Rabu, 24 Juli 2019

Tags

Penerima Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Mengalami Peningkatan 40 Persen 

Nuansa Terkini Makassar - Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Lenny N Rosalin mengatakan malam penghargaan Kota Layak Anak (KLA) dihadiri 247 kabupaten kota di Indonesia.

Selain itu,  mengalami peningkatan 40 persen dari tahun sebelumnya.

Penjelasan itu ia sampaikan saat menggelar konferensi pers di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Selasa, 23 Juli 2019.
KLA merupakan sebuah sistem yang berbasis hak anak yang mengacu pada berbagai peraturan perundang-undangan yang terkait dengan anak, termasuk konvensi hak anak.

“Sistem ini kita bangun untuk memastikan semua anak memperoleh pemenuhan haknya, dan semua anak bisa kita lindungi,” kata Lenny kepada wartawan.

Pihaknya menyasar kabupaten/kota lantaran merupakan wilayah otonomi terendah di era desentralisasi.

Lanjut dia, penilaian KLA diukur melalui 24 indikator yang merupakan penjabaran dari 5 klaster substantif.

Saat ditanya ihwal penghargaan KLA dengan korelasinya dengan angka kekerasan yang terjadi pada anak, Lenny mengatakan angka kekerasan yang meningkat lantaran masyarakat juga sudah berani melapor.

“Kenapa berani melapor? Karena sudah ada penanganannya. Mungkin dulu tidak mau melaporkan. Sekarang kita memiliki unit pelayanan terpadu untuk perlindungan oerempuan dan anak yang tersebar di provinsi dan kabupaten/kota,” ucapnya.

Menurut dia, meningkatnya angka kekerasan membuktikan bahwa masyarakat sudah berani untuk melapor.

“Yang penting adalah kita harus menyediakan layanan apabila terjadi kekerasan. Jadi bagi kabupaten/kota, intinya merespon dengan cepat dan menuntaskan masalah tersebut dan memberikan pelayanan komprehensif. Itu ukurannya,” pungkasnya.

Perhatian Pemerintah Daerah terhadap perkembangan anak meningkat

Lenny juga menambahkan , bertambahnya jumlah kota penerima penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2019 menjadi bukti meningkatnya perhatian pemerintah daerah terhadap perkembangan anak di wilayahnya.

Berdasarkan urutan penghargaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) yang tiap tahun diberikan pada event KLA (dari rendah ke tinggi) dimulai dari pratama, madya, nindya, utama dan KLA.

Penilaian KLA tahun ini diawali oleh tahap evaluasi mandiri secara online atau mengevaluasi diri sendiri berdasarkan 24 indikator KLA dengan sekitar 430 item pertanyaan atau variabel evaluasi sejak April hingga Mei 2019.(*)