Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, memimpin rapat koordinasi bersama Kecamatan Wajo untuk mematangkan kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni mendatang, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang merupakan kolaborasi Kecamatan Wajo dan Yayasan Permabudhi tersebut akan diisi dengan aksi pemilahan sampah, penanaman bibit pohon, serta edukasi TEBA sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Melinda menegaskan bahwa setiap kecamatan diberikan keleluasaan menghadirkan inovasi sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Ia mencontohkan keberhasilan Kecamatan Tamalanrea dan Tallo yang telah membentuk bank sampah sektoral untuk mempercepat transaksi dan pengelolaan sampah di tingkat wilayah.
Melinda juga mendukung usulan pemanfaatan kontainer bekas penanganan COVID-19 sebagai waste station atau lokasi transaksi bank sampah sektoral di Kecamatan Wajo. Menurutnya, edukasi pemilahan sampah harus terus diperkuat melalui keterlibatan RT/RW, kader, dan tokoh masyarakat.
Selain itu, ia mendorong setiap sekolah memiliki Bank Sampah Unit (BSU) agar siswa terbiasa memilah dan mengumpulkan sampah dari rumah. Edukasi kepada pelajar juga perlu diperkuat melalui penyuluhan rutin dari Dinas Lingkungan Hidup.
Melinda berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia nanti menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam membangun budaya memilah sampah dari sumbernya.
“Jika pemilahan dilakukan secara konsisten mulai dari rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar, maka beban sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang secara signifikan,” ujar Melinda.
Sementara itu, Camat Wajo, Ivan Kala'lembang melaporkan bahwa pengumpulan sampah organik di wilayahnya telah mencapai 700 hingga 840 kilogram per minggu. Untuk mendukung pemilahan, seluruh armada pengangkut sampah telah dilengkapi wadah khusus sampah organik.
Kecamatan Wajo juga telah menyiapkan titik pengumpulan sampah plastik setiap radius 200 meter, memusatkan pengelolaan sampah plastik di Malimongan dan sampah organik di Malimongan Tua. Program urban farming pun mulai berjalan di Kelurahan Melayu, Melayu Baru, Melayu Ende, dan Butung.
Turut hadir dalam rapat ini, Anggota Dewan lingkungan, Marini, Ketua Yayasan Permabudhi, Suzanna Loa, para Lurah Se-kecamatan Wajo serta Kepala Sekolah SD Sangir, Abdul Rahim.
