Jumat, 25 September 2026

Sekda Makassar Cek Kelayakan Lima Koperasi Merah Putih Sebelum Serah Terima

 


​Nuansa Terkini Makassar,— Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membentuk tim gabungan untuk memverifikasi aset dan fisik bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di lima titik lokasi sebelum dilakukan serah terima secara resmi.


Hal ini berdasarkan Keputusan Wali Kota Makassar Nomor 500.3.2/973/Tahun 2026 tentang Pembentukan Tim Verifikasi dan Validasi Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Kota Makassar.


Lima lokasi Koperasi Kelurahan Merah Putih Mangasa, Koperasi Kelurahan Merah Putih Balang Baru, Koperasi Kelurahan Merah Putih Pai, Koperasi Kelurahan Merah Putih Untia dan Koperasi Kelurahan Merah Putih Tamangapa.


​Pemeriksaan tersebut mencakup keabsahan tanah, keandalan konstruksi bangunan, hingga kelaikan operasional kendaraan operasional yang ada di dalamnya.


Tim verifikasi lintas sektor ini melibatkan sejumlah instansi, antara lain Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Penataan Ruang, Dinas Pertanahan, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Perhubungan, serta instansi kelurahan setempat.


Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menyatakan peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana yang dibangun telah sesuai dengan spesifikasi dan standar kertas kerja pemerintah kota.


"Kami membentuk tim ini untuk memverifikasi seluruh kelayakan barang maupun bangunan Koperasi Merah Putih," ujar Sekda Makassar Andi Zulkifly usai meninjau lokasi Koperasi Merah Putih di kawasan Terminal Tamalate, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Jumat (25/9).


Adapun tim verifikasi dan validasi, sambung Sekda Zulkifly, yakni Dinas PU dan Dinas Penataan Ruang yang memeriksa konstruksi, Dinas Pertanahan serta BPKAD yang mengecek legalitas aset tanah, hingga Dinas Perhubungan.


Menurut mantan Camat Ujung Pandang ini, dari lima lokasi Koperasi Merah Putih yang terbangun di wilayah Pemkot Makassar, tim verifikasi telah mulai melakukan penyisiran sarana pendukung, termasuk dua unit kendaraan operasional yang berada di lokasi Tamalate.


Setelah peninjauan di seluruh lokasi rampung, tim gabungan akan mengagendakan rapat evaluasi menyeluruh untuk mencocokkan hasil temuan lapangan dengan parameter kertas kerja yang telah ditetapkan.

​

Pemkot Makassar menargetkan seluruh rangkaian proses verifikasi di lapangan dapat dirampungkan pada pekan depan. Zulkifly menegaskan, proses serah terima aset dari pihak pengembang atau pengelola kepada Pemkot Makassar hanya akan ditandatangani apabila seluruh item kelayakan terpenuhi.

​

"Target kami verifikasi selesai minggu depan. Setelah pemeriksaan komprehensif selesai, kita akan rapatkan kembali. Jika seluruh kriteria terpenuhi dan dinyatakan layak, baru kita proses berita acara serah terimanya. Namun, jika masih ada item yang belum sempurna, kami tidak akan melakukan serah terima sampai semuanya dirampungkan," tegasnya. (*)




​

Kamis, 24 September 2026

TP PKK Makassar Dalami Model Pemberdayaan Perajin di Kampung Batik Cibuluh

 


Nuansa Terkini Bogor,— Tim Penggerak PKK Kota Makassar berkunjung ke Kampung Batik Cibuluh, Kota Bogor, untuk melihat langsung pengembangan kerajinan batik, pengelolaan kelompok perajin, serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi kreatif, Kamis (24/9/2026).


Kampung Batik Cibuluh memiliki tujuh kelompok batik yang didukung lima galeri. Keberadaan kelompok dan galeri tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan membatik sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.


Dalam pengembangannya, masyarakat sekitar turut dilibatkan dalam berbagai aktivitas di Kampung Batik Cibuluh. Produk yang dihasilkan juga memiliki karakter yang kuat dengan mengangkat berbagai unsur yang lekat dengan Kota Bogor.


Sejumlah merek yang berkembang di Kampung Batik Cibuluh antara lain Gazi Seri, Melinda, Bumiku Batik, Melangit, Kedaung Kujang, Sadulur, Ceri M, serta Batik Pancawati.


Rombongan TP PKK Makassar juga melihat karya Batik Gazi Seri yang dikerjakan oleh perajin Suparmi. Setiap kelompok memiliki karakter produk masing-masing, sehingga menghasilkan beragam corak dan desain batik.


Suparmi mengatakan, proses membatik tidak hanya menjadi kegiatan untuk menghasilkan produk, tetapi juga menjadi ruang bagi para perajin untuk terus mengembangkan keterampilan dan kreativitas.


“Setiap motif punya proses dan ceritanya sendiri. Kami terus belajar dan mengembangkan desain agar batik yang dihasilkan tetap menarik dan memiliki ciri khas,” ujar Suparmi.


Salah satu yang menarik perhatian adalah Batik Melinda yang mengangkat unsur khas Kota Bogor, seperti kujang dan buah pala.


Batik Melinda memiliki sekitar 15 motif, di antaranya Kepala Kujang, Lawang Salapan, Sempur, dan Buah Pala. Motif-motif tersebut menjadi cara perajin menerjemahkan berbagai ikon Kota Bogor ke dalam karya batik.


Melinda menjelaskan, pengembangan motif dilakukan dengan mengangkat berbagai unsur yang dekat dengan kehidupan dan identitas Kota Bogor.


“Kami mencoba menuangkan apa yang menjadi ciri khas Bogor ke dalam motif batik. Jadi, ketika melihat motifnya, orang bisa mengenali unsur daerah yang kami angkat,” kata Melinda.


Pengembangan desain seperti ini menjadi salah satu hal yang dipelajari Tim Penggerak PKK Makassar. Setiap daerah memiliki karakter dan kekayaan budaya yang dapat dituangkan ke dalam produk kerajinan dengan gaya yang khas.


Studi tiru tersebut juga memperlihatkan bahwa keberadaan kelompok perajin dan galeri dapat menjadi wadah untuk mengembangkan keterampilan masyarakat sekaligus memperluas pemasaran produk.


Melalui kunjungan ini, Tim Penggerak PKK Kota Makassar memperoleh gambaran mengenai pengelolaan kampung batik, mulai dari pembentukan kelompok, keterlibatan masyarakat, pengembangan motif, hingga penguatan produk dan merek.


Pengalaman dari Kampung Batik Cibuluh diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Tim Penggerak PKK Makassar dalam mengembangkan kegiatan serupa yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masyarakat Kota Makassar.(*)

Sambangi Program Unggulan Bogor, TP PKK Makassar Gali Inspirasi untuk Makassar

 


Nuansa Terkini Bogor,— Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, memimpin jajaran Tim penggerak PKK Kota Makassar dalam kunjungan studi tiru ke Kota Bogor, Kamis (24/9/2026). 


Kunjungan yang berlangsung di Paseban Sei Baruga, Balai Kota Bogor itu menjadi ruang untuk bertukar pengalaman sekaligus melihat berbagai inovasi yang dapat dikembangkan dalam gerakan PKK di Kota Makassar.


Dalam sambutannya, Melinda menyatakan Bogor dipilih sebagai tujuan studi tiru karena memiliki berbagai program dan inovasi yang menarik untuk dipelajari. 


Baginya, setiap daerah memiliki cara masing-masing dalam menjawab kebutuhan masyarakat, sehingga pengalaman dari Bogor dapat menjadi sumber inspirasi untuk memperkuat program PKK di Makassar.


“Studi tiru ini bukan hanya untuk melihat apa yang dilakukan di Bogor, tapi bagaimana kita bisa belajar dari pengalaman tersebut dan mengembangkan hal-hal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Makassar,” ujar Melinda.


Ia pun berharap pengalaman yang diperoleh dari kunjungan tersebut dapat menjadi bahan untuk memperkaya gerakan PKK di Makassar, terutama dalam menghadirkan program yang inovatif, relevan dan benar-benar dekat dengan kebutuhan warga.


Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, mengatakan pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang melihat program kerja, tetapi juga ruang untuk bersilaturahmi, bertukar pengalaman, berbagi inovasi, dan memperkuat jejaring gerakan PKK antarkota.


Yantie juga memperkenalkan rencana penguatan keterlibatan generasi muda melalui konsep “PKK Muda”. 


“Gagasan tersebut diarahkan untuk membuka ruang bagi Gen Z dan milenial agar dapat ikut aktif dalam kegiatan PKK dengan membawa ide serta perspektif yang lebih dinamis,” sebutnya.


Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim juga  hadir untuk menyambut jajaran Tim Penggerak PKK Kota Makassar.


Ia menyebut Bogor dan Makassar memiliki sejumlah kemiripan sebagai kota tua di Indonesia, mulai dari kondisi sosial dan ekonomi masyarakat hingga berbagai tantangan perkotaan yang dihadapi.


Wali Kota Bogor itu juga membuka peluang agar kunjungan antarkota dapat dilakukan dalam waktu yang lebih panjang sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan turut berdampak pada perekonomian daerah.


Usai agenda penyambutan, jajaran TP PKK Kota Makassar melanjutkan studi tiru ke lokasi berikutnya untuk melihat langsung penerapan 10 Program Pokok PKK di lapangan. (*)

Rabu, 23 September 2026

Pokja Bunda PAUD Makassar Gelar Public Speaking, Perkuat Komunikasi Inspiratif untuk Penguatan PAUD



Nuansa Terkini Makassar,— Pokja Bunda PAUD Kota Makassar menggelar kegiatan Public Speaking bertema “Speak with Confidence, Heart & Impact: Membangun Kepercayaan Diri dan Komunikasi Inspiratif untuk Penguatan PAUD” di Hotel Aryaduta Makassar, Rabu, (23/09/2026).


Kegiatan tersebut diikuti pengurus Pokja Bunda PUAD Kota Makassar, Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Makassar serta para guru PAUD se-Kota Makassar.


Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa usia dini merupakan fase yang sangat menentukan perjalanan kehidupan setiap individu.


“Pada masa inilah karakter, rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, serta berbagai potensi dasar setiap individu mulai tumbuh dan berkembang,” ujar Melinda.


Menurutnya, PAUD tidak hanya berbicara mengenai proses pendidikan di dalam kelas, tetapi merupakan ekosistem yang dibangun bersama oleh pemerintah, satuan pendidikan, guru, orang tua, masyarakat, dunia usaha, serta Bunda PAUD.


“Bunda PAUD, kata Melinda, memiliki posisi strategis sebagai figur penggerak, motivator, komunikator, sekaligus mitra bagi berbagai pihak dalam mendorong kemajuan pendidikan anak usia dini.


“Namun, untuk dapat menggerakkan dan menginspirasi, tentu dibutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik,” katanya.


Ia menjelaskan, kemampuan public speaking mampu membuat pesan yang disampaikan dapat dipahami, diterima, dan mampu menggerakkan orang lain untuk melakukan kebaikan.


“Untuk itu, seorang Bunda PAUD, lanjutnya, dapat berkomunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari guru, orang tua, tokoh masyarakat, pemerintah hingga anak-anak yang memiliki karakter dan kebutuhan berbeda,” tutur Melinda.


Melinda berharap Bunda PAUD mampu menyampaikan berbagai program dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Sebab, menurutnya, sebaik apa pun sebuah program, apabila tidak dikomunikasikan dengan baik, akan sulit mendapatkan dukungan dan partisipasi masyarakat.


Ia menekankan, Pemerintah Kota Makassar membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Bunda PAUD, pemerintah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.


“Jangan takut salah ketika berbicara. Jangan takut untuk tampil. Karena setiap suara yang disampaikan dengan niat baik dapat menjadi awal dari sebuah perubahan,” pesan Melinda.


Selain kemampuan berbicara, Melinda juga mengingatkan pentingnya menjadi pendengar yang baik.


“Komunikasi yang efektif bukan hanya tentang seberapa baik kita berbicara, tetapi juga seberapa baik kita mendengarkan. Ketika kita mau mendengarkan guru, kita akan memahami tantangannya. Ketika kita mau mendengarkan orang tua, kita akan memahami kebutuhannya. Dan ketika kita mau mendengarkan anak, kita akan lebih memahami dunia mereka,” jelasnya.


Ia menambahkan, komunikasi yang baik akan melahirkan kolaborasi, sementara kolaborasi akan melahirkan gerakan bersama dalam membangun PAUD yang semakin berkualitas.


“Dari komunikasi yang baik, lahirlah kolaborasi. Dari kolaborasi, lahirlah gerakan. Dan dari gerakan bersama, kita dapat membangun PAUD yang semakin berkualitas,” ungkap Melinda.


Dalam kegiatan tersebut, Pokja Bunda PAUD Kota Makassar menghadirkan sejumlah trainer, di antaranya Dr. H. Muh. Fadli Tahar dengan materi Hypno Public Speaking, Prof. Dr. H. Muhammad Hidayat yang membawakan materi Pentingnya Public Speaking sebagai Kunci Kesuksesan, serta CEO & Founder Growth Indonesia, Dr. Irwani Pane, dengan materi Cara Public Speaking yang Baik untuk Guru PAUD.


Selain materi, para peserta juga mengikuti praktik langsung public speaking untuk mengasah kepercayaan diri, kemampuan menyampaikan gagasan, serta membangun komunikasi yang efektif dan inspiratif dalam mendukung penguatan pendidikan anak usia dini.




Selasa, 22 September 2026

Kapolresta Gowa Terima Audiensi Relawan Peduli Lingkungan, Bahas Kolaborasi Aksi Sosial

 


Nuansa Terkini Makassar,- Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., CIPA menerima audiensi Relawan Peduli Lingkungan Kabupaten Gowa di ruang kerjanya, Selasa (22/9/2026).


Ketua Relawan Peduli Lingkungan Kabupaten Gowa, Muh Aris Mallingkai Dg. Sibali, hadir bersama sejumlah rekannya dalam pertemuan tersebut. Kapolresta Gowa menyambut kedatangan mereka dan berdiskusi mengenai kegiatan sosial yang selama ini dijalankan komunitas tersebut.


Dalam audiensi itu, Muh. Yusuf Usman menyampaikan dukungan terhadap kegiatan Relawan Peduli Lingkungan Kabupaten Gowa. Ia menilai kepedulian terhadap lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.


Kapolresta Gowa juga mengajak para relawan untuk memperluas perhatian terhadap lingkungan, termasuk menjaga kebersihan dan kepedulian di sekitar tempat ibadah. Menurutnya, kepedulian sosial perlu hadir melalui kegiatan nyata yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.


“Terima kasih atas kehadiran Relawan Peduli Lingkungan Kabupaten Gowa di Polresta Gowa. Semoga ke depan kita dapat membangun kolaborasi dalam berbagai kegiatan sosial,” ujar Muh. Yusuf Usman.


Ia juga membuka ruang kerja sama antara Polresta Gowa dan Relawan Peduli Lingkungan Kabupaten Gowa dalam kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian sosial dan lingkungan.


Sementara itu, Muh Aris Mallingkai Dg. Sibali menyampaikan apresiasi atas sambutan dan respons Kapolresta Gowa terhadap keberadaan serta kegiatan relawan.


Ia berharap komunikasi yang terjalin melalui audiensi tersebut dapat menjadi awal kerja sama yang lebih luas antara Relawan Peduli Lingkungan Kabupaten Gowa dan Polresta Gowa.


Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dan kelompok masyarakat yang bergerak dalam kegiatan sosial. Kedua pihak selanjutnya dapat menjajaki bentuk kolaborasi sesuai kebutuhan masyarakat dan program yang dijalankan masing-masing.


Humas Polresta Gowa

Minggu, 20 September 2026

BAZNAS Gowa Hadirkan Rumah Layak Huni Baznas (RLHB), Sepekan Dua Warga Kurang Mampu Tersenyum Bahagia

 


Nuansa Terkini Gowa,– Komitmen Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Gowa dalam membantu masyarakat kurang mampu terus dibuktikan dengan aksi nyata. Melalui program unggulan Rumah Layak Huni Baznas atau RLHB, dalam sepekan ini sudah dua warga menerima bantuan rumah layak huni.


Penerima pertama adalah Ibu Rukini, warga Desa Jonjo, Kecamatan Parangloe, dan penerima kedua adalah Dg. Sudding, warga Desa Paranglompoa, Kecamatan Bontolempangan.


Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa, Drs. H. Abbas Alauddin, S.H.


"BAZNAS Kabupaten Gowa menghadirkan program Rumah Layak Huni Baznas atau RLHB. Dan terbukti dalam sepekan ini sudah dua warga yang menerima bantuan rumah layak huni. Di antaranya Ibu Rukini di Desa Jonjo Kecamatan Parangloe dan Dg. Sudding di Desa Paranglompoa Kecamatan Bontolempangan," ungkap H. Abbas Alauddin.


*Wujud Nyata Zakat untuk Kesejahteraan* 

Menurut H. Abbas Alauddin, program RLHB merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS secara amanah dan tepat sasaran. Program ini menyasar warga yang rumahnya tidak layak huni, seperti atap bocor, dinding lapuk, dan lantai masih tanah.


"Ini adalah zakat dari masyarakat yang kita kembalikan lagi untuk masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa zakat itu benar-benar dirasakan manfaatnya, bukan hanya untuk kebutuhan konsumsi sesaat, tapi untuk kebutuhan dasar jangka panjang seperti tempat tinggal yang layak," jelasnya.


*Kebahagiaan Ibu Rukini dan Dg. Sudding* 

Ibu Rukini dan Dg. Sudding sebelumnya tinggal di rumah yang sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak. Berkat bantuan RLHB, kini keduanya telah memiliki rumah baru yang kokoh, bersih, dan nyaman untuk ditinggali bersama keluarga.


Rumah yang dibangun berukuran layak, dengan atap yang tidak bocor lagi, dinding yang kokoh, serta sanitasi yang lebih sehat. Proses pembangunannya juga melibatkan warga sekitar secara gotong royong, sehingga nilai kebersamaan juga terbangun.


Tangis haru dan rasa syukur terlihat dari wajah kedua penerima manfaat. Mereka mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Gowa dan para muzakki yang telah menyisihkan sebagian hartanya.


*Komitmen BAZNAS Gowa* 

H. Abbas Alauddin menambahkan, program RLHB akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan jangkauannya di seluruh kecamatan di Kabupaten Gowa.


"Kami akan terus mendata warga yang memang membutuhkan. Target kami, tidak ada lagi warga Gowa yang tinggal di rumah tidak layak huni. Kami berharap dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat yang ingin berzakat melalui BAZNAS Gowa," tutupnya.


Dengan adanya program RLHB ini, BAZNAS Gowa tidak hanya membangun rumah secara fisik, tetapi juga membangun harapan dan martabat warga kurang mampu agar bisa hidup lebih sejahtera dan bermartabat. 

Laporan : Idrus


Langkah Awal Menuju Sekolah Peduli Lingkungan, SMP Negeri 10 Makassar Raih Sertifikat Adiwiyata



Nuansa Terkini Makassar,— Komitmen dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, sehat, dan berwawasan lingkungan terus ditunjukkan UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar. Sekolah tersebut resmi menerima Sertifikat Sekolah Adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar.


Pencapaian ini menjadi langkah awal bagi UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar untuk terus mengembangkan berbagai program dan inovasi di bidang lingkungan serta mempersiapkan diri menuju jenjang Adiwiyata yang lebih tinggi.


Kepala UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar, Misbahuddin A, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan pencapaian tersebut.


“Pencapaian ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh keluarga besar UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar. Terima kasih kepada bapak/ibu guru, tenaga kependidikan, para siswa khususnya kader-kader Adiwiyata, orang tua siswa, serta masyarakat sekitar yang tanpa lelah mendukung program lingkungan ini,” ujar Misbahuddin.

 

Menurutnya, keberhasilan program Adiwiyata tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi antara pihak sekolah dengan berbagai instansi dan mitra. Dukungan tersebut antara lain berasal dari DLH Provinsi Sulawesi Selatan, BNN, Polsek Bontoala, Puskesmas, Pemerintah Kecamatan Bontoala, Kelurahan, Bank Sampah Makassar, serta berbagai instansi dan mitra pendukung lainnya.


Sertifikat Adiwiyata yang diterima bukan menjadi akhir dari perjuangan, melainkan momentum untuk semakin memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah.


Pihak sekolah berkomitmen melanjutkan berbagai inovasi program berwawasan lingkungan melalui pengawasan, pemantauan, dan pembinaan secara rutin. Hal tersebut dilakukan agar seluruh kegiatan Adiwiyata dapat berjalan secara konsisten dan memberikan dampak nyata bagi warga sekolah.


Melalui semangat gotong royong dan inovasi berkelanjutan, UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar optimistis dapat membentuk generasi muda yang bernalar kritis, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup. Makassar, 19 September 2026 Kepala UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar Misbahuddin A, S.Pd., M.M. (Idrus).


Sabtu, 19 September 2026

Peringati Harhubnas ke-55 Tahun 2026, Kantor Pelabuhan Kelas III Bungku Gelar Aksi Bersih Laut dan Pantai Serta Patroli Keselamatan Pelayaran

 




Nuansa Terkini Bungku, Morowali – Dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 Tahun 2026, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Bungku menggelar aksi bersih-bersih laut dan pantai serta patroli pengawasan keselamatan pelayaran, Rabu (17/09/2026).


Kegiatan yang dipusatkan di kawasan pesisir dan perairan Pelabuhan Bungku tersebut melibatkan seluruh jajaran staf dan pegawai Kantor Pelabuhan Kelas III Bungku. Aksi ini dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Bungku, Bapak Andi Arwin Yunus, SH.


Plt. KUPP Kelas III Bungku, Andi Arwin Yunus, SH., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen insan perhubungan laut dalam menjaga kelestarian lingkungan maritim sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan pelayaran.


"Memperingati Harhubnas ke-55 ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi momentum untuk berbuat nyata. Melalui aksi bersih laut dan pantai, kita ingin mengajak seluruh stakeholders dan masyarakat maritim untuk bersama-sama menjaga kebersihan laut dari sampah, terutama sampah plastik yang dapat mengganggu alur pelayaran dan ekosistem laut," ujar Andi Arwin Yunus.


Ia menambahkan, selain aksi bersih-bersih, pihaknya juga melaksanakan patroli pengawasan di wilayah perairan kerja Kantor Pelabuhan Kelas III Bungku. Patroli ini bertujuan untuk memastikan terwujudnya keamanan, keselamatan, dan ketertiban pelayaran di wilayah perairan Indonesia, khususnya di Kabupaten Morowali.


"Kami melakukan patroli pengawasan untuk memastikan semua kapal yang beroperasi telah memenuhi aspek kelaiklautan, kelengkapan dokumen, serta kepatuhan terhadap aturan keselamatan pelayaran. Ini adalah tugas utama kami untuk memberikan jaminan rasa aman bagi pengguna jasa transportasi laut," tegasnya.


Kegiatan bersih laut dan pantai berhasil mengumpulkan puluhan karung sampah yang terdiri dari sampah plastik, kayu, dan sampah domestik lainnya yang berserakan di pesisir pantai pelabuhan.


Melalui peringatan Harhubnas ke-55 Tahun 2026 ini, Kantor Pelabuhan Kelas III Bungku berharap dapat semakin meningkatkan sinergi antara regulator, operator, dan masyarakat untuk mewujudkan transportasi laut yang selamat, aman, nyaman, dan ramah lingkungan, sejalan dengan tema Harhubnas tahun ini.

Dinas Pertanahan Makassar Konsultasikan Sejumlah Agenda Pertanahan dengan Kakan Pertanahan

 


MAKASSAR — Dinas Pertanahan Kota Makassar melakukan konsultasi dan koordinasi dengan Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar, Jumat, 18 September 2026. Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanahan Kota Makassar bersama Kepala Bidang Pengadaan dan Pemanfaatan Tanah.


Konsultasi dan koordinasi tersebut membahas sejumlah agenda strategis terkait pengelolaan dan pengadaan tanah di Kota Makassar.


Beberapa hal yang menjadi pembahasan antara lain kawasan lahan Patung Gajah, lahan SMP Nusantara, pengadaan lahan untuk pembangunan Jembatan Barombong, serta percepatan proses pensertifikatan tanah.


Koordinasi dengan Kantor Pertanahan Kota Makassar dilakukan untuk menyamakan persepsi, memperoleh masukan teknis, serta memastikan proses administrasi pertanahan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.


Pembahasan tersebut selanjutnya akan menjadi salah satu bahan dalam rapat berikutnya guna menindaklanjuti berbagai agenda pertanahan yang membutuhkan koordinasi lintas perangkat daerah dan instansi terkait.


Melalui koordinasi yang berkelanjutan, Dinas Pertanahan Kota Makassar terus mendorong tertib administrasi pertanahan, percepatan pensertifikatan aset, serta mendukung kebutuhan pengadaan lahan untuk pembangunan dan pelayanan publik di Kota Makassar. (*)

Jumat, 18 September 2026

Tim Pensertifikatan Pertanahan Kota Review Berkas Permohonan Pengukuran Puskesmas Mamajang

 


Nuansa Terkini Makassar,— Tim Pensertifikatan Dinas Pertanahan Kota Makassar melakukan review berkas permohonan pengukuran tanah Puskesmas Mamajang, Jumat, 18 September 2026.


Kegiatan review dilakukan sebagai bagian dari tahapan administrasi dalam proses pensertifikatan aset tanah Pemerintah Kota Makassar. Tim melakukan pemeriksaan dan penelaahan terhadap kelengkapan berkas permohonan pengukuran yang diajukan untuk objek tanah Puskesmas Mamajang.


Review berkas tersebut bertujuan memastikan dokumen administrasi yang menjadi persyaratan pengukuran telah tersedia dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga proses pengukuran dapat ditindaklanjuti secara tertib.


Melalui kegiatan ini, Dinas Pertanahan Kota Makassar terus mendorong percepatan pensertifikatan aset pemerintah sekaligus memperkuat tertib administrasi dan kepastian hukum atas aset tanah milik Pemerintah Kota Makassar.


Kegiatan review berkas ini diharapkan dapat mendukung kelancaran tahapan selanjutnya hingga proses pengukuran dan pensertifikatan tanah Puskesmas Mamajang dapat terlaksana dengan baik.




Rabu, 16 September 2026

Sekda Makassar Jadi Narasumber PKP Kemendagri: Urai Manajemen Mutu Birokrasi

 


Nuansa Terkini Makassar,— Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menekankan pentingnya penerapan manajemen mutu berorientasi proses dalam penyelenggaraan pelayanan publik di lingkungan pemerintahan. 


Hal tersebut disampaikan Sekda Makassar Andi Zulkifly saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan II dan III tahun 2026 di Balai Besar Pengembangan Kompetensi (BBPK) Aperatur Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) IV Kemendagri, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Rabu (16/9).


Sekda Makassar Andi Zulkifly dipercaya membawakan materi mengenai Manajemen Mutu dengan Membangun Daya Kerja yang Bermutu dalam Penyelenggaraan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar


Di hadapan para peserta pelatihan, Sekda Makassar Andi Zulkifly membagikan rekam jejak kariernya yang dibangun dari tingkat bawah, mulai dari bendahara kecamatan, lurah, camat, hingga memimpin sejumlah dinas teknis sebelum dipercaya menjabat sebagai Sekda Makassar. 


Berdasarkan pengalaman tersebut, Andi Zulkifly menilai pengawasan dan tuntutan masyarakat terhadap kinerja aparatur saat ini mengalami perubahan signifikan.

​

Mantan Camat Ujung Pandang ini menyebutkan keterbukaan informasi dan maraknya penggunaan media sosial membuat masyarakat semakin kritis terhadap kualitas layanan pemerintah.

​

"Pelayanan publik yang kita rasakan saat ini menghadapi tekanan masyarakat yang sangat tinggi. Kalau dulu kritikan agak jarang, sekarang masyarakat makin kritis. Layanan yang berbelit-belit, lambatnya respons aparatur, serta kurangnya pengawasan kini langsung disorot publik melalui media sosial," kata Andi Zulkifly.

​

Lebih jauh, Andi Zul--sapaan akrabnya--menjelaskan perbedaan dasar antara organisasi privat dan instansi pemerintah. Menurutnya, jika organisasi privat berfokus pada pencapaian keuntungan finansial, maka pemerintah wajib berorientasi penuh pada kepuasan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

​

"Kita dibayar sebagai aparatur bukan untuk mencari pendapatan sebesar-besarnya, tetapi untuk melayanan masyarakat. Karena itu, manajemen mutu menjadi komponen yang sangat penting," tegasnya.

​

Andi Zul juga mengingatkan agar setiap unit kerja tidak hanya berorientasi pada hasil akhir atau formalitas dokumen reformasi birokrasi semata, melainkan harus menjaga secara konsisten setiap tahapan proses pelayanan.

​

"Item-item seperti kepastian biaya, lamanya waktu penyelesaian, kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga standar SOP harus betul-betul kita jaga. Kita tidak boleh hanya berujung pada hasilnya, tetapi prosesnya yang harus dipastikan berjalan baik," ujarnya.

​

Melalui kegiatan PKP ini, Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu berharap para pejabat pengawas yang hadir dapat menerapkan prinsip-prinsip manajemen mutu secara nyata di unit kerja masing-masing guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan di daerah.


"Nah, kita harap para peserta ini saat kembali ke tempat masing-masing bisa mengoptimalkan pelayanan publik sehingga warga percaya dengan tata kelola yang ada di pemerintahan," jelasnya. (*).




Selasa, 15 September 2026

Bea Cukai Makassar Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp46 Miliar, Negara Selamatkan Potensi Kerugian Rp30 Miliar

Nuansa Terkini Makassar,—  Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Makassar memusnahkan puluhan juta batang rokok ilegal serta berbagai barang hasil penindakan kepabeanan dan cukai.


Pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) tersebut dilaksanakan pada Selasa (15/9/2026), sebagai bagian dari upaya Bea Cukai Makassar dalam menekan peredaran barang ilegal sekaligus melindungi penerimaan negara.


Barang yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan sepanjang 2025 hingga Juli 2026. Seluruh barang tersebut telah memperoleh persetujuan pemusnahan dari Menteri Keuangan melalui Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara sesuai ketentuan yang berlaku.


Selama periode tersebut, Bea Cukai Makassar mencatat sebanyak 123 kali penindakan terhadap berbagai pelanggaran kepabeanan dan cukai.


Adapun barang yang dimusnahkan terdiri atas 28.513.260 batang rokok ilegal, 635 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), 1.168 pcs barang bawaan penumpang berupa kosmetik, obat-obatan dan mainan, serta 35 unit handphone hasil barang bawaan penumpang.


Nilai keseluruhan barang yang dimusnahkan diperkirakan mencapai Rp46,05 miliar. Dari penindakan tersebut, potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp30,04 miliar.


Selain pemusnahan, Bea Cukai Makassar juga menyelesaikan enam perkara melalui pengenaan denda administrasi dengan total nilai mencapai Rp307,63 juta.


Kepala Bea Cukai Makassar, Krisna Wardhana, menyampaikan bahwa pemusnahan BMMN merupakan tahap akhir dalam proses penanganan barang hasil penindakan yang telah mendapatkan persetujuan untuk dimusnahkan.


Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi Bea Cukai sebagai pelindung masyarakat sekaligus upaya menjaga penerimaan negara.


“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal guna melindungi masyarakat, mengamankan penerimaan negara, serta memberikan perlindungan kepada pelaku usaha yang telah menjalankan ketentuan dengan benar,” ujar Krisna Wardhana.


Pemusnahan secara simbolis berlangsung di Lapangan KPPBC TMP B Makassar. Sementara pemusnahan utama dilaksanakan di PT Mitra Hijau Asia Barru, Jalan Ir. Sutami, Kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.


Barang-barang tersebut dimusnahkan menggunakan mesin incinerator atau tungku pembakaran hingga tidak dapat digunakan kembali. Sisa hasil pemusnahan selanjutnya dikelola sesuai ketentuan pengelolaan limbah yang berlaku.


Bea Cukai Makassar juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini mendukung kegiatan pengawasan dan penegakan hukum, di antaranya TNI, Polri, Kejaksaan, pemerintah daerah, instansi teknis, pengelola bandara dan pelabuhan, perusahaan jasa titipan, pelaku usaha, serta masyarakat.


Sinergi lintas instansi dan partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah peredaran barang ilegal di wilayah Makassar dan sekitarnya.


Bea Cukai Makassar mengimbau masyarakat untuk mematuhi ketentuan kepabeanan dan cukai serta turut berperan dalam memberantas peredaran rokok ilegal dan barang yang tidak memenuhi ketentuan.


Masyarakat yang menemukan dugaan pelanggaran kepabeanan dan cukai dapat menyampaikan laporan kepada Kantor Bea Cukai terdekat melalui narahubung 08114000212 atau akun Instagram @beacukaimakassar.


Dengan pengawasan dan sinergi yang terus diperkuat, Bea Cukai Makassar menegaskan komitmennya menjaga perdagangan yang sehat, melindungi pelaku usaha yang patuh, dan mengoptimalkan penerimaan negara. (*)

Sekda Makassar Pastikan Dukungan Pemkot untuk Kontingen Porprov 2026


Nuansa Terkini Makassar,— Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memberikan dukungan terhadap kontingen Kota Makassar yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Wajo dan Bone.


Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, mengatakan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin telah memberikan arahan agar seluruh perangkat daerah berkoordinasi dan memberikan dukungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Hal itu disampaikan Sekda Makassar Andi Zulkifly saat menerima audiensi pengurus KONI Makassar di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (15/9). Agenda ini membahas persiapan pemberangkatan dan dukungan Pemkot Makassar terhadap kontingen Porprov 2026.


"Jadi tadi pengurus KONI Makassar bertemu membahas persiapan menjelang Porprov 2026. Nah, pak Wali sangat mendukung dan memerintahkan untuk berkoordinasi dalam rangka menyukseskan dan meraih prestasi tertinggi di Porprov, " kata Andi Zulkifly.


Mantan Camat Ujung Pandang itu mengatakan, salah satu agenda yang perlu segera dimatangkan adalah rencana pelepasan kontingen Makassar. KONI mengusulkan Lapangan Karebosi sebagai lokasi pelepasan, namun pelaksanaannya masih menunggu arahan Wali Kota Makassar.


Andi Zulkifly meminta KONI segera berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta bagian protokol untuk menyusun jadwal audiensi dengan Wali Kota.


"Saran kami, pertama buatkan jadwal ketemu dengan Pak Wali mengenai pelepasan Porprov," ujarnya.


Selain agenda pelepasan, Pemkot Makassar juga akan mendorong keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mendukung kontingen selama pelaksanaan Porprov.


Menurutnya, dukungan tersebut dapat dimaksimalkan karena sejumlah pejabat OPD memiliki keterlibatan sebagai pengurus maupun bapak angkat cabang olahraga.


"Kedua, dukungan OPD untuk Porprov. Ini ada beberapa yang menjadi ketua cabor. Ini bisa dibackup. Bisa juga perusda. Kalau ada arahan Pak Wali, maka OPD lebih semangat memberikan dukungan," jelasnya.


Andi Zulkifly berharap keberadaan bapak angkat cabang olahraga di masing-masing OPD dapat dimaksimalkan untuk membantu kebutuhan kontingen Makassar.


"Kita harap Pak Wali sudah tahu ada bapak angkat cabor di masing-masing OPD. Tujuannya mendukung kontingen Makassar agar bisa berbicara banyak di Porprov," katanya.


Pemkot Makassar juga menyiapkan dukungan dari sisi kesehatan dan keamanan atlet. Dinas Kesehatan dan Satpol PP akan dikoordinasikan untuk memberikan dukungan selama kontingen Makassar berada di dua daerah tuan rumah.


"Kita akan backup kesehatan dan keamanan atlet melalui Dinkes dan Satpol PP saat Porprov," ujar Andi Zulkifly.


Sementara itu, Wakil Ketua I KONI Makassar, Andi Malombassi Hamka, mengatakan pihaknya terus mematangkan kebutuhan kontingen menghadapi Porprov XVIII Sulsel 2026.


"Kita akan siapkan seluruh sarana dan prasarana dalam menghadapi Porprov," kata Andi Malombassi.


Ia mengatakan, audiensi dengan Sekda dilakukan untuk memastikan keterlibatan sejumlah perangkat daerah dalam mendukung kontingen Makassar selama pelaksanaan Porprov di Wajo dan Bone.


Salah satu dukungan yang dibahas adalah layanan kesehatan. KONI Makassar mengusulkan sedikitnya 20 tenaga kesehatan untuk mendampingi kontingen dan berharap jumlah tersebut masih dapat ditambah, termasuk dukungan armada ambulans.


"Kami berharap ada 20 tenaga kesehatan dan kalau memungkinkan bisa lebih, termasuk armada ambulans yang ikut mendukung tim kontingen Porprov," ujarnya.


Dari sisi keamanan, KONI juga berharap Satpol PP dapat membantu pengamanan di sekitar lokasi penginapan atlet Makassar. Selain posko induk, personel diharapkan melakukan patroli di kawasan yang menjadi tempat tinggal kontingen.


Rencananya, masing-masing 10 personel Satpol PP akan ditempatkan untuk mendukung pengamanan kontingen Makassar di Wajo dan Bone.


KONI Makassar juga tengah mematangkan agenda launching dan pelepasan kontingen yang diproyeksikan berkekuatan sekitar 1.160 orang. Pelepasan direncanakan berlangsung di Lapangan Karebosi, namun masih menunggu arahan Wali Kota Makassar.


Porprov XVIII Sulsel 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7–14 November 2026 di Kabupaten Bone dan Wajo. Sebanyak 26 cabang olahraga dijadwalkan berlangsung di Bone, sedangkan 22 cabang olahraga digelar di Wajo.


Agenda olahraga di Sulsel ini, KONI Makassar mematok target tinggi dengan membidik 200 medali emas. Dimana, ada 43 cabor berlaga di Wajo-Bone.


Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, koordinasi antara KONI, Pemkot Makassar, OPD, serta unsur pendukung lainnya menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan atlet terpenuhi sekaligus mengoptimalkan peluang Makassar mencapai target prestasi yang telah ditetapkan. (*)