Nuansa Terkini Makassar,— Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Sulawesi Selatan menggelar Rapat Biro Pra Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Muskerwil I Asprindo Sulsel.
Rapat yang berlangsung di Kafe Tanamera Pettarani, Makassar, tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua III DPW Asprindo Sulsel, Andi Karaka Kilat, yang membawahi sejumlah bidang strategis, yakni Biro Perindustrian dan Investasi, Biro Pertambangan Energi Minyak dan Gas, Biro Sumber Daya Manusia dan Pembinaan Tenaga Kerja, Biro Perdagangan Ekspor dan Impor, serta Biro Hubungan Kerja Sama Antar-Lembaga.
Rapat turut dihadiri Ketua DPW Asprindo Sulsel Ir. Abu Hasan, Wakil Ketua III Andi Karaka Kilat, Sekretaris Umum Uya Mustamin, Wakil Sekretaris I Muhammad Askar, Bendahara Umum Rasmi Ridjang Sikati, serta Wakil Bendahara I Andi Diana Ahmad.
Dari unsur biro, hadir Wakil Ketua Biro Perindustrian dan Investasi Abd Rahman Ogi; Ketua Biro Pertambangan Energi Minyak dan Gas Muh. Naim Zulkarnaen bersama anggota A. Muh. Supriadi; Ketua Biro Perdagangan Ekspor dan Impor Vilda Yanti Lalawi bersama anggota Ulfa Sakinah Hargani; serta anggota Biro Hubungan Kerja Sama Antar-Lembaga A. Fardhia Trinanda.
Dorong Ekonomi Sirkular dan Kolaborasi Pengusaha
Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas sebagai bahan penyusunan program kerja yang akan dibawa dalam Muskerwil I Asprindo Sulsel.
Salah satu poin utama adalah mendorong terbentuknya ekonomi sirkular di kalangan pelaku UMKM yang menjadi anggota dan pengurus DPW Asprindo Sulsel. Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang saling terhubung, produktif, dan berkelanjutan.
Selain itu, rapat juga menekankan pentingnya matching business serta pertukaran informasi bisnis di antara para anggota. Langkah ini dinilai penting untuk membuka peluang kerja sama sekaligus memperkuat jaringan usaha dan saling mendukung perkembangan bisnis antaranggota Asprindo.
Pada sektor sumber daya manusia dan tenaga kerja, pembahasan diarahkan pada pembinaan tenaga kerja, business training, serta pendidikan dan pelatihan daerah sebagai bagian dari penguatan kapasitas organisasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Sementara itu, bidang Hubungan Kerja Sama Antar-Lembaga didorong untuk memperluas jejaring dengan berbagai lembaga, baik pemerintah maupun swasta, melalui skema kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi organisasi dan anggota Asprindo.
Perkuat Hilirisasi Komoditas Lokal
Biro Perdagangan Ekspor dan Impor juga mendapat perhatian khusus. Program kerja diarahkan pada penguatan hilirisasi komoditas lokal, pengembangan kampung industri, serta perluasan jejaring pasar global.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal Sulawesi Selatan sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha, khususnya UMKM dan pengusaha daerah.
Ketua DPW Asprindo Sulsel Ir. Abu Hasan dalam arahannya juga menyampaikan sejumlah gagasan kerja sama antarlembaga yang dapat dikembangkan organisasi.
Salah satunya adalah peluang kerja sama dalam bidang jasa pengurusan visa, termasuk visa kunjungan. Dalam pembahasan disebutkan kisaran biaya pengurusan visa berada pada angka Rp2,5 juta hingga Rp3,8 juta, dengan mekanisme koordinasi antara pengusaha dan pihak kedutaan. Asprindo juga berpeluang memperoleh fee dari jasa pengurusan tersebut sesuai skema kerja sama yang akan disepakati.
Selain itu, muncul usulan kerja sama antara Koperasi DPP Asprindo dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam bentuk badan wakaf, dengan usulan iuran sebesar Rp100.000 per orang per tahun.
Targetkan MoU pada Muskerwil I
Seluruh gagasan dan program yang dibahas dalam Rapat Biro Pra Muskerwil selanjutnya akan menjadi bahan untuk dimatangkan dalam forum Muskerwil.
Salah satu target penting yang turut dibahas adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah mitra strategis pada momentum Muskerwil I Asprindo Sulsel.
Melalui forum tersebut, DPW Asprindo Sulsel diharapkan tidak hanya menghasilkan program kerja organisasi, tetapi juga mampu membangun ekosistem kolaborasi yang konkret bagi pengusaha lokal.
Rapat Pra Muskerwil ini menjadi langkah awal untuk menyatukan gagasan dan menyusun program yang lebih terarah, dengan fokus pada penguatan UMKM, peningkatan kualitas SDM, pengembangan investasi, hilirisasi komoditas lokal, perluasan pasar ekspor, serta penguatan kemitraan antarlembaga.
Dengan sinergi antarbidang dan dukungan seluruh jajaran pengurus, Asprindo Sulsel menargetkan Muskerwil I menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran pengusaha daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Laporan : Ida
