Sabtu, 28 Februari 2026

Komunitas Jemaah Subuh Nipa-Nipa dan Camat Manggala Berbagi Berkah dengan Kaum Duafah

 


Nuansa Terkini Makassar,- Komunitas jemaah subuh Nipa-Nipa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar berbagi berkah kepada kaum duafah di kecamatan tersebut, Minggu (1/3/2026).


Camat Manggala, Ahmad Nongko mengaku merasa terbantu dengan adanya kegiatan berbagi berkah komunitas subuh tersebut.


"Alhamdullilah kami sangat apresiasi kegiatan seperti ini, karena ini dapat membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu, apalagi bulan Ramadan seperti ini,"ujar Ahmad di Kantor Camat Manggala, Minggu (1/3/2026) sore.


Ahmad mewanti-wanti acar pembagian sedekah seperti ini tepat sasaran. Penerimanya perlu di seleksi ketak agar tidak salah sasaran.


"Penerimanya harus yang miskin ekstrem, terutama janda-janda yang ditinggal suaminya. Serta yang kerja-kerja serabutan yang penghasilannya tidak menentu,"imbuhnya.


Ahmad berharap kegiatan sedekah seperti ini tidak hanya berhenti sampai di bulan ramadan saja. Dia berharap ini menjadi agenda rutin jemaah subuh dan komunitas-komunitas lainnya di Kecamatan Manggala.


"Alhamdullilah mudah-mudahan ada lagi tahap berikutnya dan akan berlangsung secara terus menerus ke depannya,"harapnya.


Senada dengan Camat Manggala, Ketua Komunitas Jemaah Subuh Nipa-nipa Hasmin Badoa menyebut penerima sedekah ini betul-betul memang yang memiliki penghasilan rendah.


"Inilah yang menjadi tujuan dari kegiatan ini. Yakni membantu mereka yang kurang mampu. Walau pun nilainya kecil tetapi harapannya ini akan berkesinambungan ke depan,"ujar Hasmin.


Awalnya berbagi sedekah ini kata Hasmin tidak direncanakan matang, karena hanya mengalir saat berbicara di warkop usai sholat subuh.


"Sebenarnya tidak ada yang menginisiasi hanya karena faktor kita sering kumpul-kumpul, timbullah ide berbagi kepada yang membutuhkan,"tuturnya.


"Berbagi di bulan Ramadan itu pastinya untuk mendapatkan padahal dan berkah dai Allah SWT,"tambahnya.


Dia berharap mudah-mudahan ke depannya penyumbang semakin bertambah agar penerimanya juga semakin bertambah,"harapnya.


Sementara salah satu penerima sedekah Dg Basse yang diwakili menantunya Wana, mengaku sangat bersyukur sekali dan sangat terbantu dengan sedekah ini.


"Ini sangat membantu, apalagi saat ini perekenomian lagi tidak bagus-bagusnya, barang, makanan, Sembako semua mahal. Dengan adanya bantuan ini sangat bermanfaat sekali,"ucap Wana.

Jumat, 27 Februari 2026

Dua Pelaku Pembusuran di Pallangga Diamankan, Polres Gowa Tegaskan Komitmen Berantas Kejahatan Jalanan

 


Nuansa Terkini Gowa, – Kepolisian Resor Gowa menggelar rilis resmi terkait pengungkapan kasus pembusuran yang sempat viral di media sosial dan meresahkan masyarakat. Peristiwa terjadi di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.


Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, menyampaikan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja cepat jajaran kepolisian setelah adanya laporan masyarakat dan pemberitaan yang ramai di ruang publik.


“Pada malam hari ini, Polres Gowa menyampaikan rilis terkait aksi pembusuran yang sempat viral beberapa waktu lalu di Kecamatan Pallangga,” ujar Kapolres saat press rilis, Sabtu (28/02/2026).


Ia menjelaskan, tim gabungan Unit Resmob Satreskrim Polres Gowa, bersama Kamneg Sat Intelkam Polres Gowa, berhasil mengamankan dua terduga pelaku. 


Kedua pelaku yang diamankan itu, berinisial FJ dan RF, masing-masing berusia 17 tahun. 


“Aksi ini berhasil kami ungkap setelah adanya laporan polisi serta viralnya pemberitaan. Korban mengalami luka akibat busur panah di bagian tangan kanan,” ungkapnya.


Kapolres menegaskan, bahwa kedua pelaku diamankan berstatus anak di bawah umur. Meski demikian, proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.


Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua anak busur panah, satu ketapel, serta satu senjata tajam jenis pisau.


Terkait motif, Kapolres Gowa menegaskan bahwa aksi pembusuran tersebut tidak dilatarbelakangi dendam pribadi.


“Motifnya adalah target acak. Para pelaku melakukan konvoi dan melakukan pembusuran tanpa target tertentu, setelah sebelumnya mengonsumsi minuman keras,” tegasnya.


Sementara itu, Pelaksana Tugas Kasat Reskrim Polres Gowa, Iptu Arman Tarru, menyampaikan bahwa para tersangka dijerat dengan pasal khusus karena masih berusia di bawah umur.


“Pasal yang kami persangkakan adalah Pasal 80 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak terkait kekerasan terhadap anak, dengan ancaman hukuman 5 hingga 15 tahun penjara,” jelasnya.


Penegasan Komitmen Kepolisian


Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Muhammad Aldy Sulaiman, mengatakan, Polres Gowa berkomitmen penuh untuk menindak tegas segala bentuk kejahatan, khususnya kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.


“Sesuai arahan Kapolda Sulawesi Selatan, Polres Gowa akan terus menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan menjadikan Kabupaten Gowa sebagai wilayah yang tidak aman bagi para pelaku kejahatan, khususnya kejahatan jalanan,” tegasnya.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap informasi atau menjadi korban tindak pidana dengan menghubungi layanan kepolisian di nomor darurat 110.

Sekda Makassar: Andi Muhammad Yasir Teladan Birokrat Berdedikasi Tinggi

 


Nuansa Terkini Makassar,- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, menyampaikan duka dan penghormatan mendalam atas wafatnya Asisten 1 Pemkot Makassar, Andi Muhammad Yasir. 


Sekda Zulkifly menilai almarhum Andi Muhammad Yasir sebagai salah satu pamong terbaik yang pernah dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.


Menurut Mantan Camat Ujung Pandang itu, sosok Andi Muhammad Yasir dikenal sebagai aparatur sipil negara yang berdedikasi tinggi, berintegritas, serta konsisten menjaga profesionalisme dalam setiap amanah jabatan yang diembannya.


“Beliau itu salah satu pamong terbaik di pemerintahan Kota Makassar. Dari camat, sudah keliling di berbagai dinas. Saya pribadi banyak belajar dari beliau tentang pemerintahan,” cetus Sekda Zulkifly, Sabtu (28/2).


Sekda Zulkifly menuturkan, selama berkarier di lingkungan Pemkot Makassar, almarhum menunjukkan keteladanan dalam kepemimpinan maupun etika birokrasi. Karir dimulai dari tingkat bawah.


Karir Opu Yasir--sapaan akrab Andi Muhammad Yasir--mulai dari lurah, camat, hingga dipercaya mengemban amanah sebagai kepala dinas dan akhirnya menjadi Asisten I Pemkot Makassar. Pengalaman panjang itu membuatnya dikenal luas sebagai birokrat dengan segudang ilmu dan wawasan pemerintahan.


Sekda Zulkifly momen terakhir kebersamaan mereka saat rapat, sebelum almarhum bertolak ke Medan untuk menghadiri kegiatan Apeksi mewakili Wali Kota. Sepulang dari tugas tersebut, kabar duka datang setelah almarhum dirawat di rumah sakit.


“Setelah rapat, beliau mewakili Pak Wali ke Medan. Setelah pulang, kami dapat kabar beliau masuk rumah sakit. Tidak lama kemudian, beliau berpulang,” tuturnya.


Banyak kenangan terukir selama bertugas bersama. Keduanya pernah sama-sama menjabat di wilayah berbeda, berkoordinasi lintas dinas


Di luar tugas formal, kebersamaan juga terjalin lewat diskusi santai dan momen ngopi bersama, di mana almarhum kerap berbagi nasihat dan pengalaman.


Sebagai salah satu pejabat paling senior di lingkup Pemkot Makassar, almarhum sejatinya dijadwalkan memasuki masa purna tugas pada Mei mendatang.


Lebih lanjut, Zulkifly menilai kehilangan ini bukan hanya dirasakan oleh keluarga besar almarhum, tetapi juga oleh seluruh jajaran Pemkot Makassar. Pasalnya, kontribusi dan gagasan yang telah diberikan Andi Muhammad Yasir menjadi bagian dari perjalanan pembangunan kota.


Ia juga mengenang almarhum sebagai pribadi yang sederhana dan terbuka terhadap masukan. Dalam berbagai forum internal, almarhum kerap mendorong pentingnya inovasi pelayanan publik serta penguatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.


“Beliau selalu mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah. Orientasi utama seorang pamong adalah kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi,” kata Zulkifly.


Atas nama Pemerintah Kota Makassar, Zulkifly menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap keluarga diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi duka tersebut.


“Semoga Allah Swt. menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” tutupnya.


Diketahui, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andi Muhammad Yasir, berpulang pada Sabtu (28/2) sekitar pukul 06.55 Wita di RSKD Dadi, Jalan Lanto Daeng Pasewang.


Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pemerintah Kota Makassar.


Sosoknya dikenal sebagai pamong senior yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk pemerintahan.


Prosesi pelepasan jenazah akan dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. 


Setelah upacara pelepasan, jenazah akan dibawa ke Masjid Raya Makassar untuk disalatkan, sebelum dimakamkan di TPU Panaikang.


Pantauan di rumah duka menunjukkan banyak pejabat dan pegawai Pemkot Makassar yang datang melayat. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa almarhum bukan hanya seorang atasan, tetapi juga mentor dan sahabat bagi banyak orang. (*)

Cap Go Meh dan Ramadan Berpadu, Munafri Tekankan Jaga Toleransi Sebagai Kekuatan Utama



Nuansa Terkini Makassar, — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya menjaga toleransi dan merawat kebersamaan dalam keberagaman saat pagelaran Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026, yang digelar di Jalan Sulawesi, tepatnya di perempatan Jalan Timor, Kota Makassar, Sabtu (28/2/2026) sore.


Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat persaudaraan lintas etnis dan agama, Munafri menyampaikan bahwa Festival Jappa Jokka Cap Go Meh bukan sekadar perayaan budaya, tetapi telah menjadi simbol kuat persatuan masyarakat Kota Makassar.


Menurutnya, festival Jappa Jokka Cap Go Meh bukan sekadar perayaan budaya, tetapi telah menjadi simbol keberagaman dan persatuan masyarakat Kota Makassar.


"Kegiatan ini telah menjadi ruang perjumpaan budaya yang mempererat persaudaraan lintas etnis, agama, dan tradisi, di Kota Makassar," ujar Munafri.


Ia menambahkan, penyelenggaraan festival tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum Bulan Suci Ramadan. 


Perpaduan dua perayaan yang sarat makna tersebut, menurutnya, menjadi gambaran nyata harmonisasi kehidupan masyarakat Makassar.


"Tahun ini, penyelenggaraan festival terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum Bulan Suci Ramadan. Tema yang diangkat, 'Harmony in Light', menggambarkan perpaduan indah antara cahaya lampion Cap Go Meh dan cahaya spiritual Ramadan," jelasnya.


Tema tersebut, lanjut Munafri, mengandung pesan mendalam bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan masyarakat dalam harmoni dan toleransi. 


Cahaya lampion dan cahaya spiritual Ramadan menjadi simbol bahwa keberagaman dapat berjalan beriringan dalam semangat saling menghormati.


Pria yang akrab disapa Appi, juga menegaskan bahwa sejak dahulu Kota Makassar dikenal sebagai kota yang terbuka dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman. 


Masyarakatnya hidup berdampingan dengan semangat saling menghormati, saling menghargai, dan saling menjaga satu sama lain.


"Nilai-nilai inilah yang terus kita pelihara agar kota ini tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua," tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Appi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Permabudhi, seluruh panitia, relawan, serta masyarakat yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. 


Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM, seniman, dan pelaku industri kreatif di Kota Makassar.


Melalui kegiatan seperti Festival Jappa Jokka Cap Go Meh, Pemerintah Kota Makassar juga berupaya memperkuat citra Makassar sebagai kota wisata budaya yang kaya akan tradisi dan kearifan lokal. 


Munafri berharap festival ini dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin besar serta mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.


"Momentum kebersamaan seperti ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keberagaman adalah anugerah," tuturnya. 


"Dengan semangat persaudaraan dan gotong royong, kita dapat menjaga kedamaian serta membangun Kota Makassar menjadi kota yang maju, inklusif, dan harmonis," sambung Munafri.


Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan festival tersebut sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkuat toleransi, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan tradisi yang dimiliki bersama.


"Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, meriah, dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat," pungkasnya. 

Kamis, 26 Februari 2026

Sekda Makassar Pimpin Rapat Persiapan IGS 2026, Targetkan Promosi Investasi dan Pariwisata

 



Nuansa Terkini Makassar,— Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, memimpin rapat koordinasi terkait persiapan pelaksanaan IGS (Indonesia Gastrodiplomacy Series) 2026 Diplomatic Tour Makassar 2026 yang akan digelar di Kota Makassar di Ruang Rapat Sekda, Kantor Balai Kota Makassar, Jumat (27/2).


Kegiatan berskala internasional tersebut diperkirakan dihadiri delegasi dari sekitar 31 negara bagian dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).


Sekda Makassar, Andi Zulkifly menyampaikan agenda tersebut merupakan kegiatan baru bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan berawal dari kunjungan Wali Kota Makassar ke Wakil Menteri Luar Negeri di Jakarta.


“Kegiatan ini rapat koordinasi terkait pelaksanaan IGS 2026 berawal dari kunjungan Wali Kota ke Wakil Menteri Luar Negeri di Jakarta. Dari pertemuan itu digagas agar Makassar menjadi tuan rumah tahun ini,” ujar Andi Zulkifly.


Ia menjelaskan, IGS merupakan agenda tahunan yang sebelumnya digelar Nusa Tenggara Barat (NTB) 2025. Namun, untuk tahun 2026, Makassar ditunjuk sebagai tuan rumah tanpa melalui proses perencanaan awal di tingkat daerah.


“Karena kegiatan ini tidak masuk dalam perencanaan sebelumnya, maka kita perlu merapatkan secara teknis. Kita harus melihat program-program di setiap SKPD yang bisa mendukung pelaksanaan kegiatan ini,” jelasnya.


Menurutnya, kehadiran puluhan delegasi negara menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan potensi investasi, pariwisata, serta produk unggulan daerah.


“Kita memang akan mengeluarkan anggaran, tetapi kita berharap ada dampak investasi yang bisa ditangkap. Ini peluang emas untuk memperlihatkan potensi Makassar kepada para delegasi dan pelaku usaha dari berbagai negara,” tegasnya.


Sekda Zulkifly memberikan perhatian ke sejumlah aspek teknis yang harus segera dipastikan, mulai dari jadwal pelaksanaan yang ditargetkan sebelum 30 Maret 2026, hingga kebutuhan akomodasi, transportasi, konsumsi, dan agenda kegiatan selama para tamu berada di Makassar.


Ia memperkirakan jumlah peserta dan rombongan bisa mencapai 150 orang, termasuk perwakilan SKPD dan pendamping delegasi.


“Hal yang paling krusial adalah anggaran, terutama untuk akomodasi dan transportasi. Perlu diperjelas apakah hotel, kendaraan, konsumsi, dan seluruh kebutuhan rombongan menjadi tanggungan kita. Semua harus dirancang secara detail,” katanya.


Selain itu, Andi Zulkifly meminta agar konsep kegiatan, seperti city tour, kunjungan ke destinasi wisata, sentra UMKM, hingga agenda gastronomi dan kebudayaan, disusun secara terstruktur sebelum tim pusat melakukan peninjauan.


“Buat dulu model kegiatannya. Mau dibawa ke mana para delegasi, kunjungan ke UMKM mana, destinasi apa, kegiatan budaya seperti apa, itu harus sudah ada catatannya. Jadi ketika tim datang, kita sudah siap dengan skema yang jelas,” ujarnya.


Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu juga membuka kemungkinan digelarnya forum investasi sebagai bagian dari rangkaian IGS 2026. Ia meminta perangkat daerah terkait, termasuk Bappeda dan dinas teknis, menyiapkan peta potensi dan materi promosi investasi.


“Kalau memang ada forum investasi, berarti harus ada kesiapan bahan. Peta potensi investasi harus disiapkan dengan baik. Kemasan acaranya juga harus menyesuaikan,” tuturnya.


Ia menambahkan, setiap kegiatan nantinya akan dibagi sesuai kewenangan masing-masing SKPD, dengan penanggung jawab yang jelas agar koordinasi berjalan efektif.


“Kegiatan ini akan dibagi sesuai kewenangan SKPD. Harus ada penanggung jawab di setiap agenda, termasuk penghubung untuk masing-masing delegasi negara agar mobilisasi, jadwal, dan akomodasi berjalan lancar,” katanya.


Pada kesempatan itu, Sekda Zulkifly menunjuk Asisten III Setda Kota Makassar sebagai ketua tim pelaksana, sementara Bagian Kerja Sama bertindak sebagai sekretariat.


Ia menargetkan rapat lanjutan digelar sebelum 30 Maret 2026 untuk mematangkan konsep dan memastikan dukungan anggaran dari masing-masing perangkat daerah.


“Di rapat kedua nanti, semua SKPD sudah menyampaikan konsep dukungannya. Saya minta ini menjadi perhatian serius. Kita ingin Makassar tampil sebagai tuan rumah yang baik di tingkat internasional,” tegas Andi Zulkifly.


Ia pun mengingatkan agar tim segera membentuk grup koordinasi guna mempercepat komunikasi dan memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai jadwal.


“Ini peluang emas bagi Makassar untuk menunjukkan diri sebagai salah satu kota terbaik di Indonesia dalam penyelenggaraan event internasional. Saya harap kita semua bekerja maksimal,” pungkasnya. (*)


Pemkot Makassar Matangkan Transisi Pengelolaan Pasar Butung, Gandeng APH Berjalan Tertib

 


Nuansa Terkini Makassar,- Upaya penyelesaian polemik pengelolaan Pasar Butung terus dimatangkan Pemerintah Kota Makassar. Sebelum dikelola oleh Perumda pasar, maka duduk bersama pihak penegak hukum. 


Tak sekadar wacana, langkah konkret kini ditempuh dengan membangun sinergi lintas sektor guna memastikan proses transisi berjalan tertib, aman, dan sesuai koridor hukum.


Bertempat di Balai Kota Makassar, Jumat (27/2/2026), Pemkot Makassar menggelar rapat koordinasi bersama jajaran kepolisian untuk membahas langkah strategis pengelolaan Pasar Butung di Kecamatan Wajo agar dapat dikelola secara resmi oleh Perumda Pasar Makassar Raya.


Rapat tersebut dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan dihadiri Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Rise Sandiyantanti. 


Turut hadir pula Kabag Hukum Pemkot Makassar, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Inspektorat, serta jajaran direksi Perumda Pasar.


Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pertemuan ini, untuk menyatukan persepsi terkait proses pelaksanaan pengelolaan Pasar Butung.


"Pertemuan ini untuk menyatukan persepsi terhadap bagaimana proses pelaksanaan yang menyangkut pengelolaan di Pasar Butung," jelasnya.


Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam merumuskan langkah hukum, administrasi, serta pengamanan di lapangan guna menghindari potensi gesekan. 


Pemkot Makassar menegaskan komitmennya menghadirkan tata kelola pasar yang profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan pedagang maupun masyarakat luas.


Melalui koordinasi intensif ini, diharapkan polemik yang selama ini bergulir dapat segera menemukan titik terang. 


Sekaligus memastikan Pasar Butung dikelola secara sah di bawah kewenangan pemerintah daerah demi kepastian hukum dan stabilitas aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.


Menurut Appi, pembahasan ini bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, komunikasi dan pertemuan telah beberapa kali digelar. 


Termasuk koordinasi langsung dengan Kapolres Pelabuhan Makassar guna memastikan kejelasan alur dan langkah yang akan ditempuh pemerintah.


"Beberapa kali sudah kita lakukan pertemuan, dan kami juga meminta pihak Kapolres Pelabuhan untuk bersama-sama memastikan seperti apa alur yang akan kita jalankan," ujarnya.


Munafri menjelaskan, hasil rapat koordinasi ini, diharapkan menjadi landasan bersama dalam menangani polemik yang ada. 


Sehingga, setiap langkah yang diambil memiliki dasar yang kuat dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.


"Ini akan menjadi hasil meeting yang bisa menjadi landasan kita untuk menangani kasus ini seperti apa, jadi duduk bersama," tuturnya. 


"Sehingga tidak ada kesalahan administrasi, tidak ada salah kaprah di dalamnya, dan tidak ada perbuatan yang bisa merugikan salah satu pihak," lanjutnya.


Ia menekankan, pendekatan yang dilakukan Pemerintah Kota bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan memahami kondisi eksisting dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Karena itu, dialog terbuka dan mediasi dinilai menjadi kunci penyelesaian.


Menurutnya, perbedaan sudut pandang yang ada harus dimediasi dengan baik agar pemerintah dapat mengambil posisi secara tepat dan bertanggung jawab.


Persoalan ini punya sisi perbedaan sudut pandang yang memang harus dimediasi dengan baik, sehingga Pemerintah Kota mampu memposisikan diri pada kondisi ini. 


"Ketika kondisi tertentu di dalamnya, kami juga harus mampu mempertanggungjawabkannya sebagai aset yang dimiliki oleh Pemerintah Kota," jelasnya.


Munafri juga menyampaikan harapannya agar Polres Pelabuhan Makassar dapat memfasilitasi pertemuan lanjutan dengan menghadirkan pihak koperasi yang terlibat, sehingga seluruh pihak dapat duduk bersama dalam satu forum resmi.


"Mungkin dari Polres Pelabuhan bisa menjadi fasilitator untuk menghadirkan juga dari pihak pengelola sebelumnya, pihak Koperasi supaya semua bisa terbuka," imbuh Appi.


"Saya berharap bisa mengatur waktu kapan kita sepakat duduk sama-sama lagi untuk memastikan alur diskusinya," tambah Appi, menutup rapat koordinasi. (*)




Polres Pinrang Hadir di Tengah Masyarakat, Personil Polres Pinrang Bagi Takjil Jelang Berbuka Puasa



Nuansa Terkini Pinrang, - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat di Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Bag SDM Polres Pinrang bersama SI Dokkes Polres Pinrang melaksanakan kegiatan pembagian takjil  Jelang Buka Puasa kepada masyarakat pengguna jalan yang melintas di depan Mapolres Pinrang, Jumat (27/02/2026) Sore.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Pinrang Kompol Sulaeman, S.H., didampingi personel Polres Pinrang serta Pengurus Bhayangkari Cabang Pinrang. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, khususnya bagi warga yang masih berada dalam perjalanan menjelang waktu berbuka.


Di sela-sela kegiatan, personel Polres Pinrang turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa tertib berlalu lintas dan mematuhi peraturan yang berlaku demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Pinrang.

Polres Pinrang Gelar Kurvei, Pimpin Langsung Penataan Lingkungan Mako

 



Nuansa Terkini Pinrang, 27 Februari 2026 – Personel Polres Pinrang menggelar kegiatan kurvei di lingkungan Markas Komando (Mako) pada Jumat pagi, 27 Februari 2026, mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WITA. Kegiatan yang bertujuan menjaga kebersihan dan penataan area mako ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Pinrang, Kompol Yusuf Badu, S.H., serta dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) dan personel Polres Pinrang.


Kurvei tersebut dilaksanakan sebagai wujud komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang tertib, bersih, dan nyaman. Wakapolres Yusuf Badu menegaskan bahwa lingkungan yang asri dan terawat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari, sekaligus mencerminkan profesionalisme dan kedisiplinan personel.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kondisi sekitar Mako Polres Pinrang senantiasa terjaga dengan baik. Lingkungan yang bersih dan tertib diyakini dapat menunjang aktivitas.

Melinda Aksa Paparkan Strategi Pembangunan Keluarga di Hadapan TP PKK Se-Indonesia




Nuansa Terkini Jakarta,- Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, diundang sebagai narasumber dalam kegiatan Prasara dan Vistara: Program Prioritas Pembangunan Keluarga yang diselenggarakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, di Gedung Halim Kemendukbangga, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026).


Kehadiran Melinda Aksa sebagai narasumber merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan kiprah aktif TP PKK Kota Makassar dalam mendukung berbagai program pembangunan keluarga di daerah.


Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, saat membuka kegiatan yang dihadiri Tim Penggerak PKK Pusat dan Daerah se-Indonesia di balai pertemuan kementerian.


Dalam sambutannya, Menteri Wihaji menegaskan pentingnya menghadirkan praktik baik dari daerah sebagai inspirasi bersama. 


“Hari ini kita juga akan mendengarkan praktik baik dari beberapa daerah yang aktif dan progresif dari Ketua TP PKK Makassar, Kabupaten Sambas, Kota Prabumulih dan Provinsi Jawa Timur. Tentu semua daerah bekerja dengan baik, namun beberapa kami hadirkan sebagai representasi contoh praktik yang bisa direplikasi,” ujarnya.


Ia juva menyampaikan ada delapan program prioritas Presiden dan Wakil Presiden menjadi arah utama pembangunan nasional. Dalam pelaksanaannya, TP PKK diminta berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam penguatan pembangunan keluarga.


Pada kesempatan tersebut, Menteri Wihaji juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Melinda Aksa serta sejumlah narasumber dari provinsi dan kabupaten/kota lainnya sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan inovasi yang telah dilakukan.


Dalam sesi panel praktik baik, Melinda Aksa 

membawakan materi Peran TP PKK Kota Makassar dalam mendukung pembangunan keluarga di Kota Makassar.


Ia menegaskan bahwa Tim Penggerak PKK Makassar memiliki peran strategis yang sangat beririsan dengan kementerian.


“Saya setuju bahwa keluarga adalah kelompok terkecil dari suatu bangsa, jadi apabila kita dapat mengurusi keluarga dengan baik tentu bangsa kita akan menjadi bangsa yang hebat seperti cita-cita Emas 2045,”


Melinda menjelaskan TP PKK Kota Makassar telah memperkuat perannya seperti tujuan TP PKK yakni sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan keluarga.


“Turut mendukung implementasi program Bangga Kencana dan berbagai program dan mendorong perubahan perilaku keluarga melalui pendampingan berkelanjutan,” lanjutnya


Melinda juga menjelaskan inovasi yang dimiliki DPPKB Kota Makassar yakni MASIGA (Manajemen Sistem Informasi Keluarga) dan SIKE’DE (Sistem Informasi Kinerja KB).


“Jadi berdasarkan data yang ada pada aplikasi tersebut diolah dengan baik sehingga menjadi bahan pertimbangan untuk membuat program sehingga tepat sasaran. Lengkap sekali, ada indeks kemandirian, ketentraman, kebahagiaan dan lainnya,”


Dalam implementasi program prioritas, TP PKK Kota Makassar aktif menyosialisasikan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) serta menghadirkan Rumah Gizi yang bersinergi dengan sektor swasta dalam pendistribusian makanan tambahan bagi anak berisiko stunting.


“Selain itu, melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), PKK Kota Makassar turut mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, termasuk melalui kebijakan pengantaran anak di hari pertama sekolah,” jelasnya


Selain itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Makassar dan TP PKK Kota Makassar juga berencana menghadirkan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di lingkungan kantor sebagai solusi bagi pegawai yang membutuhkan layanan penitipan anak saat bekerja.


Pada sektor pemberdayaan lansia, Melinda mengungkapkan bahwa di 15 kecamatan telah terbentuk Sekolah Lansia yang aktif dan mandiri serta bekerjasama dengan pihak seasta sebagai upaya mewujudkan lansia yang sehat, produktif, dan berdaya.


“Sementara dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, PKK Kota Makassar telah mendampingi 153 UMKM di 153 kelurahan melalui edukasi literasi keuangan, pembinaan UP2K, pembentukan koperasi PKK, hingga fasilitasi pameran UMKM,” lanjutnya.


Melinda Aksa menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas kader, mereplikasi praktik baik, serta meningkatkan sinergi dengan perangkat daerah dan kementerian guna mendukung pembangunan keluarga yang berkelanjutan.

Rabu, 25 Februari 2026

Penyerahan SK Pengesahan, DWP Kota Makassar Perkuat Kepemimpinan Unit Kerja

 


Nuansa Terkini Makassar,– Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Makassar resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penggantian Antar Waktu (PAW) Ketua DWP Unit Kerja se-Kota Makassar masa bakti 2024–2029. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor DWP Kota Makassar, Gedung MGC (Makassar Government Center) Lantai 1, Kamis (26/02/2026).


Penyerahan SK ini merupakan bagian dari langkah konsolidasi organisasi guna memastikan keberlanjutan kepemimpinan sekaligus mengoptimalkan pelaksanaan program kerja di setiap unit.


Penasihat DWP Kota Makassar, Fatma Wahyuddin, dalam arahannya menegaskan pentingnya integritas dan loyalitas dalam mengemban amanah organisasi.


“PAW merupakan mekanisme organisasi yang wajar dan strategis. Ini bukan sekadar pergantian nama dalam struktur, melainkan bentuk tanggung jawab untuk menjaga ritme kerja serta soliditas DWP. Saya berharap para ketua unit yang baru dapat menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, menjaga kekompakan, dan menghadirkan inovasi dalam setiap program,” ujarnya.


Ia menambahkan, DWP memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja suami sebagai aparatur sipil negara serta berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.


Sementara itu, Ketua DWP Kota Makassar, Vivi Andriani, menyampaikan bahwa pengesahan tersebut merupakan wujud komitmen organisasi dalam menjaga profesionalisme serta kesinambungan program hingga akhir masa bakti.


“Kami ingin memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di tingkat unit kerja. Dengan struktur yang lengkap dan solid, program pembinaan anggota, pemberdayaan perempuan, serta kegiatan sosial dapat berjalan lebih optimal,” jelasnya.


Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk terus memperkuat koordinasi lintas unit serta menjaga semangat kebersamaan dalam mewujudkan visi organisasi.


Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus DWP Kota Makassar serta para Ketua Unit Kerja yang menerima SK PAW. Prosesi berlangsung tertib dan khidmat, kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.


Melalui momentum tersebut, DWP Kota Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola organisasi yang adaptif, solid, dan berkelanjutan .

Selasa, 24 Februari 2026

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir, Perintis Presisi Polres Gowa Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi


Nuansa Terkini Gowa,- Personel Perintis Presisi Sat Samapta Polres Gowa bergerak cepat melaksanakan giat tanggap bencana banjir dengan membantu evakuasi masyarakat terdampak di Jalan Yusuf Bauty, Kelurahan Manggarupi, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Rabu (25/2/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Gowa, AKP Cahyadi, S.H., M.H. Bersama personelnya, ia turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan tertib.


Banjir yang disebabkan oleh intensitas hujan tinggi mengakibatkan sejumlah rumah warga terendam air. 


Personel Perintis Presisi dengan sigap membantu mengevakuasi anak-anak, lansia, serta warga yang membutuhkan pertolongan ke tempat yang lebih aman. Selain itu, petugas juga membantu mengamankan barang-barang berharga milik warga agar tidak hanyut terbawa arus.


Di sela-sela kegiatan, AKP Cahyadi menyampaikan bahwa kehadiran personel di lokasi bencana merupakan bentuk nyata pelayanan Polri kepada masyarakat.


“Kami hadir untuk memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Personel kami siagakan penuh untuk membantu evakuasi serta melakukan pemantauan situasi guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan,” tegasnya.


Selain melakukan evakuasi, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila membutuhkan bantuan.


Dengan adanya respons cepat dari Perintis Presisi Sat Samapta Polres Gowa, situasi di lokasi banjir dapat tertangani dengan baik, serta masyarakat merasa lebih aman dan terbantu di tengah musibah yang terjadi.


Humas Polres Gowa

Sekda Makassar Terima Audiensi BRI, Bahas Integrasi Pembayaran Pajak Digital

 




Nuansa Terkini Makassar,- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, menerima audiensi jajaran Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Ruang Rapat Sekda, Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (24/2). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah.


Hadir dalam audiensi itu Regional Funding & Transaction Head Region 15 Makassar BRI, Dodi M. Reza, Retail Funding Department Head Region 15 Makassar Yoga Yudistira, Kepala Cabang BRI Makassar Ahmad Yani Anton Purnomo bersama para Staff.


Sekda Makassar Andi Zulkifly menegaskan komitmen Pemkot dalam memperkuat digitalisasi transaksi keuangan daerah. Ia menyebut Makassar termasuk daerah yang progresif dalam implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD).


“Makassar saat ini sangat giat mendorong digitalisasi. Dalam evaluasi transaksi P2DD oleh Bank Indonesia, Pemkot Makassar termasuk yang paling kencang menggunakan sistem pembayaran digital,” ujarnya.


Ia menjelaskan, Pemkot telah mengembangkan aplikasi integrasi layanan publik bertajuk Lontara+ yang akan menjadi pusat seluruh transaksi dan layanan digital organisasi perangkat daerah (OPD).


“Pada intinya, semua akan terdigitalisasi, termasuk layanan perumda, pasar, parkir, dan sektor lainnya. Lontara+ menjadi integrasi berbagai aplikasi OPD agar pelayanan lebih efektif dan terpusat,” jelasnya.


Namun demikian, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah  (Bappeda) Makassar itu mengakui masih terdapat sejumlah catatan dalam optimalisasi pendapatan daerah, khususnya sektor retribusi.


“Dalam rapat evaluasi di Kantor Gubernur, Makassar dinilai masih perlu meningkatkan capaian retribusi, seperti IMB dan kebersihan. Karena itu, kami menyambut baik jika ada kolaborasi Pemkot dan BRI,” katanya.


Ia menekankan kerja sama harus dituangkan secara jelas dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.


“PKS harus jelas, saling menguntungkan, dan sesuai aturan. Apalagi sejak adanya Undang-Undang Keuangan Daerah, pengelolaan pajak dan retribusi kini ditangani Badan Pendapatan Daerah (Bapenda),” tegasnya.


Sekda Zulkifly juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas layanan dalam proses digitalisasi.


“Esensinya adalah bagaimana mempermudah masyarakat membayar pajak dan retribusi. Digitalisasi harus berdampak pada peningkatan kualitas layanan,” ujarnya.


Terpisah, Regional Funding & Transaction Head Region 15 Makassar BRI, Dodi M. Reza menyampaikan kesiapan BRI untuk mendukung program digitalisasi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, termasuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui platform digital.


“Untuk PBB, nasabah bisa langsung melakukan pembayaran melalui BRImo. Ini bisa menjadi salah satu bentuk konkret kerja sama antara Pemkot Makassar dan BRI,” ujar Dodi.


Menurut dia, masyarakat Makassar dinilai sudah cukup adaptif terhadap sistem pembayaran digital.


“Masyarakat Makassar sudah paham digitalisasi. Penggunaan QRIS misalnya, itu bagian dari transformasi digital. Kami siap melakukan sosialisasi secara intens agar kolaborasi ini berjalan optimal,” katanya.


Ia menambahkan, BRI telah menyiapkan sejumlah skema kerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk integrasi sistem pembayaran pajak dan retribusi secara elektronik.


Sementara, Kepala Bapenda Makassar, Andi Asminullah, menambahkan komunikasi dengan pihak BRI telah berjalan intensif dan saat ini tinggal menyempurnakan aspek administratif.


“Secara aplikasi kami sudah siap. Tinggal melengkapi administrasi agar kerja sama ini benar-benar saling menguntungkan,” katanya.


Ia juga mengingatkan adanya ketentuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengelolaan kas daerah.


“Sesuai imbauan BPK, dana Pemkot tidak boleh mengendap di luar kas daerah atau kasda. Karena itu, mekanisme kerja sama harus dirancang sesuai regulasi,” ujarnya.


Andi Asminullah menambahkan menegaskan Lontara+ berfungsi sebagai aplikasi integrasi layanan, sementara pengelolaan pendapatan tetap berada di bawah kewenangan Bapenda.


“Lontara+ hanya aplikasi integrasi. Pengelolaan tetap di Bapenda. Kami juga terus memperkuat digitalisasi karena daerah lain sudah bergerak cepat. Kami ingin Makassar menjadi yang terbaik secara nasional,” tandasnya. (*)

Minggu, 22 Februari 2026

Kapolda Sulsel Kunjungi Rumah Duka Bripda Dirja Pratama di Pinrang, Pastikan Penanganan Kasus Secara Transparan

 


Nuansa Terkini Makassar,- Kapolda Sulawesi Selatan Djuhandhani Rahardjo Puro melaksanakan kunjungan ke rumah duka almarhum Bripda Dirja Pratama di Kabupaten Pinrang, Senin (23/02/2026). Kunjungan tersebut merupakan bentuk empati, kepedulian, serta tanggung jawab institusi Polri terhadap keluarga korban.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sulsel didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Sulsel, di antaranya Karo SDM, Dirsamapta, Kabiddokkes, Kabidhumas, Kabidpropam, Dansatbrimob, dan Kaspn. Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan keseriusan Polda Sulsel dalam menangani peristiwa yang menimpa almarhum.


Pada kesempatan itu, Kapolda Sulsel menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga serta memastikan bahwa proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.


Kapolda menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulsel, ditemukan luka lebam pada tubuh korban yang mengindikasikan adanya dugaan penganiayaan.


“Setelah kita melaksanakan upaya pemeriksaan oleh Biddokkes, kita temukan beberapa lebam dan kita yakini itu adalah akibat penganiayaan,” ungkap Kapolda.


Lebih lanjut, melalui Bidpropam bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum, penyidik berhasil membuktikan telah terjadi tindak pidana penganiayaan terhadap korban. Saat ini, satu orang tersangka telah diamankan, yakni berinisial (P) berpangkat Bribda yang merupakan senior korban.


Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan alat bukti yang sah serta kesesuaian antara keterangan tersangka dengan hasil pemeriksaan medis. Dari hasil pendalaman, terdapat persesuaian antara pengakuan tersangka dengan temuan luka pada bagian tubuh korban.


“Dari keterangan tersangka yang kita yakini melalui pembuktian penyidik, serta hasil pemeriksaan medis, terdapat kesesuaian. Sehingga dapat kita yakini bahwa Saudara P adalah pelakunya dan akan diproses lebih lanjut,” tegas Kapolda.


Meski demikian, Kapolda menegaskan bahwa penyidik tidak serta-merta berhenti pada satu tersangka. Saat ini, lima orang lainnya masih dalam proses pemeriksaan intensif untuk mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.


Kapolda Sulsel juga menegaskan komitmen institusi Polri, khususnya Polda Sulsel, untuk tidak memberikan kompromi terhadap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran, baik pidana maupun pelanggaran disiplin dan kode etik.


“Kami tidak akan memberikan toleransi bagi anggota yang melanggar aturan, apalagi tindak pidana. Proses akan berjalan secara profesional dan transparan, baik secara pidana maupun melalui mekanisme kode etik,” tegasnya.