Selasa, 21 April 2026

Polisi Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Makassar, Tiga Pelaku Diamankan

 


Nuansa Terkini Makassar, — Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) mengungkap kasus tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di Kota Makassar. Pengungkapan kasus ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor 379 tertanggal 14 April 2026.


Peristiwa tersebut terjadi pada 14 Januari 2026, dengan korban berinisial SA (18), perempuan asal Makassar. Saat kejadian, korban masih berusia 17 tahun.


Kabid Humas Polda Sulsel, Didit, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini.


“Tiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial FK (17), seorang pelajar, kemudian MR (21) dan MOHA (21), yang keduanya belum bekerja dan berdomisili di wilayah Mamajang, Makassar,” ujarnya.


Direktur Reserse Kriminal Umum PPA dan PPO Polda Sulsel, Direktur PPA dan PPO Polda Sulsel, menjelaskan kronologi kejadian bermula pada 4 Januari 2026 saat tersangka FK berkenalan dengan korban melalui media sosial Instagram.


“Setelah berkomunikasi, tersangka mengajak korban bertemu dan menjemput korban di rumahnya. Korban kemudian dibawa ke rumah tersangka, dan di lokasi tersebut sudah menunggu dua pelaku lainnya,” jelasnya.


Di dalam kamar, korban dipaksa untuk melayani ketiga pelaku secara bergantian. Karena merasa takut, korban akhirnya menuruti keinginan para pelaku.


Kasubdit PPO Polda Sulsel, Kasubdit PPO Polda Sulsel, menambahkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, tidak ditemukan adanya unsur pemberian imbalan kepada korban.


“Korban dipaksa untuk memenuhi keinginan para tersangka. Saat ini korban telah kami rujuk ke UPT PPA untuk pendampingan dan pemeriksaan kondisi psikologis,” ungkapnya.


Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian yang digunakan saat kejadian, satu unit sepeda motor Yamaha NMAX yang digunakan untuk menjemput korban, serta satu unit handphone merek OPPO A7.


Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 473 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 6 Huruf B Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun.


Pihak kepolisian menyatakan masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini dan tidak menutup kemungkinan adanya korban lain. (***).





Melinda Aksa Apresiasi Pelatihan GPK, Langkah Nyata Wujudkan Pendidikan Setara



Nuansa Terkini Makassar,– Dengan komitmen memperkuat pendidikan inklusi, Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, resmi membuka Pelatihan Guru Pendamping Khusus (GPK) yang diinisiasi oleh Pokja Bunda PAUD bersama Dinas Pendidikan Kota Makassar di Ballroom Gunung Malino, Karebosi Premier Hotel, Senin (20/4/2026).


Turut hadir dalam kegiatan, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Noptiadi, Ketua Pokja Bunda Paud, Titin Florentina, para guru pendamping khusus Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sekota Makassar, Guru Paud Negeri sekota Makassar serta Guru Paud Swasta sekota Makassar.


Dalam arahannya, Melinda Aksa mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menyebut, inisiasi pelatihan Guru Pendamping Khusus ini telah lama diharapkan sebagai bagian dari penguatan sistem pendidikan inklusi di Makassar.


“Saya sudah lama mendorong agar inisiasi seperti ini dapat dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, dan hari ini akhirnya terwujud. Tentu saya sangat senang dan mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk komitmen bersama,” ujarnya.


Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak tanpa terkecuali, termasuk anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Karena itu, kehadiran sekolah inklusi dinilai menjadi langkah konkret dalam memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak, adil, dan berkualitas.


“Pendidikan adalah hak setiap anak. Tidak boleh ada yang tertinggal. Anak-anak kita yang memiliki kebutuhan khusus juga berhak mendapatkan layanan pendidikan yang setara dan bermutu,” tegasnya.


Lebih lanjut, Melinda menekankan bahwa sekolah inklusi merupakan sebuah komitmen nyata yang harus terus diperkuat melalui berbagai program dan kebijakan yang berpihak pada anak.


Ia juga menyoroti peran strategis Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusi. Menurutnya, GPK tidak hanya berfungsi sebagai tenaga pendidik, tetapi juga sebagai pendamping yang memiliki kepekaan tinggi terhadap kebutuhan unik setiap anak.


“Peran Guru Pendamping Khusus sangatlah penting. Mereka bukan hanya mengajar, tetapi juga mendampingi, memahami karakter anak, membangun kepercayaan diri, serta membantu anak-anak tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelasnya.


Melinda berharap melalui pelatihan ini, para GPK dapat meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta pemahaman dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif dan ramah anak.


Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, hingga masyarakat, untuk bersama-sama memperkuat ekosistem pendidikan inklusi di Kota Makassar.


“Kita ingin memastikan bahwa Makassar menjadi kota yang benar-benar ramah anak, di mana semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” tutupnya.


Kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan inklusi di Kota Makassar, sekaligus memperkuat peran Guru Pendamping Khusus sebagai garda terdepan dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah.

Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa: Semangat Raden Ajeng Kartini Harus Terus Hidup



Nuansa Terkini Makassar, - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mengajak perempuan untuk terus menghidupkan semangat perjuangan emansipasi dalam kehidupan sehari-hari. 


Melinda mengatakan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini harus tetap diperjuangkan hingga saat ini. Menurutnya, nilai-nilai perjuangan tersebut masih sangat relevan di tengah perkembangan zaman.


“Jadi hari Kartini itu kita memaknainya melihat bahwa bagaimana semangat Kartini tetap kita perjuangkan sampai hari ini,” ujar Melinda dalam wawancara eksklusif di kanal Youtube Tribun Timur.


Ia menekankan bahwa semangat untuk terus belajar menjadi fondasi utama bagi perempuan agar mampu bersaing dan berkembang. Selain itu, sikap pantang menyerah juga menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan.


“Bagaimana semangat untuk selalu belajar, tak pantang menyerah dan selalu mencari kesempatan bahwa perempuan juga mempunyai kesempatan yang sama dengan laki-laki,” lanjutnya.


Melinda mengatakan menyoroti bahwa perempuan masa kini memiliki peran yang semakin luas termasuk dirinya. 


Meski demikian, ia mengakui bahwa menjalankan berbagai peran sekaligus bukanlah hal yang mudah. Ia pun mengaku harus mengatur prioritas dalam kesehariannya.


"Dan tentunya bagaimana mengatur waktu agar bisa tetap menjalani peran sebagai ibu, istri, sebagai ketua TP PKK, tetap juga sebagai pengusaha. Saya ketua yayasan sebenarnya, Dan saya mengaturnya seperti saya mengurangi peran saya di yayasan karena sekarang kesibukan lebih banyak sebagai ketua tim penggerak PKK," jelasnya.


Untuk itu, Melinda mengatakan perlunya kemampuan untuk menyeimbangkan antara kehidupan keluarga dan aktivitas di luar rumah.


“Menyeimbangkan itu perlu dengan banyak dukungan terutama dari keluarga, dari suami, dari anak-anak dan sekitar yang membantu,” jelasnya.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peran perempuan dalam organisasi PKK sangat besar, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.


“Jadi banyak sekali sebenarnya kami di PKK kan fokus untuk keluarga. Bagaimana kita memberikan pelatihan pemberdayaan perempuan dan pendampingan kepada perempuan,” tuturnya.


Program-program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, kesehatan hingga pendidikan keluarga. Hal ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan keluarga di masyarakat.


Melinda juga membagikan sosok perempuan yang menjadi inspirasinya, yakni Khadijah binti Khuwailid. Ia mengagumi bagaimana Khadijah mampu menjalankan peran sebagai istri sekaligus pengusaha sukses.


“Saya rasa sosok Khadijah menjadi inspirasi. Bagaimana beliau bisa tetap menjalankan peran sebagai istri Rasulullah dan tetap jadi pengusaha hebat,” ucapnya.


Terkait tantangan perempuan saat ini, Melinda menilai bahwa peluang sebenarnya sudah sangat terbuka luas. Namun, semua kembali pada pilihan dan prioritas masing-masing individu.


“Kesempatan sekarang sangat luas, banyak sekali yang diberikan untuk wanita di pendidikan dan berkarier. Tinggal bagaimana kita memilih dan menentukan prioritas,” jelasnya.


Melinda memberikan pesan khusus kepada perempuan, terutama generasi muda, agar terus berdaya dalam peran apa pun yang dipilih.


“Jadi untuk perempuan-perempuan, pesan saya jangan berhenti belajar,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan bahwa menjadi ibu rumah tangga bukan berarti tidak berdaya. Setiap peran memiliki nilai dan kontribusi yang sama pentingnya.


“Kita juga bisa berdaya dengan hanya jadi ibu rumah tangga. Jadi jangan pernah merasa ‘saya hanya ibu rumah tangga, saya tidak berdaya’. Itu salah sekali,” pungkasnya.


Melalui momentum Hari Kartini ini, Melinda Aksa berharap perempuan Indonesia semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi diri serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi keluarga dan masyarakat.

Manasik Haji dan Pelepasan Jamaah Calon Haji Personel Polda Sulsel Tahun 1447 H/2026 M Berlangsung Khidmat



Nuansa Terkini Makassar,- Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., menghadiri kegiatan Manasik Haji dan Pelepasan Jamaah Calon Haji Personel Polda Sulsel beserta keluarga Tahun 1447 H/2026 M yang digelar di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel, Selasa (21/4/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Sulsel, serta diikuti oleh para personel yang akan menunaikan ibadah haji bersama keluarga. Dalam pelaksanaannya, kegiatan manasik menghadirkan Muballigh Ustadz Dr. H. Amri Amir, S.Sos., S.Ag., M.A., yang memberikan pembekalan rohani serta pemahaman mendalam terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji.


Dalam sambutannya, Kapolda Sulsel menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang memiliki keistimewaan tersendiri dan menjadi dambaan setiap umat Muslim. Ia menekankan bahwa haji merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kesabaran, mengingat proses pelaksanaannya yang cukup panjang serta waktu tunggu yang tidak singkat.


Lebih lanjut, Kapolda Sulsel menegaskan pentingnya pengetahuan dan pemahaman yang baik mengenai tata cara ibadah haji sebelum keberangkatan. Oleh karena itu, para peserta diharapkan dapat mengikuti kegiatan manasik dengan sungguh-sungguh hingga selesai, guna menambah wawasan dan kesiapan dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.


“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan manasik dengan penuh keseriusan. Jangan merasa jenuh dalam menuntut ilmu agama, karena hal tersebut menjadi bekal utama dalam meraih haji yang mabrur,” ujar Kapolda.


Selain itu, Kapolda juga mengingatkan agar seluruh jamaah senantiasa menjaga kekompakan, baik antar sesama jamaah maupun dengan petugas haji. Ia juga menekankan pentingnya menjaga nama baik institusi Polri serta bangsa Indonesia selama berada di Tanah Suci.


Di akhir sambutannya, Kapolda Sulsel menitipkan doa kepada seluruh jamaah calon haji agar turut mendoakan keamanan dan ketertiban wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan, serta kesehatan bagi seluruh personel dalam pelaksanaan tugas.

Senin, 20 April 2026

WAKIL WALI KOTA MAKASSAR KUNJUNGI DPPPA, APRESIASI PERAN PEREMPUAN DI HARI KARTINI 2026

 


Nuansa Terkini Makassar, 21 April 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Ibu Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, Selasa (21/4/2026).


Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memberikan semangat dan apresiasi terhadap peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah, khususnya di Makassar.


Dalam suasana penuh kehangatan, Ibu Wakil Wali Kota disambut langsung oleh jajaran pimpinan dan staf DPPPA Kota Makassar. Kegiatan ini dirangkaikan dengan dialog interaktif singkat yang membahas berbagai isu strategis terkait pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta penguatan peran perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.


Wakil Wali Kota Makassar menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi atas perjuangan perempuan Indonesia dalam meraih kesetaraan dan kontribusi nyata dalam pembangunan. Semangat Raden Ajeng Kartini, menurutnya, harus terus dihidupkan melalui kerja nyata dan kolaborasi lintas sektor.


“Perempuan hari ini memiliki peran yang sangat besar, tidak hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan sosial, ekonomi, hingga pemerintahan. DPPPA memiliki peran strategis dalam memastikan perempuan dan anak mendapatkan perlindungan serta ruang untuk berkembang,” ujarnya.


Lebih lanjut, ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran DPPPA Kota Makassar atas dedikasi dan komitmennya dalam menghadirkan berbagai program inovatif yang berpihak pada perempuan dan anak. Ia berharap, ke depan sinergi antara pemerintah kota dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat demi mewujudkan Makassar yang inklusif, aman, dan berkeadilan gender.


Sementara itu, kepala DPPPA Kota Makassar Ita Isdiana Anwar menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan. Kunjungan ini dinilai sebagai suntikan motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya perempuan dan anak.


Peringatan Hari Kartini tahun ini diharapkan menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan belum selesai. Diperlukan komitmen bersama untuk terus mendorong kesetaraan gender, meningkatkan kualitas hidup perempuan, serta memastikan perlindungan anak sebagai generasi penerus bangsa.


Dengan semangat Kartini, perempuan Makassar diharapkan semakin berdaya, mandiri, dan mampu menjadi pilar penting dalam pembangunan kota yang berkelanjutan.

Sekda Makassar Tekankan Pengadaan Tepat, Kunci Optimalisasi Dana Kelurahan



Nuansa Terkini Makassar,- Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menekankan pentingnya pemahaman yang baik terhadap proses pengadaan barang dan jasa dalam pengelolaan Dana Kelurahan. 


Hal itu disampaikan Sekda Makassar Andi Zulkifly saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengadaan Barang/Jasa Lingkup Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2026 di Aston Makassar Hotel & Convention Center, Selasa (21/4).


Sekda Makassar Andi Zulkifly menegaskan Dana Kelurahan merupakan instrumen penting dalam mendorong percepatan pembangunan di tingkat kelurahan, sekaligus meningkatkan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.


“Realisasi Dana Kelurahan bukan sekadar soal penyerapan anggaran, tetapi sejauh mana program tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Zulkifly dalam sambutannya.


Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu menjelaskan, keberhasilan pelaksanaan Dana Kelurahan sangat bergantung pada proses pengadaan barang dan jasa yang tepat, mulai dari tahap perencanaan hingga pertanggungjawaban.


“Ketika pemahaman terhadap pengadaan lemah, maka yang terjadi bukan hanya keterlambatan realisasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan kesalahan administrasi hingga risiko hukum,” tegasnya.


Andi Zul--sapaan akrabnya--juga mengingatkan pelaksanaan Dana Kelurahan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2018, yang menitikberatkan penggunaan mekanisme swakelola, khususnya Swakelola Tipe IV, sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat.


Menurutnya, skema tersebut memberikan ruang luas bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembangunan, namun tetap membutuhkan pemahaman yang komprehensif dan pengawasan yang ketat.


“Swakelola Tipe IV bukan berarti tanpa aturan. Justru membutuhkan pemahaman yang lebih baik, pengawasan yang lebih cermat, dan tanggung jawab yang lebih besar,” katanya.


Eks Camat Ujung Pandang ini menambahkan, kegiatan Bimtek ini menjadi bekal penting bagi para lurah sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan seluruh pihak terkait agar mampu melaksanakan pengadaan barang/jasa secara benar dan sesuai regulasi.


“Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bekal utama untuk memastikan setiap rupiah Dana Kelurahan dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran,” ucapnya.


Zulkifly berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius hingga selesai, sehingga pengelolaan Dana Kelurahan di Kota Makassar semakin baik, baik dari sisi kepatuhan terhadap aturan maupun kualitas hasil pembangunan.


"Insya Allah, kita harap peserta yang ikut Bimtek bisa memberikan pemahaman mengenai pengelolaan dana Kelurahan sehingga berdampak pada pembangunan di Kota Makassar," tukasnya. (*)


Buka Pelatihan Manajemen Staf Jajaran Sat Brimob Polda Sulsel, Ini Pesan Kabag Ops Sat Brimob

 


Nuansa Terkini Makassar, – Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan menggelar pelatihan Manajemen Staf Tahun Anggaran 2026 jajaran Sat Brimob Polda Sulawesi Selatan di Aula Pelopor Mako Sat Brimob Polda Sulsel, Senin ( 20 April 2026)


Pelatihan yang dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 20 hingga 23 April 2026 ini dibuka secara resmi oleh Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Ridwan, S.I.K., M.H yang diwakili oleh Kabag Ops Satbrimob Polda Sulsel Akbp Nur Ichsan, S.Sos., M.Si..


Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan personel dari masing-masing staf fungsi dan Den Gegana serta Batalyon Pelopor jajaran Sat Brimob Polda Sulsel bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel khususnya di bidang administrasi  dalam mendukung pelaksanaan tugas operasional di lingkungan Sat Brimob Polda Sulsel.


Dalam sambutannya, Akbp Nur Ichsan, S.Sos.,M.Si menyampaikan bahwa pelatihan manajemen staf merupakan bagian penting dalam membangun sistem kerja yang efektif, terstruktur, dan responsif terhadap dinamika tugas di lapangan. 


“Keberhasilan suatu operasi tidak hanya ditentukan oleh kekuatan di lapangan, tetapi juga oleh perencanaan dan pengelolaan staf yang baik,” ujar Nur Ichsan.


“Pelatihan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan manajerial dan administrasi personel, sehingga setiap tugas yang dilaksanakan dapat berjalan secara optimal, terukur, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku,” sambungnya.


Lebih lanjut, mantan Danyon C Pelopor ini mengingatkan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius dan penuh tanggung jawab, serta mampu mengimplementasikan  ilmu yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


“ Melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan profesional dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, khususnya di lingkungan Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan,” tandas Kabag Ops.


Dengan kegiatan pelatihan ini, Sat Brimob Polda Sulsel terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas personel guna menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan secara maksimal.

Diseminasi Pengawasan PBJT Jasa Perhotelan Digelar di Makassar, Perkuat Kepatuhan Pajak Daerah

 


Nuansa Terkini Makassar,- Pemerintah daerah menggelar kegiatan diseminasi pengawasan dan penindakan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor jasa perhotelan pada Senin (20/4/2026).


Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kepatuhan para pelaku usaha perhotelan terhadap kewajiban perpajakan daerah, khususnya terkait PBJT. Selain itu, diseminasi ini juga menjadi sarana sosialisasi terkait mekanisme pengawasan serta langkah penindakan yang akan diterapkan oleh pemerintah.


Dalam kegiatan tersebut, peserta yang terdiri dari pengelola hotel dan pemangku kepentingan lainnya mendapatkan pemaparan mengenai regulasi terbaru, tata cara pelaporan pajak, hingga sanksi administratif bagi pelanggaran yang ditemukan di lapangan.


Pihak penyelenggara menegaskan bahwa sektor perhotelan merupakan salah satu kontributor penting dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memastikan pengelolaan pajak berjalan optimal dan transparan.


Selain sesi pemaparan, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif, memberikan kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan kendala yang dihadapi dalam implementasi kewajiban pajak.


Melalui kegiatan diseminasi ini, diharapkan tercipta kesadaran kolektif dalam mendukung penguatan sistem perpajakan daerah, serta mendorong terciptanya tata kelola pajak yang lebih tertib, adil, dan akuntabel di sektor jasa perhotelan. (***).

Minggu, 19 April 2026

Dirreskrimsus–Kasubdit Tipidkor Polda Sulsel Meriahkan Kemala Run 2026 di Bali

 


Nuansa Terkini Makassar, — Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) bersama Kasubdit Tipidkor turut ambil bagian dalam ajang yang digelar di , Minggu (19/4/2026).


Keduanya tampak berbaur bersama ribuan peserta lain yang berasal dari internal Polri maupun masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran fisik sekaligus memperkuat soliditas antaranggota kepolisian.


Ajang Kemala Run 2026 mencatat partisipasi sekitar 11.000 pelari, menjadikannya salah satu event lari terbesar tahun ini. Kegiatan ini mengusung konsep sport tourism dengan tema “Charity for Indonesia”, yang memadukan olahraga, pariwisata, serta aksi sosial kemanusiaan.


Peserta mengikuti tiga kategori lomba, yakni Half Marathon, 10K, dan 5K, dengan waktu start sejak pukul 05.00 WITA. Rute yang disiapkan menyuguhkan panorama khas , memberikan pengalaman berlari yang tidak hanya kompetitif tetapi juga rekreatif.


Untuk menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan, pengamanan dilakukan secara terpadu oleh bersama , dengan melibatkan sekitar 1.300 personel gabungan.


Partisipasi pejabat Polda Sulsel dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen menjaga kesehatan fisik di tengah padatnya tugas penegakan hukum. Selain itu, momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan sinergi internal Polri lintas satuan dan wilayah. (***).

Sabtu, 18 April 2026

Dekatkan Layanan ke Masyarakat, Tim Lontara+ Ramaikan CFD Makassar

 


Nuansa Terkini Makassar,- Tim Lontara+ dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar kembali meramaikan kegiatan Car Free Day (CFD) yang berlangsung di kawasan Sudirman, Makassar. Minggu, (19/4/2026). 


Di tengah ramainya aktivitas warga yang berolahraga dan bersantai, tim Lontara+ hadir dengan semangat menyapa dan mengedukasi pengunjung.


Sosialisasi yang dilakukan mencakup berbagai hal, mulai dari cara mengunduh aplikasi, proses registrasi, hingga penjelasan fitur-fitur unggulan yang tersedia di dalamnya. Tim juga memberikan contoh langsung bagaimana aplikasi ini dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


Selain memberikan penjelasan, tim Lontara+ juga turut mendampingi pengunjung yang ingin langsung mencoba aplikasi tersebut. Pendekatan ini membuat masyarakat lebih mudah memahami fungsi serta manfaat dari Lontara+.


Antusiasme pengunjung CFD pun terlihat sangat tinggi. Banyak warga yang langsung mengunduh aplikasi Lontara+ di tempat setelah mendapatkan penjelasan dari tim.


Tidak hanya itu, untuk menambah semarak kegiatan, tim Lontara+ juga membagikan berbagai merchandise menarik kepada pengunjung, seperti baju dan topi.


Tidak sedikit pula pengunjung yang telah lebih dulu menggunakan aplikasi tersebut dan merasakan manfaatnya. Mereka menyampaikan apresiasi atas kemudahan yang diberikan oleh layanan ini.


“Terima kasih ya dengan kehadiran Lontara+, karena saya sudah merasakan langsung manfaatnya,” ujar salah satu pengunjung CFD.


Kepala Bidang Humas dan Informasi Komunikasi Publik Diskominfo Makassar, Abdullah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan literasi digital masyarakat.


Menurutnya, ruang publik seperti CFD menjadi tempat yang efektif untuk menjangkau lebih banyak warga dari berbagai kalangan secara langsung.


“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya tahu, tapi juga paham dan bisa memanfaatkan Lontara+ dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya


Melalui kegiatan ini, Diskominfo Makassar berharap Lontara+ semakin dikenal luas dan menjadi solusi utama dalam mengakses layanan publik, sekaligus mendukung terwujudnya Makassar sebagai kota cerdas berbasis digital.

Halalbihalal KEMAWA–Pemkab Wajo Pererat Silaturahmi, Dorong Sinergi Menuju Wajo Maradekaya

 


Nuansa Terkini Makassar,- bersama Pemerintah Kabupaten Wajo menggelar kegiatan halalbihalal dengan tema “Menyatukan Hati, Menguatkan Persaudaraan dan Membangun Solidaritas serta Sinergitas Menuju Wajo Maradekaya”. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Claro Makassar pada Sabtu (18/4/2026).


Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya , , anggota DPR RI dan DPRD, tokoh masyarakat, serta diaspora Wajo dari berbagai daerah.


Dalam sambutannya, Jufri Rahman menekankan bahwa halalbihalal bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum strategis untuk mempererat kembali hubungan sosial dan memperkuat kebersamaan. Ia menyebut, silaturahmi yang terjalin dapat menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah.


Sementara itu, Bupati Wajo Andi Rosman menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk diaspora Wajo, sebagai kekuatan utama dalam mendorong kemajuan daerah. Ia berharap nilai-nilai kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini dapat diwujudkan dalam aksi nyata.


Kegiatan ini juga dihadiri yang menyampaikan dukungan terhadap peran media dalam memperkuat solidaritas serta menyebarkan informasi yang konstruktif kepada masyarakat.


Suasana halalbihalal berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan kuatnya ikatan emosional masyarakat Wajo, baik di kampung halaman maupun di perantauan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjaga persatuan dan memperkuat kolaborasi menuju Wajo yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. (Ln) 




Jumat, 17 April 2026

Camat Panakkukang Tanam 1.000 Pohon di Pampang, Perkuat Mitigasi Iklim



Nuansa Terkini Makassar,– Camat Panakkukang, Syahril didampingi Lurah Pampang Andi Quandy Ayatullah melakukan penanaman pohon di wilayah RW 08, Kelurahan Pampang, Sabtu (18/4/2026).


Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk menegaskan komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat upaya mitigasi perubahan iklim di wilayah Panakkukang.


Dalam kesempatan tersebut, Syahril

menyampaikan, penanaman pohon bukan hanya sekadar kegiatan simbolis, tetapi merupakan langkah nyata untuk menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah degradasi lingkungan, serta memastikan kualitas hidup masyarakat di masa depan.


“Ini adalah aksi nyata yang dilakukan masyarakat Pampang. Gerakan ini diinisiasi oleh Lurah Pampang sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan,” ujarnya.


Ia juga menekankan bahwa pohon yang ditanam hari ini bukan hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.


“Pohon yang kita tanam hari ini adalah warisan untuk anak-anak kita. Ini akan sangat berguna bagi kehidupan mereka ke depan,” tambahnya.


Mantan Kabag Humas dan Protokol DPRD Makassar ini juga mengapresiasi partisipasi aktif warga serta inisiatif pemerintah kelurahan dalam mendorong gerakan penghijauan di wilayah Kelurahan Pampang


Sementara itu, Lurah Pampang Andi Quandy Ayatullah mengungkapkan bahwa total pohon yang ditanam mencapai 1.000 pohon, terdiri dari berbagai jenis seperti mahoni, jati, dan ketapang.


“Pemilihan lokasi di RW 08 ini bukan tanpa alasan. Di wilayah ini sebelumnya pernah terjadi angin puting beliung, sehingga kami menilai penting untuk melakukan penghijauan sebagai langkah mitigasi bencana,” jelas pria yang akrab disapa Andi Iyo.


Andi Iyo berharap, dengan adanya penanaman pohon ini, lingkungan di RW 08 menjadi lebih hijau, sejuk, dan mampu mengurangi risiko bencana alam di masa mendatang.


Pelaksanaan penanaman pohon ini juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat kecamatan dan kelurahan, organisasi masyarakat, hingga para tokoh masyarakat yang dengan penuh antusias mendukung gerakan penghijauan, sebagai wujud gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan. (*).




Pemkot Makassar Matangkan Piloting Digitalisasi Bansos, Fokus Edukasi Warga

 


Nuansa Terkini Makassar,— Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama Tim Perwakilan Koordinator Wilayah 4 Komite Percepatan Transformasi Digital Daerah (KPTPD) di ruang Rapat Sekda, Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (16/4)


Agendanya, mematangkan persiapan pelaksanaan piloting digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Kota Makassar. Sejumlah tahapan telah dilalui, termasuk pembahasan lintas instansi hingga penerbitan surat keputusan (SK) tim pelaksana pembentukan agen.


Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, mengatakan progres persiapan saat ini telah mencapai sekitar 70 persen, termasuk proses perekrutan agen yang akan menjadi ujung tombak di lapangan.


“Sudah dibahas dalam beberapa pertemuan, dan terakhir kita sudah menyiapkan SK tim. Perekrutan juga sudah sekitar 70 persen,” ujar Andi Zulkifly.


Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar mengakui, salah satu tantangan utama dalam digitalisasi bansos adalah rendahnya literasi digital masyarakat, khususnya pada kelompok ekonomi menengah ke bawah.


“Tantangan digitalisasi ini adalah masih banyak masyarakat yang belum melek teknologi, terutama di desil bawah. Semakin rendah desilnya, semakin rendah pula pemahaman digitalisasinya,” ungkapnya.


Untuk itu, Pemkot Makassar menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat, termasuk melalui pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Peran agen di lapangan dinilai strategis dalam membantu proses pendaftaran sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan digital.


“Kita ingin edukasi warga dimulai dari sini, termasuk penggunaan IKD. Agen ini nanti bisa membantu masyarakat mendaftar sekaligus memberikan pemahaman terkait digitalisasi,” jelasnya.


Mantan Camat Ujung Pandang itu menambahkan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan literasi digital masyarakat. Sementara itu, dari sisi pemerintah daerah, penguasaan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.


“Kominfo punya tugas bagaimana masyarakat bisa melek teknologi dan digitalisasi. Bagi Pemkot, teknologi itu sudah menjadi hal yang wajib,” tegasnya.


Andi Zulkifly juga menyatakan dukungannya terhadap skema perekrutan agen dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), karena dinilai lebih mudah dikontrol dan memiliki jalur koordinasi yang jelas.


“Saya setuju agen dari ASN dan PPPK, karena bisa dikontrol dan ada jalur koordinasinya,” katanya.


Selain itu, ia mengingatkan potensi risiko penyalahgunaan data kependudukan, termasuk oleh praktik pinjaman online ilegal, yang dapat berdampak pada validitas data penerima bansos.


“Kita juga harus waspada terhadap bahaya pinjol yang bisa mengacaukan data bantuan. Karena itu, perlu ada edukasi kepada masyarakat agar berhati-hati dalam penggunaan data kependudukan,” ujarnya.


Pemkot Makassar, lanjutnya, akan menindaklanjuti hasil audiensi dengan  dengan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) guna menyukseskan pelaksanaan piloting digitalisasi bansos.


“OPD siap membantu dan kita akan tindak lanjuti agar piloting ini bisa berjalan sukses,” tutup Andi Zulkifly.


Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar, Andi Bukti, menyampaikan saat ini pihaknya telah memasuki tahap pemilihan agen yang sebagian besar berasal dari ASN dan PPPK lingkup Pemkot Makassar.


Ia menyebutkan, hasil koordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) telah menghasilkan sekitar 6.000 calon agen yang telah diverifikasi. Dalam proses rekrutmen, pihaknya juga memprioritaskan usia di bawah 40 tahun untuk mendukung mobilitas di lapangan.


“SK saat ini hampir selesai dan sementara berproses di bagian hukum. Selain tim Pemkot, kami juga menyiapkan tim internal Dinsos,” kata Andi Bukti.


Dari sisi kesiapan digital, sekitar 2.000 agen telah memiliki IKD, sementara sekitar 4.000 lainnya masih dalam proses. Dinsos Makassar juga menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mempercepat aktivasi IKD bagi para agen.


Selain itu, para agen akan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) yang didukung oleh Bank Indonesia, baik dari sisi fasilitas maupun konsumsi.


Dalam skema pelaksanaan, satu agen direncanakan akan melayani sekitar 170 warga, sehingga diharapkan proses pendataan dan pendaftaran bansos dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.


Perwakilan Koordinator Wilayah 4 KPTPD, Tri Wahyuni, menjelaskan bahwa digitalisasi bansos dilatarbelakangi oleh masih rendahnya efisiensi serta ketidaktepatan sasaran penerima bantuan. Program yang menjadi fokus meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako yang saat ini dikelola oleh Kementerian Sosial.


“Digitalisasi ini bertujuan memastikan bantuan sosial tepat sasaran, sekaligus meminimalkan kesalahan inklusi maupun eksklusi yang selama ini masih sering terjadi,” ujar Tri Wahyuni.


Ia menyebutkan, Pemkot Makassar telah melakukan sejumlah persiapan, mulai dari pendataan agen hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi masyarakat dan petugas. Melalui sistem ini, masyarakat nantinya dapat mendaftarkan diri secara mandiri maupun melalui agen untuk menjadi calon penerima manfaat.


“Melalui digitalisasi ini, masyarakat bisa mendaftar sendiri atau melalui agen. Prosesnya lebih transparan karena terintegrasi dengan berbagai data, seperti kepemilikan aset, status kepesertaan BPJS, hingga kepemilikan kendaraan,” jelasnya.


Sistem tersebut juga terhubung dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sehingga hasil verifikasi dapat diketahui langsung oleh masyarakat. Dengan demikian, warga dapat mengetahui apakah mereka layak menerima bantuan atau tidak.


Tri Wahyuni menambahkan, selama ini masih ditemukan kasus warga yang layak namun belum menerima bantuan, serta sebaliknya, warga yang tidak layak justru terdaftar sebagai penerima. Melalui platform digital ini, diharapkan proses pendaftaran menjadi lebih sederhana tanpa tahapan panjang.


“Ke depan, masyarakat cukup mengakses portal perlindungan sosial untuk mendaftar. Hasilnya akan terlihat secara terbuka setelah melalui proses penyaringan data,” katanya.


Meski demikian, hasil pendaftaran tetap akan menjadi rujukan bagi Kementerian Sosial untuk dilakukan verifikasi dan validasi lanjutan, termasuk penyesuaian dengan kuota dan anggaran yang tersedia. Penyaluran bansos juga tetap mengedepankan prioritas bagi masyarakat pada desil 1 hingga 4 untuk PKH dan desil 1 hingga 5 untuk program sembako. (*)