Rabu, 24 Juni 2026

Ketua Dekranasda Makassar Kenalkan Warisan Sutera Sulsel kepada Spouse Delegasi Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026



Nuansa Terkini Makassar,– Dekranasda Kota Makassar memperkenalkan kain tradisional sutera sebagai salah satu warisan budaya unggulan Sulawesi Selatan kepada para pendamping delegasi Ind


onesia Gastrodiplomacy Series 2026 dengan berkunjung ke Toko Sutera Indah, Rab u (24/6/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, mendampingi para spouse atau pendamping delegasi diplomatik dari berbagai negara untuk mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya Sulawesi Selatan, yakni kain sutera.


Melinda menjelaskan bahwa sutera bukan sekadar kain tradisional, tetapi juga memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas budaya yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan selama berabad-abad. 


Melalui kunjungan ini, para tamu diperkenalkan pada berbagai jenis tenun sutera dengan motif dan warna khas yang mencerminkan kekayaan budaya daerah.


“Kami ingin memperlihatkan kepada para tamu bahwa Sulawesi Selatan tidak hanya kaya akan sejarah dan kuliner, tetapi juga memiliki warisan kriya yang sangat bernilai. Kain sutera adalah salah satu kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan yang hingga kini terus dilestarikan dan dikembangkan,” ujar Melinda.


Selama berada di lokasi, para spouse tampak antusias melihat beragam koleksi sutera yang dipamerkan. Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai proses pembuatan kain sutera, mulai dari pemilihan benang hingga proses penenunan yang dilakukan secara teliti oleh para perajin lokal.


Tak hanya melihat koleksi yang tersedia, sejumlah delegasi juga tertarik membeli berbagai produk khas Sulawesi Selatan. Kain sutera dengan beragam motif menjadi salah satu produk yang paling diminati. 


Selain itu, para tamu juga membeli berbagai aksesori pendukung busana adat seperti, hiasan kepala baju bodo, bros tradisional, hingga sejumlah produk kerajinan khas daerah lainnya.


Melinda menilai antusiasme para tamu menjadi bukti bahwa produk-produk kriya lokal memiliki daya tarik yang kuat di tingkat internasional. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan karya para perajin Sulawesi Selatan kepada dunia.


“Ketika para tamu membawa pulang kain sutera maupun produk kerajinan khas Sulawesi Selatan, mereka juga membawa cerita tentang budaya dan tradisi masyarakat kita. Ini menjadi bentuk promosi budaya yang sangat baik dan membuka peluang lebih luas bagi pengembangan ekonomi kreatif daerah,” katanya.


Melalui kunjungan tersebut, para tamu tidak hanya menikmati keindahan budaya Sulawesi Selatan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan produk-produk unggulan hasil karya perajin lokal yang menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah.




Senin, 22 Juni 2026

Polda Sulsel Gelar Bakti Sosial di Pulau Lanjukang Sambut Hari Bhayangkara ke-80




Nuansa Terkini Makassar,- Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) menggelar kegiatan bakti sosial di Pulau Lanjukang, salah satu pulau terluar Kota Makassar, pada Sabtu (20/06/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel Ny. Upi Djuhandhani, serta Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum. Turut hadir jajaran Pejabat Utama Polda Sulsel dan Bhayangkari Daerah Sulsel.


Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, serta Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Rise Sandiyantanti.


Rangkaian kegiatan bakti sosial meliputi kerja bakti membersihkan lingkungan Pulau Lanjukang, penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat, serta penyerahan berbagai bantuan guna menunjang kebutuhan warga pulau.


Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Polda Sulsel yang telah memilih Pulau Lanjukang sebagai lokasi pelaksanaan bakti sosial menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80.


Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan untuk semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat.


“Kegiatan ini mencerminkan komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat secara langsung, termasuk bagi warga yang berada di wilayah kepulauan,” ujar Kapolda.


Kapolda juga menegaskan komitmen Polda Sulsel untuk terus mendukung Pemerintah Kota Makassar dalam pembangunan wilayah kepulauan, khususnya Pulau Lanjukang.


Pada kesempatan tersebut, Kapolda turut mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.


“Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat lingkungan yang ada, sehingga Pulau Lanjukang dapat menjadi wilayah yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali,” imbaunya.


Melalui kegiatan bakti sosial ini, diharapkan hubungan sinergis antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin erat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam mewujudkan wilayah kepulauan yang maju, aman, dan sejahtera.

Fraksi PKB DPRD Makassar Desak Dinas Pendidikan Buka Hasil Seleksi Kepala Sekolah Secara Transparan



Nuansa Terkini Makassar,– Fraksi PKB DPRD Kota Makassar meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar untuk membuka secara transparan hasil seleksi kepala sekolah kepada Komisi D DPRD Kota Makassar.


Permintaan tersebut muncul setelah adanya dugaan intervensi dalam proses penentuan hasil seleksi kepala sekolah yang dinilai tidak berjalan sesuai dengan prinsip objektivitas dan profesionalitas.


Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Makassar, Basdir, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima sejumlah laporan dari peserta seleksi maupun masyarakat terkait adanya dugaan campur tangan oknum tertentu dalam proses penetapan kepala sekolah.


Menurutnya, dugaan tersebut perlu segera diklarifikasi oleh Dinas Pendidikan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di lingkungan pendidikan Kota Makassar.


"Kami meminta Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk transparan memaparkan hasil seleksi kepala sekolah ini ke Komisi D DPRD Makassar sebagai mitra kerja Dinas Pendidikan," ujar Basdir, Selasa (23/6/2026)


Ia menegaskan, keterbukaan informasi sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai aturan dan berdasarkan kompetensi para peserta.


Basdir mengaku menerima informasi bahwa terdapat sejumlah peserta yang memperoleh nilai seleksi cukup baik bahkan masuk dalam kategori unggulan, namun tidak masuk dalam daftar pejabat kepala sekolah yang dilantik.


"Kami mendapatkan laporan ada beberapa peserta yang nilainya bagus, memiliki rekam jejak yang baik, tetapi justru tidak dilantik. Ini menimbulkan pertanyaan di kalangan peserta dan masyarakat. Jangan sampai ada oknum yang bermain dan melakukan intervensi terhadap hasil seleksi," katanya.


Legislator PKB ini menilai, apabila benar terdapat campur tangan pihak tertentu, baik oknum pejabat dinas pendidikan apalagi kalau oknum diluar pemerintahan, maka hal itu dapat merusak kepercayaan publik terhadap sistem seleksi yang selama ini dibangun untuk menghasilkan kepala sekolah yang berkualitas dan berintegritas. Hal tersebut dapat mencoreng citra baik yang selama ini telah di bangun dengan susah payah oleh bapak walikota makassar.


Untuk itu, Fraksi PKB meminta Dinas Pendidikan Kota Makassar memaparkan secara rinci hasil penilaian seleksi, termasuk mekanisme penentuan peserta yang dinyatakan lolos dan akhirnya dilantik menjadi kepala sekolah.


"Kami ingin memastikan bahwa yang terpilih benar-benar berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan hasil penilaian yang objektif. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang memengaruhi keputusan sehingga merugikan peserta yang memang layak," tegas Basdir.


PKB berharap polemik terkait seleksi kepala sekolah ini dapat segera diselesaikan melalui keterbukaan informasi dari Dinas Pendidikan. Dengan demikian, kepercayaan para tenaga pendidik dan masyarakat terhadap proses pengelolaan pendidikan di Kota Makassar tetap terjaga.


Fraksi PKB juga menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut melalui DPRD Kota Makassar guna memastikan seluruh kebijakan di sektor pendidikan berjalan sesuai prinsip meritokrasi, profesionalisme, dan kepentingan peningkatan mutu pendidikan di Kota Makassar. (*)

Jumat, 19 Juni 2026

Ketua Dewan Lingkungan Hidup Launching Sentra Tukar Sampah dan 50 Urban Farming di Tallo



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, menghadiri sekaligus mendukung peluncuran Sentra Tukar Sampah dan 50 titik Urban Farming di Kecamatan Tallo, Sabtu (20/6/2026). 


Program yang menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi sirkular dan ketahanan pangan tersebut secara resmi dibuka oleh Staf Ahli I Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemerintah Kota Makassar, Akhmad Namsum, yang hadir mewakili Wali Kota Makassar.


Dalam sambutannya, Melinda menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Tallo yang dinilai menjadi salah satu wilayah paling progresif dalam menjalankan berbagai program lingkungan hidup di Kota Makassar.


Menurut Melinda, keberhasilan program lingkungan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kecepatan dan kesungguhan pemerintah wilayah dalam menerjemahkan program tersebut ke tingkat masyarakat.


“Saya mengapresiasi Camat Tallo beserta jajaran yang selalu cepat merespons berbagai program yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar. Tallo menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghasilkan perubahan yang nyata,” ujarnya.


Melinda menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota Makassar tengah mendorong sinergi antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Pertanian dan Perikanan untuk membangun sistem ekonomi berkelanjutan yang mampu menghubungkan pengelolaan sampah dengan sektor pertanian perkotaan.


Salah satu langkah nyata yang mulai diwujudkan adalah pengembangan Sentra Tukar Sampah tingkat kecamatan. 


Melalui program tersebut, kontainer-kontainer bekas penanganan Covid-19 yang sudah tidak digunakan akan dialihfungsikan menjadi pusat layanan bank sampah yang lebih mudah dijangkau masyarakat.


“Kecamatan Tallo menjadi wilayah percontohan. Ke depan, kontainer yang sebelumnya digunakan saat pandemi akan dimanfaatkan sebagai Sentra Tukar Sampah sehingga masyarakat lebih mudah mengakses layanan pengelolaan sampah di wilayahnya masing-masing,” jelas Melinda.


Ia mengatakan kehadiran sentra tersebut menjadi solusi atas berbagai keluhan masyarakat terkait lamanya proses transaksi pada bank sampah yang masih terpusat. Dengan adanya bank sampah sektoral di tingkat kecamatan, proses pengumpulan dan penukaran sampah diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.


Selain fokus pada pengurangan sampah, Melinda juga mengapresiasi perkembangan urban farming di Kecamatan Tallo yang terus menunjukkan kemajuan. 


Dari 50 titik yang telah terbentuk, Pemerintah Kecamatan Tallo menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 100 titik dalam waktu dekat.


Menurutnya, urban farming merupakan contoh nyata penerapan ekonomi sirkular yang menghubungkan pengelolaan sampah dengan ketahanan pangan masyarakat.


“Sampah organik yang dikelola dengan baik dapat menjadi kompos, kemudian dimanfaatkan untuk pertanian. Hasil pertanian tersebut kembali memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga. Siklus seperti inilah yang ingin terus kita bangun di Makassar,” katanya.


Melinda juga menekankan pentingnya keterlibatan RT dan RW dalam mengedukasi warga mengenai pemilahan sampah dari rumah tangga. Ia menilai keberhasilan program lingkungan sangat bergantung pada kedekatan para ketua RT dan RW dengan masyarakat.


Ia mencontohkan salah satu RT di Kelurahan Rappokalling yang berhasil mengelola sampah secara mandiri melalui pemanfaatan komposter dan budidaya maggot. 


Upaya yang dilakukan secara konsisten selama 11 minggu tersebut mampu mengurangi timbulan sampah hingga satu ton.


“Ini membuktikan bahwa ketika masyarakat diberikan pemahaman dan fasilitas yang tepat, mereka mampu menjadi bagian dari solusi persoalan sampah,” ungkapnya.


Ia pub mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Makassar menargetkan mulai 1 Agustus mendatang hanya sampah residu yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).


“Pengurangan sampah dari sumber menjadi prioritas. Saat ini DLH juga sedang melakukan penutupan lahan TPA seluas 12 hektare yang sudah mengalami kelebihan kapasitas. Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan,” tegasnya.


Sementara itu, Camat Tallo Andi Husni menyampaikan komitmennya untuk terus memperluas program urban farming hingga mencapai 100 lokasi. Ia juga mengembangkan konsep stan urban farming terintegrasi yang diharapkan menjadi pusat edukasi sekaligus pemasaran hasil pertanian warga.


Dalam kesempatan tersebut, Andi Husni mengungkapkan rencana menjadikan Jalan Ade Irma sebagai pusat Pasar Tani dan Pasar Murah mingguan yang juga berfungsi sebagai kawasan olahraga dan Car Free Day bagi masyarakat.


Usai peluncuran program, Ketua Dewan Lingkungan, Melinda bersama rombongan melakukan peresmian Sentra Tukar Sampah yang berlokasi tidak jauh dari lokasi acara. 


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Pasar Tani Kecamatan Tallo yang menampilkan berbagai hasil urban farming masyarakat.


Melinda tampak berkeliling mengunjungi tenant-tenant yang menjual aneka sayuran, tanaman produktif, serta hasil olahan masyarakat binaan. Ia mengapresiasi semangat warga yang mampu mengembangkan pertanian perkotaan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi keluarga.


“Pasar tani ini menjadi bukti bahwa gerakan lingkungan tidak berhenti pada pengelolaan sampah saja. Ketika sampah dapat diolah, lahan dapat dimanfaatkan, dan hasilnya memiliki nilai ekonomi, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini yang ingin terus kita kembangkan di seluruh wilayah Kota Makassar,” tutup Melinda.


Kegiatan ini turut dihadiri Tim Ahli Pemerinah Kota Makassar Andi Fadly, Anggota Dewan Lingkungan Andi Mashud, Perwakilan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku Hikmah, Anggota DPRD Kota Makassar Basdir, Camat Tallo Andi Husni, Ketua TP PKK Kecamatan Tallo Dian Friani Husni, Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Aswin Kartapati, unsur TNI-Polri, para lurah, serta RT dan RW se-Kecamatan Tallo.




Bangun Generasi Peduli Lingkungan, Melinda Aksa Perkuat Kapasitas Guru Adiwiyata



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mengajak para kepala sekolah dan guru Sekolah Adiwiyata untuk menjadi pelopor perubahan dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. 


Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Workshop Pengelolaan Sampah inisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Gelombang II di Hotel Mercure Makassar, Sabtu (20/6/2026).


Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kepala sekolah dan guru Sekolah Adiwiyata se-Kota Makassar. Workshop tersebut merupakan lanjutan dari gelombang pertama yang sebelumnya melibatkan 100 lurah sebagai peserta.


Dalam sambutannya, Melinda menekankan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini. 


Karena itu, materi yang diberikan dalam workshop kali ini disusun secara lebih spesifik agar sesuai dengan kebutuhan peserta dan mampu diterapkan langsung di lingkungan sekolah.


Menurut Melinda, masih ditemukan adanya kesenjangan pemahaman terkait persoalan persampahan, bahkan di lingkungan sekolah yang telah menyandang predikat Adiwiyata. 


Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas guru menjadi langkah penting untuk memperkuat pendidikan lingkungan yang lebih aplikatif dan berkelanjutan.


Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki fase baru dalam pengelolaan sampah, seiring kebijakan pemerintah pusat yang menghentikan sistem open dumping di seluruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi tersebut menuntut seluruh elemen masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari sumbernya.


“Persoalan sampah tidak bisa lagi hanya diserahkan kepada pemerintah. Semua pihak harus terlibat, termasuk sekolah. Perubahan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.


Melinda menjelaskan, pengelolaan sampah yang baik juga dapat mendukung program Urban Farming yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Makassar. 


Melalui konsep ekonomi sirkular, sampah organik dapat diolah menjadi kompos untuk kebutuhan pertanian perkotaan, sementara hasil panennya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.


Sebagai tindak lanjut, ia mendorong sekolah-sekolah untuk menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak, seperti pembangunan Teba (Tempat Evakuasi Bahan Organik), penggunaan komposter, hingga budidaya maggot sebagai sarana edukasi lingkungan bagi siswa.


Selain itu, Melinda turut mengajak masyarakat untuk memanfaatkan biopori modern sebagai solusi pengolahan sampah organik rumah tangga, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan. Metode ini dinilai mudah diterapkan dan efektif mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA.


Untuk memastikan ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan, seluruh peserta workshop diberikan tugas membuat video praktik pengelolaan sampah mandiri di rumah masing-masing. 


Menurut Kedtua Dewan Lingkungan itu, pengalaman langsung akan menjadi bekal penting bagi para guru untuk mengedukasi siswa dan orang tua murid secara lebih meyakinkan.


“Ketika kita sudah membiasakan diri mengelola sampah di rumah, maka akan lebih mudah mengajak orang lain melakukan hal yang sama. Edukasi yang paling kuat adalah melalui contoh,” katanya.


Melinda berharap para peserta tidak berhenti pada tataran teori, melainkan mampu menghadirkan perubahan nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat. 


Ia optimistis sekolah dapat menjadi pusat lahirnya berbagai inovasi pengelolaan sampah yang mendukung terwujudnya Makassar yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.


“Yang kami harapkan bukan sekadar selesai mengikuti workshop, tetapi muncul aksi nyata setelahnya. Sekolah harus menjadi contoh dan penggerak perubahan lingkungan di tengah masyarakat,” tutupnya.




Kamis, 18 Juni 2026

Perkuat Tata Kelola Persampahan, Ketua Dewan Lingkungan Hidup dan DLH Makassar Evaluasi Progres TPA

 



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar terkait progres pembenahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang berlangsung di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Rabu (17/6/2026).


Agenda ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mempercepat penanganan berbagai persoalan di TPA, salah satunya pembenahan sistem operasional yang mendukung pengelolaan sampah secara optimal.


Dalam arahannya, Melinda Aksa menegaskan bahwa pembenahan TPA harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan. Menurutnya, perbaikan tidak hanya berfokus pada penanganan masalah yang muncul saat ini, tetapi juga harus mampu menghadirkan sistem yang lebih baik untuk jangka panjang.


“Pembenahan TPA harus dilakukan secara menyeluruh. Kita ingin memastikan seluruh aspek pengelolaan berjalan dengan baik, mulai dari sistem operasional, pengendalian lingkungan, hingga langkah-langkah pencegahan agar tidak ada lagi titik api yang muncul di area TPA,” ujarnya.


Salah satu poin yang menjadi perhatian dalam rapat tersebut adalah pemanfaatan gas metan yang dihasilkan dari timbunan sampah. Melinda menilai potensi gas metan perlu dikelola dan dimanfaatkan secara optimal sehingga tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.


“Gas metan yang dihasilkan dari proses penguraian sampah memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan. Karena itu, perlu ada upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatannya sehingga dapat memberi manfaat bagi warga sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik,” jelasnya.


Selain itu, rapat juga menghasilkan kesepakatan bahwa pembenahan di TPA perlu dilakukan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada lagi titik api yang muncul. Langkah ini mencakup penguatan pengawasan, perbaikan sistem operasional, serta penanganan berbagai faktor yang berpotensi menimbulkan gangguan lingkungan.


Melinda juga menekankan pentingnya perbaikan manajemen sistem penutupan sampah dan pendampingan teknis di lapangan. Menurutnya, sistem penutupan yang baik menjadi salah satu kunci dalam menciptakan pengelolaan TPA yang lebih aman, tertata, dan efektif.


“Perlu ada penguatan pada manajemen sistem penutupan maupun pendampingan yang dilakukan di lapangan. Dengan sistem yang lebih tertata, proses penutupan sampah dapat berjalan dengan baik dan mampu meminimalkan berbagai risiko lingkungan yang mungkin terjadi,” katanya.


Melalui koordinasi yang terus diperkuat antara Dewan Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, diharapkan seluruh proses pembenahan TPA dapat berjalan lebih maksimal, sehingga terwujud pengelolaan sampah yang aman, modern, dan berkelanjutan di Kota Makassar.


Diketahui rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku, para akademisi dan pakar lingkungan dari berbagai perguruan tinggi, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, serta perwakilan UPT dan unit teknis yang terlibat dalam pengelolaan lingkungan dan persampahan.

Rabu, 17 Juni 2026

TP PKK Kota Makassar Gandeng Artani, Kader Praktik Langsung Membuat Eco Enzyme, Sabun Cuci dan Lilin dari Minyak Jelantah



Nuansa Terkini Makassar,— TP PKK Kota Makassar berkolaborasi dengan Artani dalam pelatihan pemanfaatan limbah rumah tangga yang dikemas melalui praktik langsung pembuatan eco enzyme, sabun cuci berbahan eco enzyme, serta lilin dari minyak jelantah. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai ekonomi.


Kegiatan yang merupakan program kerja Pokja II TP PKK Kota Makassar tersebut mengusung tema “Modifikasi Limbah Jadi Rupiah: Rahasia Ibu Rumah Tangga Mandiri Finansial”. Pelatihan berlangsung di Auditorium PKK Kota Makassar, Kamis (18/6/2026), dan diikuti para kader PKK dari berbagai kecamatan di Kota Makassar.


Selain dihadiri para peserta, kegiatan ini juga dihadiri jajaran pengurus TP PKK Kota Makassar yang memberikan dukungan terhadap program peningkatan keterampilan kader dalam mengelola limbah rumah tangga secara kreatif dan produktif.


Pada sesi pertama, peserta mendapatkan pelatihan pembuatan eco enzyme yang menghadirkan fasilitator dari Artani, Muhammad Sahir. Materi yang diberikan mencakup pengenalan manfaat eco enzyme hingga tahapan pembuatannya menggunakan bahan dari sampah organik.


Pada pelatihan ini, Artani telah menyiapkan bahan-bahannya agar langsung praktik, berupa kulit buah dan sayuran, pencampuran dengan gula merah serta air, hingga wadahnya.


Tidak hanya itu, peserta juga diperkenalkan pada praktik pembuatan sabun cuci berbahan dasar eco enzyme. Dalam sesi ini, fasilitator menjelaskan cara mengolah cairan eco enzyme menjadi sabun cuci yang ramah lingkungan. Peserta pun berkesempatan mempraktikkan langsung proses pencampuran bahan hingga menghasilkan produk yang siap digunakan.


Memasuki sesi kedua, peserta diberikan edukasi mengenai cara membuat lilin dengan memanfaatkan minyak bekas atau minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang begitu saja setelah digunakan untuk memasak.


Dalam sesi tersebut, fasilitator menjelaskan teknik penyaringan minyak jelantah, proses pencampuran bahan, hingga tahapan pencetakan lilin agar menghasilkan produk yang aman dan memiliki nilai jual. Peserta juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung proses pembuatannya.


Salah satu peserta, Kartini, kader TP PKK dari Kecamatan Panakkukang, mengaku sangat puas mengikuti pelatihan tersebut. Ia mengatakan banyak pengetahuan baru yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.


“Bagus sekali, saya puas karena mendapatkan banyak pengetahuan. Baru kali ini saya tahu kalau eco enzyme bisa dibuat dari bahan-bahan yang gampang didapat di rumah. Saya jadi tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri,” ujar Kartini.


Ia juga mengaku baru menyadari bahwa minyak jelantah yang selama ini sering dibuang ternyata dapat dimanfaatkan menjadi lilin. Menurutnya, produk tersebut cukup bermanfaat dan memiliki nilai guna bagi keluarga. 


“Biasanya minyak jelantah dibuang, sekarang ternyata bisa dibuat lilin. Saya mau coba membuatnya di rumah karena bisa digunakan dan juga berpotensi menjadi produk yang bernilai,” katanya.


Sementara itu, peserta lainnya, Wati dari Kecamatan Rappocini, mengaku melihat peluang bisnis dari produk-produk yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut. 


“Eco enzyme dan lilin dari minyak jelantah memiliki potensi pasar yang cukup baik karena memanfaatkan bahan murah, mudah diperoleh, serta sejalan dengan tren gaya hidup ramah lingkungan,” ujarnya.


Sekretaris TP PKK Kota Makassar, Andi Zubaedah Hafid, mengatakan bahwa pelatihan tersebut sejalan dengan upaya TP PKK dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan yang aplikatif. 


Ia menilai pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi merupakan langkah yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.


“Kami berharap para kader tidak berhenti pada pelatihan ini saja, tetapi dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing. Jika ditekuni, keterampilan seperti membuat eco enzyme, sabun cuci, dan lilin dari minyak jelantah dapat menjadi peluang usaha yang mendukung kemandirian ekonomi keluarga sekaligus mengurangi jumlah limbah rumah tangga,” tutur Zubaedah.


Sementara itu, Ketua Pokja II TP PKK Kota Makassar, Dra. Indrawaty, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada kader PKK agar mampu mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan bernilai jual. Menurutnya, kreativitas dalam mengelola limbah dapat menjadi salah satu cara mendukung ketahanan ekonomi keluarga.


“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bisa langsung diterapkan oleh para kader di rumah masing-masing. Harapannya, limbah yang selama ini dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bahkan memiliki nilai ekonomi,” ujar Indrawaty.


Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya dibimbing membuat produk ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber tambahan pendapatan bagi keluarga.




TP PKK Makassar Gandeng Rappo Indonesia, Latih Kader Ubah Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi



Nuansa Terkini Makassar,– Tim Penggerak PKK Kota Makassar terus mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga melalui penguatan keterampilan kreatif kader. Kali ini, TP PKK Kota Makassar berkolaborasi dengan Rappo Indonesia Custom Souvenirs & Merchandise menggelar pelatihan pemanfaatan limbah plastik menjadi produk bernilai jual berupa pouch dan tas upcycle.


Kegiatan yang merupakan program kerja Pokja II TP PKK Kota Makassar ini mengusung tema “Modifikasi Limbah Jadi Rupiah: Rahasia Ibu Rumah Tangga Mandiri Finansial” diikuti para kader PKK berbagai kecamatan, berlangsung di Auditorium PKK, Rabu (17/6/2026).


Melalui pelatihan tersebut, peserta diajak mengolah limbah plastik bekas menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Selain memberikan keterampilan teknis, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk membangun pola pikir yang lebih produktif dalam memanfaatkan barang bekas.


Kegiatan dibuka oleh Ketua Bidang II TP PKK Kota Makassar, Dr. Nurdiana Djamaluddin, yang hadir mewakili Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa.


Dalam sambutannya, Nurdiana menyampaikan TP PKK Kota Makassar program ini bertujuan untuk pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama perempuan dan keluarga.


Menurutnya, tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang mengandung nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan yang sangat relevan dengan kondisi saat ini.


“Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi keluarga saat ini, perempuan dituntut untuk semakin kreatif dalam melihat peluang usaha dan sumber pendapatan tambahan bagi keluarga,” ujarnya.


Ia mengatakan, limbah rumah tangga sering kali dianggap sebagai sesuatu yang tidak bernilai dan harus dibuang. Padahal, dengan kreativitas dan keterampilan yang tepat, limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual.


“Limbah plastik, kertas, kain perca, kemasan bekas, dan bahan lainnya dapat dimodifikasi menjadi kerajinan, aksesori, dekorasi rumah hingga produk usaha yang mampu menghasilkan pendapatan,” jelasnya.


Nurdiana menegaskan semangat kegiatan ini adalah mengubah pola pikir masyarakat dari membuang menjadi memanfaatkan, dari limbah menjadi berkah, serta menjadikan kreativitas sebagai sumber produktivitas ekonomi keluarga.


“Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam mengelola limbah menjadi produk bernilai ekonomi, tetapi juga memperoleh wawasan kewirausahaan, kemampuan membaca peluang pasar, serta motivasi untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” katanya.


Ia juga berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menularkan ilmu yang diperoleh kepada kader PKK lainnya, kelompok dasawisma, maupun masyarakat sekitar agar manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas.


Lebih lanjut, Nurdiana menilai bahwa tren ekonomi hijau dan ekonomi kreatif yang berkembang saat ini membuka peluang besar bagi masyarakat untuk menghasilkan produk ramah lingkungan yang bernilai jual.


“Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga dapat mendukung peningkatan pendapatan keluarga dan memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga,” tuturnya.


Pada kesempatan tersebut, TP PKK Kota Makassar menghadirkan langsung anggota Rappo Indonesia, Haryani dan Tris, sebagai narasumber dan instruktur pelatihan. Keduanya membimbing peserta dalam proses pembuatan pouch dan tas berbahan dasar plastik bekas melalui teknik upcycle, yakni mengolah kembali limbah menjadi produk baru dengan nilai yang lebih tinggi tanpa melalui proses penghancuran material.


Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari proses pemilahan bahan, pembersihan limbah plastik, teknik penyusunan pola, hingga proses perakitan menjadi produk siap pakai yang menarik dan memiliki nilai jual.


Sementara itu, Ketua Pokja II TP PKK Kota Makassar, Dra. A. Indrawaty dalam penutupan kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas kader PKK dalam mengelola limbah menjadi berbagai produk bernilai guna. 


“Program ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah rumah tangga melalui praktik daur ulang yang terukur dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat jaringan kader PKK lintas kecamatan melalui berbagai kegiatan kolaboratif yang produktif,”


Indrawaty berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta selama pelatihan dapat diterapkan dan dikembangkan di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat, sehingga dapat mendukung peningkatan ekonomi keluarga dan kepedulian terhadap lingkungan.

Tingkatkan Kualitas Data Sektoral, Kominfo Makassar Bekali Aparatur Kelurahan Melalui Bimtek Satu Data Indonesia

 


Nuansa Terkini Makassar,  – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar terus memperkuat tata kelola data hingga tingkat kelurahan. 


Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemenuhan Prinsip Satu Data Indonesia bertema “Peningkatan Kapasitas Aparatur Kelurahan Dalam Mewujudkan Data Statistik Sektoral yang Akurat” yang digelar di Aston Makassar Hotel & Convention Center, Rabu (17/6/2026).


Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, Wiena Hardian Pratama serta Asniar, Pejabat Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat pada Bagian Pemberdayaan Masyarakat Setda Kota Makassar. 


Bimtek diikuti oleh aparatur kelurahan sebagai garda terdepan dalam penyediaan dan pengelolaan data pembangunan di tingkat wilayah.


Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Roem dalam sambutannya menegaskan bahwa data kini menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan modern yang berbasis bukti atau evidence-based policy. 


Menurutnya, kualitas kebijakan pemerintah sangat ditentukan oleh kualitas data yang dimiliki.


“Data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan kebutuhan mendasar dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, hingga evaluasi pembangunan. Karena itu, penguatan kapasitas aparatur kelurahan dalam pengelolaan data menjadi langkah strategis yang harus terus dilakukan,” ujarnya.


Roem menjelaskan kelurahan saat ini tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga berperan sebagai subjek sekaligus ujung tombak pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. 


Oleh sebab itu, setiap program pembangunan membutuhkan dukungan data statistik yang berkualitas agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan warga secara nyata.


Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa implementasi Satu Data Indonesia (SDI) merupakan amanat nasional yang bertujuan memperbaiki tata kelola data pemerintahan agar lebih efektif, efisien, dan terintegrasi. 


Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen mendukung pelaksanaan SDIsebagai bagian dari penguatan sistem data hingga level pemerintahan paling bawah.


“Penyelenggaraan Satu Data Desa Kelurahan Indonesia harus tetap berpedoman pada prinsip-prinsip Satu Data Indonesia, yakni standar data, metadata, interoperabilitas data, serta penggunaan kode referensi dan data induk yang sama. Dengan prinsip tersebut, kualitas dan keterpaduan data dapat terus terjaga,” jelasnya.


Sebagai bagian dari implementasi SDDI, Pemerintah Kota Makassar juga mendorong penguatan Program Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik). 


Program ini diarahkan untuk meningkatkan literasi statistik aparatur dan masyarakat, mendorong standardisasi pengelolaan data, mengoptimalkan pemanfaatan data dalam pembangunan, serta menciptakan agen-agen statistik di tingkat kelurahan.


Melalui kegiatan bimtek ini, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan data statistik sektoral yang sesuai dengan prinsip Satu Data Indonesia. 


Selain itu, aparatur kelurahan diharapkan mampu menghasilkan data yang valid dan berkualitas sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang lebih terukur dan berkelanjutan.


Roem berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah konkret dalam membangun budaya pengelolaan data yang baik di lingkungan kelurahan. 


Dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, pengelolaan data statistik sektoral di tingkat kelurahan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Makassar.


“Melalui sinergi seluruh pihak, kita ingin mewujudkan tata kelola data yang semakin kuat, terintegrasi, dan mampu menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat untuk kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (*)

Ketua Dewan Lingkungan Makassar Genjot Kelurahan Revolusi Pengelolaan Sampah




Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, secara resmi membuka Workshop Pengelolaan Sampah Organik dan TPS3R Berbasis Urban Farming yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar bekerja sama dengan Solusi Cerdas Indonesia di Hotel Mercure Makassar, Rabu (17/6/2026).


Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Juni 2026 ini diikuti oleh para lurah se-Kota Makassar. Sebanyak 153 peserta mengikuti workshop dalam dua gelombang, terdiri atas 100 peserta pada gelombang pertama dan 53 peserta pada gelombang kedua.


Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan hidup, pengelolaan sampah, dan pembangunan berkelanjutan, di antaranya Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Sulawesi dan Maluku serta para anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar yang akan berbagi pengalaman, strategi, dan praktik terbaik dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.


Dalam arahannya, Melinda Aksa menegaskan bahwa persoalan sampah saat ini telah menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, dimulai dari tingkat kelurahan sebagai garda terdepan pemerintahan.


“Volume sampah di Kota Makassar saat ini telah melampaui kapasitas yang dapat dikelola secara efektif dan berkelanjutan. Setiap hari, sekitar 1.000 hingga 1.200 ton sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa pengelolaan sampah tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara lama,” ujar Melinda.


Ia menjelaskan, hampir 60 persen komposisi sampah yang dihasilkan masyarakat merupakan sampah organik yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah dan dimanfaatkan kembali.


Menurutnya, apabila tidak dikelola dengan baik, sampah organik dapat menimbulkan berbagai dampak lingkungan seperti pencemaran, bau tidak sedap, hingga peningkatan emisi gas rumah kaca. Namun di sisi lain, sampah organik dapat menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi apabila diolah menjadi kompos maupun pupuk organik cair.


Karena itu, Melinda menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam pengelolaan sampah. Paradigma lama yang berfokus pada sistem kumpul, angkut, dan buang harus bertransformasi menjadi budaya pilah, kelola, dan manfaatkan.


“Sudah saatnya kita mengubah cara pandang terhadap sampah. Sampah bukan lagi sekadar sesuatu yang harus dibuang, tetapi sumber daya yang dapat dikelola dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat. Inilah yang menjadi dasar pengembangan TPS 3R dan urban farming di tingkat kelurahan,” katanya.


Melinda juga menyoroti peran strategis lurah sebagai ujung tombak pemerintah yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Ia menilai keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah kota, tetapi juga pada kemampuan pemerintah kelurahan dalam membangun partisipasi warga.


Menurutnya, keterlibatan RT/RW, kader PKK, Karang Taruna, komunitas lingkungan, hingga pelaku usaha lokal menjadi faktor penting dalam menciptakan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.


Melalui workshop ini, Melinda berharap para lurah dapat menjadi agen perubahan lingkungan di wilayah masing-masing dengan mendorong budaya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.


Selain itu, ia juga mendorong optimalisasi fungsi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) sebagai pusat pengurangan, pemanfaatan, dan pengelolaan sampah di tingkat wilayah.


“Kelurahan harus menjadi motor penggerak lahirnya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Urban farming yang memanfaatkan hasil pengolahan sampah organik dapat menjadi solusi yang tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” jelasnya.


Melinda turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan komunitas dalam membangun model ekonomi sirkular yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap TPA.


Sebagai langkah konkret, ia meminta setiap kelurahan menyusun peta jalan atau roadmap pengelolaan sampah yang jelas, terukur, dan sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.


Pada kesempatan tersebut, Melinda juga menegaskan pentingnya kedisiplinan peserta selama workshop berlangsung. Ia menyatakan akan memantau langsung tingkat kehadiran para lurah selama tiga hari pelaksanaan kegiatan.


“Kita ingin memastikan seluruh peserta benar-benar mengikuti proses pembelajaran ini dengan serius. Berbagai program dan surat edaran yang selama ini telah diterbitkan pemerintah belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi aksi nyata di masyarakat. Karena itu, para lurah harus memahami materi ini secara utuh agar mampu mengimplementasikannya di wilayah masing-masing,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar akan memulai uji coba pemilahan sampah organik dan anorganik pada Juli 2026 sebelum diterapkan secara penuh pada 1 Agustus 2026. 


Sampah organik dan anorganik nantinya wajib dikelola di tingkat wilayah, sehingga hanya sampah residu yang masuk ke TPA.


Ia juga menyebutkan bahwa Wali Kota Makassar telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2), serta Dinas Ketahanan Pangan untuk mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan program urban farming. 


Melalui konsep ekonomi sirkular, hasil pengolahan sampah organik diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertanian perkotaan sehingga memberikan manfaat lingkungan sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat.

Senin, 15 Juni 2026

Sekda Makassar Minta Seluruh OPD Perkuat Kolaborasi Hadapi Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Sulsel

 


Nuansa Terkini Makassar,– Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat kolaborasi dalam menghadapi penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. 


Hal itu disampaikan Sekda Makassar Andi Zulkifly saat memberikan arahan dalam rapat persiapan penjaringan desa dan kelurahan berprestasi di Gedung MGC, Senin (15/6).


Menurut Andi Zulkifly, sinergi antarperangkat daerah menjadi kunci untuk memenuhi seluruh indikator penilaian, khususnya karena pelaksanaan lomba tahun ini mengusung tema Transformasi Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas.


"Tahun ini yang berbeda adalah lomba kelurahan dilaksanakan secara tematik. Karena itu, seluruh perangkat daerah harus memahami indikator penilaian dan menjalankan tugas sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Kolaborasi menjadi kunci agar seluruh aspek yang dinilai dapat dipenuhi secara optimal," ujar Andi Zulkifly. 


Mantan Camat Ujung Pandang ini menjelaskan, terdapat tiga parameter utama yang menjadi fokus penilaian. Pertama, pengembangan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan koperasi. 


Untuk itu, Dinas Koperasi dan UKM diminta menjadi leading sector dengan memastikan seluruh UMKM di Kelurahan Gunung Sari mendapatkan pembinaan, termasuk penguatan kelembagaan koperasi, khususnya Koperasi Merah Putih.


"Pengembangan ekonomi, UMKM, dan koperasi menjadi indikator utama. Seluruh UMKM harus dibina dengan baik sesuai regulasi, termasuk memastikan koperasi aktif karena itu menjadi salah satu ukuran penting dalam penilaian," katanya.


Parameter kedua, lanjutnya, adalah ketangguhan lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana serta perubahan iklim. Dalam aspek ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial (Dinsos serta perangkat daerah terkait diminta memperkuat pengelolaan sampah, keberadaan bank sampah, edukasi mitigasi bencana, hingga ketahanan pangan masyarakat.


Sementara parameter ketiga berkaitan dengan ketahanan daerah dalam pengendalian inflasi. Oleh karena itu, Dinas Perdagangan, Bagian Perekonomian, serta perangkat daerah lainnya diminta memperkuat program yang mendukung stabilitas harga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Selain tiga indikator utama tersebut, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu menekankan pentingnya pemenuhan indikator pelayanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur jalan, kebersihan lingkungan, perumahan, sanitasi, hingga kelengkapan administrasi.


"Secara administrasi kita harus lolos terlebih dahulu. Setelah itu akan dilakukan verifikasi lapangan untuk mencocokkan dokumen dengan kondisi nyata. Karena itu seluruh SKPD harus saling bersinergi memenuhi seluruh indikator yang menjadi persyaratan," tegasnya.


Andi Zul--sapaan akrabnya--juga meminta Bagian Pemerintahan mengoordinasikan seluruh perangkat daerah, sementara Bagian Hukum memastikan seluruh dokumen administrasi, termasuk surat keputusan yang dibutuhkan, telah disiapkan secara lengkap.


Menutup arahannya, Andi Zulkifly meminta Asisten II Sekretariat Daerah Kota Makassar Zainal Ibrahim memimpin koordinasi lintas perangkat daerah agar seluruh catatan dan kebutuhan penilaian segera ditindaklanjuti.


"Kita akan kembali menggelar rapat dengan melibatkan seluruh SKPD yang berkaitan langsung, terutama perangkat daerah yang mendukung indikator utama maupun pelayanan dasar. Saya berharap seluruh kebutuhan dapat segera dipenuhi sehingga Kota Makassar mampu memberikan hasil terbaik pada lomba tingkat Provinsi Sulawesi Selatan," pungkasnya. 


Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham membuka rapat persiapan penjaringan desa dan kelurahan berprestasi. Hadir sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD).(*)

Minggu, 14 Juni 2026

Dinsos Makassar Berhasil Mediasi Dg. Sara, Lansia terlantar Kembali ke Keluargany

 


Nuansa Terkini Makassar,--Dinas Sosial Kota Makassar bergerak cepat merespons laporan terkait seorang lanjut usia (lansia) terlantar yang ditemukan berada di kawasan Jalan Indah Raya, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Minggu (14/06/2026).


Lansia tersebut diketahui bernama Dg. Sara (68), warga Jalan Indah IV Nomor 4, RT 02/RW 05, yang masuk dalam kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) lansia terlantar.


Berdasarkan hasil asesmen tim Dinas Sosial Kota Makassar, Dg. Sara memiliki dua orang anak. 


Sebelumnya, Ia tinggal di rumah kontrakan bersama istrinya diJalan Indah Raya. 



Namun setelah sang istri meninggal dunia sekitar tiga bulan lalu, Dg. Sara mengalami kesulitan ekonomi dan tidak lagi mampu membayar biaya kontrakan sehingga harus meninggalkan tempat tinggalnya.


Selama ini kebutuhan makan sehari-hari masih dibantu oleh anak-anaknya. 



Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun dari RT/RW dan warga sekitar, Dg. Sara belum memiliki tempat tinggal yang tetap karena adanya penolakan dari pihak menantu untuk tinggal bersama keluarga anaknya.


Meski demikian, kondisi kesehatan Dg. Sara terpantau baik dan masih mampu beraktivitas secara mandiri serta berkomunikasi dengan baik. 


Secara sosial, Dg. Sara juga mendapat perhatian dan dukungan dari warga sekitar yang selama ini turut membantu dan menemani kesehariannya.


Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Makassar, Zuhur Dg. Ranca, mengatakan pihaknya segera melakukan penanganan melalui koordinasi dengan pemerintah setempat dan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi terbaik bagi klien.


“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan RT, RW, serta warga sekitar untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya. Permasalahan utama yang dihadapi Pak Dg. Sara adalah belum adanya tempat tinggal yang layak setelah beliau keluar dari rumah kontrakan pasca meninggalnya istri,” ujar Zuhur.


Sebagai tindak lanjut, Dinas Sosial Kota Makassar menggelar mediasi yang melibatkan keluarga Dg. Sara, RT/RW setempat, Lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.


Menurut Zuhur, pendekatan kekeluargaan menjadi langkah utama yang ditempuh agar hak-hak lansia tetap terpenuhi dan hubungan keluarga dapat kembali harmonis.


“Alhamdulillah, hasil mediasi berjalan dengan baik. Pihak anak dan menantu akhirnya bersedia menerima kembali Pak Dg. Sara untuk tinggal bersama keluarga. Ini menjadi solusi terbaik karena lansia tetap mendapatkan pengasuhan dan perhatian dari keluarga terdekatnya,” jelasnya.


Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat sekitar yang selama ini turut membantu Dg. Sara selama menghadapi masa sulit.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada warga, pemerintah setempat, serta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian sosial. Kehadiran masyarakat yang peduli menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat dalam membantu warga yang membutuhkan,” tambahnya.


Dinas Sosial Kota Makassar akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi Dg. Sara untuk memastikan proses reunifikasi keluarga berjalan dengan baik dan kebutuhan dasar lansia tetap terpenuhi.


Sementara itu, Dg. Sara tercatat sebagai warga Kota Makassar yang memiliki identitas kependudukan lengkap serta merupakan penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).


Dengan berhasilnya proses mediasi ini, Dinas Sosial Kota Makassar berharap kasus serupa dapat diselesaikan melalui pendekatan kemanusiaan dan kekeluargaan sehingga warga yang membutuhkan perlindungan sosial dapat memperoleh penanganan yang tepat dan berkelanjutan. (*)

Sabtu, 13 Juni 2026

Silaturahmi dan Sinergi Lintas Sektor, Pokja Bunda PAUD Makassar Perkuat Komitmen Wujudkan PAUDHI Berkualitas dan Berkelanjutan

 


Nuansa Terkini Gowa,– Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Makassar menggelar kegiatan Silaturahmi dan Sinergi Lintas Sektor dengan tema “Untuk PAUDHI yang Berkualitas dan Berkelanjutan” di Kantor Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sabtu (13/6/2026).


Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Pokja Bunda PAUD Kota Makassar. Kegiatan tersebut menjadi wadah mempererat hubungan antarpengurus sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.


Rombongan Pokja Bunda PAUD Kota Makassar disambut langsung oleh Camat Tinggimoncong, Hikmatullah, yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan wilayahnya sebagai lokasi kegiatan silaturahmi dan penguatan kapasitas pengurus Bunda PAUD.


Mewakili pengurus Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Andi Batari Toja menyampaikan terima kasih kepada Camat Tinggimoncong atas sambutan dan kesempatan yang diberikan kepada rombongan untuk melaksanakan kegiatan di Malino.


“Terima kasih kepada Bapak Camat Tinggimoncong, Bapak Hikmatullah, yang telah meluangkan waktu menerima kami. Kami memahami kesibukan beliau, namun tetap memberikan perhatian dan dukungan terhadap kegiatan Bunda PAUD,” ujar Batari Toja.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan yang hadir dan tetap menunjukkan semangat mengikuti kegiatan yang digelar pada akhir pekan tersebut.


Menurut Batari, kegiatan silaturahmi lintas sektor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antarpengurus sekaligus meningkatkan sinergi dalam menjalankan program-program pendidikan anak usia dini.


“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat komitmen bersama dalam mendukung kemajuan PAUD di Kota Makassar,” katanya.


Batari mengungkapkan bahwa Malino kembali dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki suasana yang sejuk, nyaman, dan mendukung terciptanya komunikasi yang lebih akrab di antara para peserta.


“Walaupun banyak lokasi yang masuk dalam pilihan kegiatan, Malino tetap menjadi salah satu tempat favorit karena udaranya yang sejuk, suasananya yang mendukung, dan membuat kebersamaan antarpengurus semakin erat,” ungkapnya.


Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin antara Bunda PAUD Kota Makassar dan Bunda PAUD Kecamatan Tinggimoncong dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui berbagai kegiatan kolaboratif di masa mendatang.


“Kami ingin silaturahmi antara Bunda PAUD Kota Makassar dan Bunda PAUD Kecamatan Tinggimoncong terus terjaga. Sinergi yang baik akan menjadi kekuatan untuk menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang lebih berkualitas,” tuturnya.


Pada kesempatan tersebut, Batari juga mengingatkan seluruh pengurus untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan sebagai modal utama dalam menjalankan berbagai program kerja Bunda PAUD.


“Saya berharap seluruh pengurus tetap solid, kompak, dan saling mendukung. Kebersamaan yang kita bangun hari ini harus menjadi energi positif untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi anak-anak usia dini,” pungkasnya.


Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar. Melalui kegiatan ini, Pokja Bunda PAUD Kota Makassar berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antar pemangku kepentingan guna mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan bagi anak-anak di Kota Makassar.