Rabu, 12 Agustus 2026

TP PKK Makassar Gelar KISAH, Perkuat Ketahanan Keluarga dan Cegah Jerat Judi Online serta Pinjaman Online



Nuansa Terkini Makassar,– Tim Penggerak PKK Kota Makassar menggelar kegiatan KISAH (Keluarga Indonesia Sejahtera dan Harmonis) dengan tema “Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Edukasi Calon Pengantin dan Pencegahan Risiko Judi Online serta Pinjaman Online” di Auditorium Gedung TP PKK Kota Makassar, Rabu (12/8/2026).


KISAH merupakan salah satu program kerja Pokja I TP PKK Kota Makassar yang diikuti Sekretaris berserta jajaran pengurus TP PKK Kota Makassar, kader PKK kelurahan, serta pasangan calon pengantin. 


Ketua Bidang I TP PKK Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, menyampaikan kegiatan ini mengangkat pesan untuk catin fokus bangun masa depan, bukan terjerat utang.


“Kegiatan ini sebagai pengingat pentingnya membangun fondasi keluarga sejak sebelum pernikahan, termasuk dalam aspek kesehatan, ekonomi, mental spiritual, hukum, hingga pengelolaan keuangan,” ujarnya.


Ia mengatakan peran PKK memiliki cakupan yang sangat luas karena menyentuh berbagai tahapan kehidupan keluarga, mulai dari kelahiran hingga pernikahan dan pembentukan keluarga.


“Kita di PKK memang memiliki tugas yang berat karena mengurus mulai dari bayi lahir sampai meninggal. Bahkan yang menikah pun kita juga urusi. Kenapa? Karena tugas kita adalah kesejahteraan keluarga,” ujar Kamelia


Menurutnya, penguatan keluarga harus dimulai sejak calon pasangan mempersiapkan pernikahan. “Calon pengantin perlu mendapatkan edukasi dasar pranikah, mulai dari bina keluarga, bina kesehatan, bina ekonomi keluarga, bina mental spiritual, hingga bina hukum. Semuanya perlu dipersiapkan sejak awal,” jelasnya.


Selain kesehatan, Kamelia mengatakan tidak kalah pentingnya calon pengantin  membicarakan persoalan keuangan secara terbuka sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Menurutnya, pembahasan mengenai pendapatan, pengelolaan penghasilan, kebutuhan keluarga, hingga siapa yang bertanggung jawab mengatur keuangan perlu disepakati sejak awal agar tidak menjadi sumber konflik setelah menikah.


“Jangan sampai sudah menikah baru mau berbicara uangnya siapa yang pegang. Hal-hal seperti ini sangat penting dibicarakan sejak awal,” tuturnya.


Untuk itu, Kamelia menegaskan, penguatan ketahanan keluarga juga harus dibarengi dengan kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak. Kehadiran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pengelolaan keuangan serta risiko berbagai aktivitas keuangan ilegal, termasuk pinjaman online ilegal dan judi online.


Kegiatan KISAH menghadirkan Asisten Manager Analisis Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan, Nadhilah Avissa Nashar, sebagai pemateri. Ia membawakan materi “Keluarga Bahagia, Financial Tertata: Kenali Pengelolaan Keuangan dan Waspadai Aktivitas Keuangan Ilegal”.


Dalam pemaparannya, Nadhilah menjelaskan pentingnya pengelolaan keuangan secara sederhana dalam keluarga, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, menyiapkan dana untuk kebutuhan masa depan, hingga berhati-hati terhadap tawaran keuangan yang berpotensi merugikan. Peserta juga diingatkan agar tidak mudah tergiur dengan keuntungan cepat yang dapat membawa keluarga pada masalah keuangan.


Sementara itu, pemateri kedua, Penyuluh Agama Syamsiah, menyampaikan materi mengenai penguatan ketahanan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Ia memberikan nasihat kepada calon pengantin agar membangun rumah tangga dengan komunikasi yang baik, saling menghargai, menjalankan tanggung jawab bersama, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam menghadapi berbagai persoalan keluarga.


Kegiatan tersebut, diharapkan menjadi ruang edukasi bagi calon pasangan suami istri agar memiliki kesiapan dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, harmonis, dan sejahtera.

TP PKK Makassar Dorong UMKM Perempuan Melek AI untuk Promosi dan Pengembangan Usaha



Nuansa Terkini Makassar,– TP PKK Kota Makassar terus mendorong peningkatan kapasitas perempuan, khususnya pelaku UMKM, melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). 


Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan bertajuk “Ibu Berdaya: Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk UMKM Perempuan” dengan tema “Belajar AI Praktis untuk Promosi, Kreativitas, dan Pengembangan Usaha.”


Kegiatan yang merupakan program kerja Pokja II TP PKK Kota Makassar ini berlangsung di Auditorium Gedung TP PKK Kota Makassar, 10–14 Agustus 2026 dan ditayangkan langsung melalui youtube TPFIPUNM.


Kegiatan tersebut digelar melalui kolaborasi TP PKK Kota Makassar bersama BASAibu Wiki-Sulsel dan Lab Teknologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM). 


Sambutan Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri yang dibacakan Sekretaris TP PKK, Faridah Kadir mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali para pelaku UMKM perempuan dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menggunakan AI. 


Lanjutnya, perkembangan teknologi harus dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kreativitas, memperluas promosi, hingga mengembangkan usaha secara lebih efektif.


“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi AI dan digital, membuat konten promosi dengan AI, desain digital untuk UMKM, serta strategi pemasaran yang lebih kreatif. Kami ingin ibu-ibu tidak hanya mengenal AI, tetapi bisa langsung memanfaatkannya untuk usaha,” ujarnya.


Katanya, pelatihan ini bukan hanya memperkenalkan teknologi AI, tetapi memastikan teknologi tersebut benar-benar dapat digunakan untuk mendukung aktivitas usaha. 


“Pelatihan ini, para peserta diarahkan memanfaatkan AI untuk pekerjaan yang selama ini dianggap sulit, seperti membuat ide promosi, menulis caption, menyusun materi pemasaran, hingga menghasilkan desain yang lebih menarik,” ujarnya.


Sementara itu, Pokja II TP PKK Kota Makassar, Dra. Andi Indrawaty menambahkan, metode praktik langsung dipilih karena sebagian besar peserta merupakan ibu-ibu pelaku UMKM yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital dalam menjalankan usahanya. Dengan praktik, peserta dapat langsung mencoba setiap tahapan dan memahami bagaimana AI bekerja sesuai dengan kebutuhan produk yang mereka miliki.


“Kalau hanya diberikan materi, mungkin ibu-ibu masih bingung. Jadi kita langsung praktik. Hari ini ibu-ibu belajar, langsung pegang dan mencoba sendiri. Kita ingin yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, yang tadinya tidak bisa menjadi bisa,” ujarnya.


Menurutnya, perkembangan teknologi tidak seharusnya menjadi hambatan bagi perempuan pelaku UMKM. Justru, dengan pendampingan yang tepat, teknologi dapat menjadi alat yang memudahkan pekerjaan dan membantu pelaku usaha menghemat waktu, menemukan ide baru, serta membuat promosi yang lebih menarik tanpa harus memiliki kemampuan desain atau pemasaran yang tinggi.


“Jangan takut dengan AI. AI ini bukan untuk menggantikan ibu-ibu dalam berusaha, tetapi membantu ibu-ibu. Misalnya mau membuat promosi, bingung menulis apa, kita bisa minta bantuan AI. Mau membuat desain, mencari ide konten, semuanya bisa kita pelajari,” jelasnya.


Ia berharap, pelatihan tersebut menjadi langkah awal bagi para peserta untuk semakin melek digital dan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Dengan kemampuan yang diperoleh, pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara mandiri untuk memperbaiki kualitas produk, memperkuat promosi, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan daya saing usaha di tengah perkembangan ekonomi digital.


Dalam pelaksanaannya, setiap angkatan mendapatkan materi dan praktik langsung selama dua hari. Salah satu pemateri utama, Maenuddin Bustanil Syah, S.Pd., M.Pd., Dosen Teknologi Pendidikan, memberikan materi mengenai penyusunan prompt AI untuk meningkatkan kapasitas UMKM. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai konsep AI, tetapi juga diarahkan untuk mencoba menyusun perintah yang tepat agar teknologi tersebut dapat menghasilkan keluaran sesuai kebutuhan usaha.


Maenuddin menjelaskan, kemampuan menyusun prompt menjadi salah satu keterampilan penting dalam pemanfaatan AI. Dengan instruksi yang jelas dan spesifik, pelaku UMKM dapat menggunakan AI untuk membantu menyusun ide konten, membuat narasi promosi, menentukan konsep desain, mengenali target pasar, hingga mengembangkan strategi pemasaran. Pendekatan praktik tersebut diharapkan membuat peserta lebih percaya diri menggunakan teknologi AI dalam aktivitas usaha sehari-hari.


Kolaborasi dengan BASAibu Wiki-Sulsel dan Lab Teknologi Fakultas Ilmu Pendidikan UNM turut membantu pelaku UMKM perempuan memahami dan mempraktikkan pemanfaatan AI secara langsung. Peserta dibimbing menggunakan AI untuk mencari ide konten, menyusun prompt, membuat materi promosi, mendesain produk, hingga mengembangkan strategi pemasaran yang lebih kreatif dan efektif.


Melalui metode praktik langsung, peserta diharapkan mampu menerapkan teknologi AI dalam kegiatan usaha sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan kreativitas, kualitas promosi, dan daya saing produk UMKM.

Selasa, 11 Agustus 2026

76 Sekolah SD-SMP di Makassar Mulai Benahi Perpustakaan, Dinas Perpustakaan Dorong Akreditas

 


Nuansa Terkini Makassar,— Antusiasme meningkatkan kualitas perpustakaan sekolah terlihat dalam Lokakarya Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP) bagi Perpustakaan SD dan SMP se-Kota Makassar Tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Selasa (11/8/2026).


Lebih dari 150 peserta dari 76 sekolah SD dan SMP mengikuti kegiatan tersebut. 

Setiap sekolah mengutus dua peserta, yakni Kepala Sekolah dan Kepala Perpustakaan. 


Keterlibatan Kepala Sekolah dinilai penting karena dukungan pimpinan menjadi salah satu kunci dalam pengembangan perpustakaan di satuan pendidikan.


Kegiatan dibuka Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Dr. Aryati Puspasari Abady, yang mendorong sekolah secara bertahap membenahi pengelolaan perpustakaan agar memenuhi Standar Nasional Perpustakaan.


Saat ini, dari lebih 600 perpustakaan sekolah SD dan SMP di Kota Makassar, baru sekitar 61 perpustakaan yang telah terakreditasi.


“Karena itu, kita perlu mendorong sekolah untuk membenahi perpustakaannya secara bertahap agar sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan,” ujarnya.


Ia menegaskan, perpustakaan sekolah tidak sekadar menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi harus menjadi pusat sumber belajar serta ruang untuk menumbuhkan budaya baca dan kemampuan literasi peserta didik.


Sementara, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Tulus Wulan Juni, tingginya kehadiran Kepala Sekolah dan Kepala Perpustakaan menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap penguatan kapasitas pengelolaan perpustakaan.


“ Ini juga menunjukkan kepedulian mereka terhadap pengembangan perpustakaan sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.


Lokakarya menghadirkan Amaluddin Zaihal, S.Sos., M.Hum., Pustakawan Madya Universitas Negeri Makassar, dan Dr. Iskandar, S.Sos., M.M., Pustakawan Ahli Madya Universitas Hasanuddin. Keduanya merupakan Asesor Akreditasi Perpustakaan Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.


Peserta mendapatkan materi mengenai enam komponen Standar Nasional Perpustakaan sekaligus mengikuti simulasi penilaian secara mandiri terhadap perpustakaan masing-masing. 


Hasil simulasi menunjukkan tingkat kesiapan yang beragam, dengan perpustakaan peserta memperoleh kategori A, B, maupun C.


Hasil tersebut menjadi gambaran awal bagi sekolah untuk mengetahui komponen yang telah terpenuhi maupun yang masih perlu dibenahi sebagai persiapan menuju akreditasi.


Sebagai tindak lanjut, Dinas Perpustakaan Kota Makassar akan menyiapkan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kepala Perpustakaan dan Tenaga Perpustakaan bagi sekolah peserta. 


Bimtek tersebut akan memperdalam penerapan enam komponen SNP sekaligus membantu sekolah yang memiliki kesiapan untuk mengikuti akreditasi perpustakaan pada 2026.


Kegiatan turut dihadiri Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Feby Primayanti, serta Kepala Seksi Sarana Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Makassar, Linda Ani Fitriani.


Melalui pembinaan berkelanjutan mulai dari lokakarya, simulasi, perbaikan hingga Bimtek, Dinas Perpustakaan Kota Makassar berharap semakin banyak perpustakaan sekolah memenuhi standar nasional dan mampu menjadi pusat sumber belajar yang aktif dalam meningkatkan budaya baca, literasi, serta mutu pendidikan di Kota Makassar.


Upaya tersebut sekaligus mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Kota Makassar, sejalan dengan semangat “Makassar Literasi Kuat melalui Gemar Membaca dan Peran Perpustakaan.” (*)




IPSI Makassar Gelar Pemusatan Latihan, 19 Atlet Dipersiapkan Hadapi Porprov 2026

 



Nuansa Terkini Makassar,– Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII Tahun 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone pada November mendatang.


Sebagai bagian dari persiapan tersebut, IPSI Kota Makassar menggelar pemusatan latihan bagi atlet-atlet hasil seleksi yang diproyeksikan memperkuat kontingen Kota Makassar pada ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.


Pemusatan latihan dipusatkan di Gedung Olahraga Perumda Air Minum Kota Makassar dan diikuti sebanyak 19 atlet hasil proses seleksi. Para atlet menjalani program latihan secara intensif dengan fokus pada peningkatan kemampuan teknik, kondisi fisik, strategi pertandingan, serta kesiapan mental sebelum berlaga di Porprov Sulsel XVIII.


Ketua IPSI Kota Makassar, Hj Umiyati, mengatakan pemusatan latihan menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan seluruh atlet yang akan dibawa ke Porprov benar-benar berada dalam kondisi terbaik.


Menurutnya, persiapan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknik pencak silat, tetapi juga menyangkut kekuatan fisik, mental bertanding, kedisiplinan, serta kemampuan atlet dalam menerapkan strategi ketika menghadapi lawan.


“Pemusatan latihan ini merupakan bagian dari persiapan kami menghadapi Porprov Sulsel XVIII. Kami ingin memastikan 19 atlet yang telah lolos seleksi benar-benar siap, baik dari sisi teknik, fisik maupun mental,” ujar Hj Umiyati.


Ia menegaskan, IPSI Makassar tidak ingin persiapan dilakukan secara instan. Karena itu, para atlet diberikan program latihan yang terukur dan berkelanjutan agar perkembangan mereka dapat dipantau secara maksimal hingga pelaksanaan Porprov.


“Yang paling penting adalah proses. Kami ingin atlet berlatih dengan disiplin, menjaga kondisi fisik, meningkatkan teknik dan memahami strategi pertandingan. Semua harus dipersiapkan dengan baik karena persaingan di Porprov tentu tidak mudah,” katanya.


Hj Umiyati juga meminta para atlet untuk menjaga semangat dan kekompakan selama menjalani pemusatan latihan. Menurutnya, keberhasilan dalam sebuah pertandingan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kerja keras, kedisiplinan dan kekompakan seluruh tim.


Anggota DPRD Kota Makassar ini berharap para pesilat Makassar mampu menunjukkan performa terbaik dan membawa nama baik Kota Makassar pada Porprov Sulsel XVIII.


“Target kami tentu prestasi terbaik. Tetapi untuk mencapai itu, seluruh atlet harus fokus dan mengikuti setiap program latihan dengan sungguh-sungguh. Jangan cepat puas dan terus tingkatkan kemampuan,” tegasnya.


Selain atlet, jajaran pelatih dan pengurus IPSI Makassar juga terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan masing-masing pesilat.


Evaluasi tersebut diperlukan untuk melihat kekurangan sekaligus menentukan strategi yang tepat menghadapi pertandingan di Porprov.


Dengan waktu persiapan yang masih tersedia sebelum pelaksanaan Porprov pada November 2026, IPSI Makassar optimistis pembinaan dan pemusatan latihan dapat menghasilkan atlet yang lebih siap dan kompetitif.


IPSI Makassar berharap 19 atlet yang dipersiapkan mampu tampil maksimal dan memberikan kontribusi terhadap pencapaian prestasi kontingen Kota Makassar pada Porprov Sulsel XVIII yang digelar di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone. (*)

Sekda Makassar Pastikan Kesiapan Lintas OPD Sambut MTQ VIII KORPRI Nasional


Nuansa Terkini Makassar,— Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional yang akan digelar di Provinsi Sulawesi Selatan pada 24–30 Agustus 2026.


Persiapan tersebut dibahas dalam rapat pemantapan yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, di Ruang Rapat Sekda, Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (11/8/2026).


Sekda Makassar Andi Zulkifly menekankan pentingnya kesiapan seluruh perangkat daerah yang terlibat, mengingat Kota Makassar menjadi salah satu tuan rumah, khususnya untuk pelaksanaan pembukaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional.


Menurut Ketua KORPRI Kota Makassar ini, pembukaan kegiatan nantinya bakal dihadiri pejabat negara, termasuk rencana Presiden Prabowo Subianto atau diwakili Wakil Presiden Gibran atau menteri. Karena itu, seluruh unsur panitia diminta bekerja maksimal dan tidak menganggap kegiatan tersebut sebagai agenda biasa.


“Ini adalah kegiatan tingkat nasional. Kita sebagai tuan rumah di Kota Makassar harus mempersiapkan acara sebaik mungkin. Pembukaan ini bisa saja dihadiri Presiden, Wakil Presiden, atau setingkat menteri. Memang belum ada kepastian, tetapi tidak ada salahnya kita mempersiapkan semuanya secara maksimal,” ujar Andi Zulkifly.


Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) menjelaskan, pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional melibatkan dua daerah sebagai tuan rumah, yakni Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).


Makassar akan menjadi lokasi pembukaan, sedangkan acara penutupan dijadwalkan berlangsung di Pangkep. Adapun sejumlah rangkaian perlombaan akan dilaksanakan di beberapa lokasi di Makassar, termasuk kawasan Karebosi dan Asrama Haji.


Sehingga, kata dia, meminta seluruh kepala perangkat daerah yang telah ditunjuk sebagai bagian dari kepanitiaan untuk aktif mengikuti setiap rapat dan memastikan tugas masing-masing berjalan.


Ia menegaskan, keterlibatan dalam kegiatan tersebut merupakan tanggung jawab kepanitiaan sekaligus bagian dari kontribusi aparatur pemerintah dalam menyukseskan agenda nasional.


“Ini bukan kegiatan biasa. Kita mengikuti kegiatan tingkat nasional. Karena itu, saya berharap kita semua lebih termotivasi untuk mempersiapkan dan menyukseskan acara ini,” katanya.


Dalam rapat tersebut juga dilakukan pembagian tugas kepada sejumlah perangkat daerah. Diantaranya, Dinas Kesehatan dan rumah sakit daerah diminta menyiapkan tenaga kesehatan serta ambulans di lokasi kegiatan. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis juga disiapkan di sejumlah titik.


Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bertanggung jawab terhadap pengamanan di lokasi pembukaan dan perlombaan. Pengamanan akan dikoordinasikan dengan unsur keamanan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan kepolisian.


Dinas Pariwisata ditugaskan menyiapkan pertunjukan tari dan musik, termasuk penampilan pada rangkaian penyambutan peserta. Dinas tersebut juga diminta memperkuat promosi kegiatan di hotel, restoran, serta sejumlah destinasi wisata di Kota Makassar.


Sementara itu, Dinas Perhubungan bertugas menyiapkan rekayasa lalu lintas, jalur evakuasi, serta mendukung kebutuhan genset pada lokasi kegiatan.


Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) juga diminta mendukung publikasi kegiatan melalui media luar ruang, seperti videotron dan papan reklame, mulai dari kawasan bandara hingga sejumlah titik strategis di Kota Makassar.


Untuk aspek kebersihan, sejumlah kecamatan diminta membagi wilayah kerja secara jelas di sekitar lokasi kegiatan. Petugas kebersihan juga diminta melakukan pemantauan selama acara berlangsung, bukan hanya setelah kegiatan selesai.


Andi Zulkifly menekankan agar pengelolaan sampah menjadi perhatian, terutama karena kegiatan diperkirakan menghadirkan banyak peserta, tamu, dan pelaku UMKM.


“Jangan sampai petugas kebersihan baru datang setelah acara selesai. Petugas harus bergerak selama kegiatan berlangsung. Masing-masing wilayah harus punya tanggung jawab dan kantong sampah yang disiapkan. Sampah juga harus dipilah dan segera diangkut,” tegasnya.


Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar turut menyiapkan strategi publikasi dengan melibatkan media cetak, daring, televisi, radio, media sosial, dan siaran langsung.


Sejumlah media nasional dan lokal akan dilibatkan untuk meliput rangkaian kegiatan, khususnya pembukaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional.


Diskominfo juga diminta berkoordinasi dengan event organizer (EO) untuk menyusun materi publikasi, jadwal peliputan, serta kebutuhan akses media.


Selain kesiapan teknis, rapat juga membahas aspek keamanan dan rekayasa lalu lintas. Dinas Perhubungan diminta menyiapkan skenario pengaturan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama yang berpotensi terdampak kegiatan, termasuk Jalan Ahmad Yani dan Jalan Nusantara.


Mantan Camat Ujung Pandang ini meminta koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan terkait pengamanan dilakukan sejak awal, terutama apabila terdapat agenda khusus yang melibatkan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).


“Kalau ada rapat khusus mengenai pengamanan, saya minta perangkat daerah terkait seperti perhubungan, Satpol PP, pemadam kebakaran, kesehatan, protokol, dan EO juga dilibatkan. Koordinasinya harus jelas supaya ketika ada perubahan situasi, kita bisa cepat beradaptasi,” ujarnya.


Ia juga meminta agar koordinasi pengamanan melibatkan seluruh unsur terkait sehingga tidak terjadi perubahan pola pengamanan secara mendadak yang dapat mengganggu kesiapan teknis di lapangan.


“Yang paling penting adalah koordinasi. Kalau ada rapat dengan provinsi terkait keamanan dan ketertiban, perangkat daerah yang berkaitan harus diundang. Kita harus satu komando dan memiliki pemahaman yang sama,” katanya.


Rapat tersebut turut dihadiri jajaran perangkat daerah, panitia pelaksana, serta event organizer yang akan menangani rangkaian kegiatan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional.


Andi Zulkifly berharap seluruh perangkat daerah menjalankan tugas sesuai pembagian tanggung jawab dan terus berkoordinasi hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.


“Kita ingin sebagai tuan rumah memberikan pelayanan dan penyelenggaraan yang terbaik. Ini membawa nama Kota Makassar, sehingga seluruh persiapan harus dilakukan dengan serius,” pungkasnya. (*)




Evaluasi 18 Pasar di Makassar, Ketua Dewan Lingkungan Tekankan Pemilahan Sampah Wajib Dimulai dari Pedagang

 


Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, mendorong penguatan pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya di seluruh pasar di Kota Makassar. 


Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Evaluasi Program Pemilahan Sampah di Unit Pasar bersama jajaran Perumda Pasar Karya dan Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar beserta 18 kepala-kepala pasar, di Kantor Pusat Perumda Pasar Karya, Senin (10/8/2026).


Melinda menilai pasar menjadi salah satu titik penting dalam pembenahan pengelolaan sampah karena aktivitasnya terpusat dan menghasilkan volume sampah yang cukup besar setiap hari. Karena itu, edukasi dan sosialisasi kepada pedagang, tenan, maupun warga sekitar pasar harus terus diperkuat.


“Pasar ini sebenarnya lebih mudah kita identifikasi. Kita bisa melihat siapa yang sudah memilah dan siapa yang belum. Jadi edukasi harus berjalan, tetapi setelah edukasi tentu harus ada ketegasan,” ujar Melinda.


Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan sampah dipilah sejak dari sumber. Terlebih, lebih dari separuh sampah yang dihasilkan pasar merupakan sampah organik yang seharusnya dapat dimanfaatkan kembali dan tidak berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).


Melinda menyoroti kondisi di lapangan sejak kebijakan pengelolaan sampah diberlakukan per 1 Agustus, di mana TPA diarahkan hanya menerima sampah residu. Masih bercampurnya sampah dari pasar membuat kecamatan ikut menanggung beban pengangkutan dan penanganannya.


“Kalau sampah organik masih bercampur, akhirnya semua menjadi residu. Ini yang harus kita ubah dari hulunya,” tegasnya.


Ia juga menilai pengelolaan sampah pasar membutuhkan solusi dengan kapasitas yang sesuai. Menurut Melinda, teknologi atau metode pengolahan skala kecil seperti TEBA Modern tidak dapat menjadi solusi utama untuk pasar karena kapasitasnya terbatas, sementara volume sampah yang dihasilkan pasar jauh lebih besar.


Karena itu, Pemerintah Kota Makassar tengah mendorong penyiapan lokasi khusus untuk menampung dan mengolah sampah organik dari pasar maupun sektor HOREKA (hotel, restoran, dan kafe). Sampah organik tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan, termasuk sebagai bahan pakan ternak sesuai kelayakan dan pengelolaan yang tepat.


Di sisi lain, Melinda mendorong setiap pasar mulai membangun sistem pengelolaan sampah secara mandiri dengan pendampingan Dewan Lingkungan Hidup. Menurutnya, setiap pasar memiliki karakter dan volume sampah yang berbeda sehingga membutuhkan pola pengelolaan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.


Salah satu contoh datang dari Pasar Kalimbu. Kepala Pasar Kalimbu, Sahir, menyampaikan produksi sampah di pasar tersebut mencapai sekitar tiga ton per hari. Sekitar dua ton sampah organik berupa sisa sayuran telah dimanfaatkan oleh peternak, sementara sampah organik yang tidak terserap masih menjadi tantangan.


Upaya pemilahan tersebut bahkan telah menurunkan volume residu di Pasar Kalimbu dari sekitar 120 kilogram menjadi sekitar 60 kilogram. Namun, masih ditemukan pedagang maupun warga yang belum tertib memilah dan membuang sampah pada tempatnya.


Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Karya, Ali Gauli Arief, menegaskan komitmen pengelola pasar untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA melalui pemilahan dari sumber. Pengelolaan sampah organik juga mulai dilakukan di sejumlah pasar, salah satunya melalui komposter aerob di Pasar Pa’baeng-baeng.


Melinda menegaskan, pembenahan pengelolaan sampah di pasar membutuhkan kolaborasi antara pengelola pasar, pedagang, masyarakat, pemerintah, dan Dewan Lingkungan Hidup. Edukasi menjadi langkah awal, tetapi kedisiplinan dan penegakan aturan harus berjalan beriringan.


“Target kita jelas. Sebelum evaluasi pada September nanti, kita harus bisa menunjukkan perbaikan pengelolaan sampah dari hulu secara signifikan, bahkan di atas 90 persen. Ini bukan hanya soal kebersihan pasar, tetapi bagaimana kita bersama-sama memastikan sampah yang masuk ke TPA benar-benar hanya residu,” kata Melinda.


Ia berharap hasil evaluasi ini menjadi momentum bagi seluruh pasar di Makassar untuk bergerak lebih cepat dan terukur. Dengan pemilahan yang konsisten, pengelolaan organik yang tepat, serta keterlibatan aktif seluruh pihak, beban sampah ke TPA dapat ditekan sekaligus menciptakan pasar yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. (*)




Senin, 10 Agustus 2026

Ringankan Duka Korban Kebakaran, IKAPTK Makassar Salurkan Bantuan untuk Warga Tallo



Nuansa Terkini Makassar,— Kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran  ditunjukkan oleh Ikatan Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kota Makassar. 


Bantuan disalurkan untuk meringankan beban warga korban kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo. 


Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua IKAPTK Kota Makassar sekaligus Asisten III Pemerintah Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra, didampingi langsung oleh Kadishub Kota Makassar, Muhammad Rheza kepada perwakilan warga terdampak, Senin (10/08/2026).


Dalam penyalurannya, bantuan diterima oleh Camat Tallo, Andi Husni dan Ria dari Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) selaku panitia, serta didampingi Farida, Ketua RW 04, yang turut membantu proses pendampingan warga di wilayah terdampak.


Adapun bantuan yang diberikan terdiri atas 25 paket perlengkapan ibadah, masing-masing berupa Al-Qur’an, sajadah, mukena, dan sarung.


Selain itu, IKAPTK juga menyerahkan 54 paket perlengkapan sekolah lengkap bagi anak-anak korban kebakaran, bantuan tersebut terdiri atas 39 paket untuk siswa/i SD, 9 paket untuk siswa/i SMP dan 6 paket untuk siswa/i SMA. 


Firman menyebutkan kehadiran IKAPTK di tengah kondisi yang masih penuh keterbatasan, bukan sekadar pemberian barang tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral agar para korban tidak merasa menghadapi musibah seorang diri.


Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, khususnya anak-anak yang harus kembali menjalani aktivitas belajar.


Apalagi setelah kehilangan sebagian atau bahkan seluruh barang-barang mereka akibat musibah.


Kehadiran IKAPTK bersama unsur masyarakat diharapkan dapat menjadi penguat bagi warga Tallo untuk perlahan bangkit dan kembali menata kehidupan pascakebakaran.


“Musibah memang tidak dapat kita hindari, tetapi beban yang dirasakan saudara-saudara kita dapat kita ringankan bersama. Kepedulian sekecil apa pun sangat berarti bagi saudara kita yang sedang berusaha bangkit,” pungkasnya. (*)

Sabtu, 08 Agustus 2026

Ketua Dekranasda Makassar Bawa Cita Rasa Makassar ke ASEAN Day Food Festival 2026

 


Nuansa Terkini Jakarta,– Cita rasa khas Makassar turut mewarnai kemeriahan ASEAN Day Food Festival 2026 yang digelar di Hibiscus Room, Heritage Building ASEAN Secretariat, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).


Dekranasda Kota Makassar mendapat undangan dari ASEAN Women Circle (AWC) untuk mengisi salah satu booth dalam ASEAN Day Food Festival 2026 sekaligus menjadi salah satu perwakilan Indonesia yang membawa kekayaan kuliner dari wilayah Indonesia Timur. 


Melalui partisipasi tersebut, Dekranasda Kota Makassar memperkenalkan kekayaan kuliner Sulawesi Selatan di tengah perayaan ASEAN Day ke-59 yang mempertemukan 11 negara anggota ASEAN dan 11 negara mitra dialog.


Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menyampaikan mehadiran Dekranasda Kota Makassar menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya dan kekayaan kuliner Indonesia Timur dalam ruang perjumpaan masyarakat internasional.


“Partisipasi Dekranasda Kota Makassar dalam ASEAN Day Food Festival 2026 sekaligus menjadi momentum untuk membawa cerita tentang Makassar melalui sajian di atas meja,” ujarnya.


Melinda mengatakan mengusung cita rasa khas Kota Makassar, Dekranasda menghadirkan sejumlah hidangan tradisional, di antaranya Coto Makassar, pisang ijo, serta beragam kue tradisional dengan sekitar enam jenis kue yang disajikan kepada para pengunjung.


“Ini pengalaman pertama saya menghadiri ASEAN Day dan tentunya sangat exciting. Kita bisa melihat dan mencicipi berbagai macam makanan dari banyak negara, sekaligus memperkenalkan makanan khas Makassar kepada mereka,” ujar Melinda.


Antusiasme pengunjung pun terlihat begitu tinggi. Sajian kuliner yang dibawa Dekranasda Kota Makassar mendapat respons positif, bahkan sejumlah kue tradisional hampir habis sebelum rangkaian acara berakhir. Cita rasa khas Makassar pun berhasil menarik perhatian pengunjung yang datang dari berbagai latar belakang dan negara.


Bagi Melinda, antusiasme tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus menunjukkan bahwa kuliner khas Makassar memiliki daya tarik untuk diperkenalkan lebih luas, termasuk dalam forum internasional.


“Kita senang sekali karena makanan khas Makassar ternyata laris manis. Kue-kue yang kita bawa hampir habis bahkan sebelum acara selesai. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita karena bisa membawa nama Makassar dan memperkenalkan kuliner kita di sini,” tuturnya.


Melinda berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang dengan skala yang lebih besar. Tingginya antusiasme masyarakat terhadap festival kuliner tersebut, menurutnya, menjadi sinyal positif bahwa acara ini memiliki potensi untuk menjadi ruang promosi budaya dan kuliner yang semakin luas.


“Semoga ke depannya ASEAN Day bisa semakin besar. Hari ini saja tempatnya sangat ramai dan padat, bahkan pendaftaran pengunjung sampai harus ditutup karena antusiasmenya tinggi. Mudah-mudahan tahun depan bisa menggunakan tempat yang lebih luas dan terbuka untuk umum, sehingga semakin banyak orang yang bisa menikmati dan mengenal kuliner dari berbagai negara, termasuk kuliner khas Makassar,” harapnya.


Dari Coto Makassar yang kaya rempah, pisang ijo yang ikonik, hingga aneka kue tradisional, setiap hidangan menjadi cara sederhana namun kuat untuk memperkenalkan kekayaan budaya Makassar kepada dunia.


Kehadiran kuliner Makassar di forum ASEAN ini diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman mencicipi makanan, tetapi juga membuka ruang promosi yang lebih luas bagi produk kuliner dan pelaku usaha kreatif daerah. (*)




Ketua Dekranasda Makassar Bawa Cita Rasa Makassar ke ASEAN Day Food Festival 2026



Nuansa Terkini akarta,– Cita rasa khas Makassar turut mewarnai kemeriahan ASEAN Day Food Festival 2026 yang digelar di Hibiscus Room, Heritage Building ASEAN Secretariat, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).


Dekranasda Kota Makassar mendapat undangan dari ASEAN Women Circle (AWC) untuk mengisi salah satu booth dalam ASEAN Day Food Festival 2026 sekaligus menjadi salah satu perwakilan Indonesia yang membawa kekayaan kuliner dari wilayah Indonesia Timur. 


Melalui partisipasi tersebut, Dekranasda Kota Makassar memperkenalkan kekayaan kuliner Sulawesi Selatan di tengah perayaan ASEAN Day ke-59 yang mempertemukan 11 negara anggota ASEAN dan 11 negara mitra dialog.


Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menyampaikan mehadiran Dekranasda Kota Makassar menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya dan kekayaan kuliner Indonesia Timur dalam ruang perjumpaan masyarakat internasional.


“Partisipasi Dekranasda Kota Makassar dalam ASEAN Day Food Festival 2026 sekaligus menjadi momentum untuk membawa cerita tentang Makassar melalui sajian di atas meja,” ujarnya.


Melinda mengatakan mengusung cita rasa khas Kota Makassar, Dekranasda menghadirkan sejumlah hidangan tradisional, di antaranya Coto Makassar, pisang ijo, serta beragam kue tradisional dengan sekitar enam jenis kue yang disajikan kepada para pengunjung.


“Ini pengalaman pertama saya menghadiri ASEAN Day dan tentunya sangat exciting. Kita bisa melihat dan mencicipi berbagai macam makanan dari banyak negara, sekaligus memperkenalkan makanan khas Makassar kepada mereka,” ujar Melinda.


Antusiasme pengunjung pun terlihat begitu tinggi. Sajian kuliner yang dibawa Dekranasda Kota Makassar mendapat respons positif, bahkan sejumlah kue tradisional hampir habis sebelum rangkaian acara berakhir. Cita rasa khas Makassar pun berhasil menarik perhatian pengunjung yang datang dari berbagai latar belakang dan negara.


Bagi Melinda, antusiasme tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus menunjukkan bahwa kuliner khas Makassar memiliki daya tarik untuk diperkenalkan lebih luas, termasuk dalam forum internasional.


“Kita senang sekali karena makanan khas Makassar ternyata laris manis. Kue-kue yang kita bawa hampir habis bahkan sebelum acara selesai. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita karena bisa membawa nama Makassar dan memperkenalkan kuliner kita di sini,” tuturnya.


Melinda berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang dengan skala yang lebih besar. Tingginya antusiasme masyarakat terhadap festival kuliner tersebut, menurutnya, menjadi sinyal positif bahwa acara ini memiliki potensi untuk menjadi ruang promosi budaya dan kuliner yang semakin luas.


“Semoga ke depannya ASEAN Day bisa semakin besar. Hari ini saja tempatnya sangat ramai dan padat, bahkan pendaftaran pengunjung sampai harus ditutup karena antusiasmenya tinggi. Mudah-mudahan tahun depan bisa menggunakan tempat yang lebih luas dan terbuka untuk umum, sehingga semakin banyak orang yang bisa menikmati dan mengenal kuliner dari berbagai negara, termasuk kuliner khas Makassar,” harapnya.


Dari Coto Makassar yang kaya rempah, pisang ijo yang ikonik, hingga aneka kue tradisional, setiap hidangan menjadi cara sederhana namun kuat untuk memperkenalkan kekayaan budaya Makassar kepada dunia.


Kehadiran kuliner Makassar di forum ASEAN ini diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman mencicipi makanan, tetapi juga membuka ruang promosi yang lebih luas bagi produk kuliner dan pelaku usaha kreatif daerah. (*)

Jumat, 07 Agustus 2026

TP PKK Makassar Gelar Kajian Islam, Perkuat Peran Muslimah Bentuk Keluarga Tangguh



Nuansa Terkini Makassar,– Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar menggelar kajian Islam bertema “Peran Muslimah dalam Mewujudkan Keluarga Tangguh dan Berkarakter” di Masjid Agung 45 Makassar, Jumat (7/8/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Pokja I TP PKK Kota Makassar yang diikuti kader PKK serta perwakilan berbagai organisasi wanita di Kota Makassar. Kajian ini menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat kapasitas sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan para peserta.


Kegiatan dibuka oleh Ketua Bidang I TP PKK Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan kajian tersebut sebagai momentum untuk terus belajar dan meningkatkan keimanan.


“Alhamdulillah, hari ini kita sama-sama belajar. Di sinilah tempat kita belajar. Tidak ada yang merasa paling pintar atau paling bagus. Kita memang perlu sama-sama belajar, baik untuk peningkatan kapasitas maupun peningkatan iman kita,” ujar Kamelia.


Menurutnya, peran kader TP PKK tidak hanya terbatas pada lingkungan keluarga masing-masing. Para kader juga memiliki tanggung jawab untuk mengajak dan mendorong masyarakat di sekitarnya agar bersama-sama membangun keluarga yang tangguh dan sejahtera.


“Ibu-ibu TP PKK Kota Makassar, tugas kita ini berat. Bukan hanya bagaimana membentuk keluarga kita sendiri, tetapi kita juga bertugas mengajak seluruh masyarakat di sekitar kita untuk berperan dalam membentuk keluarga yang tangguh dan sejahtera,” tuturnya.


Kamelia berharap materi yang disampaikan dalam kajian dapat memberikan manfaat dan menjadi bekal bagi para peserta dalam menjalankan peran, baik sebagai ibu, istri, maupun bagian dari masyarakat. Ia juga mengingatkan peserta untuk mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan saling menghargai selama kajian berlangsung.


“Mudah-mudahan apa yang disampaikan pada siang hari ini bermanfaat bagi kita semua. Saya berharap ibu-ibu menyimak dengan baik. Kalau ada yang sedang berbicara, mari kita saling menghargai agar apa yang disampaikan dapat kita terima dengan baik,” katanya.


Kajian tersebut menghadirkan Ustadz Musaffir Arif sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, ia membahas sejumlah hal penting mengenai peran dan tanggung jawab muslimah dalam membangun keluarga yang tangguh, berkarakter, serta berlandaskan nilai-nilai keimanan.


Ustadz Musaffir Arif menjelaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam menentukan kualitas kehidupan seseorang. Karena itu, keberhasilan dalam membangun keluarga tidak hanya diukur dari aspek duniawi, tetapi juga dari keberhasilan mencapai kehidupan yang diridai Allah SWT.


Ia menekankan bahwa keberhasilan hakiki membutuhkan pribadi yang tangguh dalam berjuang serta memiliki karakter yang teguh dalam kebaikan. Hal tersebut dapat dibangun melalui keimanan yang dilandasi ilmu, nasihat, keteladanan yang baik, kesabaran, serta doa dan tawakal kepada Allah SWT.


Kajian kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan pemateri mengenai berbagai persoalan seputar peran muslimah, keluarga, pendidikan karakter, serta upaya membangun keluarga yang tangguh di tengah tantangan kehidupan.


.

Kamis, 06 Agustus 2026

Di Bawah Kepemimpinan Tajuddin Nur, SMA Negeri 9 Gowa Bertransformasi 180 Derajat Menjadi Sekolah Berkarakter dan Berbudaya

 


Nuansa Terkini Gowa,– Perubahan besar terjadi di SMA Negeri 9 Kabupaten Gowa. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Tajuddin Nur, http://S.Pd., http://M.Si., sekolah ini berhasil bertransformasi secara menyeluruh, baik dari sisi kedisiplinan, karakter siswa, budaya sekolah, hingga kebersihan lingkungan.


Transformasi tersebut tidak datang dengan sendirinya. Dibutuhkan kerja keras, komitmen, dan visi yang jelas agar seluruh warga sekolah bergerak dalam satu arah yang sama.


"Kami ingin SMA Negeri 9 Gowa tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi rumah kedua yang nyaman, tertib, dan berwibawa. Alhamdulillah, dengan kerja sama seluruh guru, tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua, kita bisa membuktikan perubahan itu," ungkap Kepala Sekolah Tajuddin Nur, http://S.Pd., http://M.Si.

Kedisiplinan Jadi Pondasi Utama

Salah satu bukti nyata perubahan adalah meningkatnya kedisiplinan. Mulai dari ketepatan waktu masuk sekolah, penggunaan seragam, hingga pelaksanaan tata tertib, semuanya dijalankan dengan konsisten.


"Kedisiplinan adalah kunci. Jika siswa terbiasa disiplin di sekolah, maka kelak mereka akan menjadi pribadi yang disiplin dalam bekerja dan bermasyarakat. Inilah yang terus kami tanamkan setiap hari," jelas Tajuddin.

Menguatkan Karakter dan Budaya Siswa

Selain akademik, penguatan karakter menjadi prioritas. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, gotong royong, saling menghargai, dan cinta lingkungan kini menjadi budaya yang hidup di SMA Negeri 9 Gowa.


Kegiatan rutin seperti literasi 15 menit, sholat Dhuha berjamaah, Jumat bersih, dan pembinaan mental terus dilakukan agar siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

Musallah Terbersih, Setara Standar Hotel

Salah satu yang paling mendapat perhatian dan apresiasi adalah kebersihan musallah sekolah. Dengan manajemen yang rapi dan kesadaran seluruh warga sekolah, musallah SMA Negeri 9 Gowa kini dikenal sebagai salah satu tempat ibadah sekolah terbersih di Sulawesi Selatan.


"Boleh dikatakan musallah kami saat ini kebersihannya setara hotel. Karpet wangi, tempat wudhu tertata, dan suasana yang tenang. Kami ingin anak-anak merasa nyaman beribadah, karena dari tempat yang bersih akan lahir hati yang bersih pula," tutur Tajuddin dengan bangga.

Apresiasi dan Harapan ke Depan

Perubahan 180 derajat ini mendapat sambutan positif dari orang tua, alumni, dan masyarakat sekitar. Banyak yang menilai SMA Negeri 9 Gowa kini tampil lebih tertata, lebih humanis, dan lebih berprestasi.


"Kami tidak akan berhenti di sini. Target kami adalah menjadikan SMA Negeri 9 Gowa sebagai sekolah rujukan yang melahirkan lulusan berkarakter, berprestasi, dan berbudaya. InsyaAllah dengan semangat kebersamaan, kita bisa mewujudkannya," tutup Tajuddin Nur, http://S.Pd., http://M.Si.


Dengan semangat "Berubah untuk Lebih Baik", SMA Negeri 9 Gowa terus melangkah menjadi sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun karakter dan peradaban.


Laporan : Idrus 

Pemkot Makassar Gandeng BPKP Sulsel Bahas Tindaklanjut Proyek PSEL

 


Nuansa Terkini Makassar,— Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, meminta pendampingan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulawesi Selatan dalam memastikan proses pelaksanaan Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Hal itu disampaikan Sekda Makassar Andi Zulkifly saat menghadiri rapat pembahasan proyek PSEL di Ruang Rapat Kantor Perwakilan BPKP Sulawesi Selatan, Kamis (6/8).


Hadir mendampingi Ketua Tim Ahli Pemkot Makassar Hudli Huduri, Inspektur Kota Makassar Andi Asma Zulistia Ekayanti, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar Helmy Budiman dan beberapa pejabat lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.


Sekda Makassar Andi Zulkifly menjelaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus melakukan konsultasi dengan pemerintah pusat terkait perubahan regulasi yang mengatur pelaksanaan proyek PSEL.


Menurutnya, proyek tersebut telah dipersiapkan sejak 2023 berdasarkan ketentuan sebelumnya. Namun, terbitnya regulasi baru yakni Perpres 109 mengharuskan pemerintah daerah melakukan penyesuaian terhadap sejumlah aspek, terutama terkait penyediaan lahan dan skema pembiayaan.


"Kami ingin memastikan seluruh proses PSEL berjalan sesuai regulasi. Karena itu kami meminta pendampingan BPKP agar setiap tahapan memiliki kepastian hukum dan tata kelola yang baik," ujar Andi Zulkifly.


Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar ini mengungkapkan selama ini Pemkot Makassar telah berkoordinasi dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, Kementerian Keuangan, dan kementerian teknis lainnya, guna memperoleh arahan atas implementasi regulasi terbaru.


Menurut Andi Zulkifly, perubahan aturan membawa sejumlah konsekuensi yang berbeda dibanding regulasi sebelumnya yakni Perpres 35. Salah satunya menyangkut kewajiban penyediaan lahan oleh pemerintah daerah yang membutuhkan kajian lebih mendalam.


"Perubahan regulasi ini menimbulkan beberapa konsekuensi, khususnya mengenai penyediaan lahan. Karena itu kami membutuhkan pendapat dan pendampingan agar keputusan yang diambil pemerintah kota benar-benar sesuai ketentuan," katanya.


Mantan Camat Ujung Pandang ini menjelaskan, kebutuhan pengelolaan sampah di Makassar sudah semakin mendesak. Produksi sampah Kota Makassar saat ini diperkirakan berkisar antara 800 hingga 1.200 ton per hari sehingga dibutuhkan solusi jangka panjang yang berkelanjutan.


Selama ini, kata dia, Pemkot Makassar juga telah menjalin kerja sama antardaerah untuk membantu penanganan sampah agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.


"PSEL menjadi salah satu solusi strategis untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi. Namun seluruh prosesnya harus memenuhi aspek hukum, tata ruang, lingkungan, dan kepentingan masyarakat," ujarnya.


Andi Zulkifly menambahkan pemerintah kota telah melakukan berbagai kajian terhadap sejumlah alternatif lokasi, termasuk kesesuaian tata ruang, aspek lingkungan, hingga mitigasi dampak sosial.


Ia menegaskan, Pemkot Makassar tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan tanpa dasar hukum yang kuat.


"Harapan kami, melalui pendampingan BPKP, pemerintah kota memperoleh rekomendasi yang komprehensif sehingga proyek ini dapat dilaksanakan secara akuntabel, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tutupnya.


Terpisah, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan, Mardiyanto Arif Rakhmadi, tujuan pendampingan BPKP bukan menentukan pilihan bagi pemerintah daerah, melainkan memastikan setiap keputusan diambil berdasarkan kajian yang objektif, terukur, dan memperhitungkan seluruh konsekuensi yang mungkin timbul.


"Harapannya, persoalan strategis ini dapat segera diselesaikan sehingga proyek pengelolaan sampah Kota Makassar tetap dapat berjalan dengan tata kelola yang baik, memberikan kepastian bagi seluruh pihak, serta meminimalkan risiko keuangan negara maupun daerah," jelasnya. (*)

PJI Sulsel Soroti Dugaan Arogansi Oknum Satres Narkoba Polrestabes Makassar terhadap Jurnalis Saat Peliputan

 


Nuansa Terkini Makassar,– Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Jurnalis Indonesia (DPD PJI) Sulawesi Selatan menyoroti dugaan tindakan arogan yang dilakukan oknum anggota Satres Narkoba Polrestabes Makassar terhadap seorang jurnalis saat menjalankan tugas peliputan.


Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (6/8/2026) di Jalan Urip Sumoharjo, Lorong 77, Kecamatan Makassar, tepatnya di samping Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar.


 Saat itu, Tim Khusus (Timsus III) Satres Narkoba Polrestabes Makassar tengah mengamankan seorang pria yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika.


Di lokasi kejadian, jurnalis Gemanews.id yang juga Ketua DPD Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, Akbar Polo, mengaku mendapat larangan mengambil gambar dari salah seorang anggota kepolisian yang bertugas. 


Ia juga menilai oknum tersebut menunjukkan sikap yang terkesan arogan dengan melarang pengambilan gambar serta menunjuk ke arahnya saat proses peliputan berlangsung.


Menanggapi kejadian itu, Humas DPD PJI Sulawesi Selatan, Dzoel SB, mendesak Kapolrestabes Makassar dan Kasat Narkoba Polrestabes Makassar agar segera melakukan evaluasi terhadap anggotanya.


 Menurutnya, apabila ditemukan adanya pelanggaran kode etik maupun prosedur, tindakan tegas harus diberikan.


"Kami meminta Kapolrestabes Makassar dan Kasat Narkoba melakukan evaluasi serta memberikan sanksi apabila terbukti terjadi pelanggaran etik. Anggota Polri perlu terus dibina agar memahami etika dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, termasuk menghormati tugas jurnalistik yang dilindungi undang-undang," ujar Dzoel SB.


Dzoel menegaskan bahwa kemerdekaan pers merupakan bagian dari prinsip negara hukum dan telah dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pasal 4 ayat (1) menegaskan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, sedangkan Pasal 18 ayat (1) mengatur bahwa setiap orang yang secara melawan hukum menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dapat dikenai sanksi pidana sesuai ketentuan yang berlaku.


"Jangan karena merasa sebagai anggota kepolisian kemudian bersikap arogan terhadap jurnalis, apalagi yang bersangkutan sedang menjalankan tugas peliputan untuk kepentingan publik. Sinergi antara Polri dan insan pers harus dibangun atas dasar saling menghormati tugas dan fungsi masing-masing," tegasnya.


PJI Sulawesi Selatan berharap pimpinan Polrestabes Makassar memberikan perhatian serius terhadap insiden tersebut agar tidak mencederai hubungan kemitraan antara Polri dan insan pers yang selama ini telah terjalin dengan baik.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polrestabes Makassar maupun Satres Narkoba Polrestabes Makassar terkait dugaan insiden tersebut. 


Sesuai prinsip keberimbangan pemberitaan, redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak kepolisian.


Laporan : Ipul