Kamis, 21 Mei 2026

Reses di Blok 10 Perumnas Antang, Hj Umiyati Edukasi Warga Sampah dan Jagai Anakta'



Nuansa Terkini Makassar, - Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati kembali melanjutkan kegiatan reses ketiga masa persidangan ketiga tahun anggaran 2025-2026, Kamis (21/5/2026).


Kegiatan reses kali ini dilaksanakan di Jalan Terompet Blok 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, dihadiri Lurah Manggala, Babinsa, Babinkamtibmas tokoh masyarakat, tokoh perempuan serta warga sekitar yang antusias menyampaikan berbagai aspirasi.


Dalam sambutannya, Umiyati mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga. Ia mengajak warga mulai membiasakan memilah sampah organik dan non organik agar pengelolaan sampah di lingkungan dapat berjalan lebih baik.


Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi salah satu kunci menciptakan kawasan yang sehat dan nyaman ditempati.


“Persoalan sampah ini harus menjadi perhatian bersama, mengingat saat ini TPA Antang sudah overload. Mulai dari rumah kita sendiri, mari biasakan memilah sampah organik dan non organik agar lebih mudah dikelola dan tidak menumpuk,” ujarnya.


Selain itu, legislator yang akrab disapa Bunda Ety ini juga mengingatkan pentingnya perhatian orang tua terhadap anak-anak di tengah maraknya fenomena geng motor dan pergaulan bebas yang belakangan meresahkan masyarakat.


Ia mengajak para orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak, terutama di luar rumah dan penggunaan media sosial agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif.


“Kita semua punya tanggung jawab menjaga generasi muda. Orang tua harus lebih dekat dengan anak-anaknya, memberi perhatian dan pengawasan agar tidak salah pergaulan, Jagai Anakata', tambahnya.


Dalam sesi dialog, warga Blok 10 Perumnas Antang menyampaikan sejumlah usulan dan keluhan. Salah satu persoalan yang paling banyak disoroti yakni banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan.


Warga berharap Pemerintah Kota Makassar dapat memberi perhatian khusus terhadap wilayah tersebut, terutama terkait perbaikan drainase dan penanganan banjir yang selama ini menjadi langganan saat curah hujan tinggi.


Selain persoalan banjir, pengelolaan sampah di lingkungan warga juga turut menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap adanya peningkatan fasilitas dan pengangkutan sampah agar kondisi lingkungan tetap bersih dan sehat.


Menanggapi hal tersebut, Umiyati menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian dan akan diperjuangkan melalui DPRD Makassar maupun koordinasi dengan instansi terkait di Pemerintah Kota Makassar. (*)

Reses DPRD Makassar, Andi Odhika Cakra Satriawan Prioritaskan Perbaikan Jalan di Berua dan



Nuansa Terkini Makassar,- Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Odhika Cakra Satriawan melanjutkan reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2025/2026 di Kecamatan Biringkanaya, Kamis (21/5/2026).


Dua titik disambanginya kali ini, yaitu Jalan Berua 2 RT 02 RW 05, Keluraham Berua; dan Bumi Permata Sudiang 1 Blok H, RT 1 RW 10, Kelurahan Sudiang.


Odhika hadir untuk menyapa sekaligus mendengarkan keluhan warga selama ini. Sebagaimana tujuan dari reses yang digelar wajib untuk setiap anggota DPRD Makassar.


Beberapa keluhan warga, di antaranya perbaikan jalan, pendataan ulang desil untuk peralihan dari BPJS kesehatan ke Kartu Indonesia Sehat atau KIS untuk layanan kesehatan gratis, dan sarana olahraga.


Legislator dari Fraksi Nasdem itu menyampaikan bahwa perbaikan jalan jadi perhatian utamanya sebab menjadi keluhan terbanyak sepanjang reses termasuk di Berua dan Sudiang.


"Yah kembali lagi masalahnya jalan. Jadi ada tiga jalan di Berua misalnya yang butuh perbaikan jadi ini prioritas," ujarnya.


Menurutnya, jalan yang menjadi keluhan warga cukup memprihatinkan sehingga memang dibutuhkan perbaikan. Dengan begitu, warga atau pendengara bisa nyaman melintas.


Odhika juga mendorong semua warga tidak mampu untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis melalui KIS. Untuk itu, pendataan ulang desil diharapkan cepat dilakukan mengingat banyaknya keluhan.


"KIS juga ini banyak dikeluhkan sama seperti reses sebelumnya. Saya akan sampaikan ke dinas terkait untuk ditindaklanjuti," lanjutnya.


Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat itu juga mendapat aspirasi perihal penyediaan sarana olahraga di Kelurahan Sudiang.


"Tadi ada juga warga menyampaikan sarana olahraga untuk lapangan voli karena memang ada fasum di sana," katanya.


Dia menegaskan semua aspirasi warga akan ditindaklanjuti. Sebab, di reses sebelumnya, keluhan yang ada sebagian sudah terealisasi. (*).




Reses DPRD Makassar, Budi Hastuti Tampung Keluhan Warga soal Drainase dan Bantuan Sosial



Nuansa Terkini Makassar,- Anggota DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti kembali menyapa warga dalam reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2025/2026.


Reses berlangsung di daerah pemilihannya yang mencakup kecamatan Mariso, Mamajang, dan Tamalate atau yang dikenal dengan sebutan Mamarita.


Salah satu titik reses digelar di Jalan Beruang Selatan, RT 01 RW 03, Kelurahan Labuang Baji, Kecamatan Mamajang, Kamis (21/5/2026).


Dalam kesempatan itu, Budi Hastuti yang merupakan legislator dari Fraksi Gerindra itu disambut oleh Sekretaris Lurah Labuang Baji, Syaifuddin dan puluhan warga.


Budi menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari upayanya menyerap aspirasi warga sekaligus menjalankan mandat dari reses.


"Saya datang kesini untuk mendengarkan aspirasi warga yang akan menjadi catatan saya nanti untuk disampaikan ke dinas terkait," ucapnya.


Selama reses, dia menerima beberapa keluhan warga namun paling banyak adalah pengerukan sedimentasi di beberapa drainase yang rawan banjir.


"Rata-rata itu karena tadi saya datang di beberapa wilayah-wilayah agak ke dalam itu pengerukan drainasenya. Masih ada banjir di daerah situ, sehingga itu juga yang dibutuhkan," jelas Budi.


Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat juga mendapat keluhan mengenai penyaluran bansos yang tidak merata. Padahal, masih banyak warga tidak mampu yang layak jadi penerima bantuan.


Dia meminta adanya pendataan ulang. Prosesnya harus dilakukan dengan transparan dan dikawal dengan baik agar tidak ada tebang pilih.


"Masih banyak katanya yang mendapatkan bantuan, yang sebenarnya sudah pindah tapi namanya masih terdaftar. Jadi memang harus updating data," ucap Budi.


Sedangkan untuk penambahan armada sampah, menurutnya, memang harus direalisasikan sebab sampah menjadi salah satu masalah di Makassar.


"Mereka mau armada sampahnya ditambah karena ada beberapa unit yang sudah tidak layak beroperasi sedangkan sampah warga itu banyak," lanjutnya.


Dengan beberapa aspirasi tersebut, Budi memastikan semuanya akan ditindaklanjuti. Dia juga menyatakan siap untuk mengawalnya hingga terealisasi.


"Insya Allah nanti semua ini akan menjadi hasil aspirasi saya di hasil reses dan saya akan coba kawal berdasarkan dinas-dinas terkait yang ada di hasil-hasil reses saya," tukasnya. (*)

Rabu, 20 Mei 2026

Reses DPRD Makassar, Rezki Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah



Nuansa  Terkini Makassar,- Anggota DPRD Kota Makassar, Rezki kembali menjemput aspirasi warga melalui reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2025/2026.


Kegiatan berlangsung di dua titik, yaitu Jalan Sultan Alauddin, Lorong Salemba, RW 08 RT 05, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini; dan Jalan Kemajuan, RW 04 RT 02, Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar pada Rabu (20/5/2026).


Reses menjadi agenda rutin yang digelar setiap Anggota DPRD Makassar untuk menyerap aspirasi warga di masing-masing daerah pemilihannya.


Diketahui, legislator dari Fraksi Demokrat itu berasal dari daerah pemilihan yang mencakup kecamatan Rappocini, Makassar, dan Ujung Pandang.


Dalam resesnya, Rezki mengingatkan persoalan sampah. Ia melihat harus ada kesadaran warga untuk memulai menjaga kebersihan.


Hal tersebut bisa dilakukan dengan memilah sampah dari rumah. Memisahkan sampah organik (basah) dan anorganik (kering).


"Kita harus bisa memulai memilah sampah karena ada yang bisa di daur ulang seperti sampah plastik," ucapnya.


Apalagi, kata dia, pemerintah kota Makassar tengah menggalakkan bank sampah, wadah pengolahan sampah untuk daur ulang menjadi nilai ekonomis.


"Kita harus tahu kalau mulai Agustus itu sudah ada anjuran pemilahan sampah dan akan diolah kembali ke bank sampah. Saya rasa ini bagus," lanjut Rezki.


Dengan bank sampah, dia berharap masalah sampah bisa diatasi khususnya penumpukan yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa.


"Kesadaran warga juga perlu karena bank sampah memerlukan sampah dari kita untuk diolah," ucap Anggota Komisi B Bidang Perekomian dan Keuangan.


Selain itu, lampu jalan jadi perhatian dari Rezki. Keluhan itu disampaikan warga di Lorong Salemba lantaran jalanan yang gelap dan rawan terjadi kriminalitas.


"Di sana itu mereka minta lampu jalannya diperbaiki atau kalau bisa ada penambahan," katanya.


Menurut Rezki, lampu jalan memang jadi urgensi untuk dipasang di setiap lorong. Pasalnya, kriminalitas rawan terjadi ketika situasi sudah gelap, pengawasan pun sulit dilakukan.


"Kita akan sampaikan untuk perbaikan, ini menjadi atensi saya nanti biar cepat ditindaklanjuti. Mereka memang butuh penerangan jalan biar ada juga aktivitas di sana," tandasnya.




Reses DPRD Makassar, Andi Odhika Cakra Satriawan Tampung Aspirasi UMKM dan Infrastruktur



Nuansa Terkini Makassar,- Anggota DPRD Kota Makassar, Rezki kembali menjemput aspirasi warga melalui reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2025/2026.


Kegiatan berlangsung di dua titik, yaitu Jalan Sultan Alauddin, Lorong Salemba, RW 08 RT 05, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini; dan Jalan Kemajuan, RW 04 RT 02, Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar pada Rabu (20/5/2026).


Reses menjadi agenda rutin yang digelar setiap Anggota DPRD Makassar untuk menyerap aspirasi warga di masing-masing daerah pemilihannya.


Diketahui, legislator dari Fraksi Demokrat itu berasal dari daerah pemilihan yang mencakup kecamatan Rappocini, Makassar, dan Ujung Pandang.


Dalam resesnya, Rezki mengingatkan persoalan sampah. Ia melihat harus ada kesadaran warga untuk memulai menjaga kebersihan.


Hal tersebut bisa dilakukan dengan memilah sampah dari rumah. Memisahkan sampah organik (basah) dan anorganik (kering).


"Kita harus bisa memulai memilah sampah karena ada yang bisa di daur ulang seperti sampah plastik," ucapnya.


Apalagi, kata dia, pemerintah kota Makassar tengah menggalakkan bank sampah, wadah pengolahan sampah untuk daur ulang menjadi nilai ekonomis.


"Kita harus tahu kalau mulai Agustus itu sudah ada anjuran pemilahan sampah dan akan diolah kembali ke bank sampah. Saya rasa ini bagus," lanjut Rezki.


Dengan bank sampah, dia berharap masalah sampah bisa diatasi khususnya penumpukan yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa.


"Kesadaran warga juga perlu karena bank sampah memerlukan sampah dari kita untuk diolah," ucap Anggota Komisi B Bidang Perekomian dan Keuangan.


Selain itu, lampu jalan jadi perhatian dari Rezki. Keluhan itu disampaikan warga di Lorong Salemba lantaran jalanan yang gelap dan rawan terjadi kriminalitas.


"Di sana itu mereka minta lampu jalannya diperbaiki atau kalau bisa ada penambahan," katanya.


Menurut Rezki, lampu jalan memang jadi urgensi untuk dipasang di setiap lorong. Pasalnya, kriminalitas rawan terjadi ketika situasi sudah gelap, pengawasan pun sulit dilakukan.


"Kita akan sampaikan untuk perbaikan, ini menjadi atensi saya nanti biar cepat ditindaklanjuti. Mereka memang butuh penerangan jalan biar ada juga aktivitas di sana," tandasnya.

Reses di Pampang, Hj Umiyati Terima Keluhan Sapi Berkeliaran hingga Usulan Modal UMKM



Nuansa Terkini Makassar,- Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati kembali melanjutkan kegiatan reses ketiga masa persidangan ketiga tahun anggaran 2025-2026, di RW 001 RT 008, Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang, Rabu (20/6/2026).


Reses dihadiri Lurah Pampang, Andi Quandy Ayatullah, Babinsa, FKPM, tokoh masyarakat, dan RT/RW setempat.


Dalam sambutannya, Hj Umiyati menyampaikan bahwa kegiatan reses merupakan momentum penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung berbagai aspirasi dan persoalan masyarakat di wilayahnya.


Menurutnya, seluruh masukan warga akan menjadi catatan untuk diperjuangkan dan dikoordinasikan dengan pemerintah kota maupun instansi terkait.


“Kegiatan reses ini menjadi wadah bagi kami untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan tentu akan kami tindak lanjuti,” ujar Hj Umiyati.


Dalam kegiatan itu, warga menyampaikan sejumlah aspirasi dan keluhan yang selama ini terjadi di lingkungan mereka. Salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan yakni keberadaan hewan ternak sapi yang berkeliaran bebas di area permukiman warga.


Masyarakat menilai kondisi tersebut sudah cukup meresahkan karena mengganggu kenyamanan warga serta membahayakan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.


Warga meminta kepada dewan agar dapat berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penindakan terhadap pemilik hewan ternak sapi yang membiarkan ternaknya berkeliaran bebas.


“Persoalan ini sudah lama terjadi, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata dari dinas terkait. Kami berharap ada solusi agar masyarakat bisa merasa nyaman,” ujar Bang Leo selaku Ketua RW 001 saat menyampaikan aspirasinya.


Sementara itu, Lurah Pampang

Andi Quandy Ayatullah, mengungkapkan, pihak kelurahan telah berupaya menindaklanjuti persoalan tersebut dengan membuat petisi dan meminta dukungan warga agar segera mendapat perhatian dari instansi terkait.


Menurutnya, persoalan hewan ternak sapi yang berkeliaran memang sudah cukup lama menjadi keluhan masyarakat di wilayah Kelurahan Pampang.


“Terkait hewan ternak sapi ini, kami sudah membuat petisi dan meminta dukungan warga agar hal ini segera ditindaklanjuti. Karena memang sudah cukup meresahkan masyarakat,” ujarnya.


Selain persoalan ternak sapi, warga juga mengusulkan adanya bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM guna membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.


Usulan tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah agar pelaku usaha kecil dapat lebih berkembang dan memiliki daya saing.


Menanggapi hal itu,  Hj Umiyati menegaskan akan berkoordinasi dengan OPD terkait agar persoalan yang disampaikan masyarakat dapat segera memperoleh solusi.


Ia juga berharap adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar persoalan lingkungan maupun pemberdayaan ekonomi warga dapat ditangani secara maksimal. (*)

William Temui Warga Tallo, Janji Kawal Penanganan Banjir dan Air Bersih



Nuansa Terkini Makassar,- Anggota DPRD Kota Makassar, William memulai reses kedua masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026 dengan menyapa warga di Utara Makassar tepatnya di Kecamatan Tallo, Rabu (20/5/2026).


Tallo merupakan salah satu daerah pemilihan dari William. Selain itu, ada kecamatan Wajo, Bontoala, Ujung Tanah, dan Kepulauan Sangkarrang.


Titik pertama di Kecamatan Tallo berlangsung di Jalan Naja Daeng Nai RT 08 RW 01, Kelurahan Rappokalling. Di mana dihadiri puluhan konstituen dari William.


Reses menjadi agenda rutin yang digelar Anggota DPRD Makassar untuk menyerap aspirasi warga di daerah pemilihannya.


William mendapatkan banyak keluhan dari warga, mulai dari banjir, penyaluran air bersih, hingga sampah. Masalah ini mayoritas dihadapi warga Utara Makassar.


Untuk banjir, dia mengatakan bahwa penyebabnya karena sedimentasi dalam Sungai Tallo yang belum dikeruk secara maksimal. Jika dibiarkan, banjir cepat datang.


"Yang mana memang Sungai Tallo sudah waktunya memang untuk dibersihkan atau dikeruk sedimennya," katanya.


Upaya koordinasi kepada Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang akan dilakukan sebab merekalah yang punya kewenangan.


"Nanti insyaallah saya akan koordinasi dengan provinsi juga, termasuk juga ada keterlibatan di situ Balai," lanjut William.


Lebih lanjut, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu melihat masalah air bersih harus diselesaikan secara bertahap dan diawasi dengan baik.


"Sekarang timur (Makassar) sudah hampir memadai. Utara sekarang yang menjadi PR. Mudah-mudahan sesuai dengan komitmen dari PDAM bahwa tahun ini semua tuntas utara juga," jelasnya.


Dia juga menyebut kendala air bersih ini adalah pipa yang sudah tua. Sehingga, butuh perbaikan agar cakupan air bersih bisa menyeluruh ke Makassar khususnya di wilayah utara.


"Itu sementara lagi dikerja, termasuk meteran itu. Kemarin itu ada beberapa belas ribu itu, bahkan puluhan ribu, itu lagi semua mau diganti semua," kata Anggota Komisi B Bidang Perekonomian dan Keuangan tersebut.


Terakhir, William mengajak warga untuk menjaga lingkungan lewat pemilahan sampah. Upaya itu bisa di mulai dari sampah rumah tangga sehingga tidak terjadi penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Tamangapa hingga banjir.


"Bagaimana menjaga sampah itu, memilah sampah itu, sehingga tidak menjadi suatu timbunan," tandasnya. (*).




Selasa, 19 Mei 2026

Reses di Tamangapa Raya, Hj Umiyati Serap Aspirasi Warga Soal UMKM, Sampah dan Drainase

 




Nuansa Terkini Makassar,- Komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat harus terus terjalin dengan baik agar setiap persoalan di wilayah dapat diketahui dan dicarikan solusi bersama.


Demikian disampaikan Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati saat menggelar reses ketiga masa persidangan ketiga tahun anggaran 2025-2026, di Jalan Tamangapa Raya 3, RT 001 RW 007, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Selasa (19/5/2026).


Menurut Umiyati, reses merupakan wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan mereka agar dapat diperjuangkan melalui jalur pemerintahan.


“Melalui kegiatan reses ini kami ingin mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang masuk tentu akan kami catat dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” ujarnya.


Politisi perempuan PPP itu juga mengajak masyarakat untuk mulai meningkatkan kesadaran dalam mengelola sampah rumah tangga, baik sampah organik maupun non organik.


Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat apabila dimanfaatkan dengan benar.


“Sampah ini sebenarnya bisa bernilai ekonomis jika dikelola dengan baik. Selain lingkungan menjadi bersih, juga dapat membantu mengurangi penumpukan sampah di TPA Antang,” katanya.


Ia menilai persoalan sampah menjadi tanggung jawab bersama sehingga dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga.


Dalam kegiatan reses tersebut, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kebutuhan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah kota.


Kegiatan berlangsung penuh antusias dengan dialog interaktif antara warga dan legislator DPRD Makassar tersebut. (*)

Sekda Makassar Paparkan Inovasi dan Strategi Pembangunan Saat Terima Peserta PKA Halmahera Selatan



Nuansa Terkini Makassar,— Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menerima rombongan Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrasi (PKA) Angkatan I Kabupaten Halmahera Selatan di Ruang Sipakatau Balai Kota Makassar, Selasa (19/5).


Dalam sambutannya, Andi Zulkifly menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada rombongan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan yang dipimpin Sekretaris Daerah Halmahera Selatan, Abdullah Kamardullah. Ia juga menyambut para peserta PKA Angkatan I Tahun 2026 yang melakukan studi lapangan di Kota Makassar.


“Momentum ini sangat penting dan strategis untuk saling bertukar informasi serta menambah wawasan. Tidak hanya Kota Makassar yang berbagi inovasi, tetapi kami juga ingin belajar dari Kabupaten Halmahera Selatan,” ujar Andi Zulkifly.


Ia menilai, pelatihan kepemimpinan administrasi harus mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah.


“Sekarang setiap daerah dituntut terus melahirkan inovasi baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pembangunan, dan pelayanan publik. Inovasi itu harus bisa dijalankan, dibuktikan manfaatnya, serta memiliki dampak nyata,” kata Andi Zulkifly.


Dalam pemaparannya, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu memperkenalkan profil Kota Makassar sebagai kota terbesar di kawasan Indonesia Timur dengan luas wilayah 175,77 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa.


Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi Pemerintah Kota Makassar saat ini adalah menekan angka pengangguran terbuka yang berada di kisaran 9,60 persen. Hal itu dipengaruhi tingginya arus urbanisasi ke Kota Makassar sebagai pusat ekonomi dan jasa di Indonesia Timur.


“Makassar menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah untuk mencari pekerjaan dan membuka usaha. Ini menjadi tantangan tersendiri karena terjadi persaingan antara tenaga kerja lokal dan pendatang,” jelasnya.


Ia juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Kota Makassar yang mencapai 5,34 persen. Pemkot Makassar, kata dia, terus berupaya meningkatkan investasi dan mendorong iklim usaha yang kondusif agar pertumbuhan ekonomi terus meningkat.


“Kami terus mempromosikan Kota Makassar agar investor dan masyarakat tertarik datang ke sini, baik untuk berinvestasi, berwisata, maupun menggelar kegiatan nasional dan internasional,” ujarnya.


Andi Zulkifly turut menjelaskan sejumlah program unggulan Pemkot Makassar yang tertuang dalam visi “Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan”.


Beberapa program tersebut di antaranya Makassar Super Apps “Lontara”, pemasangan instalasi air bersih gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah, seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP, iuran sampah gratis bagi pelanggan listrik 450 hingga 900 VA, hingga pembangunan stadion bertaraf internasional.


Ia mengatakan, aplikasi “Lontara” menjadi salah satu bentuk transformasi digital pelayanan publik di Kota Makassar dengan mengintegrasikan berbagai layanan dan kanal pengaduan masyarakat dalam satu platform.


“Dulu setiap SKPD memiliki aplikasi masing-masing sehingga masyarakat kesulitan. Sekarang kami integrasikan ke dalam satu aplikasi agar pelayanan lebih mudah dan efektif,” katanya.


Selain itu, Pemkot Makassar juga terus mengembangkan program Makassar Creative Hub sebagai wadah pelatihan dan pengembangan ekonomi kreatif bagi generasi muda dan pelaku UMKM.


“Melalui program ini kami mendorong lahirnya kreativitas dan keterampilan baru yang dapat membuka lapangan kerja serta menekan angka pengangguran,” ucapnya.


Pada kesempatan tersebut, Andi Zulkifly juga menekankan pentingnya transformasi digital di lingkungan pemerintahan dan masyarakat. Namun, ia mengakui masih terdapat kesenjangan literasi teknologi di tengah masyarakat.


“Aplikasi yang bagus tidak akan maksimal jika masyarakat belum memahami teknologi. Karena itu, tugas pemerintah bukan hanya membuat aplikasi, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar melek digital,” tuturnya.


Kegiatan studi lapangan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkot Makassar, di antaranya Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar Arlin Ariesta serta perwakilan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar. (*)

Sabtu, 16 Mei 2026

Jemaah Calon Haji Tunanetra Asal Kabupaten Sinjai Siap Berangkat ke Tanah Suci



Nuansa Terkini Makassar,- Sulawesi Selatan (Sulsel), mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Arab Saudi s4at menjalankan ib4dah haji di Tan4h Suci.


Ia adalah Saifuddin HM Abd Muin S4ideng, Jam4ah Calon Haji *(JCH)) Kloter 17 Embark4si Mak4sar.


Pemerintah Arab Saudi, berencanan mewakafkan nama Saifuddin untuk salah satu masjid yang akan dib4ngun di Ar4b S4udi.


Hal itu diungkap oleh, Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, di Asrama Haji Sudiang Makasar, Sabtu {16/5/2026}


Ia meng4takan jam4ah bernama S4ifuddin itu didatangi langsung oleh tim Kementerian Haji dan Umrah Pemerintah S4udi setelah kisah perju4ngannya diket4hui.


Menurut Ikbal, pih4knya menerima informasi tersebut dari pembimbing ibadah jam4ah asal Kab: Sinjai.


Pemerintah S4udi, kata Ikbal, b4hkan memberikan hadiah kepada Saifuddin seb4gai bentuk apresiasi atas sem4ngatnya menunaikan ib4dah haji meski memiliki k€terbat4san. (Ida).

Bunda Forum Anak Dorong Generasi Penerus Jadi Pelopor Perubahan



Nuansa Terkini Makassar,— Bunda Forum Anak Kota Makassar, Melinda Aksa, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pemilihan Duta Anak Kota Makassar Tahun 2026 yang berlangsung di Karebosi Premier Hotel, Sabtu (16/5/2026).


Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pemilihan Duta Anak Kota Makassar Tahun 2026 serta program Penguatan dan Pengembangan Lembaga Penyedia Layanan Peningkatan Kualitas Hidup Anak tingkat kota yang berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.


Dalam sambutannya, Melinda mengaku senang dapat kembali hadir pada ajang tersebut untuk kedua kalinya. Menurutnya, Pemilihan Duta Anak bukan hanya ajang unjuk bakat dan kemampuan, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk belajar menjadi pelopor dan penyambung suara teman sebaya mereka.


“Ini tahun kedua saya menghadiri Pemilihan Duta Anak dan saya senang sekali. Saya harap kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi wadah lahirnya calon pemimpin masa depan yang mampu menyuarakan aspirasi anak-anak dan ikut berkontribusi membangun Kota Makassar yang ramah anak,” ujarnya.


Ia juga memberi semangat kepada seluruh peserta agar mengikuti proses pemilihan dengan percaya diri dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, generasi muda perlu terus didorong untuk berkembang menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial.


Selain itu, Melinda menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menghadirkan layanan yang lebih baik bagi anak-anak. Ia berharap penguatan lembaga layanan anak tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mampu menghadirkan ruang yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak sesuai potensinya.


“Kita tentu berharap ada sinergi dari semua pihak agar layanan terhadap anak semakin berkualitas, ramah anak, dan mampu menjawab tantangan zaman. Karena yang paling penting adalah bagaimana anak-anak merasa terlindungi, didengar, dan memiliki ruang untuk berkembang,” katanya.


Dalam kegiatan ini juga mengundang dua narasumber, 

Hamzikinah Sahadir dan Muhammad Hijrah yang membahas tentang edukasi kekerasan seksual serta pentingnya hak anak.


Ajang ini diharapkan dapat melahirkan figur anak yang aktif, inspiratif, dan mampu menjadi contoh positif di lingkungan sekitarnya.


Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak drg. Ita Isdiana Anwar, M.Kes., Kepala SKPD Kota Makassar yang mewakili, Ketua Forum Anak Makassar Adel Wahfaylah Asmadi serta para peserta finalis Duta Anak dan Anggota Forum Anak Kota  Makassar.

Rabu, 13 Mei 2026

Ketua TP PKK Makassar Perkuat Peran Lansia dan Penyandang Disabilitas Bangun Kota Inklusif



Nuansa Terkini Makassar,— Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar melalui Pokja I menggelar kegiatan Pemberdayaan Kelompok Lansia dan Penyandang Disabilitas dengan tema “Keluarga Peduli, Masyarakat Inklusif, Lansia dan Disabilitas Lebih Produktif”, yang berlangsung di Auditorium Kantor PKK Makassar, Rabu (13/5/2026).


Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, dan dihadiri para pengurus Pokja I TP PKK Kota Makassar, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar Drs. A. Irwan Bangsawan, M.Si, kelompok lansia dari Sekolah Lansia Kota Makassar, serta para Ketua PKK Kecamatan se-Kota Makassar beserta jajaran.


Dalam arahannya Melinda menekankan pentingnya kolaborasi antara TP PKK Kota Makassar dan DPPKB dalam menjalankan program-program pemberdayaan lansia yang dinilai memiliki irisan dan tujuan yang sama.


Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi langkah penting untuk memastikan para lansia tetap mendapatkan ruang belajar, berkegiatan, dan berkontribusi di tengah masyarakat.


“Kita ingin para lansia di Kota Makassar tetap merasa diperhatikan, tetap aktif, dan memiliki ruang untuk berkembang. Mereka bukan kelompok yang dilupakan, tetapi bagian penting dari masyarakat yang harus terus diberdayakan,” ujarnya.


Melinda juga memberikan apresiasi kepada para camat, khususnya para camat perempuan, yang dinilai aktif mendorong pembentukan Sekolah Lansia di wilayah masing-masing. Salah satunya Sekolah Lansia Sipakalebbi yang pernah ia kunjungi di Kecamatan Manggala.


Ia menjelaskan bahwa Sekolah Lansia Sipakalebbi tersebut memiliki konsep pembelajaran berjenjang layaknya pendidikan formal, mulai dari tingkat S1, S2 hingga S3, yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia melalui proses belajar sepanjang hayat.


“Antusiasme pesertanya luar biasa. Banyak pensiunan yang tetap ingin aktif dan produktif. Ini menunjukkan bahwa semangat belajar tidak berhenti karena usia,” katanya.


Tak hanya itu, materi pembelajaran di Sekolah Lansia juga melibatkan tenaga ahli dari berbagai universitas dan instansi terkait agar para peserta mendapatkan edukasi yang komprehensif, baik dari sisi kesehatan, psikologis, sosial, maupun pemberdayaan diri.


Melinda berharap melalui program ini, para lansia dapat hidup lebih bahagia, saling memberi manfaat satu sama lain, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa tua.


Sementara itu, Kepala DPPKB Kota Makassar, Drs. A. Irwan Bangsawan, M.Si menyampaikan bahwa Sekolah Lansia dibentuk sebagai wadah pembelajaran sepanjang hayat bagi lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, dan produktif.


Ia juga menekankan pentingnya membangun masyarakat inklusif yang memberi ruang setara bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan beraktivitas.


“Kita ingin lansia di Kota Makassar tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi subjek yang aktif dan tetap memiliki peran dalam kehidupan sosial,” ujarnya.


Irwan turut mengapresiasi dedikasi pengurus Pokja I PKK serta para kader PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan yang selama ini aktif mendampingi dan memberdayakan para lansia di wilayah masing-masing.


Kegiatan tersebut turut menghadirkan dua narasumber. Hasnawati, SKM., M.Kes dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar membawakan materi terkait kebijakan, mekanisme, serta penerapan tujuh dimensi lansia tangguh.


Sementara itu, Psikolog Klinis Puspaga Kota Makassar, Mursyidah Yusuf, M.Psi membahas pentingnya peran keluarga dan lingkungan inklusif dalam mendukung lansia dan penyandang disabilitas. Ia juga menjelaskan berbagai bentuk disabilitas, tantangan yang dihadapi lansia, dampak psikologis, hingga pentingnya dukungan keluarga dalam menciptakan kualitas hidup yang sehat dan bahagia.


Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Makassar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan dan pemberdayaan lansia serta penyandang disabilitas semakin meningkat, sekaligus memperkuat budaya kepedulian dan inklusivitas di Kota Makassar.

Selasa, 12 Mei 2026

Sekda Makassar Tekankan Program KORPRI Harus Selaras dengan Visi Pemerintah

 


Nuansa Terkini Makassar,— Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kota Makassar, Andi Zulkifly menegaskan pentingnya penyusunan program kerja KORPRI yang terintegrasi dengan visi dan misi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga Pemerintah Kota Makassar.


Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kota Makassar Andi Zulkifly saat membuka Rapat Kerja Dewan Pengurus KORPRI Kota Makassar di Hotel Novotel Makassar, Rabu (13/5).


Menurut Sekda Makassar ini, rapat kerja tersebut merupakan agenda strategis bagi kepengurusan KORPRI Kota Makassar yang baru dilantik untuk merumuskan berbagai inovasi dan program kerja organisasi.


“Ini adalah rapat kerja pertama bagi pengurus KORPRI yang baru saja dilantik. Tentu ini menjadi agenda yang sangat strategis karena kita akan merumuskan program dan inovasi untuk menjadikan KORPRI sebagai organisasi yang kuat, netral, mandiri, dan profesional,” ujar Andi Zulkifly.


Mantan Camat Ujung Pandang itu mengatakan, seluruh program KORPRI harus memiliki dasar regulasi yang jelas serta mendukung arah pembangunan pemerintah.


“Jangan membuat program yang tidak terkoneksi dengan visi misi KORPRI maupun program pemerintah. Semua harus selaras dan terintegrasi agar arah pembangunan berjalan sesuai tujuan,” tegasnya.


Sekda Zulkifly menjelaskan, KORPRI merupakan wadah yang menghimpun seluruh aparatur sipil negara (ASN), mulai dari ASN, PPPK, CPNS hingga pegawai pada perusahaan daerah di lingkup pemerintah.


“KORPRI adalah satu-satunya lembaga yang menghimpun seluruh ASN. Karena itu, program-programnya harus mampu mendukung pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Sekda Zulkifly juga meminta seluruh pengurus KORPRI Kota Makassar mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) KORPRI tingkat nasional yang rencananya digelar di Makassar pada Agustus mendatang.


Menurutnya, pelaksanaan kegiatan nasional itu menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi Kota Makassar sebagai tuan rumah.


“Ini membawa nama baik Kota Makassar. Saya berharap seluruh pengurus aktif membantu dan menyukseskan pelaksanaan MTQ KORPRI tingkat nasional,” ujarnya.


Selain itu, Andi Zulkifly juga mendorong pembentukan koperasi KORPRI sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus mendukung program nasional pembentukan koperasi di setiap kelurahan dan desa.


“Kita ingin menjadi contoh. Jangan sampai pemerintah mengajak masyarakat membentuk koperasi, tetapi organisasi kita sendiri tidak memiliki koperasi,” katanya.


Ia menambahkan, koperasi KORPRI nantinya harus dikelola secara modern dengan dukungan teknologi informasi agar mampu berkembang dan memberi manfaat nyata bagi anggota.


Tak hanya itu, Sekda Makassar juga meminta pengurus KORPRI menjadi pelopor pengelolaan sampah di setiap kantor perangkat daerah melalui pembentukan bank sampah dan sistem pemilahan sampah.


“Persoalan terbesar pengelolaan sampah di Kota Makassar adalah pemilahan. Karena itu saya berharap seluruh pengurus KORPRI menjadi agen lingkungan di kantor masing-masing,” jelasnya.


Menurut Andi Zulkifly, pengelolaan sampah merupakan bagian dari program prioritas nasional dan menjadi perhatian pemerintah pusat, termasuk dalam penanganan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).


Di akhir sambutannya, ia juga mendorong pengurus KORPRI menyusun program yang dapat memperkuat solidaritas dan kekompakan ASN melalui kegiatan olahraga dan aktivitas kebersamaan lainnya.


“Olahraga seperti tenis, lari, jalan santai, atau kegiatan lainnya perlu dibuat karena efektif menjaga solidaritas dan kekompakan ASN,” pungkasnya. (*)

Rakor PSD Pemkot Makassar, Sekda Pastikan Program Prioritas Berjalan Sesuai Target

 


Nuansa Terkini Makassar,— Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar rapat koordinasi (rakor) Proyek Strategis Daerah (PSD) untuk memantau progres pelaksanaan program prioritas yang menjadi unggulan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. 


Rakor ini dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, dengan menghadirkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani proyek strategis tersebut. Diantaranya, Inspektur Kota Makassar Andi Asma Zulistia Ekayanti, Kepala BPKAD Muh Dakhlan dan dinas terkait.


Sekda Makassar Andi Zulkifly mengatakan rakor dilaksanakan karena saat ini pelaksanaan APBD telah memasuki Mei atau triwulan II dan mendekati semester kedua tahun anggaran.


“Rakor ini kita gelar karena saat ini sudah memasuki bulan Mei, yang berarti pelaksanaan program sudah mendekati semester kedua. Karena itu, kami perlu melihat bagaimana realisasi anggaran maupun progres pelaksanaan Proyek Strategis Daerah,” ujar Sekda Makassar, Andi Zulkifly usai pelaksanaan Rakor bersama SKPD teknis, di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (12/5).


Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu menegaskan, PSD merupakan program prioritas Pemkot Makassar yang harus dikawal agar berjalan sesuai target dan tahapan yang telah ditetapkan.


Adapun sejumlah program strategis yang menjadi perhatian di antaranya pembangunan stadion, pembangunan PAUD, revitalisasi Lapangan Karebosi, pembangunan Kantor Dinas Pendidikan, hingga program seragam gratis bagi siswa.


“PSD ini merupakan proyek unggulan Bapak Wali Kota. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh prosesnya berjalan baik, mulai dari pengadaan barang dan jasa hingga pendampingan hukumnya. Jangan sampai program-program unggulan ini terhambat,” katanya.


Menurutnya, alokasi anggaran yang disiapkan untuk PSD cukup besar sehingga penyerapan anggaran harus berjalan optimal dan tepat waktu.


“Penyerapan anggaran juga cukup besar di PSD ini. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh program berjalan sesuai perencanaan dan tahapan waktu yang telah ditetapkan,” tegasnya.


Dari hasil rakor, kata Sekda Zulkifly, sejumlah proyek disebut telah memasuki tahapan berbeda, mulai dari proses tender, persiapan konstruksi, hingga tahap administrasi pelaksanaan.


“Sementara ini ada yang sudah masuk tender, ada yang menunggu tender konstruksi, dan rata-rata sudah berada pada tahap persiapan menuju pelaksanaan,” jelas Andi Zulkifly.


Khusus pembangunan stadion, Pemkot Makassar menargetkan penandatanganan kontrak dapat dilakukan paling lambat Juli 2026 agar pekerjaan awal, termasuk penimbunan lahan, segera dimulai.


“Khusus stadion, kami memberi waktu sampai bulan Juli untuk penandatanganan kontrak supaya pekerjaan penimbunan bisa segera dilakukan. Walaupun proyek ini bersifat multiyears, tetap ada tahapan yang kami targetkan agar sesuai batas waktu,” ujarnya.


Sementara itu, program seragam gratis juga terus dipersiapkan melalui mekanisme tender cepat agar pelaksanaannya dapat menyesuaikan dengan jadwal tahun ajaran baru.


“Untuk seragam gratis, sementara disiapkan skema tender cepat dengan target pelaksanaan sekitar satu bulan. Ada dua skema yang akan dijalankan, yaitu pengadaan kain dan jasa penjahitan. Mudah-mudahan semuanya bisa rampung pada Juli saat anak-anak mulai masuk sekolah,” paparnya. (*)

Senin, 11 Mei 2026

Transisi PAUD ke SD, Melinda Aksa Tekankan Orang Tua Agar Siapkan Anak Secara Emosional dan Sosial



Nuansa Terkini Makassar,— Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan yang berlangsung di Ballroom Alamanda, Hotel Aryaduta Makassar, Senin (11/5/2026).


Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 11 hingga 13 Mei 2026, tersebut mengangkat tema “Fondasi Kokoh, Sekolah Hebat: Satu Tahun Pra-TK untuk Masa Depan” 


Dalam sambutannya, Melinda Aksa menegaskan pentingnya pendidikan pra-sekolah sebagai fondasi utama sebelum anak memasuki jenjang Sekolah Dasar. Menurutnya, satu tahun pra-sekolah bukan sekadar formalitas pendidikan, tetapi bagian penting dalam membangun kesiapan belajar anak sejak usia dini.


Ia menyampaikan bahwa selama satu tahun terakhir, Pemerintah Kota Makassar bersama para pemangku kepentingan pendidikan terus melakukan sosialisasi terkait pentingnya transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Upaya tersebut dilakukan agar seluruh tenaga pendidik memahami bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran besar dalam tumbuh kembang anak.


“Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman belajar di pra-sekolah sebelum masuk SD. Ini bukan hanya tentang kemampuan akademik, tetapi bagaimana anak siap secara emosional, sosial, dan mental,” ujarnya.


Melinda juga menekankan bahwa enam tahun pertama kehidupan anak merupakan masa golden age, di mana perkembangan otak berlangsung sangat pesat hingga mencapai sekitar 90 persen. Pada fase tersebut, perkembangan motorik, bahasa, kognitif, hingga kemampuan sosial anak tumbuh secara signifikan dan membutuhkan stimulasi yang tepat.


Karena itu, ia menilai guru memiliki peran kunci dalam memahami tahap perkembangan setiap anak. Menurutnya, pendekatan pembelajaran tidak bisa disamaratakan karena setiap anak memiliki karakter dan potensi yang berbeda.


Ia turut membagikan pengalaman penerapan metode pembelajaran berbasis sentra yang diterapkan di lingkungan pendidikan Bosowa, seperti sentra balok, seni, alam, dan agama. Pendekatan tersebut dinilai mampu merangsang rasa ingin tahu dan minat belajar anak secara alami melalui aktivitas yang menyenangkan.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menjelaskan bahwa arah kebijakan transisi PAUD ke SD saat ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 yang menitikberatkan pada terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak.


Menurutnya, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi salah satu momentum paling penting dalam membangun pengalaman awal belajar yang positif bagi peserta didik baru.


Ia menambahkan bahwa keberhasilan transisi pendidikan membutuhkan sinergi antara siswa, guru, dan orang tua. Terdapat tiga capaian utama yang ingin dibangun, yakni kesiapan sosial, emosional, dan karakter anak.


“Dengan adanya regulasi baru ini, sekolah diharapkan sudah mulai melakukan asesmen awal terhadap peserta didik untuk memetakan kebutuhan dan potensi masing-masing anak,” jelasnya.


Pada sesi pemaparan materi, narasumber H. Kasman Mappa menjelaskan bahwa proses transisi PAUD ke SD sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar, kesejahteraan, keterlibatan, dan sikap positif anak terhadap pendidikan yang telah dibangun sejak usia dini.


Ia menerangkan bahwa hakikat transisi PAUD ke SD merupakan proses perpindahan peserta didik yang juga disertai penyesuaian diri terhadap lingkungan dan budaya belajar baru. Karena itu, proses tersebut perlu dipersiapkan dengan baik agar anak tidak mengalami tekanan saat memasuki jenjang pendidikan dasar.


Sementara itu, Kabid PAUD dan PNF Kota Makassar, Yasmain Gasba, membahas implementasi program Wajib Belajar Satu Tahun Pra-Sekolah melalui tiga pilar strategi, yakni penguatan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas termasuk wilayah terpencil, serta penguatan aspek kesejahteraan.


Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Pokja Bunda PAUD Titin Florentina, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, Kepala Bidang PAUD dan PNF Yasmain Gasba, Bunda PAUD se-Kecamatan Kota Makassar, para kepala sekolah SD, para Guru SD kelas satu, dan orang tua murid.




Sekda Makassar Dukung Pendidikan Antikorupsi Diterapkan di Sekolah


 

Nuansa Terkini Makassar,— Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly memimpin jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) mengikuti rapat koordinasi dirangkaikan dengan launching buku panduan dan bahan ajar pendidikan antikorupsi secara zoom di Ruang Rapat Sekda Lantai 3 Kantor Balai Kota, Senin (11/5).


Kegiatan ini dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan diikuti seluruh pemerintah provinsi, hingga kabupaten dan kota se Indonesia. 


Hadir mendampingi Sekda Makassar diantaranya Inspektur Kota Makassar Andi Asma Zulistia Ekayanti dan Kepala BPKAD Makasssr Muh Dakhlan dan Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdik Makassar Akhmad Muhajir.


Sekda Makassar Andi Zulkifly menyambut positif peluncuran buku panduan pendidikan antikorupsi tersebut. Menurutnya, pendidikan karakter dan integritas harus ditanamkan sejak dini agar dapat membentuk generasi yang memiliki tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap bangsa.


“Pendidikan antikorupsi sangat penting untuk membangun karakter generasi muda yang jujur, disiplin, dan berintegritas. Nilai-nilai ini harus ditanamkan sejak dini melalui lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ujar Andi Zulkifly.


Eks Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu berharap implementasi pendidikan antikorupsi di sekolah dapat berjalan efektif melalui sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan orang tua siswa.


“Pemkot Makassar mendukung penuh penguatan pendidikan karakter di sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan budaya yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi,” tegasnya.


Terpisah, Kepala Bidang Pengembangan SMP Dinas Pendidikan Kota Makassar, Akhmad Muhajir, mengatakan pihaknya menghadiri rapat tersebut mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar.


Menurutnya, buku panduan tersebut akan menjadi acuan dasar dalam implementasi pendidikan antikorupsi kepada guru, peserta didik, maupun tenaga pendidik di sekolah.


“Dalam materi yang disampaikan, panduan ini menjadi acuan terkait arah pendidikan antikorupsi yang nantinya diimplementasikan kepada guru, murid, dan tenaga pendidik,” ujar Akhmad Muhajir.


Ia menjelaskan, program pendidikan antikorupsi tersebut merupakan inisiatif yang dirumuskan pemerintah pusat dan akan dikaji lebih lanjut di internal Dinas Pendidikan Kota Makassar sebelum diterapkan di sekolah.


“Hasil rapat ini akan kami bahas lebih lanjut secara internal dan kami laporkan kepada Ibu Kepala Dinas sebagai bahan tindak lanjut terkait implementasi buku panduan tersebut,” katanya.


Akhmad Muhajir menilai, pendidikan antikorupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab satu mata pelajaran tertentu, tetapi harus terintegrasi dalam seluruh proses pembelajaran di sekolah.


Ia menyebut, arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan pentingnya penanaman nilai karakter, integritas, dan kejujuran dalam setiap mata pelajaran.


“Semua mata pelajaran diharapkan memuat nilai-nilai pendidikan karakter yang menjunjung tinggi integritas, kejujuran, dan semangat antikorupsi. Ini yang nantinya akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan pimpinan agar dapat diterapkan di sekolah, khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah,” jelasnya. (*)

Jumat, 08 Mei 2026

Perintis Presisi Polres Gowa Hadir di Tengah Malam, Jaga Rasa Aman Warga Lewat Patroli Dialogis

 


Nuansa Terkini Makassar,- Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, Tim Perintis Presisi Polres Gowa kembali menggelar patroli mobile hunting yang dipadukan dengan patroli dialogis di sejumlah titik rawan pada jam-jam tengah malam di wilayah hukum Kabupaten Gowa, Jum'at (8/5/2026).


Patroli difokuskan pada jalur protokol, kawasan pemukiman, area berkumpulnya masyarakat, serta lokasi yang berpotensi terjadi gangguan kamtibmas seperti balap liar, aksi kriminalitas jalanan, dan aktivitas mencurigakan lainnya.


Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pemeriksaan terhadap orang maupun kendaraan yang dicurigai, sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi peredaran miras, kepemilikan senjata tajam, narkotika, serta barang terlarang lainnya. 


Pemeriksaan dilakukan secara humanis dan profesional dengan tetap mengedepankan sikap santun kepada masyarakat.


Selain kegiatan hunting, petugas juga melaksanakan patroli dialogis dengan memberikan imbauan kamtibmas kepada warga yang masih beraktivitas pada malam hari. 


Masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta segera melapor apabila menemukan hal yang mencurigakan.


Kasat Samapta AKP Cahyadi, S.H, M.H mengatakan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif kepolisian dalam menekan potensi gangguan kamtibmas pada malam hari.


“Patroli mobile hunting dan dialogis ini kami laksanakan secara rutin pada jam rawan guna mencegah tindak kejahatan. Pemeriksaan terhadap orang dan kendaraan yang mencurigakan dilakukan secara humanis sebagai upaya memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.


Kegiatan patroli berakhir dengan situasi wilayah hukum Polres Gowa terpantau aman dan kondusif. Polisi memastikan patroli serupa akan terus digelar secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan masyarakat.


Humad Polres Gowa

Kamis, 07 Mei 2026

Kapolda Sulsel Hadiri Pemusnahan Rokok dan Minuman Beralkohol Ilegal oleh Kanwil DJBC Sulbagsel

 


Nuansa Terkini Makassar,- Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., menghadiri kegiatan Pemusnahan Rokok dan Minuman Beralkohol Ilegal di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan, yang dilaksanakan di Lapangan BDK Makassar, Komplek Gedung Keuangan Negara, Kamis (07/05/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan, serta Pejabat Utama Polda Sulsel di antaranya Dirreskrimsus, Dirresnarkoba, Kabidhumas, dan Kabidpropam Polda Sulsel.


Kepala Kanwil DJBC Sulbagsel menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi seluruh aparat penegak hukum, instansi terkait, serta dukungan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan dan penindakan terhadap peredaran barang ilegal.


Berdasarkan data pengawasan cukai hingga 30 April 2026, Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan berhasil melakukan 448 kali penindakan terhadap hasil tembakau ilegal dengan total barang bukti mencapai sekitar 43,40 juta batang rokok ilegal. Nilai barang diperkirakan mencapai Rp65,75 miliar dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari sektor cukai sebesar Rp42,3 miliar.


Selain itu, dalam upaya pemberantasan peredaran minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal, telah dilakukan 24 kali penindakan dengan barang bukti sebanyak 2.007,04 liter. Nilai barang ditaksir mencapai Rp579 juta dengan nilai cukai sebesar Rp230 juta.


Sebagai bentuk akuntabilitas penegakan hukum, pada kegiatan tersebut dilakukan pemusnahan terhadap 31,9 juta batang rokok ilegal senilai Rp47,9 miliar, sebanyak 1.641 liter MMEA ilegal senilai Rp365,6 juta, serta 103 pcs kosmetik ilegal senilai Rp3,9 juta.


Adapun barang hasil penindakan yang dimusnahkan berasal dari lingkungan Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan dan Bea Cukai Makassar, dengan rincian pemusnahan 13,1 juta batang rokok ilegal dan 852 liter MMEA di wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan, serta 18,9 juta batang rokok ilegal dan 789 liter MMEA di wilayah Bea Cukai Makassar.


Kehadiran Kapolda Sulsel dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Sulsel terhadap upaya penegakan hukum dan pengawasan barang kena cukai ilegal yang dilakukan oleh Bea Cukai bersama instansi terkait.


Kapolda Sulsel juga menyampaikan komitmen Polda Sulsel untuk terus memperkuat sinergitas dan kolaborasi lintas sektoral dalam memberantas peredaran barang ilegal demi melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan dan perekonomian daerah.

Pelayanan Humanis RSUD Daya Makassar, Peran Cleaning Service Jadi Simbol Kepedulian terhadap Pasien

 


Nuansa Terkini Makassar,— Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang humanis.


Tidak hanya mengandalkan tenaga medis, RSUD Daya Makasaar juga menegaskan bahwa seluruh elemen, termasuk petugas cleaning service, memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada pasien.


Di lapangan petugas cleaning service tidak hanya bertugas menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit, tetapi juga kerap membantu dan mendampingi pasien, khususnya mereka yang datang tanpa keluarga.


Kehadiran mereka menjadi bentuk kepedulian yang nyata, memastikan pasien tetap merasa aman, nyaman, dan tidak sendiri selama menjalani perawatan.


Fenomena ini bahkan turut menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang diunggah melalui akun Instagram resmi RSUD Daya menjadi viral dan dibanjiri komentar positif dari masyarakat.


Dalam video tersebut, terlihat petugas cleaning service dengan sigap membantu dan menemani pasien, terutama saat keluarga pasien tengah mengurus administrasi atau keperluan lainnya.


Sejumlah warganet membagikan pengalaman serupa di kolom komentar. 


Mereka mengaku pernah merasakan langsung perhatian dari petugas di RSUD Daya, mulai dari membantu kebutuhan sederhana hingga menemani pasien agar tetap merasa tenang.


Direktur Utama RSUD Daya, dr. A. Any Muliany, M. M.Kes., menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan harus dibangun secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga dari aspek empati dan kemanusiaan.


“Kami ingin memastikan bahwa setiap pasien yang datang tidak hanya mendapatkan penanganan medis yang baik, tetapi juga merasakan kepedulian. Apa yang dilakukan oleh petugas cleaning service adalah wujud nyata pelayanan dari hati,” ujarnya.


Menurutnya, pendekatan humanis tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan pasien.


Hal ini juga tidak terlepas dari peran PT BBP sebagai manajemen pengelola cleaning service yang memiliki komitmen 

dalam meningkatkan pelayanan Dengan kerap menyelenggarakan Basic Training yang berfokus pada penguatan konsep 4G (Grooming, Gesture, Greeting, dan Global Ethics,) serta implementasi pelayanan prima (Service Excellence). 


"Melalui pelatihan ini, tim dibekali pemahaman tentang pentingnya komunikasi yang efektif, sikap profesional, serta kemampuan dalam menciptakan pengalaman pelayanan yang positif bagi pasien dan keluarga," ungkapnya. 


“Ketika pasien merasa diperhatikan dan tidak sendiri, hal itu memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologisnya. Inilah yang terus kami bangun sebagai budaya kerja di RSUD Daya,” tambahnya.


Ia menegaskan, apresiasi dari masyarakat melalui media sosial menjadi motivasi bagi seluruh jajaran RSUD Daya Makassar untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan.


RSUD Daya Makassar pun berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang tidak hanya profesional dan berkualitas, tetapi juga berlandaskan nilai empati, kepedulian, dan ketulusan sebagai bagian dari pelayanan publik. (*)

Rabu, 06 Mei 2026

DPRD Makassar Sorot Anggaran MHM Rp2,5 Miliar, Azwar Rasmin: Lebih Baik untuk Sekolah dan Rumah Sakit



Nuansa Terkini Makassar,– Program Makassar Half Marathon (MHM) yang dianggarkan melalui APBD Kota Makassar sebesar Rp2,5 miliar menjadi sorotan dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kota Makassar tahun anggaran 2025.


Anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin meminta agar anggaran kegiatan yang dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar tersebut direvisi atau dinormalisasi karena dinilai terlalu besar.


Azwar menegaskan, pada dasarnya kegiatan olahraga seperti MHM memiliki dampak positif terhadap promosi Kota Makassar. Namun, menurutnya, penggunaan anggaran daerah dalam jumlah besar perlu dievaluasi, apalagi kegiatan tersebut juga mendapatkan pemasukan dari sponsor serta biaya pendaftaran peserta.


“MHM itu bagus untuk Makassar, tentu kita mendukung kegiatan yang membawa nama daerah. Tetapi yang menjadi pertanyaan besar, kegiatan ini mengambil sponsor, ada biaya pendaftaran peserta, lalu masih menggunakan dana APBD dengan nilai cukup besar, Rp2,5 miliar,” kata Azwar dalam rapat pembahasan LKPJ, Rabu (6/5/2026)


Ia menilai kondisi tersebut menimbulkan kontras di tengah masih banyak kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak, seperti sektor pendidikan, kesehatan, hingga peningkatan pelayanan rumah sakit daerah.


“Di sisi lain masih ada warga kita yang kesulitan sekolah, banyak masyarakat yang sakit dan membutuhkan bantuan biaya pengobatan. Ini harus menjadi perhatian. Kalau memang tetap dilaksanakan, anggarannya bisa dikurangi atau dinormalisasi. Bahkan kalau perlu diberi catatan khusus untuk dievaluasi total,” tegasnya.


"Saya meminta pimpinan Pansus LKPJ  agar program MHM ini menjadi

catatan penting dalam rekomendasi akhir Pansus LKPJ DPRD Kota Makassar terhadap pelaksanaan program Pemkot Makassar," lanjut Azwar.


Senada dengan itu, Anggota Pansus LKPJ lainnya, Muchlis Misbah juga meminta agar program MHM dikaji ulang.


Politisi Partai Hanura ini mempertanyakan kontribusi nyata kegiatan tersebut terhadap pendapatan atau dampak ekonomi bagi Kota Makassar, mengingat penyelenggaraan event juga melibatkan sponsor dan biaya registrasi peserta.


“Tolong dievaluasi kembali program MHM ini yang menggunakan anggaran APBD Rp2,5 miliar, sementara juga ada sponsor dan biaya pendaftaran. Katanya memberi kontribusi besar bagi pemerintah kota, tapi kontribusi apa yang benar-benar diberikan, itu yang perlu dijelaskan,” ujarnya.


Ia juga menyoroti klaim terkait dampak okupansi hotel selama event berlangsung. Menurutnya, manfaat ekonomi yang disebut-sebut perlu dibuktikan secara terukur.


Lebih lanjut, Muchlis membandingkan nilai anggaran tersebut apabila dialihkan untuk kebutuhan pembangunan fasilitas pendidikan.


“Kalau Rp2,5 miliar ini diberikan ke Dinas Pendidikan, bisa dipakai membangun sekolah bertingkat yang manfaatnya bisa dirasakan sampai puluhan tahun. Karena itu program ini bukan berarti tidak bagus, tetapi perlu evaluasi agar penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran,” tutupnya. (*)