45 Makassar.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh para ketua dan pengurus inti TP PKK kecamatan dan kelurahan se-Kota Makassar. Pada momentum tersebut, Melinda Aksa kembali mengingatkan perhatian utama pengurus PKK yakni terlibat aktif mendukung pengelolaan sampah.


“Tahun ini Pemerintah Kota Makassar kembali memfokuskan perhatian pada pengelolaan sampah, mengingat volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terus meningkat. Kita harus mendukung program ini,” ujarny.


Ia yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga ke hilir.


“Perubahan besar dalam pengelolaan sampah harus dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari oleh masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh pengurus PKK untuk mulai membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah tangga.


Ia menekankan bahwa pengurus PKK harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam menerapkan kebiasaan memilah sampah di lingkungan masing-masing.


“Jangan sampai kita mengajak orang lain, tapi kita sendiri belum melakukannya di rumah. Dengan memberikan contoh secara langsung, diharapkan masyarakat juga lebih mudah mengikuti kebiasaan tersebut,” ujarnya.


Melinda menjelaskan bahwa ada banyak cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengelola sampah rumah tangga.


“Banyak cara dalam mengelola sampah seperti membuat lubang biopori, menggunakan komposter untuk mengolah sampah organik, hingga memanfaatkan maggot sebagai alternatif pengolahan sampah. Nanti kami akan sosialisasikan kembali caranya,” jelasnya.


Menurutnya, langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.


“Jika dilakukan secara konsisten oleh masyarakat, saya yakin upaya ini mampu memberikan dampak besar terhadap pengurangan volume sampah di Kota Makassar,” ujarnya.


Melalui keterlibatan aktif TP PKK hingga tingkat kelurahan, Melinda berharap kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dapat semakin meningkat.