Sabtu, 14 Februari 2026

Reses di Buloa, Muhammad Yulianto Badwi Serap Aspirasi Warga Soal Sampah, Drainase hingga KIS

 


Nuansa Terkini Makassar, - Anggota DPRD Kota Makassar, Muhammad Yulianto Badwi melanjutkan agenda reses kedua masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026 pada Minggu (15/2/2026).


Kegaiata kali ini berlangsung di Sengkabatu, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo yang menjadi titik ketujuhnya.


Agenda reses menjadi momentum bagi Ketua Fraksi Golkar DPRD Makassar itu untuk menemui warga di daerah pemilihannya yang mencakup Kecamatan Tallo, Wajo, Bontoala, Ujung Tanah, dan Kepulauan Sangkarrang.


Selain menemui mereka, Yulianto juga mendengarkan aspirasi warga mengenai berbagai masalah. Selanjutnya akan diteruskan kepada OPD lingkup pemerintah kota Makassar terkait.


Pada reses kali ini, Anggota Komisi C Bidang Pembangunan itu menyerap aspirasi warga mulai dari masalah sampah, lampu jalan, dan air bersih khususunya di daerah pesisir utara Makassar.


"Selain itu, juga ada masukan beberapa untuk pembenahan drainase dan jalan," ucapnya.


Dia juga menyoroti masalah Kartu Indonesia Sehat (KIS). Masalah ini yang sering didapatkannya sejak reses di titik pertamanya.


"Ini menjadi keluhan warga sekarang terkait penetapan desil karena banyak yang mengeluh BPJS KIS-nya dinonaktifkan," tambah Yulianto.


Mengenai aspirasi tersebut, dia memastikan   masalah tersebut akan disampaikan kepada OPD terkait. Yulianto juga meminta warga menjelaskan masalahnya secara detail sehingga bisa masuk skala prioritas untuk ditindaklanjuti.


Apalagi untuk masalah infrastruktur seperti drainase, Yulianto yang berada di Komisi C Bidang Pembangunan bisa langsung berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU).


"Saya akan tampung ke pokok pikiran saya kemudian ditindaklanjuti ke dinas terkait. Jelaskan titiknya di mana, semoga bisa masuk skala prioritas," ucapnya.


Lurah Buloa, Naz Alamsyah Wiradinata mengapresiasi kehadiran Yulianto Badwi di wilayahnya untuk mendengarkan langsung aspirasi warga.


Mewakili warga, dia mengaku senang sebab masalah yang ada bisa ditindaklanjuti melalui intervensi anggota DPRD Makassar.


"Terima kasih banyak pak Dewan atas kehadirannya. Warga di sini senang bisa langsung sampaikan keluhannya, jadi untuk warga jangan sungkan bertanya," tandasnya. (*)

H Syaiful Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga Rappokalling



Nuansa Terkini Makassar,- Anggota DPRD Kota Makassar, H Syaiful kembali melanjutkan kegiatan reses kedua masa sidang kedua tahun anggaran 2025-2026, Sabtu (14/2/2025).


Reses kali ini digelar di Jalan Naja Dg Nai, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo dan dihadiri Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lurah Rappokalling, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta warga setempat yang tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan.


Dalam sambutannya, H Syaiful mengungkapkan, kegiatan reses menjadi momentum penting untuk mendengar langsung berbagai permasalahan warga khususnya di Kelurahan Rappokalling.


“Setiap aspirasi yang muncul akan menjadi catatan penting bagi kami dan akan kami bacakan langsung di hadapan Wali Kota Makassar pada rapat Paripurna penyampaian hasil reses,” ungkap H Syaiful.


Politisi Partai NasDem ini berharap masyarakat dapat menyampaikan keluhan dan usulan secara terbuka agar seluruh persoalan yang dihadapi dapat diperjuangkan secara maksimal di DPRD.


“Saya berharap warga tidak ragu menyampaikan persoalannya. Reses ini adalah ruang resmi untuk menyuarakan kebutuhan masyarakat. Apa yang menjadi keluhan ta’ semua, insya Allah akan kami kawal sampai ada tindak lanjut dari pemerintah kota,” tegasnya.


Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah kelurahan, dan DPRD sangat dibutuhkan agar setiap program pembangunan tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan warga.


Pada sesi dialog, Anggota Komisi A DPRD Makassar ini menerima aspirasi terkait BPJS nonaktif akibat adanya pembaharuan data yang mengacu pada sistem desil Kartu Keluarga (KK). Sejumlah warga mengeluhkan layanan kesehatan mereka terhenti karena perubahan status kepesertaan.


Menanggapi hal tersebut, H Syaiful menyatakan akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan warga yang berhak tetap mendapatkan jaminan kesehatan.


“Persoalan BPJS ini menyangkut hak dasar masyarakat. Saya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan agar data warga bisa diverifikasi ulang. Jangan sampai ada warga yang layak justru tidak tercover hanya karena persoalan administrasi,” ujarnya.


Selain itu, warga juga meminta agar pemerintah kelurahan dan DPRD berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait maraknya mainan anak berupa senjata berpeluru plastik yang digunakan untuk bermain perang-perangan. Mainan tersebut dinilai berpotensi menyebabkan cedera mata serius hingga kebutaan serta memicu konflik antar anak bahkan remaja.


Menanggapi kekhawatiran tersebut, H Syaiful menyatakan akan mendorong adanya pengawasan lebih ketat serta sosialisasi kepada orang tua dan pedagang.


“Kita tidak ingin ada korban hanya karena permainan yang tidak terkontrol. Saya akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kepolisian untuk mencari solusi, apakah perlu ada imbauan resmi atau penertiban terhadap penjualan mainan berbahaya tersebut,” tegasnya.


Ia juga mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anaknya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Kegiatan reses ini menjadi bukti komitmen H Syaiful dalam memperkuat kedekatan dengan konstituen. Melalui dialog langsung, berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat berhasil dihimpun sebagai bahan perjuangan untuk diteruskan ke Pemerintah Kota Makassar. (*)

Reses di Tallo, William Soroti Drainase Tersumbat dan Krisis Air Bersih di Utara Makassar

 


Nuansa Terkini Makassar,- Anggota DPRD Kota Makassar, William terus menyapa konstituennya melalui reses kedua masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026.


Kali ini, William berkunjung ke Jalan Tinumbu Lorong 166B, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo pada Sabtu (14/2/2026). Selain menyapa warga, dia juga menyerap aspirasinya untuk ditindaklanjuti.


Warga pun memberikan sambutan hangatnya demi menyampaikan aspirasi mereka. Suasana itu juga terlihat kerika William berkunjung sejak titik pertama resesnya.


Sebagai legislator dari daerah pemilihan (dapil) 2 yang meliputi Kecamatan Tallo, Wajo, Bontoala, Ujung Tanah, dan Kepulauan Sangkarrang, William ingin memastikan semua aspirasi warga bisa terealisasi.


Di sana, William kembali mendapatkan keluhan soal drainase dan air bersih. Masalah yang tak kunjung ada solusi di wilayah utara Kota Makassar.


Untuk drainase, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu menyebut ada banyak sedimentasinya yang belum dikeruk. Sehingga ketika hujan, airnya pun meluap.


"Jadi kalau kondisi begini memang keliatan waktu musim hujan. Ada luapan air di drainase, di mana itu sudah keliatan tersumbatnya," ujarnya.


Dia mendesak Dinas Pekerjaan Umum (PU) sebagai leading sektor untuk pembangunan bisa mempercepat perbaikan dan pengerukan sedimentasi drainase.


"Ini butuh penanganan yang cukup serius, jadi ini kesempatan untuk Dinas PU itu segera melakukan pengerukan sedimentasi dan perbaikan karena sudah ada drainase yang pecah," ucapnya.


Anggota Komisi B Bidang Perekonomian dan Keuangan itu juga menyoroti persoalan air bersih di wilayah utara Makassar. Masalah paling krusial yang belum maksimal untuk ditindaki.


Dia melihat, masih ada beberapa titik yang belum mendapatkan akses bersih dari PDAM Makassar. Mirisnya, lokasinya berdekatan dengan warga yang sudah punya air bersih.


"Ada beberapa daerah bahkan bersebelahan lorongnya tidak tercakup PDAM-nya jadi mereka harus angkut air dari lorong sebelah," jelasnya.


Air bersih, kata William, adalah masalah yang perlu penanganan serius di wilayah utara Makassar. Berada di Komisi B yang bermitra langsung dengan PDAM, dia akan mengawal masalah ini hingga tuntas.


"Setiap reses, masalahnya selalu air bersih. Tidak pernah maksimal sehingga saya akan terus kawal ini hingga semua warga di Utara Makassar mendapatkan akses air bersih," lanjutnya.


Begitu pula dengan masalah drainase. Dia mengaku segera menindaklanjuti pengerukan dan perbaikan drainase ke Dinas PU mengingat Makassar sudah memasuki musim hujan.


"Sampaikan saja di mana titik yang perlu perbaikan. Nanti saya segera laporkan ini ke Dinas PU. Kalau untuk pengerukan sedimentasi itu biar besok bisa," tutup William. (*).



Jumat, 13 Februari 2026

Reses Ismail Serap Aspirasi Infrastruktur dan Usulan Sentra Kuliner di La’latang



Nuansa Terkini Makassar, – Anggota DPRD Kota Makassar, Ismail, S.H, menggelar Reses Kedua Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2025/2026 di Jalan Datuk Ditiro I, RT 01/RW 03, Kelurahan La’latang, Kamis (12/2/2026).


Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda resmi DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ismail yang juga merupakan Anggota DPRD Fraksi Golkar Komisi B mengatakan, reses kali ini dilakukan serentak oleh 50 anggota DPRD Kota Makassar di daerah pemilihan masing-masing.


“Hari ini seluruh anggota DPRD turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Aspirasi yang kami terima masih seputar kebutuhan dasar, terutama infrastruktur dan pelayanan publik,” ujar Ismail.


Ismail mengapresiasi berbagai pembangunan yang telah terealisasi di Kelurahan La’latang, khususnya pada sektor infrastruktur dasar seperti drainase dan pengaspalan jalan.


“Drainase yang puluhan tahun tidak pernah dibersihkan kini sudah dibangun kembali. Di musim hujan seperti sekarang, sudah tidak ada lagi laporan banjir dari warga maupun pihak kelurahan,” ungkapnya.


Ia juga menilai kebijakan Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin (Appi) yang menertibkan bangunan liar di atas drainase telah memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran aliran air.


Selain itu, Ismail turut menyoroti persoalan kabel optik yang semrawut di sejumlah titik. Menurutnya, penertiban kabel pernah dilakukan, namun masih perlu pengawasan dan koordinasi yang lebih baik.


“Ada kebijakan penertiban kabel optik dari pemerintah kota, namun di lapangan masih ditemukan kabel yang terpasang semrawut. Persoalan ini akan kami suarakan kembali di DPRD Kota Makassar,” tegasnya.


“Bangunan yang menutup saluran air kini sudah dibersihkan. Alhamdulillah, sekarang tidak ada lagi banjir di wilayah ini,” tambahnya.


Terkait usulan pembangunan sentra kuliner di Kelurahan La’latang, Ismail menyatakan akan mengawal aspirasi tersebut dan mengoordinasikannya dengan mitra kerja Komisi B.


“UMKM, koperasi, dan pariwisata merupakan lingkup kerja Komisi B. Usulan ini akan kami koneksikan dengan dinas terkait agar bisa direalisasikan,” jelasnya.


Sementara itu, Lurah La’latang, Rezha Suryawan Z.I, SE, mengatakan bahwa berbagai pembangunan di wilayahnya telah berjalan dengan baik dan ke depan akan difokuskan pada penataan kawasan.


“Kami ingin menjadikan La’latang sebagai kelurahan yang tertata dan siap mengikuti lomba kelurahan terpadu dalam satu hingga dua tahun ke depan,” ucapnya.


Rezha juga mengapresiasi peran Ismail yang dinilai konsisten mengawal aspirasi warga hingga terealisasi di tingkat kota.


Pada kesempatan yang sama, Rommy Arif Derianto, Plt Kepala Wilayah Pelayanan I DPAM Kota Makassar, menyampaikan bahwa pemerintah kota saat ini memiliki program sambungan air bersih gratis bagi masyarakat.


“Kami berharap RT dan RW mendata warga yang ingin beralih ke jaringan baru agar dapat segera kami tindak lanjuti,” katanya.


Warga juga menyampaikan sejumlah keluhan, di antaranya air PDAM yang keruh, serta kabel listrik yang semrawut menyerupai jaring laba-laba.


Melalui reses ini, diharapkan seluruh aspirasi masyarakat Kelurahan La’latang dapat ditindaklanjuti secara konkret demi meningkatkan kualitas hidup warga.

Reses Rezki Serap Keluhan Drainase dan Kisruh Kader KB di Makassar



Nuansa Terkini Makassar,- Anggota DPRD Kota Makassar, Rezki kembali menggelar reses kedua masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026 di Jalan Gunung Lokon Lorong 59, Kelurahan Lariangbangi, Kecamatan Makassar, Jumat (13/2/2026).


Di reses ini, legislator dari Fraksi Demokrat itu mendapat keluhan soal drainase. Di mana warga meminta sedimentasinya dikeruk mengingat Makassar memasuki musim hujan.


"Harusnya ini bisa dilakukan menjelang musim hujan, tapi laporan warga masih ada yang belum dikeruk. Ini yang harus saya sampaikan ke dinas terkait," ujarnya.


Dia juga menilai kondisi drainase yang buruk mengakibatkan air yang meluap. Selain karena sedimentasi, konstruksi juga penting agar air buangan mengalir lancar.


"Untuk itu masalah ini tidak bisa dibiarkan lama, harus ada perbaikan," kata Rezki.


Masalah lainnya yang diterima Rezki adalah pemilihan kader KB yang tidak transparan dan mendadak. Dia meminta pertanggungjawaban pemerintah kota terhadap kisruh di tengah warga itu.


"Masa tiba-tiba ada pergantian kader KB tanpa sepengetahuan masyarakat lainnya. Kita tidak mau ada proses pemilihan yang syarat akan kepentingan," tambahnya.


Terakhir, Anggota Komisi B Bidang Perekomian dan Keuangan itu juga memastikan pengadaan CCTV di sejumlah wilayah. Sebab kriminalitas kini semakin meningkat.


"Setidaknya kalau ada CCTV, kita bisa pantau dan warga merasa nyaman," tutup Rezki.

Gerindra Makassar Rayakan HUT ke-18 dengan Bansos untuk Warga Miskin Ekstrem



Nuansa Terkini Makassar,– Partai Gerindra Makassar dalam merayakan Hari Ulang Tahun ke-18 memilih meninggalkan euforia seremonial dan beralih aksi nyata yang berdampak pada masyarakat.


Ketua Gerindra Makassar, Eric Horas menyampaikan bahwa aksi itu berupa penyaluran bantuan sosial kepada warga. Sasarannya adalah mereka yang masuk kategori miskin ekstrem dan terdampak bencana.


"Konsentrasi kita yaitu bagaimana melihat dan membantu langsung masyarakat-masyarakat yang dianggap tidak mampu," ucapnya saat ditemui di sela-sela reses di Jalan Veteran Selatan Lorong 2, Kelurahan Maricaya Baru, Kecamatan Makassar, Jumat (13/2/2026).


Eric sendiri memanfaatkan momen reses untuk menyalurkan bantuan sosial tersebut. Jadi selain ada bansos, dia juga bisa menyerap aspirasi warga untuk peningkatan kesejahteraan mereka.


"Kami fokus di Kota Makassar, karena ini juga sifatnya reses. Kami turun sekaligus kami juga langsung mengunjungi masyarakat yang perlu perhatian lebih dari pemerintah kota," jelasnya.


Adapun bantuan tersebut berupa sembako dan uang tunai. Kedua item ini merupakan kebutuhan paling penting bagi masyarakat yang kurang mampu atau kategori miskin ekstrem.


Melalui kegiatan ini, Eric berharap Gerindra Makassar terus konsisten memberikan aksi nyata kepada masyarakat. Sekaligus menjaga kepercayaan mereka.


"Selain itu, kami tetap berkomitmen dan tetap amanah kepada masyarakat dalam menjalankan tugas-tugas kami di DPRD," tutup Eric.


Salah satu penerima bantuan, Edwar Samsuddin berterimakasih atas kepedulian Gerindra Makassar kepadanya. Bantuan ini, menurutinya, sangat berharga untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.


"Terima kasih banyak pak (Eric), bantuan ini Alhamdulillah bisa mencukupi untuk keluarga makan tiap hari," ujarnya.


Dia juga berharap Gerindra Makassar terus menyalurkan bantuan serupa di masa mendatang. "Semoga ada lagi bantuannya karena selain saya masih ada lagi yang butuh," tutupnya. (*)

Tinjau Blok 10 Antang, Wali Kota Munafri, Siapkan Solusi Komprehensif Atasi Banjir



Nuansa Terkini Makassar,- Di tengah ancaman musim penghujan yang kerap membawa kecemasan bagi warga, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, turun langsung meninjau kondisi Perumahan Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Jumat (13/2/2026).


Munafri, didampingi Ketua TP PKK, Melinda Aksa dan Camat Manggala, Peninjauan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan langkah nyata untuk memastikan solusi konkret dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini menghantui kawasan tersebut.


Sebagaimana diketahui, Perumnas Blok 8 dan Blok 10 di Manggala kerap menjadi langganan banjir setiap musim hujan tiba. Bahkan, pada musim penghujan, warga di dua titik ini harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk hingga mengungsi. 


Namun, dalam peninjauan kali ini, kondisi terpantau masih normal tanpa genangan seperti tahun-tahun sebelumnya.


Sebagai bentuk penguatan kesiapsiagaan, Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar telah memasang alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS) banjir. 


Salah satu perangkat EWS telah terpasang di Sungai Kajenjeng, Kecamatan Manggala. Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif Pemkot Makassar dalam memperkuat sistem mitigasi dan memberikan rasa aman bagi masyarakat menghadapi potensi banjir di musim hujan.


Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya dalam mencari solusi komprehensif atas persoalan banjir yang selama ini menghantui kawasan Perumnas Antang, khususnya Blok 10, Kecamatan Manggala.


Appi menyampaikan, kehadirannya di lokasi tersebut bertujuan untuk melihat langsung kondisi kawasan yang setiap tahun terdampak banjir akibat tingginya curah hujan, sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur yang ada.


"Tujuan kami berada di Kecamatan Manggala, tepatnya di Perumnas Blok 10 Antang, untuk melihat kawasan yang setiap tahun banjir akibat curah hujan. Kami hadir untuk memastikan infrastruktur yang ada di tempat ini dan mencari solusi," ujar Appi.


Sebagaimana diketahui, Perumnas Blok 8 dan Blok 10 di Manggala kerap menjadi langganan banjir setiap musim hujan tiba. Bahkan, pada musim penghujan, warga di dua titik ini harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk hingga mengungsi. 


Namun, dalam peninjauan kali ini, kondisi terpantau masih normal tanpa genangan seperti tahun-tahun sebelumnya.


Sebagai bentuk penguatan kesiapsiagaan, Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar telah memasang alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS) banjir. 


Salah satu perangkat EWS telah terpasang di Sungai Kajenjeng, Kecamatan Manggala. Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif Pemkot Makassar dalam memperkuat sistem mitigasi dan memberikan rasa aman bagi masyarakat menghadapi potensi banjir di musim hujan.


Appi menyampaikan perlu pada antisipatif, meskipun pada musim penghujan akhir 2025 dan awal tahun 2026 ini kondisi kawasan Perumnas Antang terpantau lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. 


Kondisi tahap normal, tidak terlihat genangan besar seperti yang kerap terjadi saat intensitas hujan tinggi.


"Alhamdulillah tahun 2026 ini, kondisinya lebih baik dari tahun sebelumnya. Mudah-mudahan proses pembersihan saluran-saluran seperti drainase akan terus kita lakukan untuk memastikan ada alur air," tuturnya.


Ia mengungkapkan, sebelumnya pemerintah Kita telah melakukan survei melibatkan ahli dari Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk mengkaji persoalan banjir di wilayah tersebut. Hasil survei itu akan kembali ditindaklanjuti dalam perencanaan lanjutan.


"Ini sudah pernah kami survei bersama ahli dari Unhas, sehingga kita mau menindaklanjuti lagi," jelasnya.


Selain itu, ad juga solusi normalisasi drainase, Pemkot Makassar juga tengah mempertimbangkan alternatif pembangunan tanggul sebagai bagian dari solusi jangka panjang. 


Namun, rencana tersebut masih akan melalui tahap perencanaan teknis dan perhitungan matang.


"Ada alternatif untuk membuat tanggul. Nanti kita coba perencanaan untuk menghitung alurnya dan bagaimana desain yang akan dibuat. Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan baik," tuturnya.


Appi juga menyinggung peran kolam retensi dan Waduk Nipah-Nipah dalam pengendalian banjir di kawasan tersebut. 


Menurutnya, daya tampung Waduk Nipah-Nipah saat ini diperkirakan hanya sekitar 33 persen, sehingga diperlukan tambahan kolam retensi guna mengoptimalkan pengendalian air.


Ia bahkan mengemukakan opsi alternatif yang masih bersifat wacana, yakni kemungkinan pembebasan sejumlah rumah di titik yang paling terdampak banjir untuk dijadikan kolam retensi baru. 


Namun, Appi menegaskan bahwa opsi tersebut masih membutuhkan kajian mendalam.


Appi menambahkan dalam waktu dekat akan dilakukan pembersihan massal di lokasi Blok 10 Manggala. 


Ia juga mengingatkan potensi kendala lain, seperti pelepasan air dari wilayah hulu yang dapat berdampak pada kawasan hilir meskipun di sekitar Perumnas Antang tidak terjadi hujan.


"Dengan pendekatan kajian teknis yang komprehensif dan keterlibatan para ahli, kita berharap solusi penanganan banjir di Perumnas Antang dapat dirumuskan secara tepat, sehingga warga tidak lagi dihantui banjir, setiap musim hujan tiba," tukasnya. (*)

Melinda Aksa Dorong Lansia SMART melalui Sekolah Lansia Sipakalebbi Manggala


Nuansa Terkini Makassar– Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menegaskan komitmennya dalam mendorong terwujudnya lansia yang Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat (SMART) melalui program Sekolah Lansia Sipakalebbi Manggala. Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan Penerimaan Siswa Baru Sekolah Lansia di Aula Kecamatan Manggala, Kamis (12/02/2026).


Dalam sambutannya, Melinda menyampaikan apresiasi atas inisiasi BKKBN yang menghadirkan ruang pembelajaran bagi para lanjut usia. Ia menilai Sekolah Lansia merupakan program strategis untuk mencetak lansia berkualitas dengan konsep SMART.


“Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi ruang pemberdayaan agar lansia tetap aktif secara fisik, sosial, dan mental. Usia boleh bertambah, tetapi semangat harus tetap menyala,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Melinda turut menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. Aktivitas fisik seperti latihan kekuatan untuk menjaga massa otot dinilai penting guna mempertahankan keseimbangan tubuh, memperkuat tulang, serta menjaga fungsi otak. Selain itu, keterlibatan dalam komunitas dan aktivitas sosial juga berperan besar dalam menjaga kebahagiaan dan kesehatan mental lansia.


Ia juga mengingatkan bahwa pola hidup aktif seharusnya mulai dibangun sejak usia muda sebagai investasi jangka panjang. “Kesehatan di masa lansia adalah hasil dari kebiasaan yang dicicil sejak dini,” tambahnya.


Saat ini, peserta Sekolah Lansia Sipakalebbi Manggala masih didominasi oleh kaum perempuan. Melinda mendorong para bapak untuk turut bergabung dan tidak merasa ragu atau minder untuk belajar kembali. Sebagian besar peserta merupakan pensiunan yang tetap ingin produktif dan tidak hanya berdiam diri di rumah.


Lebih lanjut, ia mengapresiasi kemandirian ekonomi yang mulai tumbuh dari para lulusan Sekolah Lansia. Beberapa di antaranya telah menghasilkan produk UMKM, seperti Bosara, yang turut dipamerkan dalam kegiatan tersebut.


Ke depan, TP PKK Kota Makassar berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan BKKBN dalam mengembangkan program Sekolah Lansia, termasuk peningkatan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi peserta.


“Lansia yang berdaya adalah aset keluarga dan aset kota. Kita ingin memastikan mereka tetap memiliki ruang untuk tumbuh, berkontribusi, dan menjalani masa tua dengan bermartabat,” tutup Melinda.


Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Makassar, Drs. A. Irwan Bangsawan, M.Si., menjelaskan bahwa Sekolah Lansia Sipakalebbi merupakan bagian dari strategi pembangunan keluarga berbasis siklus kehidupan yang digagas BKKBN.


Ia menyampaikan bahwa program ini secara khusus menyasar warga berusia 60 tahun ke atas agar tetap menjadi subjek pembangunan. Menurutnya, lansia tidak boleh terpinggirkan, melainkan harus diberi ruang untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.


“Sekolah Lansia ini dirancang agar para peserta tetap aktif, tidak terisolasi, serta mampu memberikan kontribusi nyata. Tujuannya agar mereka tetap bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” jelas Irwan.


Ia menambahkan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap berkarya. Ketika lansia produktif, keluarga menjadi lebih kuat dan harmonis.


Dalam rangkaian acara, turut dilakukan penyerahan bantuan kepada anak-anak yang mengalami stunting sebagai bentuk kepedulian terhadap percepatan penurunan angka stunting di Kota Makassar. Langkah ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap lansia dan anak berjalan beriringan dalam membangun keluarga yang kuat.


Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Nuryani, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Makassar A. Irwan Bangsawan, Camat Manggala Ahmad, para lurah, penyuluh, kader, serta para lansia se-Kecamatan Manggala.

 

Program ini menjadi bukti bahwa pembangunan keluarga tidak hanya berfokus pada generasi muda, tetapi juga memberikan perhatian serius kepada generasi lanjut usia sebagai pilar kebijaksanaan dan pengalaman dalam kehidupan bermasyarakat.(*)

[13/2 06.53] +62 853-3483-5813: Pengamat: Sikap Pemprov Sulsel Soal Pemekaran Luwu Raya Sudah Tepat dan Proporsional


MAKASSAR - Wacana pemekaran Luwu Raya menjadi provinsi terus menjadi sorotan di ruang publik. Pengamat politik asal Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Armin Arsyad menilai sikap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) selama ini sudah berada pada koridor aturan dan kewenangan yang berlaku.


Menurutnya, secara administratif Pemprov Sulsel sebenarnya telah menuntaskan prasyarat pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Luwu Tengah sejak tahun 2012. Setelah tahapan tersebut diselesaikan di tingkat provinsi, proses selanjutnya sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.


“Pemprov Sulsel sudah menyelesaikan seluruhi prasyarat administrasi pembentukan DOB Luwu Tengah sejak 2012. Artinya, secara dokumen dan prosedur di tingkat propinsi, itu sudah tuntas. Setelah itu, kewenangannya ada di pemerintah pusat dan DPR RI,” ujar Prof Armin, Kamis (12/2/2026).


Guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poltik (FISIP) Unhas ini menambahkan, secara logika, pemerintah pusat juga tidak perlu menggunakan istilah moratorium DOB ke depan. “Ini masukan untuk pemerintah pusat jangan moratorium tapi perketat pembentukan DOB,” tambahnya.


“Kalau sekarang diminta mengulang dari nol, justru akan memakan waktu lebih lama. Padahal secara administratif sudah pernah diproses dan diajukan. Yang dibutuhkan saat ini adalah kepastian kebijakan di tingkat pusat,” jelasnya.


Selain aspek administratif, Prof Armin juga menekankan pentingnya prinsip keadilan antardaerah. Ia mengingatkan bahwa banyak daerah lain di Indonesia yang telah lebih dulu mengajukan pemekaran dan hingga kini masih menunggu keputusan.


“Kita juga harus melihat prinsip keadilan. Ada banyak usulan pemekaran daerah di seluruh Indonesia yang sudah lama antre. Kalau ada percepatan untuk satu wilayah tanpa pertimbangan menyeluruh, tentu bisa memunculkan kecemburuan politik dan ketidakadilan bagi daerah lain,” katanya.


Lebih jauh, ia menyoroti tantangan realistis dalam konteks kebijakan nasional saat ini. Pemerintah pusat, menurutnya, sedang menerapkan kebijakan efisiensi dan penguatan fiskal, yang secara prinsip cenderung tidak sejalan dengan pembentukan daerah otonom baru.


“Pembentukan provinsi baru membutuhkan anggaran besar, mulai dari infrastruktur pemerintahan, belanja pegawai, hingga pembiayaan transisi. Di tengah kebijakan efisiensi keuangan negara, peluang pembentukan DOB tentu menjadi lebih kecil karena dianggap kontraproduktif dengan agenda penghematan anggaran,” urainya.


Meski demikian, ia menilai aspirasi masyarakat Luwu Raya tetap sah secara demokratis dan perlu dihargai. Namun, prosesnya harus mengikuti mekanisme konstitusional dan mempertimbangkan kesiapan fiskal serta stabilitas kebijakan nasional.


“Secara politik, aspirasi itu wajar dan dijamin dalam sistem demokrasi. Tetapi secara kebijakan, keputusan akhir tetap berada di pemerintah pusat dengan mempertimbangkan kondisi fiskal, prioritas pembangunan nasional, dan keadilan bagi seluruh daerah,” pungkasnya.


Dengan demikian, sikap Pemprov Sulsel dinilai bukan bentuk penolakan terhadap aspirasi pemekaran, melainkan cerminan kehati-hatian dalam mengikuti aturan dan realitas kebijakan nasional yang berlaku saat ini.

Wali Kota Makassar Dorong UKS Sekolah Jadi Pusat Edukasi Kesehatan, Bukan Sekadar Ruang P3K



Nuansa Terkini Makassar,- Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, meresmikan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Salewangeeng UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang III, di Kecamatan Manggala, Jumat (13/2/2025). 


Munafri menyampaikan apresiasi atas peluncuran UKS tersebut dan menekankan UKS harus hadir sebagai fasilitas dalam membangun kualitas generasi muda. 


Ia menegaskan kepada para pendidik dan tenaga kependidikan bahwa UKS harus menjadi instrumen perubahan pola hidup sehat siswa sejak dini, bukan sekadar ruang pertolongan pertama.


“UKS jangan hanya dimaknai sebagai ruang P3K atau tempat berbaring saat sakit. Ini harus menjadi ruang untuk mengubah kebiasaan dan membentuk generasi yang sehat secara perilaku dan kehidupannya,” ujar Munafri.


Munafri menyoroti fenomena pubertas dini dan meningkatnya gangguan kesehatan pada anak usia sekolah dasar. Ia menyebut kondisi tersebut dipengaruhi pola hidup yang kurang teredukasi, termasuk konsumsi makanan ultra-proses dan siap saji yang jauh dari nutrisi.


Menurutnya, selama ini perhatian sekolah lebih banyak difokuskan pada capaian akademik, sementara aspek tumbuh kembang fisik dan psikologis anak kurang mendapat perhatian optimal.


“Kita membutuhkan anak-anak yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki fisik yang kuat dan psikologi yang sehat,” katanya.


Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam memastikan asupan gizi anak terpenuhi dengan baik. Munafri menyebut sumber protein seperti telur, ikan, dan daging sebagai pilihan sederhana namun bergizi yang mudah dijangkau.


Ia mencontohkan program makan bergizi gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo sebagai bagian dari upaya pencegahan kekurangan gizi, tidak hanya bagi siswa tetapi juga ibu hamil dan ibu menyusui.


Selain itu, Munafri mendorong penguatan aspek Pendidikan, Kesehatan, serta  Keagamaan peserta didik. Peran guru dan tenaga pendidik dinilai krusial dalam mendampingi masa tumbuh kembang anak yang disebutnya sebagai fase rawan.


Ia berharap SD Inpres Perumnas Antang III dapat menjadi percontohan bagi sekolah dasar dan madrasah lainnya di Kota Makassar. Menurutnya, pembenahan kesehatan sejak usia sekolah dasar merupakan langkah awal dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045.(*)

Melinda Aksa Lantik 13 Ketua TP PKK Kecamatan dan Kukuhkan Bunda PAUD Kecamatan


Nuansa Terkini Makassar,- Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, resmi melantik 13 Ketua TP PKK Kecamatan Kota Makassar yang baru, sekaligus mengukuhkan mereka sebagai Bunda PAUD Kecamatan, Jumat (13/2/2026).


Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan peran PKK dan Bunda PAUD dalam mendukung pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Makassar.


Kegiatan pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Zulkifli, para camat se-Kota Makassar, jajaran OPD, Ketua TP PKK Kota Makassar pada masanya, Ketua TP PKK Kelurahan, serta pengurus Pokja Bunda PAUD Kota Makassar.


Dalam prosesi tersebut, Melinda Aksa secara simbolis menyematkan pin TP PKK Kota Makassar kepada para ketua yang baru dilantik, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk legalitas dan komitmen menjalankan amanah organisasi.


Suasana semakin khidmat saat pembacaan ikrar pelantikan oleh Ketua TP PKK Kota Makassar yang secara resmi melantik 13 Ketua TP PKK Kecamatan berdasarkan Keputusan Ketua TP PKK Kota Makassar Nomor: 001/KEP/PKK.KM/II/2026 tanggal 12 Februari 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Ketua TP PKK pada 13 kecamatan.


Usai prosesi pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Bunda PAUD Kecamatan se-Kota Makassar. Pelantikan Bunda PAUD ditandai dengan penyematan selempang Bunda PAUD secara simbolis oleh Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, kepada perwakilan yang dilantik sebagai tanda resmi dimulainya amanah dalam mengawal pendidikan anak usia dini di wilayah masing-masing.


Dalam sambutannya, Melinda Aksa menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Ketua TP PKK Kecamatan dan Bunda PAUD Kecamatan pada masa sebelumnya atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam mendukung berbagai program pemberdayaan keluarga di Kota Makassar.


“Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan kerja keras yang telah diberikan selama ini. Kontribusi yang telah Ibu-ibu berikan menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan program PKK dan Bunda PAUD di Kota Makassar,” ujarnya.


Lanjutnya, Melinda menyampaikan selamat dan sukses kepada para Ketua TP PKK Kecamatan dan Bunda PAUD Kecamatan yang baru saja dilantik.


“Momentum ini merupakan awal dari tanggung jawab besar untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini,” ujarnya.


Menurutnya, pelantikan bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari amanah untuk menggerakkan peran keluarga dan masyarakat di wilayah masing-masing. Tim Penggerak PKK memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui 10 Program Pokok PKK.


Ia juga menekankan pentingnya peran Bunda PAUD dalam memastikan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, inklusif, dan ramah anak.


Melinda berharap para ketua yang dilantik mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat serta menghadirkan inovasi program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan keluarga.


“Pembangunan kota tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia. Tim Penggerak PKK dan Bunda PAUD adalah fondasi penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” ujarnya.


Melinda Aksa turut mengajak seluruh Ketua TP PKK Kecamatan dan Bunda PAUD Kecamatan untuk bekerja dengan penuh keikhlasan, menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan, serta menjadikan pengabdian sebagai ladang amal dan kontribusi nyata bagi Kota Makassar.


Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelantikan tersebut. Ia menitipkan pesan kepada para camat dan Ketua TP PKK agar saling mendukung dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.


“Perjanjian kinerja para camat akan sangat memengaruhi karier ke depan, sehingga peran TP PKK sebagai mitra dan pendukung utama sangat dibutuhkan untuk membantu pencapaian target pembangunan di wilayah masing-masing,” ujarnya.


Selain itu, ia menekankan pentingnya peran PKK dan Bunda PAUD dalam membangun fondasi generasi emas 2045. Dari keluarga yang kuat akan lahir anak-anak yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik.


“Berikan anak-anak makanan dari sumber yang halal, jaga tumbuh kembangnya, dan jadilah teladan dalam keluarga. Dari keluarga, semuanya dimulai,” pesannya.


Adapun yang dilantik yakni Fatmawaty Yudistira sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Rappocini; A. Srihani Unru sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Ujung Tanah; Rini Puspita Aril sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Tamalate; serta Sri Novianti Rizal sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Mamajang.


Selanjutnya, Etty Faradilla Patiroi sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Tamalanrea; Nurwanita Maharuddin sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Biringkanaya; Rizti Nadirah Tri Sugiarto sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Makassar; serta Norma Firman sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Ujung Pandang.


Kemudian Erny Said Patahulla sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Bontoala; Qalby Syahril sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Panakkukang; Dian Friani Husni sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Tallo; Astuti Nirmala A. Syahrir sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Mariso; dan Lilisuriani Ahmad sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Manggala.

Melinda Aksa: Program Talenta Kota Perkuat Fondasi Ekonomi Kreatif dan Regenerasi Perajin Muda Makassar

 


Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, menyampaikan apresiasi atas peluncuran Program Talenta Kota yang digagas Pemerintah Kota Makassar melalu Makassar Creative Hub (MCH) sebagai langkah konkret memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan ruang tumbuh generasi muda.


Program yang diluncurkan di Gedung Makassar Creative Hub (MCH), Jumat (13/02/2026), dinilai Melinda sebagai bagian dari peta jalan jangka menengah untuk memastikan talenta kreatif Makassar berkembang secara terarah dan berkelanjutan.


Menurutnya, kreativitas anak muda Makassar selama ini tumbuh dengan energi yang besar, namun membutuhkan sistem pendukung yang kuat agar mampu bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi. Di sinilah peran MCH sebagai simpul kolaborasi menjadi sangat strategis.


“Talenta harus diposisikan sebagai subjek utama pembangunan ekonomi kreatif. Mereka perlu ruang berekspresi, tetapi juga membutuhkan pendampingan, akses jejaring, dan penguatan kapasitas agar karyanya memiliki daya saing,” ujar Melinda.


Sebagai Ketua Dekranasda, ia melihat Program Talenta Kota membuka peluang sinergi yang lebih luas, khususnya dalam pembinaan subsektor kriya, fesyen, dan produk unggulan lokal. 


Regenerasi perajin muda, menurutnya, menjadi pekerjaan penting agar warisan keterampilan tidak terputus, sekaligus mampu beradaptasi dengan selera pasar modern.


Melinda menilai komitmen Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham dalam memperluas infrastruktur creative hub menunjukkan keseriusan membangun ekosistem yang inklusif. Kehadiran ruang-ruang kreatif baru diharapkan dapat menjangkau lebih banyak komunitas dan pelaku usaha muda.


“Dekranasda siap mengambil peran dalam penguatan manajemen usaha, kurasi produk, hingga perluasan akses pasar. Kreativitas harus bertemu dengan strategi. Dari hobi bisa menjadi profesi, dari komunitas bisa menjadi industri,” tegasnya.


Ia optimistis, dengan kolaborasi lintas perangkat daerah, komunitas, akademisi, dan sektor swasta, Makassar dapat memantapkan diri sebagai kota kreatif yang tidak hanya produktif secara karya, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.


“Makassar memiliki talenta yang kaya dan beragam. Program Talenta Kota menjadi fondasi penting agar potensi itu tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak dalam satu ekosistem yang saling menguatkan,” tutup Melinda.(*)

Budi Hastuti Reses di Mariso, Warga Keluhkan Bansos dan Desak Pendataan Ulang



Nuansa Terkini Makassar,- Anggota DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti menggelar reses kedua masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026 di Kecamatan Mariso, Jumat (13/2/2026).


Melalui reses, Budi Hastuti yang juga legislator dari Fraksi Gerindra itu menyapa konstituennya sekaligus menyerap aspirasi mereka.


Dua titik dikunjunginya di Kecamatan Mariso, yaitu Jalan Rajawali 1 Lorong 13 A Kelurahan Panambungan, dan Jalan Cendrawasih Lorong 7 Kelurahan Mariso.


Di dua titik itu juga, Budi disambut hangat oleh warga yang sudah lama menantikan kehadiran anggota DPRD agar aspirasinya dapat didengarkan.


Mayoritas warga mempertanyakan bantuan sosial (bansos). Ada yang tidak dapat padahal seharusnya layak sebagai penerima, ada juga yang tiba-tiba tidak lagi mendapatkan bantuan.


Budi mengatakan, masalah bantuan sosial hampir terjadi di setiap wilayah. Namun baru-baru ini persoalan ini makin runyam lantaran adanya aturan desil terbaru.


Sekadar diketahui, desil adalah sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga yang digunakan Kementerian Sosial untuk menentukan siapa yang berhak menerima bantuan sosial.


"Aturannya sudah bergeser, infonya kalau desil 6 itu sudah tidak dapat. Kita mau tahu karena ada yang sudah tidak dapat lagi bantuan," jelasnya.


Menurut Budi, bantuan sosial merupakan isu sensitif yang harus ditindaklanjuti dengan cepat. Sehingga, dia mendorong ada pendataan ulang.


"Ini yang harus kita minta ke Dinas Sosial soal pemutakhiran data. Kalau bisa secepatnya dilakukan data ulang," tegasnya.


Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat itu juga menegaskan siap mengawal persoalan bansos ini hingga bantuannya benar-benar terima bagi mereka yang layak.


Selain mendesak pendataan ulang secara detail kepada warga, dia ingin ada keterbukaan informasi mengenai aturan desil sebagai tolak ukur penerima bansos.


"Miris juga kalau misalkan ada yang tidak dapat karena desil ini. Kita harus bicarakan baik-baik ini karena kondisi setiap warga itu berbeda-beda," lanjut Budi.


Selain bansos, Budi juga menerima aspirasi seperti pembenahan drainase. Menurutnya, infrastruktur ini memang harus dibenahi jika terus terjadi genangan di setiap hujan datang.


"Kita akan tampung dan sampaikan nanti ke Dinas Pekerjaan Umum. Semoga nanti masuk prioritas mereka," tutup Budi. (*)

Kamis, 12 Februari 2026

Hj Umiyati Siap Kawal Aspirasi Warga Saat Reses di Kelurahan Paropo

 


Nuansa Terkini Makassar,– Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati mengawali pelaksanaan Reses Kedua Masa Sidang Kedua Tahun Anggaran 2026–2027 dengan turun langsung menemui warga di Jalan Paropo 3, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Rabu (11/2/2026).


Kegiatan reses tersebut dihadiri Lurah Paropo, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga setempat. Kehadiran politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu disambut antusias oleh warga yang memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan berbagai aspirasi.


Dalam sambutannya, Hj Umiyati menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban setiap anggota DPRD untuk turun langsung ke daerah pemilihannya guna menjemput dan mendengar aspirasi masyarakat secara langsung.


Karenanya, Umiyati berharap momentum kegiatan reses bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, bukan hanya menjadi kegiatan seremonial tetapi menjadi wadah untuk menampung aspirasi yang nanti akan disampaikan langsung di hadapan Wali Kota dan Dinas terkait pada rapat Paripurna penyampaian hasil reses.


“Reses ini adalah kewajiban kami sebagai anggota DPRD untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan warga. Insya Allah semua aspirasi yang masuk akan kita kawal utamanya yang menjadi skali perioritas," ujar Umiyati.


Pada sesi tanya jawab, warga menyampaikan sejumlah usulan, di antaranya pembuatan pintu gerbang di Jalan Paropo 3, perbaikan drainase, serta peningkatan infrastruktur jalan yang sebelumnya telah diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Paropo. Selain itu, warga juga berharap adanya perhatian pemerintah terkait bantuan kesehatan bagi warga yang sedang sakit.


Warga berharap agar seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat dikawal dan direalisasikan oleh dinas terkait sesuai kewenangan masing-masing.


Menanggapi hal tersebut, Hj Umiyati mengaku akan mengawal seluruh aspirasi warga, terutama yang menjadi skala prioritas dan menyangkut kepentingan banyak orang.


“Insya Allah seluruh aspirasi ini akan kami kawal, terutama yang bersifat prioritas dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.


Di akhir kegiatan, Umiyati juga berpesan kepada warga agar senantiasa menjaga kesehatan, khususnya di tengah musim penghujan, serta mengingatkan para orang tua untuk lebih memperhatikan dan menjaga anak-anak mereka. (*)