Rabu, 07 September 2022

Bertabur Tokoh, Makanan Khas Makassar Jadi Sajian Gala Dinner Event F8

Tags



Nuansa Terkini Makassar,- Perayaan Makassar F8 kembali diadakan tahun ini di Anjungan Pantai Losari Makassar mulai Rabu, 7 hingga Minggu, 11 September. 


Sebelum acara dibuka secara resmi, para tamu dijamu makan malam oleh Wali Kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto juga Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi beserta Ketua TP PKK Makassar Indira Yusuf Ismail juga Sekda Makassar Muh Anshar di Sunset Cove Makassar.


Hidangan makanan khas Kota Makassar disajikan untuk kembali memperkenalkan cita rasa yang ada di Kota Daeng seperti Pallu Basa dan aneka kue tradisional lainnya diantaranya Pisang Epe’.


Beberapa tamu penting yang nampak memadati kursi yakni Gubernur Jawa Barat, Pj Gubernur Gorontalo beserta istri, Wali Kota Bogor beserta istri, Sekprov Sulsel, Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Konjen Malaysia, Konjen Prancis, Konjen Jerman, Konjen Jepang dan para petinggi media.


Wali Kota Makassar Danny Pomanto menyapa tamu dengan hangat sembari kembali memperkenalkan eksotisme Makassar selain kulinernya dan beberapa tempat pariwisata yang menarik.


“Inilah Makassar. Kota kecintaan kami dengan kulinernya yang selalu dirindukan dan tempat pariwisatanya yang patut untuk dikunjungi. Selamat menikmati pemandangan Kota Anging Mammiri’, terima kasih kedatangannya,” tutur Danny.(*)

[7/9 23.54] +62 853-4275-5166: // Danny Hadiahi Sandiaga Uno Lukisan Phinisi, Dilukis Pakai Tanah Liat 


// Pakai Tanah Liat, Zainal Beta Gambar Perahu Phinisi di Panggung Makassar F8 


MAKASSAR,— Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menghadiahkan sebuah maha karya berupa lukisan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno. 


Lukisan tersebut sangat unik karena dilukis menggunakan media tanah liat oleh sang seniman legend Zainal Beta. 


Di atas panggung utama Makassar F8 ia menggunakan kecepatan tangannya melukis tak cukup 10 menit lukisan itu pun selesai. 


“Lukisan ini unik Pak Menteri dari tanah liat dimana lazimnya pelukis menggunanakan cat air dan cat minyak. Keahlian dari seniman kebanggaan kami,” ucap Danny.


Sementara, Zainal Beta sangat bangga dan langsung memeluk Sandiaga Uno. 


Zainal Beta sendiri merupakan seniman sekaligus penemu sejak pertengahan 1980-an. 


Ia diakui dunia sebagai pelukis pertama yang berkarya dengan media tanah dan air. 


Ia bahkan dianggap gila oleh sesamanya. Namun beberapa cibiran luntur seiring datangnya pujian dari maestro Affandi 33 tahun lampau.


“Dulu saya dicibir, jadi saya mengurung diri dan mengasah kemampuan saya dan Alhamdulillah saya diakui dunia,” pungkasnya. (*).