Senin, 31 Agustus 2026

SMEP PKK Berlanjut, Melinda Aksa Tekankan Kader Fokus Jalankan Program




Nuansa Terkini Makassar,— Program PKK tidak boleh hanya terlihat ketika ada penilaian. Pesan itu menjadi salah satu penekanan Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa saat rangkaian Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) PKK berlanjut di Kecamatan Rappocini dan Mariso, Senin (31/8/2026).


Menurut Melinda, evaluasi diperlukan untuk melihat sejauh mana sinergi antara kecamatan, kelurahan, pengurus, dan kader dalam menerjemahkan 10 Program Pokok PKK. Jika masih ditemukan kekurangan, SMEP menjadi ruang untuk memperbaiki sekaligus memperkuat pelaksanaan program ke depan.


Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kedisiplinan dalam administrasi dan pelaporan. Melinda mengingatkan agar pengurus tidak menjadikan penilaian sebagai alasan baru untuk menyiapkan laporan maupun dokumentasi kegiatan.


“Jangan nanti pada saat mau dinilai baru kita sibuk mempersiapkan semuanya. Administrasi dan kegiatan harus berjalan serta tercatat dengan baik sepanjang tahun,” pesannya.


Melinda juga menaruh perhatian pada keberlanjutan Kebun Hatinya PKK di setiap kelurahan. Ia mendorong agar kebun tidak hanya aktif ketika akan menghadapi lomba atau penilaian, tetapi dikelola secara konsisten sepanjang tahun.


Kebun Hatinya PKK, kata dia, dapat menjadi bagian dari penguatan urban farming di tingkat kelurahan. Selain mempercantik lingkungan, kebun tersebut diharapkan mampu menjadi ruang produktif yang memberikan manfaat bagi keluarga, terutama dalam pemanfaatan lahan dan pemenuhan kebutuhan pangan.


Untuk itu, kebun-kebun yang dinilai aktif dan memiliki pengelolaan terbaik nantinya dapat menjadi kandidat untuk mengikuti kompetisi di tingkat Kota Makassar.


“Yang kita cari bukan hanya kebun yang bagus ketika dinilai, tetapi kebun yang benar-benar hidup dan dikelola terus-menerus,” ujar Melinda.


Isu lain yang turut menjadi perhatian dalam SMEP adalah gerakan pemilahan sampah yang telah berjalan sejak 1 Agustus 2026. Setelah memasuki satu bulan pelaksanaan, program tersebut mulai dievaluasi untuk melihat konsistensi penerapannya di masyarakat.


Melinda menekankan bahwa kader PKK memiliki posisi strategis dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat. Namun, edukasi tersebut menurutnya harus diawali dari lingkungan terkecil, yakni rumah masing-masing kader.


Ia meminta kader terlebih dahulu menerapkan pemilahan dan pengelolaan sampah di rumah sebelum mengajak masyarakat di tingkat RT dan RW.


“Jangan hanya menyampaikan kepada masyarakat. Kita harus memberikan contoh. Kalau di rumah sendiri sudah memilah sampah, akan lebih mudah mengajak masyarakat melakukan hal yang sama,” jelasnya.


Di Kecamatan Rappocini sendiri, upaya penguatan pengelolaan sampah juga tengah disiapkan melalui rencana pemanfaatan salah satu lokasi di kawasan Tallo-Salaring untuk dikembangkan menjadi TPS 3R. 


Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sampah berbasis kawasan, mengingat Rappocini merupakan wilayah yang cukup luas dan masih membutuhkan fasilitas TPS 3R.


Di tengah evaluasi tersebut, Kecamatan Rappocini juga membawa capaian yang patut diapresiasi. Camat Rappocini Yudistira Ekaputra Nugraha menyampaikan bahwa Kelurahan Gunung Sari berhasil meraih juara pertama pada tingkat Kota Makassar dan kembali menjadi juara pertama di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.


Prestasi tersebut membawa Gunung Sari melangkah ke kompetisi tingkat nasional. Saat ini, kelurahan tersebut tengah mengikuti proses penilaian lanjutan secara langsung.


Capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa konsistensi pengelolaan program di tingkat kelurahan dapat menghasilkan prestasi sekaligus menjadi contoh bagi wilayah lainnya.


SMEP PKK sendiri masih akan terus berlanjut ke sejumlah kecamatan lain di Kota Makassar. Rangkaian evaluasi ini diharapkan tidak berhenti pada pencatatan capaian, tetapi menjadi momentum untuk memperbaiki kekurangan, memperkuat sinergi, dan memastikan 10 Program Pokok PKK berjalan secara konsisten sepanjang tahun.


Dengan begitu, SMEP bukan hanya tentang siapa yang terbaik dalam penilaian, tetapi tentang bagaimana program PKK terus hidup di tengah masyarakat dan menghadirkan manfaat yang nyata. (*).




Maulid DWP Makassar, Ketua Tim Penggerak PKK Makassar Ingatkan Pentingnya Doa dan Dukungan Istri



Nuansa Terkini Makassar,— Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, membuka kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Makassar di Mesjid Raya, Senin (31/8/2026).


Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah SAW, tidak hanya dalam kehidupan bermasyarakat dan memimpin umat, tetapi juga dalam membangun keluarga yang harmonis dan penuh tanggung jawab.


Dalam sambutannya, Melinda mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan memperbanyak salawat sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat terhadap sosok Rasulullah SAW yang menjadi panutan umat Islam.


“Jangan hanya mengingat Rasulullah ketika Maulid. Setiap hari kita harus memperbanyak salawat, terlebih pada hari Jumat. Karena Rasulullah adalah panutan kita, pembawa risalah Islam sekaligus pemimpin umat,” ujar Melinda.


Melinda juga menyoroti pentingnya peran seorang istri dalam mendukung suami, khususnya bagi para anggota DWP yang mendampingi suami dalam menjalankan tugas kedinasan.


Menurutnya, dukungan seorang istri tidak selalu diwujudkan dalam bentuk materi, tetapi melalui doa, perhatian, serta memastikan kebutuhan keluarga dan rumah tangga berjalan dengan baik. Istri juga memiliki peran penting sebagai madrasah pertama bagi anak-anak.


“Peran kita sebagai istri adalah mendoakan suami, mendukung pekerjaannya, menjadi madrasah bagi anak-anak, dan memastikan urusan rumah selesai sehingga tidak menjadi beban tambahan bagi suami,” tuturnya.


Ia mengingatkan agar dukungan kepada suami diberikan dengan penuh pengertian dan tidak diwujudkan dalam tuntutan yang berlebihan. 


Menurut Melinda, doa dan dukungan dari keluarga dapat menjadi kekuatan bagi suami dalam menjalankan amanah pekerjaannya dengan baik dan tetap berada dalam koridor aturan.


“Kalau suami sedang bekerja, mari kita doakan agar pekerjaannya dimudahkan dan dapat dijalankan dengan baik. Jangan sampai tuntutan kita justru membuat suami melakukan sesuatu yang melanggar aturan,” katanya.


Lebih jauh, Melinda mengajak para perempuan untuk meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW yang mampu menjalankan berbagai peran dengan penuh tanggung jawab. Rasulullah SAW tidak hanya dikenal sebagai pemimpin umat, tetapi juga sebagai sosok suami dan kepala keluarga yang menjadi teladan.


Menurutnya, kepemimpinan yang baik sejatinya berawal dari kemampuan membangun keluarga. Ketika seseorang mampu mengelola dan memimpin keluarganya dengan baik, nilai-nilai tersebut akan menjadi bekal dalam menjalankan tanggung jawab yang lebih luas.


“Rasulullah memberikan contoh bahwa menjadi pemimpin bukan hanya tentang bagaimana kita memimpin orang lain, tetapi juga bagaimana kita menjadi pasangan dan orang tua yang baik di dalam rumah,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Melinda juga mengingatkan pentingnya komunikasi dan saling menghormati dalam kehidupan rumah tangga. 


Setiap aktivitas yang dilakukan di luar rumah, kata dia, perlu dibangun atas dasar komunikasi dan kesepahaman antara suami dan istri, dengan tetap memperhatikan tanggung jawab terhadap keluarga.


Ia berharap momentum Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi ruang refleksi bagi seluruh peserta untuk membawa nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW ke dalam kehidupan sehari-hari.


Peringatan Maulid DWP Kota Makassar turut dirangkaikan dengan pembagian hadiah dan doorprize bagi peserta. Sejumlah hadiah, termasuk mesin cuci, diberikan kepada para pemenang undian.


Beberapa di antaranya yakni Ibu Hajra dari Dinas Kebudayaan (Disbud), Ibu Dian dari Kecamatan Panakkukang, Ibu Nurlaila dari Dinas Tata Ruang (Distaru), serta Ibu Dewi Fari dari Perpustakaan.


Melinda mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap silaturahmi yang terbangun melalui momentum Maulid dapat semakin mempererat kebersamaan para anggota DWP Kota Makassar.


“Semoga Maulid ini tidak hanya menjadi peringatan, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menghadirkan akhlak Rasulullah dalam keluarga, dalam pekerjaan, dan dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.(*)..



Pemkot Makassar dan BPN Perkuat Kolaborasi, Tata Kelola Aset dan Pertanahan Jadi Prioritas



Nuansa Terkini Makassar,– Pemerintah Kota Makassar memperkuat kerja sama dengan Kantor Pertanahan Kota Makassar untuk membenahi tata kelola administrasi pertanahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pertanahan dan tata ruang.


Penguatan sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan tentang Sinergi Pelaksanaan Administrasi Pertanahan dan Peningkatan Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang di Kota Makassar. Kegiatan berlangsung di Balai Kota Makassar, Senin (31/8/2026).


Nota kesepakatan tersebut ditandatangani Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar Johanis Buapi, A.Ptnh., M.Si.


Munafri menilai kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan Kantor Pertanahan memiliki peran strategis dalam menjaga aset pemerintah sekaligus mendukung pembangunan kota.


“Kerja sama dan kolaborasi antara Pemkot dan BPN ini menjadi napas dari proses menjaga aset dan pembangunan yang ada di Kota Makassar,” ujar Munafri.


Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sistem tata kelola pertanahan yang lebih terintegrasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).


Selain mempercepat pelayanan administrasi pertanahan, sinergi ini juga diarahkan untuk memperkuat pengamanan aset milik Pemerintah Kota Makassar. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian hukum terhadap aset daerah sekaligus membuka peluang optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Kerja sama ini juga dinilai penting dalam mendukung penataan kawasan perkotaan. Dengan koordinasi yang lebih baik, pembangunan di Kota Makassar diharapkan dapat berjalan lebih terarah serta sesuai dengan ketentuan tata ruang.


Munafri menegaskan, kerja sama dengan Kantor Pertanahan Kota Makassar harus menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah dalam melakukan pendataan, penataan, dan pengamanan aset.


Ia menyebut percepatan pelayanan yang dilakukan Kantor Pertanahan Kota Makassar menjadi momentum untuk semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPN dalam mendukung pembangunan.


“Ada beberapa poin penting dalam PKS ini. Kolaborasi dengan SKPD merupakan bagian penting dari pembangunan kota yang harus terus dipertahankan seiring dengan semakin pesatnya pembangunan di Makassar,” tuturnya.


Melalui kerja sama tersebut, Pemkot Makassar berharap pengelolaan administrasi pertanahan dapat semakin tertib, pelayanan publik menjadi lebih efektif, serta aset pemerintah daerah memiliki kepastian hukum yang kuat. (*).

Jumat, 28 Agustus 2026

Perkuat Koordinasi Urusan Pertanahan, Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar Terima Kunjungan Kepala Biro Umum Kementerian Kesehatan RI

 


Nuansa Terkini Makassar,— Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar menerima kunjungan Kepala Biro Umum Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antarinstansi, khususnya dalam mendukung penyelesaian berbagai urusan pertanahan di lingkungan Kementerian Kesehatan RI. (28/8/2026).


Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang semakin baik, terutama dalam mendukung penyelesaian berbagai hal terkait pertanahan pada lingkungan Kementerian Kesehatan RI, termasuk proses persertipikatan tanah pada Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar.


Pertemuan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Kantor Pertanahan Kota Makassar dengan instansi pemerintah dalam mewujudkan tata kelola administrasi pertanahan yang tertib, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar menyampaikan komitmennya untuk terus menjaga sinergi dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah.


Hal tersebut dilakukan guna memastikan setiap proses pertanahan dapat berjalan secara efektif, tertib, transparan, serta memberikan kepastian hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar juga menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi merupakan salah satu langkah penting dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pertanahan, termasuk dalam proses sertipikasi aset tanah milik pemerintah.


Melalui kunjungan dan koordinasi tersebut, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin kuat antara Kementerian Kesehatan RI dan Kantor Pertanahan Kota Makassar, sehingga berbagai urusan pertanahan dapat diselesaikan secara optimal dan mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan.


Sinergi antarinstansi ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pertanahan yang semakin baik, akuntabel, dan memberikan kepastian hukum terhadap aset pemerintah. (*).

Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar Ikuti Evaluasi Peralihan Hak Terintegrasi PERINTIS Secara Daring

 


Nuansa Terkini Makassar, — Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar bersama Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Selatan mengikuti kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Peralihan Hak Terintegrasi PERINTIS secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (28/8/2026).


Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (Dirjen PHPT) dan diikuti jajaran terkait di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).


Kegiatan evaluasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan Peralihan Hak Terintegrasi PERINTIS berjalan sesuai dengan ketentuan serta mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan pertanahan kepada masyarakat.


Dalam rapat tersebut, dilakukan koordinasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan layanan peralihan hak terintegrasi, termasuk mengidentifikasi berbagai hal yang perlu diperbaiki dan dioptimalkan dalam pelaksanaannya di daerah.


Keikutsertaan Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar bersama jajaran Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Selatan mencerminkan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi serta meningkatkan efektivitas pelayanan di bidang pertanahan.


Melalui evaluasi secara berkala, pelaksanaan PERINTIS diharapkan dapat semakin optimal dalam memberikan pelayanan yang cepat, efektif, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.


Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut berlangsung dengan lancar dan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara jajaran pusat, Kantor Wilayah BPN, dan Kantor Pertanahan dalam mendukung transformasi pelayanan pertanahan. (*).

Kamis, 27 Agustus 2026

Dinas Pertanahan Makassar Gelar Bimtek Tata Kelola dan Pemanfaatan Tanah BMD

 


Nuansa Terkini Makassar,— Dinas Pertanahan Kota Makassar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola dan Pemanfaatan Tanah Barang Milik Daerah (BMD), pada 26–28 Agustus 2026.


Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Makassar. Bimtek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pemahaman dan kapasitas aparatur terkait tata kelola, administrasi, serta pemanfaatan aset tanah milik daerah.


Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya tertib administrasi dalam pengelolaan tanah BMD, mulai dari aspek pencatatan, pengamanan, pemanfaatan hingga optimalisasi aset daerah.


Dinas Pertanahan Kota Makassar menilai pengelolaan aset tanah yang baik tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.


Dengan tata kelola yang tertib, transparan, dan optimal, aset tanah milik Pemerintah Kota Makassar diharapkan dapat memberikan nilai tambah serta manfaat yang lebih besar bagi kepentingan pemerintah dan masyarakat.


Kegiatan Bimtek ini juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar-SKPD dalam pengelolaan aset tanah, sehingga keberadaan BMD dapat terdata dan termanfaatkan secara tepat sesuai ketentuan yang berlaku.


Dinas Pertanahan Kota Makassar berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas tata kelola pertanahan dan pengelolaan aset daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan administrasi pemerintahan yang tertib serta pelayanan publik yang semakin baik.

Rabu, 26 Agustus 2026

Sambut HUT Polwan ke-78, Polwan Polresta Gowa Ziarah ke TMP Romang Lompoa

 


Nuansa Terkini Terkini Gowa,- Di tengah rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Wanita (Polwan) ke-78, jajaran Polwan Polresta Gowa sejenak menundukkan kepala, mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Romang Lompoa, Jalan Poros Malino, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Kamis (27/8/2026).


Dipimpin Kabag SDM Polresta Gowa, AKP Ida Ayu Made Ari, S.H., M.M., para Polwan mengikuti upacara ziarah dengan penuh khidmat. Suasana haru dan penuh penghormatan terasa ketika satu per satu personel memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur demi bangsa dan negara.


Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga dan tabur bunga di makam para pahlawan. Bunga yang ditaburkan menjadi simbol penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas perjuangan mereka yang telah mewariskan kemerdekaan dan kehidupan yang lebih baik bagi generasi penerus.


Kabag SDM Polresta Gowa AKP Ida Ayu Made Ari mengatakan, ziarah tersebut memiliki makna mendalam bagi jajaran Polwan, karena mengingatkan kembali bahwa setiap pengabdian yang dilakukan hari ini tidak terlepas dari perjuangan orang-orang yang telah mendahului.


“Di tempat ini, kita kembali diingatkan bahwa ada perjuangan dan pengorbanan besar yang telah dilakukan para pahlawan. Semangat itulah yang harus kita lanjutkan melalui pengabdian sebagai anggota Polri, dengan bekerja tulus dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.


Menurutnya, peringatan HUT Polwan ke-78 bukan hanya tentang bertambahnya usia pengabdian, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas.


“Semoga di usia ke-78 ini, Polwan semakin kuat, semakin profesional dan semakin dekat dengan masyarakat. Jadikan semangat para pahlawan sebagai inspirasi untuk terus mengabdi dengan hati,” tuturnya.


Ziarah tersebut ditutup dengan doa bersama. Dalam keheningan TMP Romang Lompoa, para Polwan kemudian meninggalkan lokasi dengan membawa semangat yang sama: meneruskan nilai perjuangan melalui pengabdian, menjaga amanah dan hadir untuk masyarakat.


Humas Polresta Gowa

Selasa, 25 Agustus 2026

Sekda Makassar Tinjau TPA Tamangapa: Dorong Percepatan Pembenahan Kawasan Pembuangan Sampah

 


Nuansa Terkini Makassar,– Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mempercepat pembenahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala. 


Langkah tersebut menjadi salah satu prioritas Pemkot Makassar menyusul sanksi yang diberikan terkait pengelolaan TPA.


Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly meninjau langsung kondisi TPA Tamangapa, Rabu (26/8). Pria akrab disapa Zul ini didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar Helmy Budiman dan jajaran DLH Makassar serta pemerintah kecamatan Manggala.


Kunjungan Sekda Makassar ini untuk memastikan seluruh proses dan upaya pembenahan kawasan TPA Tamangapa sesuai instruksi pemerintah pusat tuntas.


Diketahui, peninjauan TPA Tamangapa tersebut juga bertepatan dengan kunjungan tim Kementerian Lingkungan Hidup untuk melihat secara langsung perkembangan pembenahan yang telah dilakukan Pemkot Makassar.


Saat meninjau, Sekda Zulkifly mengecek sejumlah progres pembenahan, di antaranya pembangunan akses jalan menuju lokasi TPA, pengelolaan gas metana, pembenahan kantor sekretariat, serta penutupan timbunan sampah di area TPA.


Andi Zulkifly mengatakan, seluruh pekerjaan pembenahan harus dipercepat dan tidak menunggu hingga batas waktu yang ditetapkan pada September 2026.


“Pembenahan ini harus kita percepat karena masa pembenahannya sampai September. Kita tidak boleh menunggu sampai akhir,” kata Andi Zulkifly, Rabu (26/8).


Menurut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) itu, kunjungan tim Kementerian Lingkungan Hidup menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana progres pembenahan yang telah dilakukan Pemkot Makassar. 


Ia menyebut, dalam waktu dekat dimungkinkan kembali dilakukan penilaian terhadap kondisi TPA Tamangapa.


“Jadi dalam waktu dekat akan ada penilaian lagi untuk melihat apakah kita sudah terlepas dari sanksi atau belum. Kita masih menunggu,” ujarnya.


Andi Zulkifly menegaskan, upaya pembenahan TPA menjadi perhatian serius pemerintah kota. Terlebih, status sanksi tersebut berkaitan dengan peluang Makassar untuk mengikuti penilaian Adipura.


“Ketika kita sudah lepas dari sanksi, kita bisa atau dapat diikutkan untuk mengikuti lomba Adipura. Kalau masih dalam kategori sanksi, kita tidak diikutkan,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar Helmy Budiman mengatakan, pembenahan juga dilakukan pada sistem pengelolaan air lindi di TPA Tamangapa.

Ia menyebut, kualitas lindi terus diperhatikan melalui pembenahan kolam lindi serta penerapan penanganan bahan kimia dalam proses pengolahannya.


“Jadi tadi Kolam lindi menjadi atensi pak Sekda, ini berkaitan dengan kualitas lindinya, juga sudah baik. Dari sisi kolamnya sudah kita benahi, kemudian penanganan bahan-bahan kimia juga sudah diterapkan di sana,” kata Helmy.


Helmy menambahkan, berbagai pembenahan tersebut dilakukan untuk memastikan pengelolaan TPA Tamangapa semakin memenuhi ketentuan pengelolaan lingkungan dan mendukung upaya Pemkot Makassar keluar dari status sanksi.


Pemkot Makassar, kata dia, akan terus melakukan percepatan terhadap seluruh aspek pembenahan TPA, termasuk pengelolaan timbunan sampah, gas metana, jalan akses, hingga pengolahan lindi.


Upaya tersebut diharapkan dapat menunjukkan komitmen Pemkot Makassar dalam memperbaiki tata kelola TPA Tamangapa sekaligus membuka peluang Kota Makassar kembali mengikuti penilaian Adipura.


"Kami komitmen soal TPA dan pengelolaan sampah. Insya Allah, apa yang menjadi arahan pemerintah pusat, kami akan tuntaskan," jelasnya. (*)




Sekda Makassar Tinjau TPA Tamangapa: Dorong Percepatan Pembenahan Kawasan Pembuangan Sampah

 


Nuansa Terkini Makassar,– Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mempercepat pembenahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala. 


Langkah tersebut menjadi salah satu prioritas Pemkot Makassar menyusul sanksi yang diberikan terkait pengelolaan TPA.


Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly meninjau langsung kondisi TPA Tamangapa, Rabu (26/8). Pria akrab disapa Zul ini didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar Helmy Budiman dan jajaran DLH Makassar serta pemerintah kecamatan Manggala.


Kunjungan Sekda Makassar ini untuk memastikan seluruh proses dan upaya pembenahan kawasan TPA Tamangapa sesuai instruksi pemerintah pusat tuntas.


Diketahui, peninjauan TPA Tamangapa tersebut juga bertepatan dengan kunjungan tim Kementerian Lingkungan Hidup untuk melihat secara langsung perkembangan pembenahan yang telah dilakukan Pemkot Makassar.


Saat meninjau, Sekda Zulkifly mengecek sejumlah progres pembenahan, di antaranya pembangunan akses jalan menuju lokasi TPA, pengelolaan gas metana, pembenahan kantor sekretariat, serta penutupan timbunan sampah di area TPA.


Andi Zulkifly mengatakan, seluruh pekerjaan pembenahan harus dipercepat dan tidak menunggu hingga batas waktu yang ditetapkan pada September 2026.


“Pembenahan ini harus kita percepat karena masa pembenahannya sampai September. Kita tidak boleh menunggu sampai akhir,” kata Andi Zulkifly, Rabu (26/8).


Menurut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) itu, kunjungan tim Kementerian Lingkungan Hidup menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana progres pembenahan yang telah dilakukan Pemkot Makassar. 


Ia menyebut, dalam waktu dekat dimungkinkan kembali dilakukan penilaian terhadap kondisi TPA Tamangapa.


“Jadi dalam waktu dekat akan ada penilaian lagi untuk melihat apakah kita sudah terlepas dari sanksi atau belum. Kita masih menunggu,” ujarnya.


Andi Zulkifly menegaskan, upaya pembenahan TPA menjadi perhatian serius pemerintah kota. Terlebih, status sanksi tersebut berkaitan dengan peluang Makassar untuk mengikuti penilaian Adipura.


“Ketika kita sudah lepas dari sanksi, kita bisa atau dapat diikutkan untuk mengikuti lomba Adipura. Kalau masih dalam kategori sanksi, kita tidak diikutkan,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar Helmy Budiman mengatakan, pembenahan juga dilakukan pada sistem pengelolaan air lindi di TPA Tamangapa.

Ia menyebut, kualitas lindi terus diperhatikan melalui pembenahan kolam lindi serta penerapan penanganan bahan kimia dalam proses pengolahannya.


“Jadi tadi Kolam lindi menjadi atensi pak Sekda, ini berkaitan dengan kualitas lindinya, juga sudah baik. Dari sisi kolamnya sudah kita benahi, kemudian penanganan bahan-bahan kimia juga sudah diterapkan di sana,” kata Helmy.


Helmy menambahkan, berbagai pembenahan tersebut dilakukan untuk memastikan pengelolaan TPA Tamangapa semakin memenuhi ketentuan pengelolaan lingkungan dan mendukung upaya Pemkot Makassar keluar dari status sanksi.


Pemkot Makassar, kata dia, akan terus melakukan percepatan terhadap seluruh aspek pembenahan TPA, termasuk pengelolaan timbunan sampah, gas metana, jalan akses, hingga pengolahan lindi.


Upaya tersebut diharapkan dapat menunjukkan komitmen Pemkot Makassar dalam memperbaiki tata kelola TPA Tamangapa sekaligus membuka peluang Kota Makassar kembali mengikuti penilaian Adipura.


"Kami komitmen soal TPA dan pengelolaan sampah. Insya Allah, apa yang menjadi arahan pemerintah pusat, kami akan tuntaskan," jelasnya. (*)

Satbrimob Polda Sulsel Peringati Maulid Nabi, Akhlak Rasulullah Jadi Pedoman dalam Bertugas

 



Nuansa Terkini Makassar,— Suasana penuh religius dan kebersamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah yang digelar personel Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Sulawesi Selatan di Masjid Nurul Qalbi, Mako Batalyon A Pelopor, Selasa (25/8/2026).


Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Melalui Polri Presisi Kita Wujudkan Indonesia Adil dan Makmur”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi personel Polri dan Bhayangkari untuk menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam pelaksanaan tugas.


Kegiatan dihadiri Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Ridwan, S.I.K., M.H., Kabag Ops Satbrimobda Sulsel AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si., Danden Gegana Satbrimob Polda Sulsel Kompol Mansur, S.H., M.H., Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Mursalim, S.E., M.M., jajaran PJU, para perwira, personel Makosatbrimob, Detasemen Gegana dan Batalyon A Pelopor, serta Bhayangkari Satbrimob Polda Sulsel.


Hadir pula penceramah Ustaz Dr. Muhammad Iqbal, S.H.I., M.H.I., yang memberikan hikmah Maulid sekaligus mengaitkan keteladanan Rasulullah SAW dengan pelaksanaan tugas kepolisian.


Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan qasidah oleh Bhayangkari Cabang Satbrimob, dilanjutkan pembukaan, penampilan Barzanji, serta pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Bripda Fadli yang dilanjutkan saritilawah oleh Ibu Dardi dari Bhayangkari.


Dansat Brimob: Akhlak Rasulullah Harus Menjadi Pedoman dalam Bertugas


Dalam sambutannya, Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Ridwan menegaskan bahwa hakikat peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni, tetapi sejauh mana umat mampu menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani akhlak mulia beliau.


Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW sangat relevan dengan tugas kepolisian, khususnya dalam menjalankan fungsi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), serta menegakkan hukum.


“Hakikat peringatan Maulid adalah sejauh mana cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW dan dapat meneladani Akhlaqul Karimah dari pribadinya sebagai ajaran yang patut dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mengemban tugas-tugas kepolisian sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, harkamtibmas serta penegak hukum,” ujar Muhammad Ridwan.


Ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW diutus Allah SWT untuk membawa pencerahan dan mengubah kehidupan manusia dari zaman jahiliyah menuju kehidupan yang penuh rahmat.


Nilai tersebut, kata dia, dapat menjadi inspirasi bagi setiap personel Polri untuk terus menghadirkan pelayanan yang humanis serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.


“Saya mengajak kepada seluruh anggota Polri dan Bhayangkari serta keluarganya dengan niat tulus dan ikhlas untuk senantiasa beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, guna mewujudkan masyarakat yang tertib, aman, tenteram dan damai dengan mencontoh kehidupan Nabi Muhammad SAW,” pesannya.


Hikmah Maulid: Akhlak Rasulullah Selaras dengan Polri Presisi


Hikmah Maulid yang disampaikan Ustaz Dr. Muhammad Iqbal juga menyoroti relevansi kehidupan Rasulullah SAW dengan konsep Polri Presisi.


Ia menjelaskan, Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan umatnya untuk berhati-hati, berpikir sebelum bertindak dan mengantisipasi berbagai kemungkinan.


Menurutnya, prinsip tersebut sejalan dengan pendekatan prediktif dalam Polri Presisi, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Rasulullah SAW juga memberikan teladan dalam menyelesaikan persoalan dengan bijaksana, adil dan tidak tergesa-gesa. Nilai tersebut dinilai penting bagi anggota Polri dalam memberikan pelayanan serta menangani berbagai persoalan masyarakat.


Selain itu, Rasulullah SAW menjadi teladan dalam menjalankan amanah dan menegakkan keadilan tanpa membeda-bedakan.


“Nilai amanah dan keadilan dapat diterapkan oleh anggota Polri dengan bekerja secara jujur, terbuka, profesional, dan memperlakukan masyarakat secara adil,” menjadi salah satu pesan utama dalam hikmah Maulid tersebut.


Maulid Dirangkai Bakti Sosial


Semangat Maulid Nabi juga diwujudkan melalui aksi kepedulian sosial. Dalam kegiatan tersebut, Satbrimob Polda Sulsel menyerahkan 100 paket sembako kepada masyarakat, khususnya komunitas ojek online (ojol) dan panti asuhan.


Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Maulid. 


Kehadiran paket sembako diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian personel Satbrimob Polda Sulsel kepada masyarakat.


Bantuan sosial tersebut juga mempertegas bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Maulid tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.


Selain kegiatan keagamaan dan bakti sosial, acara juga dirangkaikan dengan pengumuman pemenang lomba Male.


Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Satbrimob Polda Sulsel menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi dan membangun semangat pengabdian yang lebih humanis.


Pada akhirnya, keteladanan Rasulullah SAW diharapkan tidak berhenti di lingkungan masjid, tetapi benar-benar menjadi pedoman bagi setiap personel dalam menjalankan amanah, memberikan pelayanan terbaik, menegakkan keadilan dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.


Sebab, menjadi Polri Presisi bukan hanya tentang profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga tentang menghadirkan akhlak, keadilan dan kemanusiaan dalam setiap pengabdian. (Red)

Senin, 24 Agustus 2026

Sekda Zulkifly Dorong Makassar Bike Race 2026 Dikemas Semarak

 


Nuansa Terkini Makassar,- Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly menerima audiensi panitia Makassar Bike Race 2026 di Ruang Rapat Sekda, Kantor Balai Kota Makassar, Senin (24/8). Agendanya, membahas pelaksanaan Makassar Bike Race 2026.


Diketahui, Makassar Bike Rice 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29–30 Agustus 2026 di Lapangan Karebosi, Makassar.


Sekda Makassar Andi Zulkifly menyambut baik pelaksanaan ajang olahraga tersebut. Ia mendorong agar Makassar Bike Race 2026 dikemas lebih semarak sehingga mampu menarik antusiasme masyarakat sekaligus memperkuat citra Makassar sebagai kota yang aktif mengembangkan olahraga.


“Kalau bisa dikemas semarak. Libatkan masyarakat dan berbagai pihak agar kegiatan ini tidak hanya menjadi perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari hiburan dan aktivitas olahraga masyarakat,” ujar Andi Zulkifly.


Mantan Camat Ujung Pandang ini juga mengusulkan agar pelaksanaan kegiatan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah kota.


Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut penting untuk menunjukkan dukungan bersama terhadap pengembangan olahraga, khususnya olahraga sepeda dan BMX di Kota Makassar.


“Kita tadi usul agar mengundang Forkopimda, tokoh masyarakat, termasuk pejabat pemerintah kota dan DPRD. Kita ingin menunjukkan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan dan diikuti banyak pihak yang mencintai olahraga,” katanya.


Andi Zulkifly berharap Makassar Bike Race 2026 dapat menjadi ruang bagi para atlet dan pencinta sepeda untuk berkompetisi sekaligus menjadi wadah pembinaan dan pengembangan bakat olahraga di Kota Makassar.


Diketahui, Makassar Bike Race merupakan agenda yang telah memasuki penyelenggaraan kedua. Pelaksanaan tahun sebelumnya mendapat antusiasme yang cukup besar dari kalangan pesepeda dan masyarakat.


"Kita berharap pelaksanaan tahun ini dapat berlangsung lebih meriah, tertib, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta perkembangan olahraga di Kota Makassar," jelasnya.


Terpisah, EO Makassar Bike Rice 2026 Fikri Rahman menyampaikan Makassar Bike Race Competition tahun ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang digelar pada tahun sebelumnya. Antusiasme masyarakat, khususnya komunitas pesepeda, dinilai cukup besar.


“Event ini sudah memasuki tahun kedua. Tahun pertama diselenggarakan oleh Dispora dan antusiasme dari kalangan pesepeda sangat besar,” kata Fikri.


Ia menjelaskan, sejumlah kelas kembali diperlombakan, di antaranya push bike untuk anak-anak, road bike, dan fixie. Tahun ini, panitia juga menambahkan kelas BMX sebagai wadah bagi komunitas BMX untuk berkompetisi.


“Yang menjadi pembaruan tahun ini adalah kelas BMX. Kami melihat komunitas BMX cukup besar, tetapi dalam belasan tahun terakhir belum banyak diberikan ruang untuk berkompetisi. Karena itu, tahun ini kami memasukkan BMX sebagai salah satu kelas yang diperlombakan,” ujarnya.


Menurut Fikri, kelas BMX mendapat respons positif dari peserta. Hingga saat ini, sebanyak 55 peserta telah terkonfirmasi mengikuti perlombaan tersebut.


Peserta tidak hanya berasal dari Makassar dan sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, tetapi juga dari berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa peserta dari Yogyakarta, Sulawesi Tengah, Jawa, hingga Kalimantan disebut telah terkonfirmasi mengikuti sejumlah kelas.


“Untuk peserta BMX sudah ada sekitar 55 orang yang terkonfirmasi. Kemudian di kelas road bike juga ada beberapa peserta dari luar Sulawesi Selatan, salah satunya dari Yogyakarta. Untuk push bike, ada peserta dari Sulawesi Tengah, bahkan ada yang dari Jawa dan Kalimantan,” jelasnya.


Fikri berharap Pemkot Makassar terus memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga sepeda di Kota Makassar. Menurutnya, komunitas sepeda memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui berbagai kompetisi.


“Kalau kita lihat, kegiatan lari sudah sangat banyak. Karena itu, kami berharap momen ini menjadi perhatian Pemkot Makassar, Pak Wali Kota, Pak Sekda, dan seluruh jajaran untuk senantiasa mendukung olahraga sepeda,” tuturnya.


Ia menambahkan, masih banyak nomor atau kelas perlombaan sepeda yang dapat dikembangkan di Makassar. Karena itu, pihaknya berharap Makassar Bike Race Competition dapat terus digelar pada tahun-tahun berikutnya dengan menghadirkan kelas dan konsep perlombaan yang semakin beragam.


“Kami berharap, Insya Allah, pada penyelenggaraan tahun ketiga dan tahun-tahun berikutnya tetap mendapat dukungan dari Pemkot Makassar. Kami juga akan selalu berupaya memberikan hal-hal terbaik dan terbaru untuk kelas-kelas yang diperlombakan,” katanya.


Untuk kelas road bike, perlombaan akan menggunakan lintasan sepanjang sekitar 2,3 kilometer yang melintasi sejumlah ruas jalan utama di pusat Kota Makassar.


“Untuk road bike, rencananya lintasan sepanjang 2,3 kilometer, mulai dari Jalan Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman, Kajolalido, Jalan Sumanjaya, Jalan Hasanuddin, kemudian kembali ke titik awal,” pungkas Fikri. (*)

Tuan Rumah MTQ VIII KORPRI Pemkot Makassar Siapkan Tujuh Titik Lokasi Parkir

 


Nuansa Terkini Makassar,- Pemerintah Kota Makassar menyiapkan sejumlah lokasi parkir untuk mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026, khususnya rangkaian defile dan pembukaan yang dipusatkan di kawasan Lapangan Karebosi.


Tujuh titik lokasi disiapkan sebagai area parkir bagi peserta, tamu undangan, dan masyarakat yang menghadiri rangkaian kegiatan. 


Lokasi tersebut meliputi Jalan W.R. Supratman, kawasan Pasar Baru, Area parkir VVIP Tribun Utama Karebosi, Jalan Balaikota samping Taman Macan, Jalan Kajolalido, Basement Karebosi Link, Kanrerong Jalan Kartini dan Jalan Wahidin Sudirohusodo.


Sementara, untuk mendukung kelancaran akses menuju lokasi kegiatan, Dishub Kota Makassar juga akan melakukan penutupan dan pengalihan arus lalu lintas secara sementara pada pukul 15.00–18.00 WITA.


Masyarakat yang hendak menghadiri kegiatan diimbau menggunakan lokasi parkir yang telah disiapkan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.


Pengguna jalan yang tidak memiliki kepentingan menuju kawasan kegiatan juga diharapkan menghindari ruas-ruas jalan yang terdampak rekayasa lalu lintas selama periode tersebut.


Dishub Kota Makassar mengimbau seluruh masyarakat dan peserta untuk mematuhi rambu, mengikuti arahan petugas, serta tidak memarkir kendaraan di sembarang tempat agar arus lalu lintas tetap tertib dan lancar.


Penyediaan kantong parkir dan rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Kota Makassar dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 yang diikuti ribuan ASN dari berbagai daerah di Indonesia. (*)

Dishub Makassar Mohon Maaf atas Perubahan Rekayasa Lalu Lintas MTQ KORPRI 2026



Nuansa Terkini Makassar,– Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pengguna jalan atas adanya perubahan rute dan rekayasa lalu lintas dalam rangka pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026. 


Perubahan dilakukan menyusul adanya penyesuaian lokasi awal defile peserta. 


Jika sebelumnya direncanakan dimulai dari kawasan Benteng Rotterdam, rute defile kini dimulai dari Jalan Slamet Riyadi (Taman Macan sekitar MGC–Kantor Pos), selanjutnya melalui Jalan Jenderal Ahmad Yani dan berakhir di Tribun Lapangan Karebosi.


Penutupan dan pengalihan arus lalu lintas diberlakukan sementara pada pukul 15.00–18.00 WITA.


Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah skema pengalihan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung.


Sejumlah pengaturan di antaranya dilakukan di persimpangan Jalan Hasanuddin menuju Jalan Slamet Riyadi atau Jalan Pattimura, Jalan Hasanuddin–Slamet Riyadi, sepanjang Jalan Ahmad Yani, Jalan Nusantara, serta kawasan Simpang Tugu Mandiri Jalan Riburane.


Pengguna jalan dari arah Jalan Hasanuddin menuju kawasan Slamet Riyadi akan diarahkan melalui Jalan M.H. Thamrin, sementara kendaraan dari arah Jalan Hasanuddin–Slamet Riyadi dapat diarahkan menuju Jalan Pattimura sesuai kepentingan perjalanan.


Untuk kendaraan yang melintas di sepanjang Jalan Ahmad Yani, pengalihan dilakukan melalui kawasan Jalan Riburane–Jalan Penghibur. 


"Kendaraan kecil juga dapat menggunakan alternatif melalui Jalan Jampea," ungkap Rheza. 


Sementara kendaraan dari arah Jalan Nusantara diarahkan terus menuju Jalan Penghibur dan selanjutnya ke arah Somba Opu.


Rheza mengimbau masyarakat untuk memperhatikan perubahan rute, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta menghindari ruas jalan yang terdampak selama waktu pelaksanaan defile.


Sementara, khusus kendaraan truk dan kendaraan berat, masyarakat maupun pengemudi diimbau untuk tidak memasuki kawasan pusat Kota Makassar selama rekayasa berlangsung dan memilih jalur alternatif di luar pusat kota. 


Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas.


“Kami memohon maaf atas perubahan dan pengalihan arus lalu lintas yang mungkin berdampak pada perjalanan masyarakat. Kami mengimbau pengguna jalan untuk mengikuti arahan petugas dan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan,” ujar Rheza.


Dishub Kota Makassar mengerahkan 110 personel yang disebar di sejumlah titik pengaturan untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan aman dan tertib, sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 di Kota Makassar. 


“Kami mengharapkan pengertian dan dukungan masyarakat agar rangkaian MTQ VIII KORPRI Nasional di Kota Makassar dapat berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta maupun masyarakat,” tutupnya. (*)