Nuansa Terkini Makassar,— Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Makassar menggelar Coffee Morning di Lantai 1 Gedung MGC, Senin (29/12/2025).
Kegiatan ini mengangkat tema Mitigasi Bencana dan Urgensi Pengelolaan Sampah dalam Penanganan Banjir di Kota Makassar.
Acara ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Helmy Budiman, dan Kepala Laksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, Fadly.
Mereka membahas strategi mitigasi bencana dan pentingnya pengelolaan sampah yang efektif untuk mencegah banjir di Kota Makassar.
Helmy Budiman menekankan bahwa DLH Makassar telah menginisiasi program pengelolaan sampah yang sistematis, termasuk pendirian 1.076 unit Bank Sampah di berbagai wilayah.
Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pemilahan sampah organik dan anorganik, serta mendorong praktik daur ulang.
“Ini langkah awal penting dalam pengelolaan sampah yang efisien, mencegah pencampuran sampah basah dan kering karena dapat menimbulkan bakteri dan bau, serta mengurangi volume sampah di TPA,” ucapnya.
Selain itu, Helmy juga memberikan tata cara membuat lubang biopori yang baik dan benar agar sampah organiknya dapat terurai dengan sempurna.
Sementara, Kalak BPBD, Fadly menambahkan bahwa BPBD Makassar terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, termasuk banjir.
Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait dalam mengelola sampah dan mencegah banjir.
“Karena tumpukan sampah dapat menyumbat drainase dan memperburuk dampak bencana, ini salah satu yang menyebabkan banjir,” ungkapnya.
“Mari kita semua ini saling edukasi tentang kebersihan dan ekonomi sirkular untuk mengurangi timbulan sampah dari sumbernya, menciptakan lingkungan lebih aman dan sehat,” sambungnya.
BPBD pun terus berkomitmen untuk terus mendukung upaya mitigasi bencana dan pengelolaan sampah di Kota Makassar.
Kegiatan Coffee Morning ini dihadiri oleh puluhan masyarakat Kecamatan Ujung Tanah. Diskusi pun berjalan dengan dinamis.
Diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang efektif dan mitigasi bencana. (*)
