Kamis, 16 Agustus 2018

Kunci Keberhasilan Penyelenggaraan Haji, Menag Kenalkan Formula 5-5-3

Tags

Nuansa Terkini.net Mekkah, — Selama masa penyelenggaraan pelayanan ibadah haji, terdapat tiga fase penting sebagai penentu keberhasilan. Yakni fase pra-wukuf, wukuf, dan pasca-wukuf. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memperkenalkan formula 5-5-3 untuk kesuksesan tiga fase tersebut, Jelas Lukman Hakim Saifuddin saat Konsolidasi Petugas Haji Indonesia 1439 H/2018 M dalam Rangka Persiapan Armuzna (Arafah Muzdalifah Mina) Rabu (15/08) malam.

Pada fase pra-wukuf, Menag menyebut 5 (lima) hal yang mesti diperhatikan petugas. “Kelima hal yang harus diperhatikan adalah berhentinya layanan katering dan bus salat lima waktu (salawat), aspek kesehatan jemaah, sosialisasi wukuf dan intensifkan manasik haji di Arafah termasuk prosesi di Muzdalifah dan Mina agar jemaah siap dari sisi mental dan ibadah,” urai Menag RI. Kamis (16/8/2018)

Kegiatan yang dihelat di Al Wehdah 1 Tower Hotel, Jarwal, Makkah, ini juga dihadiri pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Dubes Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Naib Amirul Hajj dan anggota, Konsulat Jenderal RI di Jeddah, dan pimpinan Komisi Pengawas Haji Indonesia, jajaran eselon I dan II Kemenag serta ribuan Petugas Haji Indonesia.

Sementara 5 (lima) formula untuk fase-wukuf termasuk Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) di dalamnya, menurut Menag RI, yang pertama aksi sweeping (sapu bersih) jemaah yang berada di Makkah untuk seluruhnya dibawa ke Arafah pada 8 Dzulhijjah (19 Agustus). “Kita membagi keberangkatan dalam tiga waktu yakni pagi hingga dzuhur, dzuhur hingga pukul 16.00 dan pukul 16.00 sampai pukul 18.00,” kata Menag.

Pembagian tersebut dilakukan saking banyaknya jumlah jemaah Indonesia yang merupakan terbesar di dunia. “Petugas harus memastikan betul seluruh jemaah sudah berada di Arafah tanggal itu,” imbuh Lukman Hakim Saifuddin.

Masih fase-wukuf, formula kedua, setiap maktab untuk menuju Arafah disediakan 21 bus. Ketiga, fokus pada pergerakan jemaah dari Muzdalifah ke Mina di mana setiap maktab hanya dibatasi 7 bus. Keempat, perhatian untuk melakukan lontar jumrah. “Termasuk bagi jemaah yang akan melakukan thawaf ifadhah,” tandasnya. Kelima, Menag ingatkan agar jemaah patuhi jam-jam melontar jumrah. “Jangan sampai melanggar jam-jam larangan karena ini merupakan peraturan dari pemerintah Saudi,” tegasnya.

Berikutnya formula 3 (tiga) untuk fase pasca-wukuf. “Pertama, saya meminta kepada seluruh petugas untuk kembali ke pos masing-masing. Kembali ke kondisi normal seperti sebelum fase Armuzna,” ujar Menag. Kedua, pastikan kepulangan jemaah gelombang I yang kembali ke Tanah Air melalui 13 embarkasi. Dan ketiga, pastikan pergerakan jemaah gelombang II untuk menuju Madinah.

Menag meyakini, formula 5-5-3 ini jika dilaksanakan dengan baik maka penyelenggaraan haji Indonesia akan berjalan lancar. “Alhamdulillah sejauh ini penyelenggaraan kita dinilai berhasil oleh banyak pihak,” sambung Menag. 

Ditambahkan, pada tahun ini jumlah petugas seluruhnya ada 4.520 orang yang terdiri dari 2.535 petugas kloter, 755 petugas non-kloter, dan 1.230 petugas pendukung. “Inilah sejarah penyelenggaraan haji yang didukung jumlah petugas terbesar,” pungkas Menag disambut Gemuruh aplauss oleh para petugas Haji.

Acara Konsolidasi Ribuan Petugas Haji Indonesia ini juga menjadi ajang reuni petugas haji antar Embarkasi termasuk Embarkasi Makassar yang jumlahnya hampir hampir 200 orang. Saling bagi kisah dan pengalaman membuat suasana tambah riuh, dan yang tak terlupakan tentunya aksi selfie dan wefie, Kisah Mawardy Siradj Ketua Kloter 14 UPG yang juga ikut pada acara tersebut. (*)

Editor | Nuansa Terkini.net | Dina