Tampilkan postingan dengan label Makassar5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makassar5. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2026

Pemkot Makassar Bawa Gagasan Kota Sehat ke Panggung Dunia, Paparkan Urban Farming hingga Super Apps Lontara+

 


Nuansa Terkini Makassar,— Pemerintah Kota Makassar kembali mendapat kesempatan menjadi salah satu pembicara untuk berbagi pengalaman membangun kota yang sehat di tengah berbagai tantangan perkotaan.


Dalam Forum Kota Sehat ke-11 yang digelar selama tiga hari dari tanggal 1-3 September 2026 di Kensington, Kampus University of New South Wales (UNSW), Sydney, Australia. 


Diwakili langsung oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Makassar, Dr. Firman Hamid Pagarra dan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah.


Dalam forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah negara. Kota Makassar menjadi satu-satunya kota dari Pulau Sulawesi yang diundang. Karena dinilai memiliki pengalaman dan praktik yang relevan dalam pengembangan kota sehat oleh WHO. 


Di hadapan peserta forum, Firman memaparkan bagaimana Makassar berupaya membangun kota yang sehat di tengah tekanan urbanisasi, kepadatan penduduk, hingga perubahan iklim.


Menurutnya, membangun kota sehat tidak cukup hanya berbicara mengenai rumah sakit dan layanan kesehatan. Namun, kesehatan masyarakat juga sangat dipengaruhi oleh bagaimana kota mengelola lingkungan, menyediakan pangan, menangani sampah, serta memastikan pelayanan publik dapat menjangkau masyarakat secara cepat.


Salah satu praktik yang dibagikan adalah pengembangan urban farming sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan masyarakat.


“Jadi Kota Makassar dipilih langsung oleh WHO sebagai kota sehat. Kota sehat yang kita bangun bukan hanya orangnya yang sehat, tetapi juga lingkungan yang sehat. Urban farming menjadi salah satu bagian dari upaya ketahanan pangan sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan dan sampah menuju Makassae zero waste,” ucapnya. 


Tak hanya itu, Makassar juga membawa satu inovasi yang menjadi kekuatan lain dalam membangun sistem pelayanan kesehatan publik, yakni digitalisasi layanan melalui super apps Lontara+.


Firman menjelaskan, sebelum dilakukan integrasi, masing-masing OPD di lingkup Pemerintah Kota Makassar memiliki aplikasi pelayanan sendiri. Jumlahnya mencapai sekitar 358 aplikasi.


Kondisi tersebut kemudian diubah melalui integrasi berbagai layanan ke dalam satu super apps yakni Lontara+.


"Nah, Konsepnya dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan," ungkapnya 


"Ketika masyarakat menyampaikan laporan ke  Lontara+, lalu  diteruskan kepada OPD terkait, termasuk Dinas Kesehatan, untuk mendapatkan tindak lanjut di lapangan. Teknologi harus membuat pemerintah semakin dekat dengan masyarakat, bukan justru membuat pelayanan menjadi semakin rumit," lanjut Firman.


Gagasan tersebut kata Firman, menjadi salah satu pesan penting yang dibawa Pemkot Makassar ke forum internasional tersebut.


Di akhir paparannya, Firman menyampaikan visi besar Pemerintah Kota Makassar dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif. 


Mimpi tersebut yakni memastikan pelayanan kesehatan dapat diakses masyarakat dengan mudah, tepat, dan gratis, tanpa memandang usia maupun latar belakang.


Mulai dari anak-anak hingga lansia, setiap warga diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan. 


Dengan demikian, pembangunan kota sehat di Makassar tidak berdiri sendiri. Ia terhubung dalam satu ekosistem digitalisasi pelayanan publik.


Forum Kota Sehat ke-11 di Sydney menjadi ruang bagi Makassar untuk menunjukkan bahwa inovasi kota tidak selalu lahir dari kota-kota besar dunia. 


Dari Makassar, berbagai praktik lokal terus dikembangkan untuk menjawab persoalan global.  Bagaimana sebuah kota tumbuh, tetapi tetap sehat, tangguh, inklusif serta mampu memberikan pelayanan terbaik dan memiliki dampak (impactful) bagi warganya. (*)

Kamis, 13 Agustus 2020

Lantik Kepala UPT Pendidikan Formal Se-Kota Makassar, Rudy Minta Jaga Netralitas


Nuansa Terkini Makassar,- Penjabat Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin mengukuhkan dan melantik sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Satuan Pendidikan Formal Se-Kota Makassar di Baruga A.P Pettarani, Kamis (13/8/2020).

Pelantikan yang di laksanakan dengan menggunakan protokol kesehatan ini juga turut di hadiri oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Amalia Malik. Sebanyak kurang lebih 370 orang di lantik menjadi penanggung jawab UPT mulai tingkat TK, SD, hingga SMP yang terdiri dari 1 orang tingkatan TK, SD 314 orang dan SMP 55 orang.

Prof Rudy Djamaluddin saat memberikan sambutan menekankan dua hal yang menjadi substansi utama dunia pendidikan yakni hadirnya proses pendidikan yang layak bagi anak-anak, serta mutu pendidikan yang terbaik sehingga mampu membentuk karakter anak-anak sebagai generasi pelanjut.

“Pendidikan itu hak semua orang. Saya mendapat masukan dari berbagai pihak dan berbagai masalah yang masih mendera dunia pendidikan. Ini harus kita benahi. Anggaran yang ada, meskipun kecil harus di maksimalkan sesuai dengan skala prioritas. Tenaga pendidik serta sarana pendidikan harus di perhatikan agar baik guru maupun siswa dapat nyaman dalam proses belajar mengajar. Saya yakin dan percaya, bapak dan ibu yang ada disini memiliki keikhlasan untuk memperbaiki dunia pendidikan kita” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Prof Rudy mengingatkan kepada seluruh yang dilantik agar menjaga netralitas ASN jelang pelaksanaan Pemilihan walikota dan wakil walikota Makassar yang akan di helat bulan Desember mendatang.

“Netralitas ASN adalah harga mati. Tidak ada tawar menawar, netral itu satu warna yakni bening seperti air, jadi bukan abu-abu atau warna lainnya. Jika di kemudian hari ada yang terbukti melanggar pasti kita akan copot” tegas Prof Rudy.

Sebelum pengambilan sumpah jabatan di gelar, di adakan terlebih dahulu penanda tanganan pakta integritas agar capaian kinerja ke depannya bisa sesuai dengan yang di harapkan. (*).