Kamis, 31 Juli 2025

TP PKK Kota Makassar Dorong Penjahit Lokal Jadi Desainer Lewat Pendampingan dan Modal Usaha

Tags


Nuansa Terkini Makassar,— Tim Penggerak PKK Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaku usaha lokal, khususnya para penjahit perempuan, untuk naik kelas menjadi desainer fesyen dan wirausahawan mandiri. 


Dukungan ini diwujudkan melalui suksesnya kegiatan Pengembangan dan Pendampingan Usaha Busana Lokal Makassar yang berlangsung di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Selasa (29/7/2025).


Kegiatan ini digagas oleh Pokja IV TP PKK Kota Makassar sebagai bentuk perhatian nyata terhadap potensi ekonomi kreatif masyarakat, khususnya dalam sektor busana. Para peserta yang hadir merupakan penjahit lokal dari berbagai kelurahan Kota Makassar.


Melalui program ini, TP PKK ingin membantu para penjahit untuk tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas menjadi seorang desainer, serta memahami strategi pengelolaan bisnis fesyen yang berkelanjutan.


Sekretaris TP PKK Kota Makassar, Wardah Kadir, secara resmi menutup kegiatan di hari terakhir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan besar agar para peserta mampu mempraktikkan ilmu yang telah didapatkan dan berani mengembangkan diri menjadi pelaku industri fesyen yang inovatif dan mandiri.


“Kami ingin para ibu-ibu penjahit lokal ini bisa naik kelas. Tidak hanya menjahit berdasarkan pesanan, tapi juga menciptakan karya desain sendiri, memasarkan merek sendiri, bahkan membuka lapangan kerja di sekitarnya,” katanya.


Wardah berharap melalui kegiatan ini, para penjahit lokal dapat naik kelas menjadi desainer yang memiliki ciri khas dan mampu bersaing di pasar lebih luas. "Potensi penjahit Makassar sangat besar, hanya perlu ditopang dengan wawasan desain, manajemen usaha, dan akses permodalan," ujarnya


Wardah juga menegaskan komitmen TP PKK Kota Makassar untuk terus mendampingi peserta agar usaha busana lokal bisa berkembang, menggerakkan ekonomi keluarga, dan memperkuat identitas fesyen khas Makassar.


Sementara itu, Ketua Pokja III TP PKK Kota Makassar, Dr. Andi Erika Novianti, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas SDM di sektor busana lokal. Menurutnya, Makassar memiliki potensi besar dalam industri kreatif, khususnya fesyen yang berbasis pada kekayaan budaya daerah.


“Tujuan kami jelas, mendorong para penjahit menjadi desainer, paham manajemen usaha, dan mampu mengakses pembiayaan. Dengan pelatihan ini, mereka bisa lebih percaya diri bersaing di pasar,” ujar Erika.


Ia juga menambahkan, kehadiran pemateri profesional diharapkan membuka wawasan baru bagi peserta, baik dari sisi kreativitas maupun strategi bisnis. Pengetahuan ini penting agar usaha mereka bisa berkembang secara berkelanjutan.


Erika berharap, kegiatan ini bisa menjadi titik awal lahirnya desainer-desainer lokal dari kalangan penjahit yang mampu bersaing dan mengangkat potensi budaya Makassar dalam industri fesyen. 


“Ke depan, kami ingin melihat lebih banyak desainer Makassar yang membawa ciri khas budaya daerah dalam setiap karyanya, tidak hanya berkualitas tapi juga bernilai jual tinggi,” tuturnya.


Untuk memperkuat materi pelatihan, TP PKK menghadirkan Mimi Miriyani Nasution, seorang fashion desainer nasional sekaligus pemilik Mimi Nasution Atelier. Dalam sesi yang interaktif, Mimi membagikan pengalamannya membangun brand, tips menjadi fashion desainer, serta mengenalkan tren industri fesyen lokal dan global.


Mimi menekankan pentingnya orisinalitas dan konsistensi dalam berkarya. Ia juga mendorong peserta untuk mulai membangun portofolio desain sendiri yang bisa menjadi nilai jual dalam dunia fesyen yang semakin kompetitif.


Tak hanya fokus pada pengembangan kreativitas, kegiatan ini juga membekali peserta dengan pemahaman soal pengelolaan bisnis dan akses permodalan. Pemateri selanjutnya adalah Pemimpin Departemen Kredit Ritel Bank Sulselbar, Marhuma Umar.


Dalam paparannya, Marhuma menjelaskan berbagai skema pembiayaan yang tersedia bagi pelaku UMKM, khususnya sektor fesyen. Ia menyampaikan bahwa Bank Sulselbar terbuka untuk mendukung perempuan pelaku usaha dengan akses modal usaha yang mudah dan berbunga rendah.


Salah seorang peserta, Nurhayati dari Kelurahan Manggala, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. Ia mengaku selama ini hanya menjahit berdasarkan pesanan tetangga dan belum pernah terpikir menjadi desainer.


“Baru kali ini saya diajar langsung bagaimana jadi desainer dan bangun merek sendiri. Saya jadi semangat, apalagi tadi diajarkan juga cara akses modal usaha,” ungkapnya dengan antusias.

Rabu, 30 Juli 2025

Selama Agustus, Dansat Polda Sulsel Imbau Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih Serentak

Tags

 


Nuansa Terkini Makassar,-- Tinggal menghitung jam, pergantian bulan akan dilalui. Indonesia akan menyambut bulan Merdeka, Agustus.


Bangsa Indonesia akan merayakan Hari Kemerdekaan, yang diperingati pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya.


Dalam Peringatan Kemerdekaan ke- 80 Tahun ini, mengangkat tema “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”.


Menyambut bulan Merdeka, Sat Brimob Polda Sulsel mengajak seluruh masyarakat untuk memeriahkan bulan bersejarah bangsa Indonesia.


Dansat Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Ridwan S.I.K., M.H menyerukan masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih.


"Ayo, kibarkan Bendera Merah Putih serentak mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2025," seru Dansat Polda Sulsel, Kamis (31 Juli 2025).


Dansat Polda Sulsel melanjutkan, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menyemarakkan bulan merdeka ini.


Bahkan kata Kombes Pol Muhammad Ridwan, jajaran Sat Brimob Polda Sulsel hingga Batalyon akan melaksanakan beberapa kegiatan dalam memperingati HUT ke- 80 Kemerdekaan Republik Indonesia.


“Semangat perjuangan itu tetap hidup. Kegiatan yang akan dilakukan personel Sat Brimob untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan menjadi simbol bahwa kemerdekaan bukan hanya sejarah, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk terus menjaga dan mengisinya,” pungkas Ridwan.


Sementara itu Kabag Ops Sat Brimob Polda Sulsel, AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si menambahkan, seruan Dansat Brimob Polda Sulsel untuk mengibarkan Bendera Merah Putih serentak ini merupakan bentuk semangat nasionalisme dan cinta tanah air.


"Mari bersama-sama kita mengibarkan Bendera Merah Putih selama bulan Agustus untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80," tutur mantan Danyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel. (Hr)

Ratusan Kendaraan Dinas Pemkot Masih Dikuasai Pejabat Lama

Tags

 


Nuansa Terkini Makassar,- Pemerintah Kota Makassar terus menelusuri kendaraan dinas (Randis) yang masih dikuasai pihak yang tidak berwenang. Ratusan unit kendaraan dinas diduga belum dikembalikan oleh sejumlah pejabat lama.


Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar, M. Dakhlan, menyampaikan bahwa setelah penyisiran di DPRD, fokus berikutnya adalah Sekretariat Daerah. Banyak kendaraan masih tercatat sebagai milik daerah namun belum diketahui keberadaannya.


“Kemarin di DPRD terdata 49 kendaraan. Selanjutnya giliran di lingkup Sekretariat Daerah. Masih banyak yang belum kami telusuri,” kata Dakhlan di Balai Kota Makassar, Rabu (30/7/2025).


Ia mengungkapkan sejumlah kendaraan ditemukan dalam kondisi tidak layak pakai. Namun karena tetap tercatat sebagai aset daerah, kendaraan-kendaraan tersebut harus ditelusuri dan diamankan.


Pekan sebelumnya, BPKAD bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar berhasil mengamankan 49 kendaraan dinas milik Sekretariat DPRD Makassar. Serah terima dilakukan langsung oleh Kepala Kejari Makassar, Nauli Rahim Siregar, kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.


Dari total 51 unit yang dilacak, hanya 49 kendaraan berhasil diidentifikasi. Dari jumlah itu, 18 dikembalikan ke Sekretariat Daerah, 18 lainnya tetap digunakan Sekretariat DPRD, sembilan dalam kondisi rusak berat.


Dua unit kendaraan diusulkan untuk dilelang karena tidak memungkinkan untuk diperbaiki, satu unit diminta dilakukan ganti rugi, dan satu unit lagi masih dalam proses pelacakan.


“Ada yang rusak parah, terbukti secara fisik lewat dokumentasi. Dua unit akan kami lelang,” ujar Nauli.


“Satu unit kami usulkan tuntutan ganti rugi karena sudah diketahui siapa yang menguasai, tapi dokumen resminya tidak lengkap,” tambahnya.


Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya perbaikan tata kelola aset pemerintah yang lebih akuntabel. Prosesnya dilakukan secara sinergis dan berlandaskan hukum.


“Kami bertugas menjalankan Surat Kuasa Khusus (SKK) dengan penuh tanggung jawab, sebagai bagian dari upaya membangun sistem pemerintahan yang transparan,” ucap Nauli.


Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan bahwa persoalan aset bukan hanya menyangkut administrasi, tetapi juga menyentuh aspek integritas dan moralitas penyelenggara negara.


“Ini bukan sekadar kendaraan yang hilang dari kantor. Ini tanggung jawab besar yang harus dituntaskan,” katanya.


Ia mengingatkan bahwa mobil dinas bukanlah hak milik pribadi, melainkan fasilitas negara yang harus digunakan sesuai aturan dan fungsi pelayanan publik.


“Setiap kendaraan dibeli dengan uang rakyat. Jadi harus kembali dan digunakan sebagaimana mestinya,” tegasnya.


Munafri menambahkan, penelusuran tidak hanya menyasar kendaraan dinas, tetapi juga aset strategis lain seperti tanah, gedung, bahkan pulau dan pohon yang tercatat sebagai milik Pemkot.


“Semua akan ditelusuri dan kami pastikan kembali ke tangan pemerintah,” tutupnya. (*).


Laporan : Ipul


TP PKK Kota Makassar Gelar Sosialisasi Kesehatan Pasangan Usia Subur

Tags


Nuansa Terkini Makasdar,— TP PKK Kota Makassar menggelar Sosialisasi Peningkatan Kesehatan Pasangan Usia Subur untuk memperkuat edukasi kesehatan reproduksi, keluarga berencana dan pencegahan stunting bagi kader dan pasangan usia subur se-Kota Makassar.


Kegiatan ini dihadiri oleh kader PKK, kader KB, serta pasangan usia subur (PUS) dari berbagai kecamatan se-Kota Makassar, berlangsung di Auditorium Gedung PKK, Rabu (30/7/2025).


Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja Pokja IV TP PKK Makassar yang bertujuan memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, serta pencegahan stunting. 


Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Indira Purnamasari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang hadir. 


Sari sapaan akrabnya menekankan pentingnya pemahaman yang baik tentang kesehatan usia subur melalui edukasi reproduksi merupakan langkah penting dalam menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berdaya


“Saya sangat mengapresiasi kesempatan untuk hadir dalam kegiatan ini. Sosialisasi ini menjadi wadah penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terlebih pasangan usia subur, mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi,” ujar.


Lebih lanjut, Sari mengatakan melalui edukasi kesehatan ini, peserta dapat lebih memahami pentingnya perencanaan kehamilan yang sehat sebagai upaya pencegahan stunting.  


""Stunting bukan cuma masalah nasional, tapi juga jadi tantangan nyata di Kota Makassar. Karena itu, semua pihak perlu ambil bagian sejak dini. Pencegahan sejak masa prakehamilan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak demi masa depan generasi emas," ujarnya.


Sari juga berharap agar para peserta tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut menjadi penyambung informasi ke masyarakat sekitar. Peran kader dan peserta dinilai sangat strategis dalam menyebarkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut.


“Ilmu yang diperoleh hari ini saya harap bisa diteruskan kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar. Kalian adalah perpanjangan tangan dari PKK untuk menyukseskan program-program pemerintah dan TP PKK,” tambahnya.


Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber utama, Dr. dr. Wahyuni Saddang, Sp.OG, yang memaparkan materi tentang kesehatan reproduksi dan kesuburan. Ia menjelaskan secara detail mengenai tahapan persiapan fertilitas, program hamil, serta evaluasi kesuburan yang harus diketahui oleh pasangan usia subur.


Dr. Wahyuni juga menekankan pentingnya gaya hidup sehat dan kesiapan mental pasangan dalam menjalani program kehamilan. Menurutnya, kesehatan reproduksi tidak hanya soal fisik, tetapi juga kesiapan psikis dan dukungan dari lingkungan sekitar.


“Pasangan usia subur harus paham bahwa program kehamilan yang sehat dimulai dari perencanaan yang matang, pemeriksaan rutin, dan dukungan mental. Peran kader dalam mengedukasi hal ini sangat penting,” jelasnya di hadapan peserta.


Selain itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, juga turut hadir dan memberikan pemaparan mengenai peran strategis pemerintah dalam mendukung program-program KB dan kesehatan keluarga.


Irwan menjelaskan visi Pemkot Makassar yakni MULIA, Makassar unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan. Dalam kerangka ini, peningkatan kualitas keluarga menjadi bagian penting yang terus diupayakan melalui berbagai program lintas sektor.


“Pemerintah Kota Makassar melalui DPPKB terus memperkuat penyediaan layanan KB, penyuluhan bagi pasangan usia subur, serta fasilitasi pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin,” ungkap Irwan.


Irwan juga memaparkan program kolaboratif bersama TP PKK, Dinas Kesehatan, dan sejumlah OPD lainnya. Termasuk digitalisasi data keluarga melalui platform New Siga serta penguatan kapasitas kader KB dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai ujung tombak di lapangan.


“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu kolaborasi dengan PKK, kader KB, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan informasi sampai ke akar rumput,” tegasnya.


Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar kesehatan reproduksi dan peran kader dalam edukasi masyarakat.

Selasa, 29 Juli 2025

"Idris Minta Sinergi Jaga Ketertiban Kota"

Tags




Nuansa Terkini Makassar, - Anggota DPRD Kota Makassar, Idris menyebut demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang aman dan tentram, dibutuhkan kerjasama antar semua pihak. 


Hal itu juga demi terciptanya suasana yang harmonis dalam meningkatkan ketentraman dan perlindungan masyarakat untuk menjalani kehidupan sehari-hari.


Pernyataan tersebut disampaikan Idris saat sosialisasi penyebarluasan Perda nomor 7 tahun 2021 tentang Ketertiban umum, Ketentraman dan Perlindungan Masyarakat, di Hotel Sorison Makassar, Jl Perintis Kemerdekaan, Selasa (29/7/2025).


Menurutnya, persoalan yang sering terjadi ditengah masyarakat adalah perselisihan antara aparat keamanan dengan warga atau pedagang kaki lima yang ada dibilangan jalan.


“Misalnya jika ada penggusuran, secara aturan apa yang dilakukan oleh satpol PP itu benar, namun disisi lain kita juga kasihan kepada pedagang di pinggir jalan karena mencari rezeki,” ujarnya.


Karena itu, kata Legislator Gerindra Makassar ini perlu saling bekerjasama dalam menjalankan tugas dan fungsi bagi aparat penegak keamanan dalam mengamankan setiap situasi dan kondisi yang bisa menghambat semua jalannya aktivitas.


“Tentunya apa yang menjadi kepentingan masyarakat pasti saya perjuangkan di pemerintahan kota, sepanjang tidak mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat lain,” ungkapnya.


Disisi lain, Babra Kamal yang menjadi Narasumber, memaparkan tugas aparat penertiban dalam hal menyelenggarakan ketertiban umum adalah memberikan perlindungan masyarakat.


“Kalau kita berhadapan dengan masyarakat dibawah pasri bersikap humanis, jangan arogan. Jadi kalau ada anggota kami turun di lapangan tolong dibantu agar jalannya ketertiban umum bisa berjalan baik,” paparnya.


Jika dilihat situasi saat ini, kata Babra Kamal para pedagang kaki lima memang menjamur dan banyak berjualan di tempat pedestarian bahkan di atas trotoar sampai keluar ke jalanan tempat yang sudah ditetapkan para pejalan kaki.


“Ini juga membahayakan para pengendara lalu lintas. Kami juga tidak serta merta lakukan penindakan, tentunya ada koordinasi dengan pemerintah setempat dan pedagang tersebut untuk diperingati terlebih dahulu,” jelasnya. (*)

Ketua TP PKK Makassar Dorong Pelestarian Busana Lokal Lewat Pendampingan Usaha Busana Lokal

Tags


Nuansa Terkini Makassar,— Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, berkomitmen melestarikan wastra daerah sekaligus menguatka kapasitas penjahit lokal melalui program pengembangan dan pendampingan usaha busana lokal. 


Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menyatakan komitmennya untuk melestarikan wastra daerah sekaligus memperkuat kapasitas penjahit lokal melalui program pengembangan dan pendampingan usaha busana lokal.


Komitmen tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Pengembangan dan Pendampingan Usaha Busana Lokal Makassar yang digelar di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Selasa (29/7/2025).


Kegiatan ini bagian dari Pokja III, yang digelar sebagai bentuk dukungan terhadap penjahit lokal Kota Makassar yang memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional maupun global.


Dalam sambutannya, Melinda Aksa menekankan pentingnya pelestarian dan pengembangan busana lokal sebagai bagian dari identitas budaya dan kreativitas masyarakat Makassar, terlebih makassar memiliki kekayaan wastra dan desain busana yang luar biasa.


“Busana lokal adalah cerminan budaya, identitas, dan kreativitas daerah. Kota Makassar punya kekayaan wastra seperti tenun sutra, songket, dan motif khas Bugis-Makassar yang sarat makna. Ini adalah potensi yang sangat besar, dan harus terus kita dorong melalui inovasi dan pendampingan berkelanjutan,” ujar Melinda.


Meski potensinya besar, Melinda juga mengakui bahwa masih banyak pelaku usaha busana lokal yang menghadapi tantangan. Di antaranya adalah keterbatasan permodalan, rendahnya akses pemasaran digital, dan minimnya pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk.


Untuk itu, kegiatan ini dirancang sebagai ruang berbagi ilmu dan membangun jejaring, agar para pelaku usaha fesyen lokal tidak hanya bertahan tetapi mampu tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. 


“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelaku usaha busana lokal dapat memperoleh ilmu, motivasi, dan jejaring baru untuk mengembangkan usahanya, baik dari segi desain, pemasaran digital, hingga manajemen usaha yang berorientasi pada keberlanjutan,” ucapnya.


Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Kelompok Kerja (Pokja) III TP PKK Kota Makassar yang menjadi penggagas dan pelaksana kegiatan ini. Menurutnya, inisiatif seperti ini menjadi langkah nyata dalam mendorong tumbuhnya perempuan pelaku usaha yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.


Melinda Aksa juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan lembaga keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menyeluruh.


“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah nyata PKK Kota Makassar dalam mendorong lahirnya pelaku usaha perempuan yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing,


Kami ingin menjadikan Makassar sebagai pusat busana lokal yang kuat, membanggakan, dan menjadi wajah dari kreativitas perempuan Indonesia,” tutup Melinda.


Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber kompeten dari berbagai bidang. Salah satunya adalah Pemimpin Departemen Kredit Ritel Bank Sulselbar, Marhuma Umar, yang memaparkan peluang pembiayaan bagi pelaku UMKM, khususnya sektor fesyen lokal.


Marhuma menjelaskan skema pembiayaan yang dapat diakses oleh pelaku usaha kecil, termasuk syarat-syaratnya dan tips agar pelaku UMKM lebih siap secara administrasi dan keuangan untuk mendapatkan dukungan modal usaha dari Bank Sulselbar.


Selain itu, TP PKK juga menghadirkan desainer nasional dan owner Butik Luthfia, yang membagikan pengalamannya dalam membangun tenun Sekomandi hingga menembus pasar nasional dan internasional di Paris. Ia juga memberikan pelatihan singkat terkait tren fesyen, teknik branding, serta cara memaksimalkan potensi lokal untuk produk yang berdaya jual tinggi.


Menariknya, desainer tersebut juga membawa langsung beberapa koleksi busana karyanya untuk diperlihatkan kepada peserta bahkan membeberikan kepada sejumlah peserta, sebagai bentuk motivasi kepada pelaku usaha busana.

DPD KNPI Kota Makassar Apresiasi Appi-Alya Hadirkan Inovasi Teknologi Untuk Kesejahtraan Masyarakat

Tags

 


Nuansa Terkini Makassar,— Pemerintah Kota Makassar terus mempercepat transformasi sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di pasar dan terminal regional.


Appi-Alya menerapkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menjadi langkah strategis untuk mendorong efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam transaksi, baik di pasar, terminal, maupun layanan publik termasuk pembayaran PDAM.


Ketua Bidang Perencanaan dan Pemetaan Wilayah DPD KNPI Kota Makassar Syahrullah Sanusi mengapresiasi pengembangan Inovasi Teknologi yang merupakan sebuah wujud Inovasi sosial kemasyarakatan.


"Inovasi Teknologi yang diterapkan Pemkot Makassar akan berdampak positif terhadap Inovasi sosial kemasyarakatan. Hal itu mengacu pada perubahan positif dalam masyarakat dengan memperkenalkan ide, konsep, atau solusi baru yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup atau memecahkan masalah sosial yang kompleks," ungkap Syahrullah Sanusi. Selasa, 29 Juli 2025.


Bagi Syahrullah Sanusi, Inovasi tersebut sangat tepat yang dapat meningkatkan akses terhadap layanan penting dengan menghadirkan sebuah Digitalisasi pasar melalui transaksi Non-Tunai berbasis Qris.


"Inovasi tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat Kota Makassar. Dimana berfokus pada pengembangan produk atau layanan baru, inovasi sosial Kemasyarakatan lebih menekankan pada cara-cara baru untuk mengatasi tantangan sosial atau memberikan manfaat kepada masyarakat. Hal ini dapat melibatkan pendekatan baru terhadap pendanaan, pengelolaan, atau pengorganisasian, serta penerapan teknologi atau penemuan yang ada untuk memecahkan masalah sosial," jelasnya.


"Sukarno pernah berkata, “Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Dengan semangat yang sama dengan Sang Proklamator, tidak berlebihan jika saya menyampaikan sebuah kutipan, “Beri aku sepuluh pemuda yang melek digital dan paham QRIS, niscaya produk lokal akan mengguncang pasar dunia," sambungnya


Ia kemudian menyayangkan narasi kritik Ketua gadungan yang ia duga hanya berargumen Profokatif dan tidak melek Digital dan paham Qris. DPD KNPI Kota Makassar menanggapi dengan tegas pernyataan ngawur dari seorang oknum Ketua Gadungan yang mengkritik inovasi pembayaran digital QRIS yang baru saja diluncurkan oleh Pemerintah Kota Makassar dan PD Pasar Raya.


"Pernyataan tersebut tidak hanya menyesatkan publik, tetapi juga menunjukkan ketidakmampuan memahami arah pembangunan kota yang mengedepankan teknologi, transparansi, dan pelayanan publik berbasis digital. Sangat disayangkan, di tengah semangat kolaborasi dan inovasi, masih ada pihak yang justru hadir membawa narasi ketinggalan zaman dan anti-kemajuan," tegasnya.


Syahrullah Sanusi kembali menyanpaikan bahwa QRIS bukan ancaman, melainkan solusi. Sistem ini hadir untuk memudahkan pelaku usaha kecil, pedagang pasar, hingga konsumen dalam melakukan transaksi yang aman, cepat, dan bebas pungli.


"DPD KNPI Makassar berdiri tegak di barisan kemajuan. Kami mendukung penuh langkah Pemkot Makassar dan PD Pasar Raya dalam mendorong digitalisasi ekonomi kerakyatan. Jangan biarkan ruang publik dipenuhi oleh suara-suara sumbang dari pihak yang bahkan tak jelas status dan kontribusinya terhadap pembangunan kota. Kami juga mengingatkan seluruh pemuda dan masyarakat agar tidak terkecoh oleh figur-figur yang mengaku pemimpin, tapi justru menjadi benalu dalam proses kemajuan," tutupnya.

Buka Sosialisasi Peningkatan Kesehatan Pasangan Usia Subur, Melinda Aksa: Kunci Terwujudnya Keluarga Sehat

Tags


Nuansa Terkini Makassar,— Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mendorong peningkatan kesadaran pasangan usia subur (PUS) dalam menjaga kesehatan reproduksi, menjalani pola hidup sehat, dan merencanakan keluarga secara bijak.


Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan sosialisasi peningkatan kesehatan usia subur yang digelar di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Senin (28/7/2025). 


Kegiatan tersebut diikuti oleh para Ketua PKK kecamatan dan kelurahan, kader-kader PKK, serta pasangan usia subur dari berbagai wilayah di Makassar. 


Dalam sambutannya, Melinda menyampaikan pasangan usia subur merupakan kelompok yang memegang peran penting dalam mencetak generasi masa depan. Mereka adalah calon ayah dan ibu yang kelak akan melahirkan dan membesarkan anak-anak Makassar.


“Pasangan usia subur adalah fondasi dari keluarga-keluarga sehat di masyarakat. Mereka calon orang tua dari generasi mendatang. Maka kesehatan mereka berdampak langsung pada kualitas anak-anak yang akan lahir,” ucapnya.


Melinda mengatakan menjaga kesehatan tidak hanya tentang fisik, tapi juga menyangkut mental, gizi yang cukup, serta perencanaan yang matang sebelum memulai kehamilan. Menurutnya, kesadaran ini penting agar lahir generasi yang kuat dan cerdas di masa depan.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong lebih banyak pasangan usia subur agar paham pentingnya pola hidup sehat, asupan gizi seimbang, serta perencanaan keluarga yang jelas. Ini semua bagian dari upaya membangun keluarga berkualitas,” tambahnya.


Melinda menekankan bahwa program ini selaras dengan 10 Program Pokok PKK. Untuk itu, Melinda berharap peserta tidak hanya sekadar hadir, tetapi juga menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada lingkungan sekitar mereka.


“Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Terutama para narasumber dan peserta yang hadir dengan semangat belajar. Mari jadikan kegiatan ini sebagai awal untuk meningkatkan kualitas keluarga di Makassar,” katanya.


Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari kalangan dokter dan akademisi. Salah satunya, Dr. dr. Nasruddin, Dekan Fakultas Kedokteran UMI sekaligus dokter spesialis obgyn, yang membahas tentang pentingnya memahami tahapan siklus hidup dan kegiatan prioritas pasangan usia subur.


Ada pula dr. Veby Nathalia Mappewali, Sp.OG, yang menyoroti perencanaan keluarga sebagai langkah awal pencegahan stunting. Ia menyampaikan bahwa kehamilan sebaiknya direncanakan, agar tumbuh kembang anak lebih optimal sejak dalam kandungan.


Sementara itu, Dr. dr. Deviana Soraya Riu, Sp.OG, menjelaskan pentingnya persiapan kehamilan bagi calon ibu. Ia menyebut, kehamilan yang sehat bermula dari kesiapan fisik dan mental, serta pemeriksaan rutin sejak awal.


Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Pokja IV TP PKK Kota Makassar yang membidangi Kesehatan, Kelestarian Lingkungan Hidup, dan Perencanaan Sehat.

Buka Bimtek Barang dan Jasa, Sekda Zulkifly Dorong KPA/PPK Pemkot Makassar Paham Regulasi Barjas

Tags

 


Nuansa Terkini Makassar,- Sekertaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Pengadaan Secara Elektronik dengan tema Pemanfaatan E-Katalog Elektronik Versi 6 pada Belanja Barang dan Jasa Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. 


Agenda ini dilaksanakan oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Makassar di Hotel Aston, Jalan Hasanuddin, Selasa (29/7).


Sekda Zulkifly menyampaikan, agenda ini menjadi bagian penting mewujudkan Sapta MULIA. Di mana, banyak program yang tertuang dalam visi dan misi Wali Kota Makassar akan melalui barang dan jasa lewat e-katalog versi 6.


"Agenda ini harus cepat, terkait barang dan jasa sebab hal itu menjadi instrumen untuk percepatan tujuan visi dan misi MULIA. Biar bagaimana hebatnya visi dan misi kepala daerah tapi ini terhambat maka akan berpengaruh," ujar Sekda Zulkifly. 


Sambung dia, perihal barang dan jasa menjadi katalisator untuk pembangunan nasional. Di mana, barjas mempercepat efisien dan akuntabel pelaksanaan pemerintah daerah.


"Sekarang ini tidak hanya dalam segi administrasi tapi juga dituntut SDM yang baik. Begitu banyak program prioritas seperti stadion dan sudah launching pakaian gratis anak sekolah, itu semua memerlukan barang dan jasa yang efesien, akuntabel dan efektif," katanya.


"Kalau barang dan jasa tidak optimal maka memberikan efek realisasi anggaran kita," tukasnya.


Lebih jauh, kata dia, minimnya realisasi anggaran disebabkan salah satunya perubahan regulasi e-katalog ke versi 6. Sehingga, pentingnya kegiatan ini dalam meningkatkan kemampuan dan kompetensi sumber daya manusia dalam pengadaan barang dan jasa. 


"Kita harus memiliki sumber daya manusia yang baik dan kompeten dalam pengadaan barang dan jasa," tukas Sekda Zulkifly.


Kegiatan ini, sambung Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi para peserta kegiatan dalam pengadaan barang dan jasa secara elektronik dengan memanfaatkan e-katalog versi 6. Terutama mereka yang berstatus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bisa memahami aturan baru ini.


"Kita harapkan juga realisasi anggaran pemerintah kota dapat meningkat dan program-program pemerintah kota dapat terlaksana dengan baik," bebernya.


Terpisah, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Makassar Sibly Muhammad mengatakan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi sumber daya manusia dalam pengadaan barang dan jasa.


Di mana, kata Bobi--sapaan akrabnya, bimbingan teknis ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang perubahan kedua atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. 


"Dalam peraturan ini, disebutkan bahwa metode pengadaan barang dan jasa wajib dilakukan melalui metode e-purchasing jika barang dan jasa yang dimaksud ada di dalam e-katalog atau lokapasar," ungkap Bobi.


Ia menjelaskan bimbingan teknis ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi para pejabat pengadaan barang dan jasa, khususnya dalam penggunaan e-katalog versi 6. 


"Kami ingin memastikan bahwa para pejabat pengadaan barang dan jasa memiliki kemampuan dan kompetensi yang memadai dalam penggunaan e-katalog versi 6," ujarnya.


Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 mensyaratkan bahwa KPA yang merangkap PPK minimal memiliki satu dari empat persyaratan, yaitu sertifikat PBJ level 1, sertifikasi PPK tipe C, sertifikasi PBJ lainnya, atau sertifikasi kehadiran terkait dengan BIMTEK, sosialisasi, diseminasi tentang pengadaan barang dan jasa.


Dengan adanya bimbingan teknis ini, diharapkan para pejabat pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kota Makassar dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi mereka dalam pengadaan barang dan jasa, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kota Makassar. (*)

Buka PKP Angkatan 23, Sekda Zulkifly Dorong ASN Pemkot Makassar Melek Transformasi Digital

Tags

 


Nuansa Terkini Makassar,- Sekertaris Daerah (Sekda) membuka Pelatihan Kepemimpinan Pengawasan (PKP) angkatan XXIII di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulsel, Selasa (29/7).


Kegiatan ini diinisiasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDM).


Sekda Zulkifly mengatakan tugas birokrasi pemerintah yakni melaksanakan pembangunan dan kepentingan masyarakat secara optimal. Di mana, paradigma saat ini revolusi mental sesuai semangat reformasi birokrasi.


"Di jajaran Pemkot Makassar, reformasi birokrasi telah kita laksanakan dengan manajemen perubahan terukur dengan tujuan menuju capaian hasil kinerja yang baik," ujar Sekda Zulkifly. 


Lebih jauh, sambung mantan Camat Ujung Pandang, sesuai misi periode 2025-2029 bahwa mewujudkan tata kualitas pemerintahan yang bersih dan berdaya saing dengan sasaran meningkatkan reformasi birokrasi dan pelayanan publik yang berbasis elektronik.


Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan kemampuan para peserta dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab jabatan. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk membangun komunikasi dan kerjasama yang kompak serta pola kebiasaan dan budaya kerja yang baru dan lebih profesional.


"Pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan Badan Pengembangan SDM Provinsi Sulawesi Selatan dalam penyelenggaraan pelatihan ini. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di pemerintahan Kota Makassar," ucapnya.


"Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat meningkatkan kemampuan dan kinerja mereka dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab jabatan. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berdaya saing," tambahnya. 


Kemudian, Pemkot Makassar berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat melalui transformasi digital. Wali Kota Makassar telah meluncurkan program unggulan Makassar Super Apps, Lontara, yang merupakan salah satu contoh upaya pemerintah kota dalam meningkatkan pelayanan secara elektronik dan terintegrasi.


Diketahui, saat ini Kota Makassar memiliki sekitar 350 aplikasi yang berjalan secara parsial dan tidak terintegrasi. Dengan adanya Lontara, semua aplikasi tersebut akan diintegrasikan menjadi satu aplikasi yang dapat diakses oleh masyarakat secara mudah.


"Namun, masih banyak pegawai pemerintah kota yang belum paham tentang transformasi digital, terutama di tingkat kelurahan dan kecamatan. Oleh karena itu, pemerintah kota perlu meningkatkan kompetensi pegawai dalam menggunakan teknologi digital," paparnya.


Sekda Zulkifly menyampaikan adanya transformasi digital, pemerintah kota berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan pemerintahan. 


"Pemerintah kota juga berharap dapat meningkatkan indeks SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah," tukasnya.


Kota Makassar, kata Zul---sapaan akrabnya, saat ini berada di era digitalisasi dan society 4.0, di mana masyarakat menggunakan teknologi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pemerintah kota perlu merespon kebutuhan masyarakat dengan meningkatkan kemampuan dalam menggunakan teknologi digital.

Senin, 28 Juli 2025

Camat Kepulauan Sangkarrang Jenguk Warga Barrang Lompo yang Dirawat di RS Wahidin

Tags



Nuansa Terkini Makassar,– Rencana pelaksanaan pemilihan ketua RT/RW di Kecamatan Sangkarrang diharapkan mampu mengakomodir seluruh lapisan masyarakat terutama yang berlatar belakang pendidikan SD.


Pasalnya, syarat pendidikan calon RT/RW harus tamatan SMP dinilai cukup berat bagi warga kepulauan Sangkarrang yang mayoritas lulusan SD.


Camat Sangkarrang, Andi Asdhar, mengatakan salah satu syarat untuk maju sebagai Calon Ketua RT/RW adalah minimal lulusan SMP cukup berat diterapkan di wilayahnya.


Kondisi masyarakat di wilayah kepulauan rata-rata hanya berpendidikan setara SD. Bahkan, ada juga masyarakat yang tidak pernah menempuh pendidikan sama sekali.


“Kebanyakan masyarakat pulau hanya tamat SD, ada juga yang tidak selesai. Kita harap syarat ini bisa dipertimbangkan, khususnya warga Sangkarrang,” ucap Andi Asdhar, Selasa (29/7/2025).


Kecamatan Sangkarrang terdiri dari tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Barang Caddi, Barrang Lompo, dan Kodingareng.


Tiga kelurahan tersebut meliputi delapan pulau, yakni Pulau Barang Lompo, Pulau Lumu-lumu, Pulau Lanjukang, Pulau Bone Tambu, Pulau Langkai, Pulau Barrang Caddi, Pulau Kodingareng, dan Pulau Kodingareng Keke.


Pulau-pulau besar dan padat penduduk seperti Barrang Lompo, Barrang Caddi, dan Kodingareng, layanan pendidikan memang tersedia meskipun masih memprihatinkan. Kecamatan Sangkarrang hanya memiliki lima SMP dan satu SMA.


Masyarakat yang berpendidikan didominasi oleh kalangan milenial hingga generasi Z.


Namun, tidak semua dari mereka berminat mencalonkan diri sebagai Ketua RT/RW.


Jangan sampai syarat minimal pendidikan membebani masyarakat, sementara mereka dianggap layak memimpin.


“Kita beri ruang milenial dan gen z untuk ikut, tidak ada batasan. Tapi jangan sampai syarat SMP membatasi masyarakat yang lain,” ujarnya.


Kecamatan Kepulauan Sangkarrang memiliki 57 RT dan 15 RW. Setiap kelurahan memiliki antara 16-21 Rukun Tetangga dan 4-6 Rukun Warga. Total kepala keluarga di wilayah tersebut mencapai 4.120.


Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman Pimpin Apel Jam Pimpinan, Tekankan Sinergi dan Tanggung Jawab Personel

Tags


Nuansa Terkini Takalar, Senin 28 Juli 2025 — Mengawali pekan dengan semangat disiplin dan tanggung jawab, Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman, S.I.K., M.M. memimpin apel pagi jam pimpinan yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Takalar. 


Apel ini diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek jajaran, perwira, bintara, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) Polres Takalar.


Mengawali sambutannya, Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kinerja seluruh personel Polres dan jajaran Polsek dalam menjaga keamanan dan pelayanan publik selama sepekan terakhir.


Ia menyebut keberhasilan menjaga stabilitas Kamtibmas tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi yang solid di lapangan.


“Saya mengucapkan terima kasih atas loyalitas dan dedikasi rekan-rekan sekalian. Upaya yang telah dilakukan dalam menjaga ketertiban dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sangat saya apresiasi,” ungkap Kapolres.


Lebih lanjut, AKBP Supriadi memberikan beberapa penekanan penting sebagai panduan kerja ke depan. Ia menegaskan bahwa seluruh personel Polres Takalar harus peka terhadap isu-isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat, serta aktif mengambil peran dalam mendukungnya.


Tiga poin utama yang menjadi penekanan Kapolres antara lain:


1. Dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Personel diminta untuk tidak hanya memahami program ini, tetapi juga terlibat langsung dalam membantu masyarakat dan pemerintah daerah mewujudkan ketahanan pangan.



2. Pentingnya menjaga lingkungan pesisir. Kapolres menekankan agar personel secara aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya warga pesisir, untuk tidak menebang pohon mangrove yang berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem.



3. Disiplin berlalu lintas. Dalam upaya menekan angka kecelakaan, seluruh personel diminta untuk tidak bersikap acuh dan terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tertib berlalu lintas, terutama dalam penggunaan helm saat berkendara roda dua.


“Jangan pernah lelah mengingatkan masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Kita tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga mengedukasi demi keselamatan bersama,” tegasnya.


Apel pagi ini menjadi momentum awal yang kuat bagi AKBP Supriadi Rahman untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang tegas, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik yang optimal.


Seluruh jajaran pun tampak antusias dan siap mendukung visi Kapolres dalam mewujudkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat.(Asw-19).

Taruna Bhayangkara Hijaukan Negeri Lewat Aksi Penanaman 100 Pohon Bakau di Jakarta Utara

Tags


Nuansa Terkini Jakarta,- Sebanyak sebelas Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) menggelar kegiatan penanaman 100 pohon bakau di Taman Wisata Alam Angke, Jakarta Utara, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup. 


Kegiatan yang mengusung tema “Taruna Bhayangkara Hijaukan Negeri, Bakti Nyata untuk Bumi Pertiwi” ini dilaksanakan pada Senin (28/7/2025) pukul 09.00 WIB.


Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Agus Ady Wijaya, menyatakan penanaman mangrove ini merupakan bagian dari upaya pelestarian lingkungan yang bertujuan melindungi ekosistem pesisir dari abrasi dan memperbaiki kualitas udara serta keanekaragaman hayati.


"Tentu ini penuh makna, karena taruna Akpol di sela-sela cutinya, masih bisa meluangkan Waktu untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat, pelestarian lingkungan. Ini tidak jauh dari konsep kepolisian, Namanya Green Policing," terang Kapolsek.


Ia berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam menjaga kelestarian alam.


"Sehingga bisa terpelihara dengan baik kondisinya dan juga menopang kehidupan kami-kami yang hidup di sekitar sini, karena ini ekosistem yang berkesinambungan," ujar Kapolsok.


Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyerahan simbolis bibit bakau, penanaman pohon secara langsung di kawasan pesisir, dan ditutup dengan sesi penutup. Para peserta mengenakan celana training hitam dan atasan kaos PDL sebagai dress code resmi kegiatan.


Sebelas Taruna yang terlibat berasal dari tingkat dua hingga tiga, yaitu BKT Muhammad Fahir (Akpol 58), BT Satrio Akbar Nugroho, BT Adnan Winarto, BT Almer Fatih, BT Hazel Almantasya, BT Aloysius Rakha, BT Edrick Nadive, BT Kaka Sakha Swara, BT Muhamad Rashya, BTNaskah 4


Taruna Bhayangkara Hijaukan Negeri Lewat Aksi Penanaman 100 Pohon Bakau di Jakarta Utara


Tribratanews.polri.go.id - Jakarta. Sebanyak sepuluh Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) menggelar kegiatan penanaman 100 pohon bakau di Taman Wisata Alam Angke, Jakarta Utara, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup. 


Kegiatan yang mengusung tema “Taruna Bhayangkara Hijaukan Negeri, Bakti Nyata untuk Bumi Pertiwi” ini dilaksanakan pada Senin (28/7/2025) pukul 09.00 WIB.


Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Agus Ady Wijaya, menyatakan penanaman mangrove ini merupakan bagian dari upaya pelestarian lingkungan yang bertujuan melindungi ekosistem pesisir dari abrasi dan memperbaiki kualitas udara serta keanekaragaman hayati.


"Tentu ini penuh makna, karena taruna Akpol di sela-sela cutinya, masih bisa meluangkan Waktu untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat, pelestarian lingkungan. Ini tidak jauh dari konsep kepolisian, Namanya Green Policing," terang Kapolsek.


Ia berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam menjaga kelestarian alam.


"Sehingga bisa terpelihara dengan baik kondisinya dan juga menopang kehidupan kami-kami yang hidup di sekitar sini, karena ini ekosistem yang berkesinambungan," ujar Kapolsok.


Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyerahan simbolis bibit bakau, penanaman pohon secara langsung di kawasan pesisir, dan ditutup dengan sesi penutup. Para peserta mengenakan seragam training hitam dan atasan kaos sebagai dress code resmi kegiatan.


Sepuluh Taruna yang terlibat berasal dari tingkat dua hingga tiga, yaitu BKT Muhammad Fahir (Akpol 58), BT Satrio Akbar Nugroho, BT Adnan Winarto, BT Almer Fatih, BT Aloysius Rakha, BT Edrick Nadive, BT Kaka Sakha Swara, BT Muhamad Rashya, BT Bizzaropharsa, dan BT Farrel Wibowo (seluruhnya Akpol 59).


Taman Wisata Alam Angke dipilih sebagai lokasi kegiatan karena perannya yang vital sebagai kawasan konservasi hutan mangrove di Jakarta, serta sebagai sarana edukasi lingkungan yang terbuka bagi publik. BT Bizzaropharsa, dan BT Farrel Wibowo (seluruhnya Akpol 59).


Taman Wisata Alam Angke dipilih sebagai lokasi kegiatan karena perannya yang vital sebagai kawasan konservasi hutan mangrove di Jakarta, serta sebagai sarana edukasi lingkungan yang terbuka bagi publik.

‎Wakapolres Pinrang Pimpin Apel Pagi, Tekankan Hindari Pelanggaran Sekecil Apapun

Tags

 ‎


‎Nuansa Terkini Pinrang,— Wakapolres Pinrang, Kompol Muh. Yusuf Badu, S.H., memimpin apel pagi yang dilaksanakan di halaman Mapolres Pinrang, Senin (28/7/2025) pukul 07.30 Wita. Apel ini diikuti oleh Para Pejabat Utama (PJU), perwira, bintara, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polres Pinrang.

‎Dalam Arahannya, Wakapolres Menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan dan profesionalisme dalam bertugas. Ia menekankan agar seluruh personel menghindari segala bentuk pelanggaran, sekecil apapun, demi menjaga citra baik institusi Polri di tengah masyarakat.

‎Apel pagi tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi dan kedisiplinan di lingkungan Polres Pinrang. Diharapkan seluruh personel dapat terus meningkatkan profesionalisme dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas, demi mewujudkan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Minggu, 27 Juli 2025

Dekranasda Makassar Perkuat Daya Saing Wastra Lokal Lewat Ajang Heritage Market

Tags

 


Nuansa Terkini Makassar,– Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar kembali menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan industri kreatif daerah melalui partisipasi dalam Wastra Heritage Market 2025 yang digelar di Mall MARI Makassar, Minggu (27/7/2025).


Ajang ini terselenggara atas kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Karya Kreatif Sulawesi Selatan, dengan menghadirkan karya-karya wastra unggulan dari berbagai daerah untuk mendorong daya saing produk lokal berbasis kearifan budaya.


Dekranasda Kota Makassar menghadirkan busana yang mengangkat wastra khas Bugis-Makassar, seperti tenun dan sutra, yang dirancang dalam gaya kontemporer dan tampil dalam fashion show bertema “Wastra Heritage Market.” Karya ini mencerminkan harmoni antara warisan budaya dengan semangat inovasi.


Hadir mewakili Ketua Dekranasda Kota Makassar, Wakil Ketua Andi Tenri Fitriyah, yang turut menyaksikan langsung rangkaian kegiatan pameran dan fashion show. Ia menyampaikan bahwa partisipasi Makassar dalam kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Dekranasda untuk memperluas promosi wastra daerah dan mendukung regenerasi desainer muda.


“Makassar memiliki potensi wastra luar biasa yang tidak kalah dengan daerah lain. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat posisi produk lokal agar bisa bersaing di level nasional bahkan internasional,” ujar Andi Tenri.


Sebagai Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa juga menegaskan dukungan terhadap langkah-langkah strategis dalam penguatan industri fashion lokal, melalui program pemberdayaan perajin, pelatihan desain, hingga promosi lintas platform.


Diharapkan keikutsertaan Dekranasda Makassar dalam ajang ini dapat memperluas akses pasar bagi perajin lokal, mendorong pertumbuhan ekosistem industri kreatif, dan mengokohkan Makassar sebagai pusat fashion berbasis wastra di kawasan timur Indonesia.

Sabtu, 26 Juli 2025

Ketua TP PKK Kota Makassar Tinjau TPA Antang, Dorong Sinergi Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan

Tags

 


Nuansa Terkini Makassar,— Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, melakukan kunjungan lapangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Rabu (24/7/2025), guna meninjau langsung rencana pengembangan TPS3R serta sistem pengolahan sampah organik dan anorganik yang lebih terpadu.


Dalam kunjungan tersebut, Melinda Aksa didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, serta tim dari Bosowa Peduli yang selama ini menjadi mitra aktif dalam upaya pengelolaan lingkungan. 


Peninjauan ini mencakup lokasi rencana pembangunan TPS3R baru serta fasilitas pengomposan yang sedang dikembangkan.

Melinda Aksa menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen TP PKK Kota Makassar dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, dimulai dari lingkungan keluarga hingga pengelolaan kota secara menyeluruh.


“Kita ingin memastikan bahwa pengelolaan sampah di Kota Makassar berjalan secara terstruktur dan berkesinambungan. Mulai dari rumah tangga, kader PKK harus berperan aktif membentuk budaya memilah sampah, hingga mendukung pengolahan di tingkat kota seperti di TPA Antang ini,” ujar Melinda.


Ia juga mengajak Dinas Lingkungan Hidup dan para mitra, termasuk Bosowa Peduli, untuk terus bersinergi membangun kesadaran serta memperkuat sistem pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.


Menurutnya, kehadiran fasilitas TPS3R di lokasi seperti Untia dan Sambung Jawa yang segera diuji coba harus dijadikan percontohan pengelolaan sampah terpadu di tingkat komunitas.


Ia menekankan bahwa keterlibatan masyarakat dan edukasi sejak dari rumah menjadi kunci keberhasilan sistem ini.


“Kami dari TP PKK siap mendukung edukasi keluarga dan masyarakat soal pemilahan dan pengelolaan sampah dari rumah. Karena perubahan itu dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga,” tegasnya.


Dalam tinjauan tersebut, Melinda juga menekankan pentingnya peran regulasi dari pemerintah, terutama dalam menata pengelolaan sampah di sektor komersil seperti pasar, restoran, hingga hotel. 


Ia mendorong agar mekanisme dan aturan yang jelas segera disusun, dengan DLH sebagai leader utama, sementara PKK akan terus menjadi mitra penggerak di lapangan.


Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah awal kolaboratif lintas sektor untuk menciptakan Kota Makassar yang lebih bersih, hijau, dan mandiri dalam mengelola sampah. 


Harapannya, pendekatan ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat.

Jumat, 25 Juli 2025

Camat Kepulauan Sangkarrang Pimpin Kerja Bakti Massal di Barrang Lompo

Tags


Nuansa Terkini Makassar,– Camat Kepulauan Sangkarrang, Andi Asdhar, memimpin langsung kegiatan kerja bakti massal membersihkan lingkungan di Kelurahan Barrang Lompo, Sabtu (26/7/2025).


Kegiatan gotong royong ini melibatkan puluhan warga, perangkat kelurahan, personel TNI-Polri, serta anggota Karang Taruna setempat.


Kerja bakti dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan fokus pembersihan di kawasan pesisir pantai, lingkungan pemukiman warga, dan fasilitas umum. Camat Andi Asdhar turut turun langsung memungut sampah bersama masyarakat, memberikan contoh nyata kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.


"Ini bentuk komitmen kami dalam menjaga kebersihan pulau sebagai destinasi wisata,” ujar Camat Andi Asdhar.


Ia juga mengajak seluruh warga agar senantiasa berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan tempat tinggal. Menurutnya, peran serta masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua. (*).


BBM Subsidi Bukan untuk Disalahgunakan! Kapolres Takalar Pimpin Sosialisasi Pengawasan Ketat

Tags


Nuansa Terkini Takalar, – Guna memastikan BBM subsidi benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak, Polres Takalar menggelar kegiatan sosialisasi penting pada Jumat (25/7/2025), di Aula Wicaksana Laghawa Polres Takalar.


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Takalar, AKBP Supriadi Rahman, S.I.K., M.M., dan melibatkan berbagai pihak lintas sektor yang memiliki peran krusial dalam pendistribusian BBM bersubsidi di Kabupaten Takalar.


Acara ini turut dihadiri oleh Kasat Reskrim Polres Takalar AKP Hatta, S.H., Sales Branch Manager II Pertamina wilayah Sulsel-Bar Anwar Hidayat, Kabid Perikanan Andi Zulhaedah, S.STP, M.Si, Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Andi Rajab Limpo S.STP, para Kapolsek jajaran, camat se-Kabupaten Takalar, pengelola SPBU, para Kanit Reskrim Polsek, Kanit Intelkam, hingga para Bhabinkamtibmas Polsek jajaran yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.


Dalam sambutannya, Kapolres Takalar menyampaikan pesan tegas namun konstruktif. Ia meminta semua pihak meningkatkan kehati-hatian dan ketelitian dalam proses pendistribusian BBM bersubsidi.


“Saya mengapresiasi kehadiran semua pihak hari ini. Namun lebih dari itu, mari kita kawal bersama agar BBM subsidi ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak, bukan ke tangan-tangan yang salah,” tegas Kapolres Supriadi.


Ia juga menyoroti pentingnya pemeriksaan syarat dan dokumen agar tidak ada penyalahgunaan. Kapolres menyebut, atensi khusus datang dari Kapolda untuk memastikan subsidi ini tepat sasaran.


"Tolong perhatikan dengan serius dokumen pengajuan dan tujuan distribusi. Kita harus bisa menjawab kepercayaan masyarakat dan menjaga amanah negara ini,” tambahnya.


Kegiatan berlangsung lancar dan dilanjutkan dengan paparan dari Pertamina dan instansi teknis terkait. Seluruh peserta juga diberikan ruang untuk menyampaikan masukan dan diskusi, menandai komitmen bersama untuk sistem distribusi BBM subsidi yang lebih adil, transparan, dan akuntabel.


Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, Polres Takalar berharap seluruh pihak dapat bersinergi menjaga keadilan distribusi energi bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan dan sektor yang memang membutuhkan subsidi. (Asw-19)

Melinda Aksa Tanam Langsung Lubang Kompos Biopori di Taman Gajah untuk Atasi Sampah Organik

Tags


Nuansa Terkini Makassar, — Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa melakukan penanaman langsung kompos biopori untuk memanfaatkan sampah organik di Taman Gajah Pantai Losari, Jumat (25/7/2025). 


Melinda bersama jajaran pengurus TP PKK, Dekranasda, Pokja Bunda PAUD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar dan para petugas kebersihan menanam kompos biopori sebanyak 30 lubang ditanam di area taman, masing-masing dengan kedalaman 80 cm hingga 1 meter.


"Jadi membuat lubang-lubang biopori ini adalah salah satu cara penanganan sampah. Karena kami melihat bahwa membuat lubang biopori ini lebih mudah dan lebih gampang diterima oleh masyarakat untuk menjalankan pemilahan sampah itu," ujarnya.


Melinda menambahkan, taman-taman kota seperti Taman Gajah merupakan salah satu titik penghasil sampah organik, terutama dari dedaunan dan ranting pohon. Karena itu, lubang biopori sangat tepat diterapkan di lokasi-lokasi seperti ini.


"Daun-daun kering yang biasanya hanya disapu lalu diangkut ke TPS, sekarang bisa langsung dimasukkan ke dalam lubang biopori. Ini efisien dan ramah lingkungan," jelasnya.


Selain itu, Melinda mengatakan lubang biopori tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tapi juga berdampak positif terhadap struktur tanah dan cadangan air. 


"Saat hujan turun, air bisa langsung meresap melalui lubang, mengurangi genangan dan membantu menjaga keseimbangan air tanah," ungkapnya.


Melinda menjelaskan lubang-lubang tersebut akan terus dimanfaatkan oleh petugas kebersihan. 


"Sampah-sampah dari hasil penyapuan taman itu gak perlu lagi masuk ke TPA, bisa langsung dimasukkan ke lubang biopori yang kita buat hari ini," tuturnya.


Melinda mengungkapkan bahwa program ini akan dilanjutkan ke lokasi-lokasi lainnya, khususnya taman-taman sepanjang Jalan Metro Tanjung Bunga dan sekitarnya. Fokus awal diarahkan ke wilayah tersebut sebelum meluas ke seluruh kota.


"Ke depan, kami berharap lubang biopori bisa diterapkan lebih luas. Langkah sederhana ini punya dampak besar jika dilakukan bersama mengurangi sampah dan menjaga lingkungan tetap sehat," tutupnya.


Sementara itu, Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, biopori merupakan solusi praktis yang bisa diterapkan langsung oleh masyarakat.


"Metode ini mudah, murah, dan efektif. Tidak hanya untuk taman kota, tapi bisa juga diadaptasi di halaman rumah. Harapannya, masyarakat bisa mulai mengelola sampah organiknya sendiri tanpa bergantung penuh pada sistem pengangkutan ke TPA," ujarnya.


DLH Kota Makassar pun berencana menjadikan biopori sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengurangan sampah d Kota Makassar.

TP PKK Makassar Matangkan Sistem Pendataan Keluarga Terintegrasi Lewat Bimtek Dasawisma

Tags


Nuansa Terkini Makassar, — Tim Penggerak PKK Kota Makassar terus mendorong penguatan sistem pendataan keluarga secara menyeluruh melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendataan bagi operator Kelompok Dasawisma. 


Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Sekretaris TP PKK Kota Makassar, yang diikuti oleh Ketua TP PKK kecamatan dan kelurahan serta 153 operator dasawisma dari seluruh kelurahan. Bimtek ini berlangsung selama dua hari, pada 24–25 Juli 2025, di Baruga Anging Mammiri.


Sekretaris TP PKK Kota Makassar, Faridah Kadir, menyampaikan Dasawisma memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. 


"Pendataan yang dilakukan kelompok ini menjadi landasan utama dalam merumuskan program-program pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat," ujarnya.


Menurutnya, ketepatan dan kesatuan data keluarga di tingkat dasar sangat penting untuk memastikan pembangunan yang responsif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemahaman teknis operator terhadap sistem pendataan harus diperkuat.


“Melalui bimtek ini, kita harapkan seluruh operator kelompok Dasawisma dapar memahami sistem pendataan keluarga terintegrasi secara menyeluruh,” ujarnya.


Faridah juga menjelaskan bahwa data yang dikumpulkan akan menjadi rujukan utama dalam berbagai intervensi program pemerintah, termasuk di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. Untuk itu, penting bagi kader menguasai metode dan standar pendataan.


Dalam kegiatan ini, panitia menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten dari berbagai instansi guna memberikan bekal teknis dan pemahaman strategis tentang pentingnya pendataan keluarga secara terintegrasi.


Andi Taufiq Aris dari Tim Data Statistik tampil sebagai pemateri pertama. Ia membahas peran dasar dasawisma sebagai pilar pemberdayaan masyarakat serta posisinya sebagai tulang punggung penggerak pembangunan di tingkat keluarga dan lingkungan.


Ia juga mengulas struktur kelompok dasawisma, peranannya dalam peningkatan kesehatan masyarakat, manfaat sosial, serta kontribusinya terhadap kesejahteraan warga.


"Dengan ikatan sosial yang kuat, dasawisma menjadi penghubung langsung antara program pemerintah dan kebutuhan warga. Kelompok ini juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan yang berdampak nyata pada kesejahteraan keluarga dan lingkungan," ujarnya.


Pemateri selanjutnya, Muhammad Taufik dari Tim Polimetrik Indonesia, menyampaikan materi mengenai sistem pendataan keluarga terintegrasi (SPKT) dan teknis implementasinya di lapangan.


Taufik menjelaskan proses pengumpulan data mulai dari variabel-variabel penting seperti jumlah anggota keluarga, status gizi, hingga akses sanitasi dan pendidikan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga validitas data melalui sistem pengawasan berlapis.


“Benchmark pelaksanaan SPKT adalah keseragaman, konsistensi, dan keberlanjutan data. Tanpa itu, data hanya akan menjadi arsip yang tidak berguna dalam pengambilan kebijakan,” tegasnya.


Ia juga mengajak ketua dasawisma untuk aktif melakukan verifikasi lapangan, menyusun laporan secara berkala, dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung pencatatan data yang efisien.


Sesi berikutnya diisi oleh narasumber ketiga, Mirzam, yang menjelaskan tentang perencanaan timeline dan struktur pelaksanaan SPKT di Kota Makassar. Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan keberhasilan program ini.


"Penerapan SPKT membutuhkan koordinasi antara pengurus TP PKK, dinas teknis, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan. Kita perlu peta jalan yang jelas dari pelatihan hingga integrasi data ke sistem kota,” katanya.


Bimtek ini menjadi langkah nyata TP PKK Kota Makassar dalam memperkuat kapasitas kelompok dasawisma sebagai pelaksana utama dalam pengumpulan data keluarga yang komprehensif dan terstruktur.




Kamis, 24 Juli 2025

Ketua TP PKK Kota Makassar Dorong Penguatan Kapasitas Dasawisma Lewat Bimtek Pendataan

Tags


Nuansa Terkini Makassar,— Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mendorong penguatan peran Ketua Kelompok Dasawisma sebagai garda terdepan dalam melakukan pendataan keluarga yang akurat dan menyeluruh. 


Hal itu diungkapkan saat membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendataan bagi Ketua Kelompok Dasawisma di Baruga Anging Mammiri, Kamis (24/7/2025).


Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja Sekretaris TP PKK Kota Makassar untuk memperkuat kapasitas kader dalam pendataan, sebagai salah satu pilar utama 10 Program Pokok PKK.


Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa menyampaikan pentingnya peran strategis kelompok Dasawisma sebagai ujung tombak gerakan PKK. 


"Dasawisma merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya dalam mengumpulkan data dan informasi tentang kondisi keluarga di wilayah masing-masing," ujarnya.


Menurut Melinda, pendataan oleh Dasawisma bukan sekadar aktivitas administratif, melainkan bagian integral dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat dari tingkat paling dasar, yakni keluarga.


"Sebagai ujung tombak 10 Program Pokok PKK, kelompok Dasawisma berperan strategis dalam mendata kondisi keluarga di wilayahnya. Data inilah yang menjadi dasar penyusunan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” tekannya.


Untuk itu, Melinda berharap melalui bimtek ini dapat meningkatkan keterampilan pendataan secara sistematis dan sesuai pedoman yang berlaku. Ia menilai bahwa keberhasilan PKK sangat bergantung pada kekompakan dan kinerja nyata para kader, khususnya di level dasar.


"Saya juga ingin menegaskan bahwa keberhasilan gerakan PKK sangat bergantung pada kekompakan dan kerja nyata para kader di lapangan, khususnya Ketua Kelompok Dasawisma yang menjadi ujung tombak organisasi kita," tambahnya.


Lebih lanjut, Melinda mengajak seluruh peserta Bimtek untuk terus membangun sinergi dan memperkuat komitmen sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun keluarga yang sejahtera, sehat, dan mandiri. 


"Saya mengajak kita semua yang hadir, mari kita terus bergerak bersama, membangun sinergi antar lini organisasi, dan menguatkan komitmen kita sebagai mitra pemerintah," katanya.


Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, antara lain Andi Taufiq Aris, Muhammad Taufik, dan Mirzam. Para pemateri memberikan materi seputar teknik pendataan, penggunaan instrumen pendataan terbaru, serta pemanfaatan data dalam penyusunan program-program PKK yang berbasis kebutuhan riil masyarakat.


Bimtek ini diikuti oleh para Ketua Kelompok Dasawisma dari berbagai kelurahan di Kota Makassar, dengan harapan akan terjadi peningkatan kemampuan dalam pelaksanaan tugas pendataan serta pelaporan yang lebih akurat dan tepat waktu.